Share

Bab 142

Author: Thaiteaa
last update publish date: 2026-09-15 21:28:29

Beberapa hari setelah pulang dari Bandung, Hari ini Karina ada jadwal untuk ke rumah sakit.

Kehamilan kedua yang di jalani Karina kali ini berbeda jauh dengan kehamilan pertamanya, jika di minggu-minggu awal mungkin ia ingin selalu berdekatan dengan Alfan memasuki trimester ke dia bahkan ja sedikit ilfeel dengan suaminya itu sehingga membuat suaminya itu sering uring-urunga frustasi ketika ingin tidur.

Melewati perdebatan panjang sejak kemarin akhirnya Alfan di perbolehkan oleh Karina untuk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 146

    Wanita itu tersenyum kaku, ia mendekati Alfan "lam gak ketemu ya bang, ini anakku bang namanya Alfan juga. Tapi umurnya masih 3 tahun lebih"Dunia Karuna berhenti 3 detik, hanya 3 detik yang mampu membuat hatinya bertanya-tanya. Alfan langsung kamu. Keringat dingin melihat WA ita itu" Eh... Alya... I-ya ini Istriku Karina"Ucap Alfan. Tidak, Karina sebenarnya tidak masalah siapapun wanita itu namun yang membuat nya bingung adalah nama anak wanita itu. Karina merasa perutnya kencang, dia lihat Alfan, wanita itu kemudian menyempatkan untuk memperhatikan wajah tampan yang bernama Alfan juga. "Alfa...? " karina berbisik fi telinga Alfan, suaranya bergetar. Menyadari itu, Alfan langsung mengenggam tangan Karina. "Mas bisa jelasin sayang... "Karina tak menjawab, ia masih ingin melihat reaksi mereka. "Syang, salim dulu sama Om Alfan nya kak. Ini Om Alfan temanya6ibu duku" Ucap si wanita. Anak kecil itu menyodorkan tangan mungilnya untuk menyalimi Alfan. "Om Alfan.. "Om AlfanDaddy

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 145

    Kegiatan tasyakuran 4 bulanann Karina berjalan dengan lancar, acara di tutup dengan pengajian dan doa bersama bapak-bapak pengajian. Tidak istirahat Karina sudah duduk kembali di ranjang sembari menyusun baju yang akan ia bawa ke Bogor, besok pagai-pagi sekali mereka akan melakukan perjalanan ke Bogor untuk menghadiri resepsi pernikahan saudara Alfan lusa. Awalnya ia menolak keras untuk hadir, nemuin mertuanya mengajaknya untuk berkenalan lebih lanjut dan bertemu dengan keluarga mereka yang ada di sana. Jujur saja Karina, dekat dan akrab dengan orang tua Alfan saja sudah merupakan suatu kebahagiaan untuk nya. Bukan tidak mau mengenal keluarga Alfan lebih jauh tapi jika ujung-ujungnya hanya untuk menjatuhkan satu smaa lain untuk apa? Tak banyak yang ia bawa, hanya pakaian yang akan mereka pakai seragam dengan keluarga kemudian sepasang baju tidur dan juga selasa baju formal lainnya. CeklekPintu dibuka, Alfan masuk setelah selesai mengobrol bersma para tetangga. Karina menatap Al

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 144

    "Wah ini yang di tungguin dari tadi" Ucap Bude nya Alfan ketika melihat Karina keluar digandeng oleh Alfan. Karina mendekati bude Risma kemudian mencium tangannya. "Maaf ya bude Karina baru keluar""Gapapa nak, Alfan udah bilang tadi kamu kurang enak badan" Ucap bude Risma. Karuna duduk di sebelah bude Risma. "Mbakku, baby bagaimana hari ini? " Tanya Sintia yang tiba-tiba datang dari belakang Karina. "Baik Sin, tidak rewel paling sama Ayahnya aja banyak maunya" Jawab Karina. "Berarti tandanya itu mirip Ayahnya nanti" Ucap Sintia lagi. Karina mengedikkan kedua bahunya acuh. "Ibu-ibu semuanya maaf Karina sudah merepotkan ya" Ucap Karina pada ibu-ibu para tetangga dan saudara yang ikut membantu. Selain tradisi yang masih kental inilah salah satu alasan Karina senang kerumah mertuanya, semua orang masih peduli jadi ketika ada acara seperti ini mereka akan ramai-ramai datang membantu. "Ngerepotin apanya mbak Karin, sini duduk di sini mbak" Sahut salah satu ibu-ibu. Karina duduk,

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 143

    "Lho Fan kok sudah bangun? " Tanya mamah Sekar yang langsung diikuti tatapan para tetangga yang ternyata sudah berada di rumah Alfan. "Mah ada air hangat? " Tanya Alfan. "Untuk apa Fan? " Tanya balik mamah Sekar. "Karina mual, mau minum""Bentar mamah ambilin""Kapan sampe Dan? " Tanya salah satu ibu-ibu yang ada di sana. "Baru tadi mbak, adalah 1 jam an yang lalu " Jawab Alfan. "Mana istrimu Dan? " Gak dibawa keluar "tanya tante Fitri. " Masih di kamar tan, istirahat dulu lah bagi nanti keluar'Tante Fitri dan para tetangga mengangguk bersama dengan ibunya yang sudah membawa nampan berisi air hangat. "Makasih ya Mah""Iya sama-sama, sana kasih langsung kasihan Karina" Ucap Mamah Sekar. Alfan berjalan masuk ke kamar, begitu ia masuk Karina sudah duduk sembari menatap nya datar. "Kenapa sayang? Minum dulu ya" Alfan tidak duduk karena Karina tidak mempersilahkan nya. Setelah meminum air yang diberikan Alfan Karina langsung menatap Alfan. "Kamu gak mau ya duduk deketan sama K

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 142

    Beberapa hari setelah pulang dari Bandung, Hari ini Karina ada jadwal untuk ke rumah sakit. Kehamilan kedua yang di jalani Karina kali ini berbeda jauh dengan kehamilan pertamanya, jika di minggu-minggu awal mungkin ia ingin selalu berdekatan dengan Alfan memasuki trimester ke dia bahkan ja sedikit ilfeel dengan suaminya itu sehingga membuat suaminya itu sering uring-urunga frustasi ketika ingin tidur. Melewati perdebatan panjang sejak kemarin akhirnya Alfan di perbolehkan oleh Karina untuk ikut ke rumah saku melaksanakan USG di usia kehamilan yang sudah menginjak 16 minggu. Kali ini juga mereka mengikuti semua rangkaian kehamilan anak pertama sesuai kepercayaan ibunya Alfan, sebab itu juga setelah dari rumah sakit mereka akan langsung menuju rumah Wijaya untuk mengadakan acara 4 bulanan esok di rumah mertua nya. Karina belajar banyak, bahkan banyak sekali ilmu yang ia dapat dari ibunya Alfan yang ternyata berbeda dengN pengetahuan dokter. Dia tidak mempercayai semua yang di kata

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 141

    Mereka bertiga lun mulai berjalan menyusuri Braga. Karina beberapa kali berhenti hanya untuk mengabadikan suasana, sementara Alfan dengan sabar menunggu di sampingnya. "Mas, fotoin aku dong. "Alfan menerima ponsel yang di berikan Karina. "Mau diamana sayang? " Tanya Alfan dengan sabar. "Di depan sana Mas. Yang ada tulisan itu. "Ucap KarinaKarina segera berdiri di tempat yang ia tunjuk, kemudian ia tersenyum ke arah camera, dan Aldan menjadi nyamuk di antara mereka. "Dan dari pada lo gitu, mening fotoin gue sama Karina" Ucap Alfan. "Cek, mana Handphone nya" Jawab Aldan sambil malas. Alfan langsung menyerahkan handphone nya kepada Aldan . "Nih, awas aja jelek hasilnya. Aldan menerima handphonenya itu dengan wajah datar."banyak maunya, terserah gue lah. Berdiri yang bener kalian nya. ""Sini sayang" Ucap Alfan. "Mau gimana Mas posisi nya? Tanya Karina" Candid aja sayang, biar bagus"jawab Alfan. "Udah siap belum? " Tanya Aldan ketus. "Udah, awas jelek""Iya bawel"Aldan mulai

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 2

    Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 1

    "Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 5

    "Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 4

    "Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status