Share

Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain
Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain
Author: Penyihir

Bab 1

Author: Penyihir
"Roderick sudah pulang, kita cerai saja."

Dengan wajah tanpa ekspresi, aku menyerahkan surat perjanjian cerai yang sudah kutandatangani ke tangan istriku, Bianca.

Ekspresi Bianca sempat membeku sesaat, tapi dia segera kembali sadar. Dengan gerakan yang sudah sangat terbiasa, dia menandatangani namanya di atas perjanjian itu.

Lalu seperti enam kali sebelumnya, dia berkata ringan kepadaku, "Satu bulan lagi Roderick pergi, aku akan menikah lagi denganmu."

Kalau dulu, kalimat itu sama sekali tidak bisa memberiku rasa aman yang kuinginkan. Aku bahkan mungkin akan memaksanya bersumpah atau membuat perjanjian tertulis. Namun kali ini, hatiku tidak terpengaruh sedikit pun. Sampai-sampai aku bahkan tidak punya keinginan untuk menanggapi.

"Firza, kamu dengar nggak aku ngomong?" Bianca mengerutkan kening. Dia jelas tidak puas dengan keheninganku.

Aku hanya bisa mengangguk. "Mm."

Tanganku tetap bergerak, melipat pakaian satu per satu lalu memasukkannya ke dalam koper. Kalau Bianca berkata kapan akan menikah lagi, dia pasti akan menepati ucapannya.

Di dunia bisnis, dia terkenal sebagai orang yang menepati janji. Itu tidak perlu diragukan. Kebetulan sekali, hubungan aku dan dia memang tidak seperti suami istri.

Kami lebih seperti pihak A dan pihak B yang harus memutus dan memperbarui kontrak secara berkala, wajib menandatangani lembar demi lembar dokumen bernama akta nikah dan akta cerai sesuai jadwal.

Dalam setahun ada dua lembar kontrak seperti itu. Sampai sekarang, aku sudah menandatangani 12 lembar.

Aku masih ingat waktu di pernikahan dulu, dia pernah berkata kepadaku bahwa dia tidak akan mengkhianatiku selama masa pernikahan.

Memang, dia menepatinya.

Karena setelah bercerai, dia bebas bersama siapa pun yang diinginkannya.

Konsekuensi yang harus kuterima hanya satu. Aku menjadi mainan yang dikenal sebagai seseorang yang bisa dipanggil dan dibuangnya sesuka hati di kalangan mereka.

Namun, sikapku yang tidak biasa hari ini tampaknya membuat Bianca sedikit kehilangan akal. Bagaimanapun juga, aku pernah histeris saat perceraian sebelumnya, bahkan sampai melukai diri sendiri. Gambaran itu masih terus terbayang di benaknya.

Dia menatap gerakanku yang kali ini jauh lebih cepat dan lebih terampil saat membereskan koper dibanding sebelumnya. Dengan sedikit canggung dia berkata, "Kalau begitu, kali ini biar aku saja yang pindah keluar ...."

Terdengar suara koper besar yang kututup, sekaligus memotong ucapannya yang belum selesai. "Aku sudah bilang sama temanku, aku akan tinggal di rumahnya beberapa hari."

Ekspresi Bianca semakin buruk, lalu dia seolah teringat sesuatu. "Jangan-jangan kamu mau pakai trik lama lagi, pura-pura jadi asisten lalu diam-diam ke perusahaan untuk mengawasiku?"

"Firza, apa kamu nggak punya urusan sendiri? Apa kamu memang nggak bisa hidup tanpa wanita?"

Aku langsung memahami maksud tersembunyi di balik ucapannya. Dia hanya tidak ingin aku pergi ke perusahaannya dan mengganggu kemesraannya dengan Roderick.

Bagaimanapun juga, Roderick jarang sekali pulang ke negara ini. Tentu Bianca berharap Roderick bisa menemani di sisinya sebagai asisten eksekutif dan tidak terpisah sedetik pun.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain   Bab 10

    Inilah bentuk cinta yang seharusnya.....Di pantai pasir merah muda Bahama, 300 lampu kristal menerangi seluruh pantai pribadi itu seperti siang hari. Aku mengenakan jas pengantin terbaru dan menatap diriku di cermin yang kini jauh lebih tenang dibanding tiga tahun lalu."Pak Firza." Penata gaya itu mengingatkan pelan, "Di luar ada seorang wanita ...."Kreydon langsung menyela, "Bilang saja mempelai pria nggak ada."Tanganku yang sedang merapikan dasi berhenti sejenak. "Bianca masih di luar?""Sejak tadi malam dia berlutut di pintu masuk pantai."Kreydon memutar matanya."Katanya, dia nggak akan bangkit kalau belum bertemu denganmu. Petugas keamanan sudah mengusirnya tiga kali, tetap nggak berhasil."Melalui jendela kaca besar, terlihat sosok wanita di tengah hujan deras. Tubuhnya basah kuyup, celana mahalnya sudah terkikis pasir karang yang kasar, darah samar terlihat di lututnya.Payung hitam yang dibentangkan pengawal didorongnya menjauh, seolah dia ingin membiarkan hujan itu membe

  • Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain   Bab 9

    Bianca mengeluarkan ponsel dari tasnya dan memutar sebuah video.Di layar, Roderick berdiri di depan jendela rumah sakit jiwa dengan wajah pucat dan kurus. Karena efek samping obat jangka panjang, wajahnya membengkak dan berubah bentuk. Dia menatap kosong ke luar jendela."Aku menyuruhnya melayani tamu, lalu memasukkannya ke rumah sakit jiwa."Bianca menjelaskan dengan tergesa-gesa, "Kamu benci dia, jadi aku membuatnya menerima ganjarannya.""Kamu pikir aku meninggalkanmu karena Roderick?" Aku tiba-tiba tertawa. "Kalau begitu, kukasih tahu kamu, deh.""Aku nggak peduli. Sama seperti aku sudah nggak peduli lagi sama kamu dari dulu."Evana menggenggam tanganku dengan tenang, jari-jarinya menyelip di antara jemariku. Aku melihat tatapan Bianca terpaku pada tangan kami yang saling bertaut. Tangannya sedikit bergetar."Kami akan menikah bulan depan," ucapku dengan tenang. "Semoga saat itu kamu bisa memberi kami doa restu."Mendengar hal itu, Evana yang biasanya tenang langsung tersenyum leb

  • Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain   Bab 8

    "Katakan pada divisi keuangan, naikkan lagi dua poin bunga saham yang dijaminkan ke bank."Saat Gulfstream G650 menembus lapisan stratosfer, aku sedang berada di executive lounge Hotel Four Seasons dan menandatangani penerimaan sebuah paket khusus.Ketika lapisan bubble wrap kubuka, tujuh buku akta nikah berlapis emas dan tujuh buku akta cerai memantulkan kilau yang terasa menyindir di bawah cahaya lampu.Di antara berkas itu terselip catatan dari Kreydon.[ Dia bilang kalau semua ini terkumpul, kamu pasti akan berubah pikiran. ]Aku menekan bel panggil dengan tenang, lalu tersenyum kepada pelayan yang datang."Tolong hancurkan ini dengan mesin penghancur kertas."....Saat Bianca akhirnya menemukanku, aku sedang minum kopi bersama calon pasangan perjodohanku, Evana dari Grup Marker.Di dalam rumah kaca transparan di Fifth Avenue, New York, ujung jari Evana mengusap bibir cangkir kopi dengan perlahan.Selama tiga tahun ini, ratu akuisisi yang dijuluki "serigala gila" di Wall Street itu

  • Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain   Bab 7

    Bianca mengeluarkan ponsel dan menelepon pengawal. "Segera ke sini. Antar Pak Roderick kembali ke tempat yang seharusnya dia berada."Roderick benar-benar panik. "Kamu nggak bisa memperlakukanku seperti ini, Bianca! Aku sangat mencintaimu ...."Yang menjawabnya hanyalah suara pintu besar yang terbuka. Kedua pengawal berpakaian hitam menyeretnya keluar. Jeritannya semakin lama semakin menjauh di tengah malam.Bianca berdiri diam di tempat. Menatap mangkuk sup yang terjatuh di lantai, dia perlahan berjongkok.Aroma sup iga dan akar teratai menyebar di udara. Seperti orang yang tidak akan pernah kembali itu.....Saat pesawat mendarat di landasan negara asing, aku menatap pemandangan yang tidak kukenal di luar jendela, dan untuk sesaat merasa seolah berada di dunia lain.Begitu keluar dari lorong kedatangan, aku melihat sosok ayahku yang kini sedikit membungkuk.Dulu dia adalah raksasa bisnis yang penuh wibawa. Kini, rambut di pelipisnya sudah memutih. Saat melihatku, matanya langsung mem

  • Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain   Bab 6

    "Dia harus ditemukan!"Suara Bianca serak dan matanya merah menyala. Seakan-akan, kini dia akhirnya menyadari bahwa aku benar-benar tidak menginginkannya lagi kali ini.....Bianca pulang ke rumah dengan langkah kaku. Saat pintu dibuka, aroma masakan yang familier langsung tercium. Sup iga dan akar teratai yang segar dan manis. Masakan andalanku.Jantungnya berdegup keras. Kilatan kegembiraan melintas di matanya."Firza? Kamu sudah pulang?" Dia hampir tersandung saat berlari ke dapur. Tatapannya penuh harap dan sukacita. Namun saat melihat orang di dapur, ekspresinya langsung membeku. Senyumnya perlahan menghilang.Bukan dia.Roderick mengenakan piama sutra putih sambil mengaduk sup dalam panci tanah liat dengan santai. Melihat Bianca kembali, dia tersenyum lembut."Bianca, kamu sudah pulang?"Semua harapan itu lenyap dalam sekejap. Wajah Bianca langsung menjadi kaku. "Bukannya kamu sudah kembali ke luar negeri?" Bianca ingat jelas, dia sendiri yang mengantar Roderick ke bandara."Aku

  • Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain   Bab 5

    "Selamat tinggal, mantan istriku."Aku menutup telepon dengan tegas, lalu mematikan ponsel. Mendengar deru mesin pesawat, akhirnya ada rasa lega seolah semuanya benar-benar telah berakhir.Bianca berdiri di rumah Kreydon, menggenggam ponsel yang panggilannya sudah diputus. Wajahnya tampak terpaku. Suaranya serak, seperti sedang menahan emosinya. "Dia pergi ke mana?"Kreydon menyilangkan tangan dan mencibir. "Kenapa? Sekarang baru kepikiran mau nanya? Dia sudah pergi.""Pergi? Apa maksudnya? Dia pergi ke mana?!"Kreydon mengangkat bahu, sengaja tersenyum licik. "Kamu pikir aku bakal ngasih tahu kamu?"Tatapan Bianca langsung mendingin. "Kreydon, aku nggak punya waktu untuk main-main denganmu.""Oh, Bu Bianca panik ya?" Kreydon memutar mata, lalu berjalan ke pintu dan membukanya lebar-lebar."Silakan pergi. Tempat ini nggak menyambutmu."Bianca tetap berdiri di tempat, ekspresinya berubah-ubah. "Kami sudah sepakat hari ini akan menikah lagi. Dia nggak bisa menghilang begitu saja.""Oh, m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status