Share

Chapter 7 Revisi

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-02-21 15:53:19

Beruntungnya, ketika Salsa melihat Crystal hendak bergegas menyerbu pintu hotel tanpa pikir panjang, Salsa akhirnya menghentikannya tepat waktu.

"Crystal, tidak sekarang!" Ucap Salsa dengan alis mengerut. Hatinya menjadi hangat mendengar kata kata Crystal. Kali ini ia tidak akan salah pilih teman lagi.

"Jika aku tidak melakukannya, aku tidak akan merasa lega! Aku akan membalaskan dendammu, bagaimana mereka bisa memperlakukanmu seperti ini?" Celetuk Crystal masih dengan amarah yang jelas dalam ekspresi wajahnya. Salsa menggelengkan kepalanya lembut dan meraih lengan Crystal dengan sedikit genit.

"Tidak sekarang, yang lebih penting sekarang tolong antar aku ke rumah! Orang tua itu pasti sudah menungguku pulang!" Ucap Salsa dengan kecemasan dan kegugupan yang jelas dalam nada suaranya.

Crystal terdiam sejenak lalu tubuhnya sedikit tersentak. "Maksudmu, ayahmu kembali? Dan kamu masih berani menyelinap keluar?" Tanya Crystal sambil menatap Salsa dengan penuh ketidakpercayaan.

"Bukankah itu karena aku penasaran?" Lirih Salsa dengan penuh rasa bersalah. Crystal menghela nafas tak berdaya dan hanya bisa mencubit telinga Salsa ringan agar tidak menyakiti pemilik telinga terlalu banyak. Salsa hanya bisa merasakan sensasi geli dan hanya tertawa bodoh.

Crystal meraih Salsa masuk ke kursi penumpang mobilnya. Mobil sport itu hanya memiliki dua kursi, jadi Salsa secara otomatis duduk di kursi penumpang yang ada di samping kursi kemudi.

Crystal mengeluarkan sebuah obat dan memberikannya pada Salsa. "Minum ini, obat pencegah kehamilan. Kamu bilang, semalam kamu tidur dengan orang asing itu. Minum ini dulu, jangan sampai hamil." Ucap Crystal sambil memberikan obat kecil itu pada Salsa.

Masih dengan rasa takut yang tersisa, jantung Salsa berdegup kencang mengingat apa yang terjadi semalam. Dia tidak mau hamil muda! Jadi Salsa mengambil pil itu dan meminumnya dengan cepat.

Crystal tersenyum puas melihat hal itu, lalu ia mengemudikan mobilnya dengan cepat membawa Salsa kembali ke rumahnya. Di dalam mobil, Salsa sudah mendiskusikan bagaimana ia harus menghindari amarah ayahnya.

"Begitu kita masuk, kamu bantu aku. Katakan saja aku bersama denganmu semalam! Oke! Kumohon!" Ucap Salsa dengan penuh permohonan. Crystal tak berdaya dan melirik Salsa sambil tersenyum lembut. Ia menganggukkan kepalanya dan menenangkan Salsa yang masih dipenuhi kepanikan dan kecemasan.

"Baiklah, kamu tenang saja! Kamu jangan gugup, atau semuanya akan terbongkar nanti. Jika kamu tidak tahu harus bicara apa, diam saja! Biar aku yang mengatasinya. Intinya dengarkan aku!" Ucap Crystal dengan penuh keseriusan.

Seharusnya ia tidak membantu Salsa menyembunyikan hal besar ini. Namun, siapa yang suruh ia terlalu menyayangi sahabatnya ini.

Salsa dalam benaknya tampak begitu tinggi, ceria, dan berani. Seperti mentari kecil yang diam diam bersinar dan menyinari semua orang di sekitarnya.

Dahulu Crystal bukanlah sosok yang anggun dan dewasa seperti saat ini. Ia tampak kesepian dan menyendiri. Ia tersingkirkan dan diabaikan dalam pergaulannya.

Crystal sama sekali tidak memiliki teman, selain gadis kecil yang ceria dan berani yang selalu menyeretnya pergi kemana mana. Ketika Crystal dibully dan dihina oleh teman temannya karena tidak memiliki ibu. Salsa seperti mentari kecil yang melindunginya dan menyinari dunianya yang abu abu.

Tubuh ibu Crystal sangat lemah ketika ia mengandung Crystal. Kemudian ia meninggal ketika ia berhasil melahirkan Crystal. Kelahiran Crystal merenggut nyawanya, kemudian ayahnya yang terlalu mencintai ibunya sangat mengabaikan Crystal dan membiarkannya tumbuh secara mandiri di tangan pengasuh. Selain memenuhi kebutuhan materi, bisa dikatakan Crystal tidak mendapatkan kasih sayang ibu dan ayah sejak ia masih kecil.

Meski begitu Crystal selalu bersyukur, setidaknya ayahnya mau membiayainya dan menampungnya meskipun tanpa kasih sayang. Ayahnya tidak menyalahkannya atas meninggalnya ibunya meski sikapnya sangat cuek dan dingin padanya. Namun pendapat ayahnya berbeda dengan pendapat orang orang, mereka memandang Crystal seperti pembunuh. Anak anak memandangnya dengan rendah, seekor makhluk kecil tanpa ibu dan ayah. Ditengah semua itu, hanya Salsa yang berdiri di sampingnya dan menggenggam tangannya.

...

Kembali pada waktu saat ini, mobil sport itu hampir menerobos lampu merah beberapa kali dan kecepatannya terus meningkat hampir menembus batas aturan jalan raya. Baru kemudian, ketika mobil sport memasuki kawasan mewah, mobil tersebut bergerak lebih pelan dan melaju menuju sebuah villa mewah dengan desain modern setinggi tiga lantai.

Ini adalah villa terbaik di kawasan bangsawan tersebut. Bahkan halamannya pun cukup lebar untuk ditanami oleh berbagai jenis bunga berbagai warna. Saat ini di depan rumah tersebut, sebuah mobil bangsawan dengan patung emas berdiri di kap mobilnya sedang terparkir dengan tenang.

Plat nomor mobil tersebut sangat spesial, Huruf depan adalah AK kemudian hanya ada dua angka di tengah 01 dan terakhir nama panjang itu begitu mencolok 'DHANURAJA'.

Salsa tidak pernah melihat mobil ini di rumah sebelumnya. Namun, ia tidak terlalu memikirkannya. Mungkin ini adalah mobil milik tamu ayahnya. Jadi ia bergegas berjalan masuk dan hampir meninggalkan Crystal yang mengikutinya.

Memasuki halaman, Salsa akhirnya melihatnya. Mobil milik ayahnya! Mobil tua yang langka itu adalah mobil kesayangan ayahnya! Ayahnya membeli mobil ini dengan harga selangit dan butuh usaha yang sangat keras untuk membelinya. Ayahnya berkata bahwa mobil bobrok ini adalah peninggalan perang masa itu.

Jantung Salsa berdegup kencang, ini artinya ayahnya sudah kembali! Tangannya mencengkeram erat lengan Crystal, disisi lain Crystal juga mengerti begitu melihat emosi Salsa yang bergejolak. Ia hanya menepuk lembut punggung Salsa dan berusaha menenangkannya.

Keduanya berjalan masuk dan melihat suara tawa terdengar dari ruang tamu. Jarak antara pintu masuk dan ruang tamu tidak jauh, tepat di sebelah kanan. Ketika Salsa dan Crystal menoleh, tubuh Salsa membeku dan ia merasa terkejut ketika ia melihat sosok yang familiar sebenarnya duduk bersama ayahnya disana dan sedang bercanda tawa sangat akrab dengan ayahnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 234

    Akas bangkit dan berjalan menuju sofa. Sebelum duduk di sofa, ia mengambil laptop miliknya dan sebuah headphone. Salsa baru saja berkata di dalam flashdisk tersebut ada rekaman kenangan sejak kehamilannya hingga hari ia melahirkan. Akas tidak ada di samping Salsa ketika ia hamil, mungkin rekaman tersebut bisa menunjukkan kepadanya Bagaimana kondisi Salsa ketika masa kehamilan yang panjang itu.Memasukkan data flashdisk ke dalam laptop, Akas masuk ke dalam folder bertuliskan 'Untuk Akas'. Di dalam folder tersebut berisi total ratusan rekaman. Masing-masing rekaman cukup singkat, hanya 2 menit yang paling pendek dan 10 menit yang paling panjang. Masing-masing video ditulis tanggal pembuatannya, Salsa mungkin sengaja melakukannya. Akas membuka video yang pertama, itu adalah saat Salsa baru saja tiba di luar negeri. Dia berkata bahwa dia hamil, dan berkata bahwa ia belum sempat memberitahu Akas. Karena ia takut kehamilannya akan mengganggu dan menjadi kelemahan Akas lainnya di saat tegan

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 233

    Hari hari berikutnya berlalu sangat damai. Salsa melakukan masa pemulihan di mansion dengan damai. Sehari hari ia ditemani oleh tiga si kecil, Roland, Ronald dan Arnold. Ia juga ditemani oleh Akas, pria ini tidak bekerja dan terus tinggal di rumah belakangan ini. Salsa turun dari lantai atas, melihat Akas duduk di sofa ruang tamu. "Kamu benar-benar tidak pergi bekerja lagi hari ini?" Akas mendengar dan menggelengkan kepalanya. "Aku sudah ambil cuti, aku ingin menemanimu dengan baik." Ucap Akas dengan suara memanjakan."Kamu tidak mau bekerja? Tidak takut perusahaanmu bangkrut?" Akas yang mendengarnya hampir dibuat tertawa oleh Salsa. Apakah ada orang di dunia ini yang masih mampu membuatnya bangkrut? Kalau ada silahkan datang saja. Pikir Akas geli dalam benaknya."Kalau aku bangkrut, kamu saja yang bekerja dan aku jaga anak di rumah. Kamu yang membiayai seumur hidupku." Akas bercanda dengan riang. Salsa menghampiri nya dengan cemberut. Bagaimana pria ini bisa mengatakan hal-hal itu.

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 232

    Membereskan barang barang di dalam bangsal. Salsa masih duduk di atas tempat tidur, sama sekali tidak diperbolehkan turun oleh Akas. Sementara Akas sibuk merakit kereta dorong untuk si kembar tiga. Salsa sejak tadi terus berusaha menahan tawanya melihat Akas berputar ke seluruh ruangan hanya untuk merakit kereta dorong. Dimas menepuk dahinya tak berdaya, namun meski awalnya begitu membingungkan dan berantakan. Akas sebenarnya berhasil melakukannya. Kereta dorong tiga bayi itu di pesan khusus oleh Akas dengan waktu kilat. Kemudian pria itu memeluk satu demi satu anak anak kecil itu dan meletakkannya ke dalam kereta dorong."Dorong ini." Akas menyerahkan ketiga putranya begitu saja pada Dikas, membuat Dimas terkejut saat itu juga. Bukankah awalnya ia hanya menonton, kenapa sekarang diberikan tanggung jawab. Sementara Dimas mengurus ketiga anak kecil itu, Akas memeluk Akas dan membawanya dengan pelukan putri berjalan keluar bangsal. Di lantai bawah, Hendry sudah menunggu dengan mobil k

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 231

    "Baiklah, semuanya aku dengar kata istri ku. " Ucapan Akas. Kemudian Salsa tersenyum puas, baru kemudian ia melihat deretan seratus nama yang Akas berikan padanya. Semuanya adalan nama nama yang mengandung makna indah. "Roland, Ronald, Arnold. Ketiganya sangat bagus, bagaimana jika kita menggunakan nama ini?" Ucap Salsa. Akas mengulangi nama tersebut di bibir dan hatinya. Akas tersenyum lembut, sebelumnya ia tidak menganggap nama nama itu berarti. Tapi ketika Salsa yang mengatakannya, nama nama itu menjadi berarti. "Roland Dhanusell, Ronald Dhanusell, dan Arnold Dhanusell. Tiga pria kecil ini benar benar untung besar." Tawa Akas lirih. Salsa ikut tertawa, keduanya saling berpandangan. Akas melihat Salsa sedikit mengerutkan keningnya. "Bagaimana jika aku pijat?" Begitu Akas mengatakan hal itu, Salsa otomatis tersipu malu. Berapa lama sudah? Tujuh bulan lamanya. Merekam merindukan satu sama lain. Jika bukan karena persalinan Salsa, begitu mereka bertemu mereka pasti sudah melakukan n

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 230

    Beberapa waktu kemudian, ketika suasana muram di dalam bangsal mulai mereda. Hendry dan Dimas berjalan masuk sambil membawa beberapa makanan dan minuman. Ketika mereka masuk, Akas duduk di samping tempat tidur sambil mengupas apel."Wah, aku ingin lihat cucu ku." Hendry berjalan menghampiri kotak bayi. Disana ada tiga balita mungil yang masing masing tampan dan cantik sedang menutup mata lelah dan terlelap. Hati seorang pria dibuat luluh oleh anak anak ini. "Sungguh cucu cucu ku yang baik. Segera tumbuh dewasa, temani kakek bermain main. Kakek akan memanjakan kalian!" Ucapnya dengan gembira. Jujur saja perasaan menjadi kakek ini benar benar luar biasa. Hendry mengulurkan tangannya hendak memeluk salah satu si kecil. Namun tangannya baru terulur ketika Akas menampar tangan itu dengan keras."Mau apa kamu? Jangan sentuh sentuh!" Tegas Akas pada Hendry. Mengusap tangannya yang sakit, Hendry menatap Akas dengan marah. "Apa maksudmu aku tidak boleh menyentuh cucu ku!" Tanya Hendry dengan

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 229

    Setelah tangis yang pertama, tangis yang kedua dan ketiga menyusul setiap lima menit kemudian. Ketika ketiga bayinya akhirnya lahir, suara di dalam ruang bersalin akhirnya perlahan mereda. Seorang perawat membawa tiga keranjang bayi keluar, bayi bayi itu begitu mungil. Ketika Akas melihatnya, ia bahkan tidak berani menyentuhnya. Tangannya hanya sebesar ibu jarinya.Akas memalingkan wajahnya, menatap pintu ruang bersalin. Setelah ketiga bayinya, Salsa akhirnya di dorong keluar. Ia berkeringat deras, wajahnya pucat tanpa darah. Akas merasa sakit hati melihatnya, ia meraih tangan gadis kecilnya dan mengecupnya ringan. Berapa umur Salsa? Baru dua puluh tahun! Dia memiliki anak di umur dua puluh tahun yang tergolong sangat muda. Ini salahnya karena tidak melakukan pencegahan, ini salahnya karena tidak menyelesaikan urusannya lebih awal dan menyusul Salsa secepatnya. Akibatnya Salsa mengandung anaknya sembilan bulan tanpa keterlibatan nya. Dimana dia berada ketika Salsa hamil? Sekarang ma

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 4 Revisi

    Akas yang baru saja keluar kamar mandi merasa suasananya menjadi canggung. Ia sudah melalui kehidupan sepanjang empat dekade lamanya, namun untuk situasi seperti ini yang juga pertama kali ia alami. Bahkan dia sendiri merasa canggung dan bingung. Namun ia tahu, bahwa hal pertama yang harus dia lakuk

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 2 Revisi

    Sedikit Flashback, Beberapa waktu yang lalu. Salsa yang sebelumnya tengah sibuk di kamarnya kini sedang berjalan dengan langkah lambat dan mengendap endap. Ia memegang high heels di satu tangan dan tas mewah di tangan lainnya.Strateginya berhasil! Ia telah menahan diri dan berpura pura patuh dalam

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 1 Revisi

    Di koridor hotel yang remang remang. Seorang pria yang sangat tampan dan cukup kekar dengan sedikit rambut putih dan lipatan keriput di sudut matanya berjalan sempoyongan. Matanya kabur dan ia berulang kali menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya. Pakaiannya berantakan, dasinya yang longg

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 3 Revisi

    Kembali pada waktu saat ini. Fajar akhirnya tiba, dan hari mulai pagi. Matahari bersinar dengan cahaya jingga di ufuk timur. Naik sedikit demi sedikit dan perlahan membangunkan semua orang dari tidurnya.Di dalam kamar hotel mewah tersebut, sepasang kekasih sedang tidur dengan sikap yang intim. Tid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status