Share

Chapter 3 Revisi

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-02-18 15:47:56

Kembali pada waktu saat ini. Fajar akhirnya tiba, dan hari mulai pagi. Matahari bersinar dengan cahaya jingga di ufuk timur. Naik sedikit demi sedikit dan perlahan membangunkan semua orang dari tidurnya.

Di dalam kamar hotel mewah tersebut, sepasang kekasih sedang tidur dengan sikap yang intim. Tidak bisa dikatakan sebagai kekasih, namun semalam telah terjadi pertempuran yang tidak seharusnya terjadi di kamar hotel ini.

Jendela besar yang tepat mengarah ke timur perlahan membawa cahaya terang mentari pagi untuk masuk dan menerangi seluruh kamar yang awalnya gelap tersebut.

Seorang pria dewasa sedang memeluk gadis kecil yang telanjang tersebut ke dalam pelukannya. Perasaan memeluk kehangatan tersebut sangat damai, tubuh gadis kecil itu sangat nyaman untuk dipeluk. Namun tidak butuh waktu lama hingga cahaya mentari tersebut berubah menjadi sengatan panas yang membangunkan pria itu dari tidurnya.

Ketika Akas terbangun, ia hanya melihat seluruh kamar hotelnya berantakan. Alisnya mengerut dan ia menyapu rambutnya ke belakang. Pakaiannya berserakan di seluruh lantai, dan tangannya kini terasa sangat berat. Seluruh tubuhnya bugar dan terdapat jejak kenyamanan dan kedamaian yang belum pernah terjadi.

Namun semuanya tiba tiba menjadi canggung ketika Akas mendengar suara nafas lembut tepat di sampingnya. Ketika ia sedikit menundukkan kepalanya, ia melihat seorang gadis muda yang cantik jelita sedang terbaring dalam pelukannya.

Keduanya telanjang dan menyisakan sebuah selimut untuk menutupi tubuh mereka. Di balik selimut, Akas masih bisa melihat jejak merah terang yang sangat kontras dengan warna sprei tempat tidur yang putih bersih.

Noda darah yang terlihat jelas di atas tempat tidur menandakan bahwa kesucian pertama gadis muda di dalam pelukannya ini telah direnggutnya. Akas memijat pangkal hidungnya dan perlahan mencoba mengingat semua yang terjadi kemarin malam. Nama pria itu adalah Akas Dhanuraja, yang kerap dipanggil Akas. Semalam ia baru saja kembali ke negara ini yang merupakan tanah kelahirannya, setelah ia berkembang di luar negeri selama dua dekade lamanya.

Hal pertama yang dilakukannya setelah pulang tentu saja berkumpul dengan beberapa teman dan berbicara bersama dengan beberapa gelas wine. Namun ia terlalu mabuk semalam, dan seorang gadis kecil masuk ke dalam pelukannya begitu saja hingga akhirnya semua yang seharusnya telah terjadi.

Ingatan tentang apa yang terjadi semalam mengalir begitu saja ke dalam otaknya. Gadis tersebut di bius, dan dirinya memilih untuk kehilangan kendali dan mengambil kesucian gadis kecil dalam pelukannya tersebut. Akas ingat bahwa ia sempat menolak namun sikap proaktif gadis itu mengalahkannya.

Bukan berarti Akas tidak pernah mengalami hal yang sama. Biasanya ia memiliki kendali nafsu yang kuat atas dirinya sendiri. Bahkan jika ia dalam keadaan mabuk sekalipun, ia tidak akan pernah kehilangan kendalinya. Apalagi semalam ia tidak terlalu banyak minum wine. Jika tidak, ia pasti sudah sakit kepala dan tidak mengingat apa yang terjadi semalam.

Ingatannya saat ini sangat jelas, Akas ingat bagaimana ia datang dan masuk ke kamar hotel. Ia juga ingat bagaimana gadis kecil ini melompat masuk ke dalam pelukannya dan bersikap proaktif. Ia juga ingat bagaimana ia kehilangan kendalinya, kehilangan akal sehatnya dan membiarkan nafsu menguasai dirinya. Melahap gadis yang tampak belum dewasa itu dengan sedikit kasar.

'Kacau! Semuanya kacau!' Gumam Akas dalam hatinya. Apapun yang terjadi, ia ingin membiarkan pikirannya tenang terlebih dahulu. Ia dengan hati hati bangkit dari tempat tidurnya, dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang lengket setelah bertempur hampir sepanjang malam.

Bahkan saat ia melakukannya bersama dengan istrinya, ia tidak begitu gila dan lepas kendali seperti saat yang terjadi semalam. Begitu Akas masuk ke dalam kamar mandi, kelopak mata yang tertutup milik Salsa perlahan bergetar. Bulu matanya berkibar ringan dan sepasang mata cantik yang jernih membuat seluruh dunianya perlahan menjadi terang. Ya, gadis kecil yang tidur dengan Akas semalam adalah Salsa. Pria yang memeluk Salsa semalam adalah Akas.

Saat ini, Salsa hanya merasakan seluruh tubuhnya sakit seakan akan ia baru saja dihantam oleh benda berat. Salsa perlahan bangkit dari tempat tidurnya dan merasakan perasaan lengket di sekujur tubuhnya. Dengan keadaan setengah sadar ia hanya melihat kekacauan di seluruh tempat. Pakaiannya yang berserakan di lantai sepertinya bukan hanya sepenuhnya miliknya. Ada beberapa pakaian asing seperti jas, celana dan kemeja. Salsa jelas masih melamun dan tidak menyadari apa yang sebenarnya telah terjadi.

Ketika kesadarannya perlahan pulih, sambil memijat pinggangnya yang pegal Salsa menatap sekeliling kamar dengan ragu. Ia yakin sedang berada di dalam kamar hotel, pikirannya untuk sejenak memproses apa yang terjadi semalam ketika melihat kekacauan di seluruh kamar.

Detik berikutnya ekspresi Salsa berubah menjadi pucat pasi, ia melihat noda darah di atas tempat tidur. Rasa sakit di suatu tempat dan seluruh tubuhnya yang pegal pegal. 'Ini buruk! Ini sangat buruk!' Gumam Salsa di dalam hatinya. Ia bergegas bangun, namun rasa sakit di pinggangnya membuatnya yang hendak bergerak seketika berhenti.

'Sial! Sakit sekali!' Bisik Salsa mengumpat keras dalam hatinya. Ia menapakkan kakinya ke tanah, melihat tubuhnya sendiri yang telanjang dan penuh dengan jejak kemerahan. Salsa menarik selimut dan menutupi dirinya sendiri, ia hendak berdiri dan mengambil pakaian miliknya sendiri begitu ia telah sedikit membiasakan diri dengan rasa sakitnya. Ia bangkit berdiri dengan kaki gemetar, menggunakan tangan untuk menopang dirinya sendiri. Ia tidak percaya dengan apa yang kemudian ia alami.

BUG!!!

Salsa menatap kosong pada kakinya yang lemas dan tanpa tenaga. Ia mengumpat berkali kali dalam hatinya, berfikir monster seperti apa yang telah dia singgung semalam. Mengapa rasanya sangat menyakitkan, padahal novel novel itu berkata rasanya sangat nikmat. Bibir Salsa memucat, dan ia hendak memaksakan dirinya untuk berdiri ketika ia melihat pintu geser ke kamar mandi perlahan terbuka.

Untuk sejenak tubuhnya membeku dan pikirannya kosong. Hanya ada satu kalimat terngiang dalam benaknya, 'Pria itu masih disini!' Tubuh Salsa kaku dan ia tidak berani mendongak sama sekali. Bahkan keinginannya untuk segera berdiri pun hilang karena bukan hanya kakinya yang kehilangan tenaga saat ini, tapi bahkan pikirannya pun kosong.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 137

    Keesokan paginya, Isla kembali ke rumahnya. Tepatnya tempat tinggal resminya dan Akas, atau bisa disebut sebagai rumah pernikahan. Jujur saja, ia baru saja kembali kemari hari ini sejak pulang dari luar negeri. Sebelumnya ia menginap di rumah lama, tempat keluarga Akas tinggal. Atau pergi ke apartemen pribadinya.Isla baru saja kembali, pintu rumah terbuka lebar untuknya. Para pelayan menyambutnya dengan hormat, tanpa mengetahui mereka telah mengeluh berkali kali dalam hati. Siapa yang suruh Isla tidak mudah dilayani, beberapa pelayan di pecat begitu saja hanya karena masalah kecil. Hampir semua pelayan di villa ini memiliki masalah dengan Isla secara pribadi."Akas, sudah pulang ke rumah?" Tanya Isla ringan. Ia mendongak menatap ke lantai dua yang sepi, namun ia tidak buru buru naik. Ia duduk di sofa dan memakan beberapa lemon yang sudah di potong di atas meja.Disisi lain, sekelompok pelayan itu yang mendengar pertanyaan Isla, tidak ada satupun dari mereka yang berani angkat bicara.

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 136

    "Paman, jangan begitu. Kamu mengganggu pergerakan ku." Keluh Salsa kesal. Ia memberontak, memaksa Akas untuk melepaskan cengkraman tangannya dari perutnya. Namun siapa Akas? Dia tidak akan melepaskan Salsa dengan mudah. Lagipula tagihannya harus dibayar.Salsa hendak membawa piring piring itu ke dapur, namun sesuatu berhasil mengganggunya. Salsa bisa merasakan dengan jelas, panas tubuh Akas yang terus melonjak. Nafas Akas yang memburu, dan dadanya yang naik turun dengan intens. Nafas panas itu menerpa leher Salsa yang seketika membuat Salsa langsung tersipu malu."Paman..." Lirih Salsa, ia tahu apa yang mengganggunya. Di Bawah sana, ia bisa dengan jelas merasakan nafsu Akas yang membara untuknya. Salsa sangat gelisah di dalam pelukan Akas. Sementara Akas menggerakkan bibirnya, mengecup ringan leher Salsa. "Tagihannya..." Akas memberi isyarat dan Salsa tahu bahwa ia tamat malam ini. Akas tidak menunggu Salsa menjawab, ia meraih Salsa dan memeluknya dengan pelukan putri. Langkahnya bes

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 135

    "kamu memiliki ingatan yang tajam." Salsa berkata sambil memutar matanya. Tidak disangka bahwa Rosa masih mengingatnya. Saat itu Universitas sempat kacau, dan dalam beberapa hari berikutnya, Salsa menjadi pusat perhatian. Namun seiring berjalannya waktu semuanya meredah. Tapi Akas kini muncul kembali."Aku masih ingat saat itu, berapa banyak wanita di universitas yang bertekad ingin menjadikan Ayah baptismu itu Sugar Daddy." Rosa tertawa sambil bercerita. Namun Salsa sama sekali tidak menanggapi. Dia hanya sibuk memakan makanannya, sebentar lagi kelasnya selanjutnya akan dimulai.Hari sudah sore ketika Salsa akhirnya menyelesaikan semua kelas Mata kuliahnya. Rosa sudah menguap dan mengantuk, "hari melelahkan lainnya. Aku harus segera tidur setibanya di rumah." Ucap Rosa kelelahan, setelah menukar seluruh tenaganya dengan aktivitas hari itu. Salsa hanya terkesan tidak menjawab, namun hanya Salsa yang tahu bahwa ia juga sangat lelah.Salsa berjalan menuju gerbang universitas. Tidak disa

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 134

    Dimas tidak berbicara, dia sudah tahu semua yang terjadi dari grup karyawan. Apalagi daftar tamu di resepsionis langsung masuk pengumuman latar belakang perangkat nya. Dimas sangat tahu bahwa Isla datang hari ini. Melihat pertama kali yang tersebut, sepertinya Nyonya bos itu mengantarkan sarapan untuk Akas.Ia mengambil bekal tersebut Lalu melangkah keluar, tanpa basa-basi atau mengucapkan sepatah kata pun yang tidak diperlukan. Begitu sampai di tempat sampah, ia langsung ngomongnya begitu saja. Baru kemudian Dimas melanjutkan pekerjaannya. Sementara Akas, duduk di meja kantornya sambil memandang teleponnya dalam diam.Dari awal sampai saat ini belum ada satu pesan pun yang masuk dari Salsa. Apakah Gadis itu terlalu sibuk? Bukankah setidaknya Salsa harus mengirim pesan bahwa dia telah tiba di universitas dengan selamat? Akas menghela nafas, sepertinya harapan yang terlalu berlebihan. Namun Akas baru saja selesai berbicara, ketika teleponnya berdering. Ia membuka antarmuka ponselnya,

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 133

    Di kantor pusat Asa Group kota, Akas melangkah turun keluar dari mobil bisnis hitamnya seperti biasa. Ia mengancingkan jas nya kemudian tangannya sedikit menyapu ujung jas nya yang berantakan. Membenarkan mansetnya yang sedikit miring sekaligus dasinya. Setelah merapikan semua itu, baru kemudian Akas masuk ke Asa Group. Semua tindakannya itu hanya berlangsung selama selusin detik, tampak lihai dan sangat tenang. Hasil dari terbiasa melakukannya setiap harinya.Di lantai teratas Asa Group, Akas duduk di kursi presiden. Di atas mejanya sudah bertumpuk dokumen dan laporan yang perlu tanda tangannya. Akas memutar bolpoinnya ringan, mengenakan kacamata dan mulai bekerja.Sementara itu, di lantai bawah Asa Group. Sebuah mobil bisnis hitam sekali lagi berhenti di depan pintu utama. Seorang supir dan bodyguard yang berasal dari timur melangkah turun dan membantu sang tuan membuka pintu mobil.Wanita itu sangat cantik, perpaduan dari gen lokal dan luar negeri. Wajahnya sangat indah dan kulitn

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 132

    Di saat Ilham berpikiran positif, Salsa berada di tangan rumah hantu memeluk lengan Akas dengan mesra. Musik seram diputar, suasana genap yang membuat imajinasi berkeliaran. Ekspresi Salsa berubah, Sejak kapan rumah hantu menjadi seram seperti ini. Namun rasa aman yang dibawa Akas, membuatnya merasa jauh lebih rileks."Paman, kita jalan sekarang?" Tanya Salsa dengan gugup. Akas melirik gadis kecil yang memeluknya erat tersebut dan tersenyum tipis. Tangannya meraih bahu Salsa, membawa gadis itu lebih dekat ke dalam dekapannya. Apakah ini baik baik saja? Mereka ada di rumah hantu! Salsa mendengus kesal, namun ia tetap melangkah lebih dekat.Kemudian keduanya berjalan maju, menyusuri koridor rumah hantu tersebut. Satu demi satu properti melompat keluar. Ketika sebuah kepala meluncur turun dari atas kepala Salsa, ia hampir melompat ke dalam pelukan Akas. Wajahnya sangat pucat.Akas terdiam, jujur saja semuanya terlalu disengaja. Rumah hantu ini dipenuhi properti dimana mana. Ia sekilas da

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 41

    Di seberang lautan, negara asing yang penuh dengan kebebasan. Wanita dan pria berambut pirang dan berkulit putih ada dimana mana. Beberapa bergandengan tangan mesra dan berciuman intens di pinggir jalan raya.Isla Josephine, wanita cantik itu baru saja turun dari pesawat pribadi milik suaminya. Ia

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 27

    "Aku datang untuk memberikan hadiah pada putri baptisku." Akas berkata dengan dingin. Namun ungkapannya sudah menyiratkan bahwa ia sangat mementingkan Salsa. Disisi lain, Salsa sedikit mengangkat kepalanya menatap Akas dengan ekspresi rumit. Jika sebelumnya ia akan merasa kesal, namun kini sebutan

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 25

    Dalam perjalanan pulang, Dimas yang sedang menyetir juga berbicara dengan nada sedikit ragu dalam suaranya."Tuan, aku dengar Tuan Henry memarin pulang membawa seorang wanita yang memiliki anak perempuan. Anak perempuan utu umurnya mungkin hampir sama dengan nona Salsa." Ucap Dimas. Ketika Akas men

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 20

    Di dalam ruang kerja dengan cahaya remang remang. Akas duduk bersandar di sofa yang ada di ruang kerjanya. Meskipun ia memegang laptop di tangannya, pikirannya sama sekali tidak dapat fokus pada pekerjaan yang harus dikerjakan sama sekali.Akas meraih handphone nya, dan melihat pesan terakhir Salsa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status