Share

Chapter 4 Revisi

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-02-18 15:49:32

Akas yang baru saja keluar kamar mandi merasa suasananya menjadi canggung. Ia sudah melalui kehidupan sepanjang empat dekade lamanya, namun untuk situasi seperti ini yang juga pertama kali ia alami. Bahkan dia sendiri merasa canggung dan bingung. Namun ia tahu, bahwa hal pertama yang harus dia lakukan adalah menenangkan gadis kecil itu.

Akas merasakan rasa bersalah yang kuat. Di umurnya yang melebihi empat puluh tahun, ia tidur dengan seorang gadis muda yang bahkan Akas tidak tahu apakah pihak lain sudah dewasa atau belum. Akas mengulurkan tangannya dan membantu Salsa untuk bangun dan kembali ke atas tempat tidur. Ketika ia di kamar mandi barusan, ia juga mendengar suara jatuh yang keras.

Ketika Akas menoleh, ada sedikit luka goresan di lutut dan siku gadis kecil itu. Untuk sesaat matanya menjadi gelap, ia meraih selimut dan menutupi bagian tubuh gadis tersebut yang terbuka. Salsa tidak berani bergerak dan hanya bisa patuh, namun hatinya terasa cemas dan panik. Ia melihat bahwa pria di depannya ini mengenakan handuk baju yang cukup longgar hingga Salsa merasa hampir dapat melihat yang berada di balik handuk baju tersebut.

Salsa segera menundukkan kepalanya dan tidak berani melihat. Namun ia merasakan bahwa tubuh pria itu sedikit bergetar, lalu pihak lain menekuk tubuhnya dan perlahan berlutut pada Salsa.

Untuk sejenak, Salsa tertegun. Harus ia akui bahwa pria ini sangat tampan!

Namun Salsa bisa menebak bahwa pria ini cukup tua. Ia terlihat seperti berumur tiga puluh tahun. Namun ada jejak rambut putih di atas kepalanya, lipatan keriput di sudut matanya menandakan jejak berlalunya waktu pada tubuh pria itu.

'Aku benar benar tidur dengan pria tua ini?' Gumam Salsa dengan ekspresi tak percaya. Namun karena ketampanan Akas, Salsa memaafkannya dengan cepat. Mungkin bukan sebuah kerugian tidur dengan paman tampan ini kan?

Pandangan Salsa turun, dan delapan otot perut yang dipahat rapi bersama garis duyung yang seksi muncul dalam bidang penglihatannya. Meneguk ludahnya kasar, Salsa sontak mengalihkan perhatiannya meski ia merasa air liurnya menetes tak terkendali.

'Salsa! Jangan sampai kamu tergila gila karena tubuh orang lain! Dia memang tampan dan seksi! Meski dia sudah tua, tapi... tapi... ' Salsa bergumam dan terpaku dalam ingatannya sendiri. Tepat ketika Salsa tenggelam dalam pikirannya, suara Akas terdengar penuh rasa bersalah. Apalagi ketika Akas melihat gadis kecil ini menatap kosong seakan akan tak bernyawa setelah mengetahui semalam terjadi hal besar seperti itu.

"Maafkan aku, tentang semalam..." Ucap Akas dengan suara lembut dan seraknya. Salsa tersadar dan sontak langsung berdiri dari tempat tidur yang menyebabkan tubuhnya bergetar setelah rasa sakit menyerang bagai gelombang dahsyat.

"A-Anggap saja itu kecelakaan, Ti-tidak ada yang terjadi di antara kita." Ucap Salsa dengan rasa takut yang tersisa ketika mengingat apa yang terjadi semalam. Ingatannya sedikit kabur namun ia masih mengingat dengan jelas gelombang kenikmatan dan rasa sakit yang menemaninya sepanjang malam.

Salsa menatap langit yang sudah cerah dan wajahnya seketika memucat. Ia teringat dengan ucapan Paman Sam di rumah semalam bahwa ayahnya akan tiba di rumah pagi ini. Daripada paman tampan di depannya, Salsa merasa ayahnya adalah urusan yang paling penting saat ini.

Jadi ia buru buru bangkit dan berjalan mengambil satu demi satu pakaiannya dan mengenakannya. Ia tidak peduli dengan Akas yang berdiri di belakang memandangnya. Pikirannya penuh dengan apakah ayahnya sudah tiba di rumah. Menahan rasa sakit dan pegal di sekujur tubuhnya, Salsa benar benar ketakutan jika amarah ayahnya tumpah ketika ia tidak melihatnya di rumah.

...

Untuk sejenak Salsa menyesal karena harus menyelinap pergi dari rumah semalam. Berjalan menuju pintu, Salsa hendak membuka pintu kamar hotel ketika tangannya tiba tiba terhenti. Suara di luar kamar cukup keras hingga dapat Salsa dengar.

"Bukankah sudah kukatakan untuk membawanya ke kamar hotel ini?" Suara seorang laki laki familiar menggema di telinga Salsa.

"Kakak Liam, kami benar benar sudah membawanya kemari. Kami sudah memasukkannya ke kamar ini." Suara seorang wanita menyahutnya dengan sedikit rasa kesal.

"Kalau kamu sudah membawanya kemari, mana buktinya? Aku baru saja hendak bersenang senang, tapi aku tidak menemukan perempuan itu dimanapun." Orang yang dipanggil Kakak Liam itu kembali berkata dengan penuh amarah.

Salsa mengenali kedua suara tersebut dengan sangat jelas. Laki laki itu adalah teman sekelasnya yang penuh dengan rumor buruk. Ia adalah seorang Tuan Muda, dengan memanfaatkan identitasnya dan latar belakang keluarganya ia membuat kerusuhan kemanapun ia pergi.

Sebelumnya Salsa hanya mendengar rumornya, namun kini ia mengetahui bahwa semua rumor tersebut nyata dan tidak di buat buat. Sedangkan suara perempuan itu, Salsa sangat mengenalnya. Lagipula Salsa sudah menghabiskan tiga tahun bersamanya. Bagaimana ia tidak bisa mengenalnya. Suara itu adalah milik sahabatnya di sekolah menengah, Sania.

Untuk sejenak tubuh Salsa membeku, jantungnya berdebar kencang dan tubuhnya menjadi lemas. Meskipun ia tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan di luar, namun Salsa masih bisa mengingat kejadian semalam dengan cukup jelas. Ia mengetahui bahwa kamar ini tepat di seberang kamar tempat Sania dan Marry mengantarnya kembali ke hotel semalam.

Maksudnya, apakah ada alasan Sania dan Marry mengantarnya ke kamar tersebut? Hanya untuk menyerahkan dirinya pada orang yang disebut Tuan Muda Liam itu? Dimana jejak persahabatan mereka? Apakah sahabat bisa mengorbankan dan menjebak teman sendiri?

"Tuan Muda Liam, apakah benar benar tidak ada yang salah dengan obatnya. Aku dan Sania benar benar sudah membawa ke kamar hotel ini sesuai instruksi mu. Bahkan jika Salsa ingin melarikan diri, itu tidak mungkin." Suara Marry terdengar dan ikut bergabung dalam perdebatan yang sengit tersebut.

Salsa akhirnya dengan tak percaya mengakui bahwa kemarin ia benar benar di jebak oleh kedua sahabatnya, Marry dan Sania. Ia meminum obat dan membawanya ke kamar hotel yang di pesan Tuan Muda Liam agar laki laki bajingan bernama Liam itu bermain dengannya.

Untuk sejenak Salsa tidak bisa menahan rasa mualnya, ia terhuyung mundur dan tanpa sengaja menabrak dada bidang milik Akas yang entah sejak kapan sudah berada tepat di belakang punggung Salsa. Akas tidak berbicara, namun ia memandang Salsa dengan sedikit kelembutan dan kasih sayang. Karena bukan hanya Salsa yang mendengar percakapan barusan, tapi Akas juga mendengarnya dari awal sampai akhir.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 48

    "Sebenarnya sesuatu terjadi di rumah. Ayah membawa pulang seorang wanita dan anaknya." Salsa berkata dengan suara lirih. Hanya dari beberapa kalimat itu, Crystal yang sudah marah menjadi semakin marah. Ia menggenggam tangannya erat dan seketika ikut merasakan rasa sesak yang Salsa rasakan."Lalu apa yang terjadi?" Crystal bertanya dengan nada khawatir. Ia menghentikan langkahnya pergi ke asrama dan memilih untuk mencari tempat yang jauh lebih sepi. Ia mengkhawatirkan sahabatnya ini lebih dari apapun. "Jika aku tidak salah ingat, seharusnya wanita itu menyelamatkan ayah di luar negeri. Kemudian ayah membawanya kembali, usia putrinya juga seusia denganku. Ayah yang dahulu jarang kembali kini lebih sering kembali untuk menemani keluarga kecilnya. Beberapa kali dia menyudutkanku dan mencoba membuat hubunganku dan ayah retak berulang kali.""Sebenarnya aku tidak keberatan ayah menikah lagi, namun aku tidak setuju dengan wanita ini. Ayah melupakan ibu dan bahkan sekarang ayah melupakanku.

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 47

    "Maafkan aku, tentang yang terakhir kali aku meninggalkanmu begitu saja." Ucap Adam secara tiba tiba yang mengejutkan Crystal. Namun ketika Adam menyebutkan hal itu, ia jadi mengingat kenangan buruk pagi hari dari malam itu. Begitu Crystal bangun setelah kejadian besar tersebut, ia hanya melihat Adam dengan punggungnya yang menjauh meninggalkannya tanpa sepatah kata itu.Crystal bahkan tidak sadar bahwa kata kata yang seharusnya terucap dalam hatinya kini terucap begitu saja langsung dari bibirnya. "Bajingan!" Celetuk Crystal tanpa sadar. Adam tersentak namun ia tampak sama sekali tidak marah, ia tersenyum menyesal dan tak berdaya."Ya, saat itu aku memang sedikit cemas. Lagipula itu adalah kali pertamaku. Jadi aku mencarimu beberapa waktu terakhir, nona aku ingin bertanggung jawab atas dirimu." Ucap Adam dengan tekad penuh, sorot matanya yang awalnya melembut menampilkan sedikit ketajaman yang awalnya tidak dimiliki oleh seorang cendikiawan. Ketegasan dalam mengambil keputusan itu se

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 46

    Setelah beberapa saat suasana mereda, sekelompok mahasiswi itu perlahan duduk kembali di kursi mereka. Baru kemudian Crystal akhirnya dapat melihat penampilan profesor Adam tersebut. Ketika Crystal mendongak, kebetulan matanya bertemu dengan sepasang mata dibalik kacamata berbingkai tipis milik Adam.Kejutan tersebut terasa menyenangkan, mengejutkan namun juga menakutkan. Seperti yang Crystal awalnya duga, pihak lain sama sekali bukan profesor tua hanya mendengar dari suaranya saja. Jika Crystal tidak salah, seharusnya pihak lain masih berusia tiga puluh tahun. Namun yang mengejutkan bukan karena profesor tersebut masih muda atau memang sangat tampan. Tapi karena Crystal sangat akrab dengan penampilan pihak lain. Adam juga terlihat sangat terkejut dengan kemunculan Crystal yang duduk di salah satu bangku kelas mata kuliahnya dan menjadi mahasiswinya. Keduanya sama sama saling mengenali satu sama lain.Crystal mengenalinya dan bahwa dugaannya benar benar tepat sasaran, apakah ini indr

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 45

    "Nona muda, wanita itu sudah ditemukan." Ucap sang bodyguard sambil membawa dokumen di dalam sebuah amplop coklat. Ia memberikannya pada Isla, sementara Isla yang baru saja bangun tidur masih mengusap matanya yang memerah karena terlalu banyak menangis semalam.Melihat dokumen yang disodorkan oleh pengawalnya. Isla bergerak dan meraihnya dengan satu tangan. Dengan rasa kesal dan marah yang masih tersisa, Isla membuka amplop tersebut dengan sedikit rasa kesal. Kemudian ia membaca isinya."Bagus! Crystal kan? Jangan sombong! Adam hanya bisa menjadi milikku!" Ucap Isla dengan amarah yang teredam, suaranya masih parau namun kemarahannya jelas terdengar dari nada suaranya. Isla kemudian melemparkan dokumen itu ke tanah, beranjak berdiri untuk bersiap siap memberi pelajaran pada pihak lain....Disisi lain, Universitas luar negeri tersebut kembali membuka gerbangnya. Beberapa mahasiswa internasional sudah lebih dulu memasuki gerbang universitas untuk melakukan sesi adaptasi. Termasuk Crysta

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 44

    Mendapati kesunyian dari Adam yang duduk di sampingnya, ekspresi Carles berubah. Ia memiliki tebakan yang sulit dipercaya. Mau berapa kali pun ia memikirkannya, namun ia masih merasa sulit untuk percaya. Ia menatap Adam dengan ragu dan bertanya dengan sikap yang terbuka. "Tidak mungkin kan? kamu meninggalkan gadis itu begitu saja? Dasar bajingan!" Umpatan tersebut memang cocok dengan sikap Adam pada gadis itu. Jelas jelas ia sudah meniduri gadis itu, namun bahkan kata maaf pun tidak terlontar dari bibirnya. Ia hanya meninggalkan gadis itu dan mengabaikannya. Jika bukan bajingan lalu apa?"Bagaimana lagi? Aku benar benar panik saat itu, aku cemas dan merasa tidak mampu menghadapi gadis itu." Ucap Adam dengan tak berdaya, wajahnya meringis seakan akan hendak menangis. Sementara Carles merasa geram dan ingin menampar temannya ini saat ini juga.Bahkan jika itu dia, jika dia sudah meniduri seorang gadis. Carles pasti akan memberikan kompensasi yang cukup, tidak seperti Adam yang bajingan

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 43

    Carles yang mendengar pertanyaan itu melirik Adam dengan ringan. "Ya begitu, apa lagi yang harus ku lakukan? Lagipula kita berdua sama sama mau." Ucap Carles ringan. Adam mengerutkan keningnya dan bertanya kembali. "Lalu bagaimana jika kita berdua dalam keadaan tidak sadar?" Tanyanya dengan ragu. Carles semakin bingung, mengapa temannya ini tiba tiba menanyakan hal hal semacam ini. Lagipula Carles sangat mengetahui pantangan Adam yang besar terhadap hal semacam itu. "Ada apa denganmu hati ini? Mengapa kamu tiba tiba menanyakan hal ini, kamu membuatku berpikir bahwa kamu telah meniduri seorang wanita." Ucap Carles dengan spontan. Adam menatap Carles dalam diam, karena apa yang dikatakan Carles memang benar adanya. Menyadari diamnya Adam, Carles yang awalnya sedang membakar rokok di mulutnya seketika menghentikan gerakannya. Rokok yang belum terbakar itu jatuh ke lantai. Ia memalingkan wajahnya menatap Adam dengan penuh ketidakpercayaan. "Sialan! Apa kamu benar benar meniduri seorang

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 32

    "Lain kali jika kamu ingin minum, datang saja ke apartemen ini. Jangan minum sendirian di bar, tidak aman bagi seorang gadis sepertimu." Ucap Akas tiba tiba sambil menyerahkan sebuah cardlock pada Salsa."Lalu, jangan lupa tambahkan sidik jarimu di pintu. Dimasa depan, selain aku hanya kamu yang bi

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 29

    Night bar, malam hari. Salsa terhuyung kembali ke tempat duduknya. Ia memesan beberapa botol bir lagi dan meneguknya habis. Matanya tidak bisa fokus dan air mata terus menetes entah mengapa. Padahal ia sudah berkata pada dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik baik saja, namun melihat ayahnya memi

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 27

    "Aku datang untuk memberikan hadiah pada putri baptisku." Akas berkata dengan dingin. Namun ungkapannya sudah menyiratkan bahwa ia sangat mementingkan Salsa. Disisi lain, Salsa sedikit mengangkat kepalanya menatap Akas dengan ekspresi rumit. Jika sebelumnya ia akan merasa kesal, namun kini sebutan

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 26

    "Aku dengar dari paman Sam bahwa kamu suka melukis dan menggambar komik. Jadi aku membelikanmu alat lukis, ada juga tab yang bisa kamu gunakan untuk membuat komik, aku juga membelikan laptop dengan konfigurasi terbaik." Akas berkata dengan suara tenang, namun ada jejak kasih sayang dalam beberapa n

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status