Share

Chapter 5 Revisi

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-02-19 15:30:57

Akas memandang wajah pucat Salsa dan rasa bersalahnya semakin kuat. Ternyata semalam gadis kecil ini di beri obat dan hendak dibawa ke tempat tidur laki laki lain. Tapi sepertinya gadis kecil ini berhasil melarikan diri namun ia justru masuk ke dalam pelukan serigala lainnya.

Awalnya Akas mengira ini kelakuan teman temannya. Mereka sengaja mengirim gadis kecil ini untuknya. Akas berniat menanyakan rincian kejadiannya pada sekertarisnya, dan jika benar bahwa gadis kecil ini dikirim oleh temannya. Akas akan menangani orang itu secara pribadi. Namun ternyata dugaannya salah.

Akas tidak menyangka bahwa generasi muda jaman sekarang sangat ekstrim. Mereka tidak segan segan memcelakai gadis ini dan melemparkannya ke ranjang laki laki lain untuk merusak kepolosannya. Mungkin gadis kecil ini datang padanya untuk meminta tolong semalam, tapi ternyata pada akhirnya memang bukan laki laki diluar itu yang menodainya, tapi Akas sendiri.

Akas tidak berbicara, ia merasa semakin bersalah pada gadis kecil ini. Lagi pula ia tidak tahu harus berbicara apa. Bahkan jika ia berbicara pada saat ini, itu tetap tidak berguna, ia tidak ingin memperburuk situasi. Akas berbalik dan mencari mantel panjang miliknya yang tergeletak tidak jauh disana.

Akas membawa mantel tersebut dan menghampiri Salsa. Ia melampirkannya dengan lembut ke atas kepala Salsa, dan membiarkan mantel panjang tersebut berhasil menutupi Salsa dan tubuh kecilnya. Menyembunyikan wajah pucat yang penuh keterkejutan dan kebingungan tersebut di baliknya.

"Tunggu sebentar, aku akan keluar bersamamu." Ucap Akas sambil berjalan mengambil pakaiannya dan segera berpakaian dengan cepat. Salsa memandang Akas dan perlahan kondisi pucat di wajahnya mereda digantikan rona merah ketika bagian belakang tubuh Akas tampil di depan matanya. Punggung tersebut penuh dengan bekas cakaran. Bahkan jika Akas tidak mengatakannya, Salsa tahu bahwa itu adalah jejak kuku jari jarinya. Lagipula tidak mungkin Akas membuat jejak itu sendiri di punggungnya.

Salsa diam diam berpaling dan emosinya perlahan menjadi tenang. Ia telah salah memilih teman, dan ia tidak berniat melanjutkan hubungan dengan teman teman tersebut. Tentu saja Salsa ingin meminta penjelasan namun tidak sekarang. Prioritas utama sekarang adalah keluar dari kamar hotel ini dengan tenang dan kembali ke rumah.

Ketika Salsa membayangkan ekspresi marah ayahnya, ia ketakutan dan tubuhnya merinding. Namun ia tetap patuh menunggu Akas.

Jika ia keluar seorang diri pada saat ini, ia pasti akan menarik perhatian teman temannya yang berada tepat di depan pintu. Lagipula ruangan Akas dan ruangan tempat Sania dan Marry mengirimnya semalam itu bersebrangan.

...

Tidak butuh waktu lama hingga Akas akhirnya berpakaian. Ia berbalik dan melihat Salsa nampak sedang termenung menatap tanah dalam diamnya. Untuk sejenak hatinya meleleh, ia berjalan mendekat dan menepuk pelan puncak kepala Salsa dan kemudian memeluk bahunya sambil membuka pintu kamar hotelnya.

"Ayo, aku akan membawamu keluar." Ucap Akas sambil perlahan membawa Salsa keluar dari kamar hotel. Perdebatan di koridor itu terhenti begitu Akas dan Salsa membuka pintu kamar hotel dan berjalan keluar. Salsa menutupi wajahnya secara erat dengan mantel Akas. Sementara Akas memeluknya dan menjaganya agar tetap dekat dengannya.

Ekspresi Akas berubah, kelembutan dan kasih sayang yang sebelumnya ia tunjukan di depan Salsa seketika menghilang. Digantikan dengan wajah tanpa ekspresi yang cuek dan dingin. Ia melirik ringan kelompok Tuan Muda Liam, Sania dan Marry yang hadir bersama beberapa orang lainnya dengan lirikan maut. Untuk sesaat punggung para pemuda pemudi yang baru saja basah oleh keringat dingin. Mereka menundukkan kepalanya dengan cepat karena ketakutan dan tidak berani mendongak ataupun melihat sama sekali.

Akas berhasil membawa Salsa menjauh dan menjaga Salsa agar tetap tersembunyi dan tidak dikenali. Begitu Salsa masuk lift, ia segera menghela nafas lega. Namun ia masih tidak berani melepas mantel yang menutup kepalanya. Ia mengambil handphone nya dan menghubungi sahabatnya.

Pesannya terkirim dengan cepat, Salsa mengumpat habis habisan di dalam pesan tersebut.

"Sialan sialan sialan! Tolong aku! Aku benar benar tidur dengan orang asing! Crystal cepat datang dan selamatkan aku!" Tulis Salsa dalam pesannya. Tidak butuh waktu lama hingga pesan tersebut menerima balasannya. "APA? BAGAIMANA BISA? BERIKAN ALAMATMU PADAKU!!" Salsa melihat bahwa Crystal menggunakan huruf kapital dalam seluruh kalimat yang menandakan betapa marahnya dia saat ini! Salsa hendak menjawab ketika pintu lift sudah terhenti, jadi Salsa hanya bisa mengirimkan lokasi pasti hotel tempatnya berada saat ini.

Salsa baru bisa menghela nafas lega begitu ia keluar dari hotel. Seakan akan ia akhirnya lepas dari cengkeraman binatang buas dan melarikan diri dari gua serigala. Salsa melepas mantel yang menutupi kepalanya dan menyerahkannya pada Akas.

"Terimakasih paman." Ucap Salsa lirih sebelum kemudian ia berbalik dan hendak berjalan pergi. Akas yang sebelumnya sempat tertegun oleh panggilan 'Paman' dari Salsa segera tersadar dan buru buru menghentikan Salsa yang hendak pergi.

"Tunggu." Seru Akas sambil berjalan menghampiri Salsa, ia mengulurkan handphone nya dan berkata dengan tenang. Lagipula Akas yang sudah melanggar pihak lain, Akas dengan rasa bersalah ingin memberikan kompensasi namun Salsa tampaknya tidak ingin kompensasi apapun.

"Mari kita bertukar kontak." Ucap Akas dengan pemikiran bahwa jika sesuatu terjadi di masa depan, gadis kecil ini bisa menghubunginya atau meminta bantuannya. Itu bisa meredakan rasa bersalahnya.

Salsa menggelengkan kepalanya lembut, "Tidak perlu paman, anggap saja tadi malam hanya kecelakaan. Lagipula itu salahku karena aku yang melemparkan diriku sendiri padamu. Tidak perlu kompensasi dan Paman juga tidak perlu merasa bersalah." Ucap Salsa lugas, ia menarik nafas dalam dalam berusaha menenangkan kesedihan dan amarah yang terpendam di dalam hatinya pada teman teman sekelasnya yang tidak tahu rasa terima kasih itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 48

    "Sebenarnya sesuatu terjadi di rumah. Ayah membawa pulang seorang wanita dan anaknya." Salsa berkata dengan suara lirih. Hanya dari beberapa kalimat itu, Crystal yang sudah marah menjadi semakin marah. Ia menggenggam tangannya erat dan seketika ikut merasakan rasa sesak yang Salsa rasakan."Lalu apa yang terjadi?" Crystal bertanya dengan nada khawatir. Ia menghentikan langkahnya pergi ke asrama dan memilih untuk mencari tempat yang jauh lebih sepi. Ia mengkhawatirkan sahabatnya ini lebih dari apapun. "Jika aku tidak salah ingat, seharusnya wanita itu menyelamatkan ayah di luar negeri. Kemudian ayah membawanya kembali, usia putrinya juga seusia denganku. Ayah yang dahulu jarang kembali kini lebih sering kembali untuk menemani keluarga kecilnya. Beberapa kali dia menyudutkanku dan mencoba membuat hubunganku dan ayah retak berulang kali.""Sebenarnya aku tidak keberatan ayah menikah lagi, namun aku tidak setuju dengan wanita ini. Ayah melupakan ibu dan bahkan sekarang ayah melupakanku.

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 47

    "Maafkan aku, tentang yang terakhir kali aku meninggalkanmu begitu saja." Ucap Adam secara tiba tiba yang mengejutkan Crystal. Namun ketika Adam menyebutkan hal itu, ia jadi mengingat kenangan buruk pagi hari dari malam itu. Begitu Crystal bangun setelah kejadian besar tersebut, ia hanya melihat Adam dengan punggungnya yang menjauh meninggalkannya tanpa sepatah kata itu.Crystal bahkan tidak sadar bahwa kata kata yang seharusnya terucap dalam hatinya kini terucap begitu saja langsung dari bibirnya. "Bajingan!" Celetuk Crystal tanpa sadar. Adam tersentak namun ia tampak sama sekali tidak marah, ia tersenyum menyesal dan tak berdaya."Ya, saat itu aku memang sedikit cemas. Lagipula itu adalah kali pertamaku. Jadi aku mencarimu beberapa waktu terakhir, nona aku ingin bertanggung jawab atas dirimu." Ucap Adam dengan tekad penuh, sorot matanya yang awalnya melembut menampilkan sedikit ketajaman yang awalnya tidak dimiliki oleh seorang cendikiawan. Ketegasan dalam mengambil keputusan itu se

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 46

    Setelah beberapa saat suasana mereda, sekelompok mahasiswi itu perlahan duduk kembali di kursi mereka. Baru kemudian Crystal akhirnya dapat melihat penampilan profesor Adam tersebut. Ketika Crystal mendongak, kebetulan matanya bertemu dengan sepasang mata dibalik kacamata berbingkai tipis milik Adam.Kejutan tersebut terasa menyenangkan, mengejutkan namun juga menakutkan. Seperti yang Crystal awalnya duga, pihak lain sama sekali bukan profesor tua hanya mendengar dari suaranya saja. Jika Crystal tidak salah, seharusnya pihak lain masih berusia tiga puluh tahun. Namun yang mengejutkan bukan karena profesor tersebut masih muda atau memang sangat tampan. Tapi karena Crystal sangat akrab dengan penampilan pihak lain. Adam juga terlihat sangat terkejut dengan kemunculan Crystal yang duduk di salah satu bangku kelas mata kuliahnya dan menjadi mahasiswinya. Keduanya sama sama saling mengenali satu sama lain.Crystal mengenalinya dan bahwa dugaannya benar benar tepat sasaran, apakah ini indr

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 45

    "Nona muda, wanita itu sudah ditemukan." Ucap sang bodyguard sambil membawa dokumen di dalam sebuah amplop coklat. Ia memberikannya pada Isla, sementara Isla yang baru saja bangun tidur masih mengusap matanya yang memerah karena terlalu banyak menangis semalam.Melihat dokumen yang disodorkan oleh pengawalnya. Isla bergerak dan meraihnya dengan satu tangan. Dengan rasa kesal dan marah yang masih tersisa, Isla membuka amplop tersebut dengan sedikit rasa kesal. Kemudian ia membaca isinya."Bagus! Crystal kan? Jangan sombong! Adam hanya bisa menjadi milikku!" Ucap Isla dengan amarah yang teredam, suaranya masih parau namun kemarahannya jelas terdengar dari nada suaranya. Isla kemudian melemparkan dokumen itu ke tanah, beranjak berdiri untuk bersiap siap memberi pelajaran pada pihak lain....Disisi lain, Universitas luar negeri tersebut kembali membuka gerbangnya. Beberapa mahasiswa internasional sudah lebih dulu memasuki gerbang universitas untuk melakukan sesi adaptasi. Termasuk Crysta

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 44

    Mendapati kesunyian dari Adam yang duduk di sampingnya, ekspresi Carles berubah. Ia memiliki tebakan yang sulit dipercaya. Mau berapa kali pun ia memikirkannya, namun ia masih merasa sulit untuk percaya. Ia menatap Adam dengan ragu dan bertanya dengan sikap yang terbuka. "Tidak mungkin kan? kamu meninggalkan gadis itu begitu saja? Dasar bajingan!" Umpatan tersebut memang cocok dengan sikap Adam pada gadis itu. Jelas jelas ia sudah meniduri gadis itu, namun bahkan kata maaf pun tidak terlontar dari bibirnya. Ia hanya meninggalkan gadis itu dan mengabaikannya. Jika bukan bajingan lalu apa?"Bagaimana lagi? Aku benar benar panik saat itu, aku cemas dan merasa tidak mampu menghadapi gadis itu." Ucap Adam dengan tak berdaya, wajahnya meringis seakan akan hendak menangis. Sementara Carles merasa geram dan ingin menampar temannya ini saat ini juga.Bahkan jika itu dia, jika dia sudah meniduri seorang gadis. Carles pasti akan memberikan kompensasi yang cukup, tidak seperti Adam yang bajingan

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 43

    Carles yang mendengar pertanyaan itu melirik Adam dengan ringan. "Ya begitu, apa lagi yang harus ku lakukan? Lagipula kita berdua sama sama mau." Ucap Carles ringan. Adam mengerutkan keningnya dan bertanya kembali. "Lalu bagaimana jika kita berdua dalam keadaan tidak sadar?" Tanyanya dengan ragu. Carles semakin bingung, mengapa temannya ini tiba tiba menanyakan hal hal semacam ini. Lagipula Carles sangat mengetahui pantangan Adam yang besar terhadap hal semacam itu. "Ada apa denganmu hati ini? Mengapa kamu tiba tiba menanyakan hal ini, kamu membuatku berpikir bahwa kamu telah meniduri seorang wanita." Ucap Carles dengan spontan. Adam menatap Carles dalam diam, karena apa yang dikatakan Carles memang benar adanya. Menyadari diamnya Adam, Carles yang awalnya sedang membakar rokok di mulutnya seketika menghentikan gerakannya. Rokok yang belum terbakar itu jatuh ke lantai. Ia memalingkan wajahnya menatap Adam dengan penuh ketidakpercayaan. "Sialan! Apa kamu benar benar meniduri seorang

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 27

    "Aku datang untuk memberikan hadiah pada putri baptisku." Akas berkata dengan dingin. Namun ungkapannya sudah menyiratkan bahwa ia sangat mementingkan Salsa. Disisi lain, Salsa sedikit mengangkat kepalanya menatap Akas dengan ekspresi rumit. Jika sebelumnya ia akan merasa kesal, namun kini sebutan

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 26

    "Aku dengar dari paman Sam bahwa kamu suka melukis dan menggambar komik. Jadi aku membelikanmu alat lukis, ada juga tab yang bisa kamu gunakan untuk membuat komik, aku juga membelikan laptop dengan konfigurasi terbaik." Akas berkata dengan suara tenang, namun ada jejak kasih sayang dalam beberapa n

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 25

    Dalam perjalanan pulang, Dimas yang sedang menyetir juga berbicara dengan nada sedikit ragu dalam suaranya."Tuan, aku dengar Tuan Henry memarin pulang membawa seorang wanita yang memiliki anak perempuan. Anak perempuan utu umurnya mungkin hampir sama dengan nona Salsa." Ucap Dimas. Ketika Akas men

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 23

    Waktu berlalu begitu ringan dan cepat. Beberapa hari sudah berlalu dan Salsa kembali ke kehidupan monotonnya yang terkurung di dalam rumah besar itu. Ia tidak melihat jejak Henry pulang sekalipun dan tiba tiba terbiasa dengan itu. Lagipula memang biasanya seperti ini. Hingga pada suatu hari, karena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status