Mag-log inAkas memandang wajah pucat Salsa dan rasa bersalahnya semakin kuat. Ternyata semalam gadis kecil ini di beri obat dan hendak dibawa ke tempat tidur laki laki lain. Tapi sepertinya gadis kecil ini berhasil melarikan diri namun ia justru masuk ke dalam pelukan serigala lainnya.
Awalnya Akas mengira ini kelakuan teman temannya. Mereka sengaja mengirim gadis kecil ini untuknya. Akas berniat menanyakan rincian kejadiannya pada sekertarisnya, dan jika benar bahwa gadis kecil ini dikirim oleh temannya. Akas akan menangani orang itu secara pribadi. Namun ternyata dugaannya salah. Akas tidak menyangka bahwa generasi muda jaman sekarang sangat ekstrim. Mereka tidak segan segan memcelakai gadis ini dan melemparkannya ke ranjang laki laki lain untuk merusak kepolosannya. Mungkin gadis kecil ini datang padanya untuk meminta tolong semalam, tapi ternyata pada akhirnya memang bukan laki laki diluar itu yang menodainya, tapi Akas sendiri. Akas tidak berbicara, ia merasa semakin bersalah pada gadis kecil ini. Lagi pula ia tidak tahu harus berbicara apa. Bahkan jika ia berbicara pada saat ini, itu tetap tidak berguna, ia tidak ingin memperburuk situasi. Akas berbalik dan mencari mantel panjang miliknya yang tergeletak tidak jauh disana. Akas membawa mantel tersebut dan menghampiri Salsa. Ia melampirkannya dengan lembut ke atas kepala Salsa, dan membiarkan mantel panjang tersebut berhasil menutupi Salsa dan tubuh kecilnya. Menyembunyikan wajah pucat yang penuh keterkejutan dan kebingungan tersebut di baliknya. "Tunggu sebentar, aku akan keluar bersamamu." Ucap Akas sambil berjalan mengambil pakaiannya dan segera berpakaian dengan cepat. Salsa memandang Akas dan perlahan kondisi pucat di wajahnya mereda digantikan rona merah ketika bagian belakang tubuh Akas tampil di depan matanya. Punggung tersebut penuh dengan bekas cakaran. Bahkan jika Akas tidak mengatakannya, Salsa tahu bahwa itu adalah jejak kuku jari jarinya. Lagipula tidak mungkin Akas membuat jejak itu sendiri di punggungnya. Salsa diam diam berpaling dan emosinya perlahan menjadi tenang. Ia telah salah memilih teman, dan ia tidak berniat melanjutkan hubungan dengan teman teman tersebut. Tentu saja Salsa ingin meminta penjelasan namun tidak sekarang. Prioritas utama sekarang adalah keluar dari kamar hotel ini dengan tenang dan kembali ke rumah. Ketika Salsa membayangkan ekspresi marah ayahnya, ia ketakutan dan tubuhnya merinding. Namun ia tetap patuh menunggu Akas. Jika ia keluar seorang diri pada saat ini, ia pasti akan menarik perhatian teman temannya yang berada tepat di depan pintu. Lagipula ruangan Akas dan ruangan tempat Sania dan Marry mengirimnya semalam itu bersebrangan. ... Tidak butuh waktu lama hingga Akas akhirnya berpakaian. Ia berbalik dan melihat Salsa nampak sedang termenung menatap tanah dalam diamnya. Untuk sejenak hatinya meleleh, ia berjalan mendekat dan menepuk pelan puncak kepala Salsa dan kemudian memeluk bahunya sambil membuka pintu kamar hotelnya. "Ayo, aku akan membawamu keluar." Ucap Akas sambil perlahan membawa Salsa keluar dari kamar hotel. Perdebatan di koridor itu terhenti begitu Akas dan Salsa membuka pintu kamar hotel dan berjalan keluar. Salsa menutupi wajahnya secara erat dengan mantel Akas. Sementara Akas memeluknya dan menjaganya agar tetap dekat dengannya. Ekspresi Akas berubah, kelembutan dan kasih sayang yang sebelumnya ia tunjukan di depan Salsa seketika menghilang. Digantikan dengan wajah tanpa ekspresi yang cuek dan dingin. Ia melirik ringan kelompok Tuan Muda Liam, Sania dan Marry yang hadir bersama beberapa orang lainnya dengan lirikan maut. Untuk sesaat punggung para pemuda pemudi yang baru saja basah oleh keringat dingin. Mereka menundukkan kepalanya dengan cepat karena ketakutan dan tidak berani mendongak ataupun melihat sama sekali. Akas berhasil membawa Salsa menjauh dan menjaga Salsa agar tetap tersembunyi dan tidak dikenali. Begitu Salsa masuk lift, ia segera menghela nafas lega. Namun ia masih tidak berani melepas mantel yang menutup kepalanya. Ia mengambil handphone nya dan menghubungi sahabatnya. Pesannya terkirim dengan cepat, Salsa mengumpat habis habisan di dalam pesan tersebut. "Sialan sialan sialan! Tolong aku! Aku benar benar tidur dengan orang asing! Crystal cepat datang dan selamatkan aku!" Tulis Salsa dalam pesannya. Tidak butuh waktu lama hingga pesan tersebut menerima balasannya. "APA? BAGAIMANA BISA? BERIKAN ALAMATMU PADAKU!!" Salsa melihat bahwa Crystal menggunakan huruf kapital dalam seluruh kalimat yang menandakan betapa marahnya dia saat ini! Salsa hendak menjawab ketika pintu lift sudah terhenti, jadi Salsa hanya bisa mengirimkan lokasi pasti hotel tempatnya berada saat ini. Salsa baru bisa menghela nafas lega begitu ia keluar dari hotel. Seakan akan ia akhirnya lepas dari cengkeraman binatang buas dan melarikan diri dari gua serigala. Salsa melepas mantel yang menutupi kepalanya dan menyerahkannya pada Akas. "Terimakasih paman." Ucap Salsa lirih sebelum kemudian ia berbalik dan hendak berjalan pergi. Akas yang sebelumnya sempat tertegun oleh panggilan 'Paman' dari Salsa segera tersadar dan buru buru menghentikan Salsa yang hendak pergi. "Tunggu." Seru Akas sambil berjalan menghampiri Salsa, ia mengulurkan handphone nya dan berkata dengan tenang. Lagipula Akas yang sudah melanggar pihak lain, Akas dengan rasa bersalah ingin memberikan kompensasi namun Salsa tampaknya tidak ingin kompensasi apapun. "Mari kita bertukar kontak." Ucap Akas dengan pemikiran bahwa jika sesuatu terjadi di masa depan, gadis kecil ini bisa menghubunginya atau meminta bantuannya. Itu bisa meredakan rasa bersalahnya. Salsa menggelengkan kepalanya lembut, "Tidak perlu paman, anggap saja tadi malam hanya kecelakaan. Lagipula itu salahku karena aku yang melemparkan diriku sendiri padamu. Tidak perlu kompensasi dan Paman juga tidak perlu merasa bersalah." Ucap Salsa lugas, ia menarik nafas dalam dalam berusaha menenangkan kesedihan dan amarah yang terpendam di dalam hatinya pada teman teman sekelasnya yang tidak tahu rasa terima kasih itu.Datang ke rumah sakit, jadwal Salsa sudah disesuaikan. Ia masuk ke dalam ruang pemeriksaan, untuk melakukan USG khusus. Begitu Salsa masuk, dokter langsung menyambutnya. Sejak ia datang menjadi dokter di tempat ini, Salsa adalah pasien paling patuh yang pernah diaturnya.Tidak hanya mematuhi semua kata-katanya, namun juga berinisiatif untuk belajar lebih banyak dari buku-buku yang ia rekomendasikan tentang menjadi ibu dan persalinan. Melihat Salsa datang meskipun tidak sesuai jadwalnya, dokter tetap menoleransi nya."Nona Salsa datang menemui saya ada apa? Meminta saran buku lagi tentang kehamilan dan menjadi seorang ibu?" Tanya dokter tersebut dengan penasaran. Salsa menggelengkan kepalanya lembut. "Bukan tentang buku dokter, yang sebelumnya belum saya baca sampai habis. Saya ingin datang untuk lakukan pemeriksaan." Minta Salsa.Dokter tersebut menyadari ada seorang pria paruh payah yang mengikuti Salsa di belakang. Kemudian Salsa dengan cepat menjelaskan sebelum benar-benar terlamba
Pengertian Crystal membawa Salsa dan Hendry ke sebuah restoran. "Paman baru saja tiba, makanlah makanan yang ringan yang baik untuk perut, lagi pula Paman baru saja mendarat dengan pesawat." Ucap Crystal yang sangat jelas memperhatikan kondisi tubuh Hendry. Salsa juga tidak memesan, karena Crystal sudah membantu Salsa dengan pesanan makanannya yang dibuat khusus dengan menghindari bahan bahan yang tidak baik untuk ibu hamil. "Kamu masih sama perhatiannya." Ucap Hendry dengan kagum. Gadis ini sangat perhatian, bahkan mempertimbangkan segala aspeknya. Seperti ia baru saja mendarat dengan pesawat dan masih memiliki kemungkinan jet lag. Tidak lama kemudian makanan tiba. Salsa makan dengan lambat, tidak ada satupun makanan yang disukainya di atas meja.Masing-masing dibuat dengan menyesuaikan porsi dan rasa untuk ibu hamil yang tidak mudah membuat mual, namun ya begitu saja. Tidak ada yang menggugah selera, namun ketika dessert terakhir diberikan, Salsa langsung menatap Crystal dengan pen
"Salsa kamu pergi kemana saja. Membuatku panik ketakutan." Baru saja tiba di apartemen, Crystal yang baru saja menyelesaikan kelasnya berlari menghampirinya yang baru melangkah masuk dari pintu. Salsa terkejut dengan teriakan Crystal yang tiba tiba."Kamu mengejutkan ku saja." Seru Salsa sambil mengusap dadanya perlahan. Crystal menghela nafas lega melihat Salsa baik baik saja. Ia memeriksa dari ujung kepala sampai ujung kaki, akhirnya ia melihat Salsa baik baik saja. Dengan cepat, ia meraih tangan Salsa dan membantunya duduk di sofa.Adam yang baru saja tiba juga dengan kooperatif memberi Salsa segelas air. Selama bulan bulan ini, keduanya sangat baik pada Salsa. Tanpa adanya orang tua, keduanya seperti pengganti orang tuanya. Crystal mengusap keringat di kening Salsa dan berkata, "Lain kali jika kamu ingin keluar bisakah menungguku pulang? Aku akan menemanimu, jika kamu keluar sendiri bagaimana jika terjadi sesuatu padamu? Aku tidak bisa menjelaskannya pada pria itu." Salsa menggel
Satu bulan kembali berlalu, Salsa merasa waktu berjalan cepat cepat tapi juga semakin lambat. Ia memegang perutnya dan mengusapnya ringan. Hari ini ia meluangkan waktu untuk pergi berjalan jalan di taman yang ada di bawah apartemen. Sebagian besar orang memiliki rambut kuning atau cokelat. Tidak banyak dari mereka yang merupakan anak muda, sebagian besar adalah orang dewasa dan tua.Salsa baru berjalan beberapa langkah ketika ia melihat tempat duduk tidak jauh darinya. Mengistirahatkan dirinya sejenak, perut yang membesar ini benar benar sangat berat. Siapa sangka kehamilan ini sangat sulit. Seorang nenek tua berambut pirang melangkah mendekat dan jelas sangat terkejut melihat Salsa yang masih sangat muda tapi sudah memiliki perut yang besar."Anak muda, kamu hamil? Berapa umurmu sudah hamil?" Pertanyaan ini bukan kali pertama Salsa dengar. Setiap orang yang melihatnya akan menanyakan hal yang sama. Di umur yang masih sangat muda, sudah hamil besar yang sangat tidak enak di pandangan
Akas tersenyum lembut, setidaknya Salsa masih peduli padanya bukan? Di dalam kepalanya, terbayang sosok Salsa yang mengatakan kalimat itu sendiri padanya. Akan lebih baik jika Akas bisa mendengarnya secara pribadi, namun Hendry tidak pernah memberi kesempatan itu.Bagaimana jika situasinya ketahuan? Kehamilan Salsa ini harus dijaga saat ini, jangan sampai ada orang luar yang tahu. Atau akan ada saja yang menargetkan bayi kecil di dalam ini. Akas hanya bisa menghela nafas kecewa dan patuh untuk tidak meminta Salsa berbicara pribadi dengannya. Mengirim pesan seperti ini juga baik baik saja.Setelah menyelesaikan masalah ini, Akas merasa harus mempercepat langkahnya untuk mencabut kekuasaan orang orang itu secara bertahap. Membuatnya kehilangan dukungan dan langsung menghabisinya. Dia benar benar hampir tidak bisa menahan rasa rindunya pada gadis kecilnya itu. Sudah lama sekali ia tidur sendiri, tidak bisa memeluknya, tidak bisa mencium aromanya dan tidak bisa menciumnya atau melakukan h
Akas menatap gadis yang sangat mirip dengan Salsa tersebut dengan ekspresi dingin. Harus Akas akui, gadis ini sembilan puluh sembilan persen mirip Salsa dari segala penampilannya. Namun perasaan yang diberikan sangat berbeda. Gadis ini hanya memberikan kesan genit, manja, seperti gadis yang harus dilindungi segala waktu. Sangat berbeda jauh dengan Salsa yang sedikit sombong seperti nona besar, namun baik hati di waktu lain. Salsa mungkin manja, namun ia manja tidak setiap waktu. Salsa tahu cara membela diri, meskipun ia disakiti ia tahu cara maju untuk membalas meski tidak menang. Dia berani, terutama aroma yang mereka berikan sangat berbeda.Salsa memiliki aroma susu namun segar, namun gadis ini memiliki aroma mawar yang menyengat. Begitu gadis yang mirip dengan Salsa itu mendekat, Akas langsung mundur dua langkah. Hendry yang berdiri di sampingnya juga tertegun beberapa saat melihat gadis yang sangat mirip dengan putrinya, kemudian ia melihat Akas yang mengerutkan keningnya dan ber
Akas sedikit terkejut ketika Salsa bahkan menolak kontaknya. Melihat Salsa yang buru buru berbalik hendak pergi, Akas mengeluarkan kartu nama miliknya dari dalam dompetnya. "Setidaknya kamu bisa menerima kartu nama ini kan? Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu." Ucap Akas dengan sedikit kelembutan. S
Akas yang baru saja keluar kamar mandi merasa suasananya menjadi canggung. Ia sudah melalui kehidupan sepanjang empat dekade lamanya, namun untuk situasi seperti ini yang juga pertama kali ia alami. Bahkan dia sendiri merasa canggung dan bingung. Namun ia tahu, bahwa hal pertama yang harus dia lakuk
Kembali pada waktu saat ini. Fajar akhirnya tiba, dan hari mulai pagi. Matahari bersinar dengan cahaya jingga di ufuk timur. Naik sedikit demi sedikit dan perlahan membangunkan semua orang dari tidurnya.Di dalam kamar hotel mewah tersebut, sepasang kekasih sedang tidur dengan sikap yang intim. Tid
Sedikit Flashback, Beberapa waktu yang lalu. Salsa yang sebelumnya tengah sibuk di kamarnya kini sedang berjalan dengan langkah lambat dan mengendap endap. Ia memegang high heels di satu tangan dan tas mewah di tangan lainnya.Strateginya berhasil! Ia telah menahan diri dan berpura pura patuh dalam







