로그인"Paman, apa kamu ingin membuatku tersedak sampai mati? Membuatku terkejut saja, jangan ganggu aku menikmati makan malamku. Paman tidak tahu, aku makan sedikit di kantin hari ini." Ucap Salsa dengan terdengar sedikit nada keluhan dalam suaranya."Mengapa kamu makan sedikit? Lebih perhatikan kesehatanmu." Dengan rasa khawatir, Akas duduk di samping Salsa. Mengusap belakang kepala Salsa dengan penuh kasih sayang sambil berkata dengan penuh perhatian.Salsa tidak berani berbicara secara langsung, ia memiliki firasat buruk tentang reaksi Akas ketika mendengar hal ini. Namun dia bergumam dalam hatinya dengan kekesalan yang masih ada secara nyata. 'Bukankah itu karena ada kak Ilham yang tidak tahu malu duduk di seberang ku. Karena itulah aku seakan akan menjadi monyet pertunjukan yang ditonton oleh begitu banyak orang. Bahkan sepertinya kemarahan Audrey terpicu oleh hal ini. Lagipula Ilham adalah pria paling populer di sekolah justru menyukaiku. Kabarnya menyebar ke seluruh kampus. Aku haru
Sementara itu, Dimas yang duduk di kursi kemudi sesekali melirik ke arah kaca. Ia melihat Akas dan Salsa duduk berdampingan, meski canggung dan sepi. Dapat dilihat suasana di antara keduanya yang manis. Tidak seperti ayah dan anak, lebih seperti pasangan yang saling cuek namun perhatian. Bagaimana ia bisa tidak menyadari nya sebelumnya."Mau pergi kemana?" Salsa mengerutkan keningnya, melihat bahwa mobil tidak melaju menuju apartemen tempat tinggal mereka. Akas mendongak, melirik ke arah jalanan kota yang ramai dan menjawab dengan ringan. "Pergi makan." Ucapnya.Salsa semakin tidak senang, "Mengapa tidak masak di rumah saja?" Tanya nya dengan sedikit kesal. Semalam ia sudah diganggu oleh pria ini hingga larut malam. Kemudian pergi kuliah di pagi hari, ia sekarang hanya ingin pulang dan tidur. Akas juga menyadari bahwa Salsa tampaknya dalam keadaan tidak bahagia."Baiklah, kalau kamu ingin makan di rumah ya makan di rumah. Dimas, putar balik menuju apartemen." Akas berkata dengan santa
"Sekarang bisakah kamu jelaskan semua yang terjadi?" Akas bertanya setelah ia menganggukkan kepalanya menyanggupi permintaan Hendry. Untuk sejenak, bangsal ViP itu menjadi hening. Namun Akas tidak buru buru atau mendesak Hendry. Ia hanya berusaha menjadi pendengar yang baik."Di luar negeri, aku di selamatkan oleh Sienna. Aku hampir mati saat itu." Ucap Hendry dengan suara gemetar. Akas mengangkat alisnya dan terus mendengarkan dengan tenang. Perasaan balas budi? Seharusnya hal itu tidak sampai membuat Hendry membawanya kembali ke rumah dan dinikahi sebagai istri."Balas budi tidak harus dengan mengorbankan diriku. Namun aku membaca suratnya, surat yang ditinggalkan mendiang istriku untuk Sienna yang ternyata adalah sahabat baik mendiang istriku di masa lalu." Cerita terus berlanjut, dan semakin jauh Hendry bercerita semakin merah matanya. Sementara Akas sudah memiliki dugaan awal tentang apa yang terjadi."Di surat itu tertulis, mendiang istriku meminta Sienna untuk menjagaku. Menem
Di kantor Hendry, salah satu gedung kantor sepuluh lantai di pusat kota. Konvoi mobil bisnis yang berasal dari Asa Group menyusuri jalanan kota yang ramai hingga tiba di gerbang utama perusahaan Hendry. Para penjaga keamanan berkeringat dingin ketakutan. Namun Akaa langsung mengarahkan kakinya menuju lantai paling atas, tepatnya lantai tempat Hendry yang merupakan direktur perusahaan ini bekerja."Teman lama? Ada apa kamu datang ke perusahaanku kali ini? Kamu hampir membuat seluruh penjaga keamanan perusahaan ku pingsan karena ketakutan." Ucap Hendry dengan sambutan hangat dan senyum profesional. Namun Akas bisa melihat jejak kelelahan di antara alisnya. Sesekali Hendry bahkan memijat pelipisnya yang berdenyut sakit."Apakah pertempuran semalam begitu intens? Kamu terlihat sangat kelelahan." Tanya Akas spontan, namun terdapat jejak ejekan dan nada sinis dalam suaranya. Hendry tidak tahu dimana ia menyinggung orang besar ini, namun Akas terlihat cukup tidak senang dengannya." Pertempu
Di universitas, Salsa mengambil pil KB dan air minum. Kemudian meneguknya dalam satu kali jalan. Ia sudah ambil libur kelas pagi, namun ia tetap harus mengikuti kelas sore. Setelah menyetujui usulan Akas, Salsa langsung mendapatkan banyak saldo tambahan dari Akas. Tiba tiba ia merasa benar benar menjadi seorang simpanan pria kaya."Hei, ada apa denganmu? Kamu sedang minum obat? Apa kamu sakit?" Rosa yang tiba tiba datang tiba tiba membuat Salsa hampir tersedak seketika. Ia tidak berani ragu dan langsung menelan obat KB bersama air yang ada di mulutnya. Matanya melotot, menatap Rosa dengan penuh kekesalan."Hehe, maaf. Aku hanya terkejut, kamu tiba tiba minum obat. Selain lelah, aku tidak melihat kamu sedang sakit. Apakah perlu aku bantu pergi ke ruang kesehatan?" Rosa bertanya lagi, ia mengambil sebungkus keripik kentang laku membukanya di depan Salsa. Keduanya sudah cukup akrab, dan belakangan ini mereka seperti lem yang tak bisa dipisahkan."Ngomong ngomong, aku baru saja berpapasan
Sepanjang malam di malam itu, rembulan bersinar terang mengintip dari celah celah kamar tidur. Sementara pertempuran di kamar tidur telah di mulai dan sudah berlangsung lebih dari dua jam namun tidak ada tanda tanda berhenti. Beruntungnya apartemen Akas ini memiliki peredam bising yang baik. Nafas yang terus memburu, suara derit ranjang yang tak terhenti, suara ambigu yang terus berlanjut. Tidak tahu seberapa lama waktu berlalu, namun Akas akhirnya berhenti setelah melihat Salsa pingsan di bawah tubuhnya. Dia hampir dengan panik menelepon dokter, namun menyadari bahwa Salsa ternyata hanya tertidur karena kelelahan.Ia membuka selimutnya, tubuhnya sangat lengket. Ia mengenakan pakaiannya secara simbolis saja, kemeja itu bahkan tidak di kancing dan celananya tidak dikenakan dengan benar. Yang terakhir, ia belum menyelesaikannya. Karena partner nya sudah tertidur, Akas harus menyelesaikannya sendiri.Ia masuk ke kamar mandi dan berdiam selama satu jam lebih sebelum keluar dengan handuk
Salsa berjalan dengan lunglai, ia melihat toko restorasi yang masih buka tidak jauh dari tempatnya berada. Sorot matanya kusam dan pelupuk matanya memerah lelah. Seluruh tubuhnya memang terlihat mewah, namun ia tidak membawa barang apapun kecuali handphone di tangannya. "Permisi tuan, apakah disin
Hendry menyaksikan putri kesayangannya bermain mesin capit boneka selama beberapa saat. Dari sepuluh percobaan, sepuluh kali kegagalan. Satu kali berhasil mengambil boneka berbentuk babi namun jatuh sebelum mencapai lubang. Salsa hampir memukul mesin capit itu dengan frustasi. Semakin Hendry memand
Ketika waktu tiup lilin tiba, seluruh ruangan menjadi gelap. Tirai dijatuhkan menghalangi sinar matahari. Akas mengusap puncak kepala Salsa dan berkata, "Ayo, katakan harapanmu." Salsa mengedipkan matanya, hatinya menghangat. Ia bahkan menduga bahwa Hendry sudah melupakan hari apa hari ini, namun p
Akas tidak menjawab pertanyaan Salsa. Ia hanya menatapnya dalam diam yang membuat Salsa merasa tidak nyaman pada awalnya. Setelah beberapa saat, Salsa juga terbiasa. Ia hanya memfokuskan pikirannya sendiri pada buket bunga di pelukannya. Setelah menghitungnya dengan bosan, itu lengkap sembilan pul







