Share

Chapter 6

Penulis: Nananailalala
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-20 15:39:00

Salsa dalam benaknya tampak begitu tinggi, ceria, dan berani. Seperti mentari kecil yang diam diam bersinar dan menyinari semua orang di sekitarnya.

Dahulu Crystal bukanlah sosok yang anggun dan dewasa seperti saat ini. Ia tampak kesepian dan menyendiri. Ia tersingkirkan dan diabaikan dalam pergaulannya.

Crystal sama sekali tidak memiliki teman, selain gadis kecil yang ceria dan berani yang selalu menyeretnya pergi kemana mana. Ketika Crystal dibully dan dihina oleh teman temannya karena tidak memiliki ibu. Salsa seperti mentari kecil yang melindunginya dan menyinari dunianya yang abu abu.

Tubuh ibu Crystal sangat lemah ketika ia mengandung Crystal. Kemudian ia meninggal ketika ia berhasil melahirkan Crystal. Kelahiran Crystal merenggut nyawanya, kemudian ayahnya yang terlalu mencintai ibunya sangat mengabaikan Crystal dan membiarkannya tumbuh secara mandiri di tangan pengasuh. Selain memenuhi kebutuhan materi, bisa dikatakan Crystal tidak mendapatkan kasih sayang ibu dan ayah sejak ia masih kecil.

Meski begitu Crystal selalu bersyukur, setidaknya ayahnya mau membiayainya dan menampungnya meskipun tanpa kasih sayang. Ayahnya tidak menyalahkannya atas meninggalnya ibunya meski sikapnya sangat cuek dan dingin padanya. Namun pendapat ayahnya berbeda dengan pendapat orang orang, mereka memandang Crystal seperti pembunuh. Anak anak memandangnya dengan rendah, seekor makhluk kecil tanpa ibu dan ayah. Ditengah semua itu, hanya Salsa yang berdiri di sampingnya dan menggenggam tangannya.

...

Kembali pada waktu saat ini, mobil sport itu hampir menerobos lampu merah beberapa kali dan kecepatannya terus meningkat hampir menembus batas aturan jalan raya. Baru kemudian, ketika mobil sport memasuki kawasan mewah, mobil tersebut bergerak lebih pelan dan melaju menuju sebuah villa mewah dengan desain modern setinggi tiga lantai.

Ini adalah villa terbaik di kawasan bangsawan tersebut. Bahkan halamannya pun cukup lebar untuk ditanami oleh berbagai jenis bunga berbagai warna. Saat ini di depan rumah tersebut, sebuah mobil bangsawan dengan patung emas berdiri di kap mobilnya sedang terparkir dengan tenang.

Plat nomor mobil tersebut sangat spesial, Huruf depan adalah AK kemudian hanya ada dua angka di tengah 01 dan terakhir nama panjang itu begitu mencolok 'DHANURAJA'.

Salsa tidak pernah melihat mobil ini di rumah sebelumnya. Namun, ia tidak terlalu memikirkannya. Mungkin ini adalah mobil milik tamu ayahnya. Jadi ia bergegas berjalan masuk dan hampir meninggalkan Crystal yang mengikutinya.

Memasuki halaman, Salsa akhirnya melihatnya. Mobil milik ayahnya! Mobil tua yang langka itu adalah mobil kesayangan ayahnya! Ayahnya membeli mobil ini dengan harga selangit dan butuh usaha yang sangat keras untuk membelinya. Ayahnya berkata bahwa mobil bobrok ini adalah peninggalan perang masa itu.

Jantung Salsa berdegup kencang, ini artinya ayahnya sudah kembali! Tangannya mencengkeram erat lengan Crystal, disisi lain Crystal juga mengerti begitu melihat emosi Salsa yang bergejolak. Ia hanya menepuk lembut punggung Salsa dan berusaha menenangkannya.

Keduanya berjalan masuk dan melihat suara tawa terdengar dari ruang tamu. Jarak antara pintu masuk dan ruang tamu tidak jauh, tepat di sebelah kanan. Ketika Salsa dan Crystal menoleh, tubuh Salsa membeku dan ia merasa terkejut ketika ia melihat sosok yang familiar sebenarnya duduk bersama ayahnya disana dan sedang bercanda tawa sangat akrab dengan ayahnya.

Otak Salsa seakan akan tidak mampu merespon informasi yang baru diperolehnya. Ia berjalan linglung dengan bantuan Crystal dan seluruh matanya menatap kosong pada sosok tersebut.

Mendengar suara langkah kaki mendengar, dua orang yang berada di ruang tamu utu juga mengalihkan pandangannya. Ketika Henry melihat siapa yang datang, ekspresinya berubah menjadi muram.

Pagi ini ia buru buru pulang dan dengan penuh kerinduan ingin bertemu dengan putrinya. Namun apa yang terjadi? Ketika ia kembali, rumah besar itu dipenuhi dengan kesuraman dan kepanikan. Paman Sam selaku kepala pelayan di rumah itu menundukkan kepalanya penuh rasa bersalah. Akhirnya Henry mengetahui dari pihak lain bahwa putri kesayangannya sebenarnya telah melarikan diri dari rumah!

Hanya tuhan dan dirinya sendiri yang tahu betapa marahnya ia saat itu. Amarah yang membuncah itu hampir membuat Henry memarahi semua pelayan di rumah. Namun segera emosinya membaik ketika melihat teman lamanya datang. Ia hanya meminta Paman Sam memantau dan mencari tahu posisi Salsa dan meminta agar pihak lain segera membawa Salsa kembali.

Namun Paman Sam belum bergerak dan anak nakal itu sudah kembali dengan sendirinya. "Kemana saja kamu semalam? Paman Sam berkata kamu menyelinap pergi dari rumah? Kenapa tidak keluar lewat pintu?" Tanya Henry dengan suaranya yang dalam. Meski ia masih diliputi oleh amarah, masih ada jejak kasih sayang dan nada memanjakan yang jelas dalam nada suaranya. Namun tetap saja suara dalam dan dingin itu segera menyadarkan Salsa dari lamunannya.

Ia mengerucutkan bibirnya, mengabaikan sosok yang familiar di samping ayahnya dengan canggung dan berbisik. "Jika aku lewat pintu, kamu pasti akan menghalangiku dan melarangku pergi." Bisik Salsa dengan kesal. Ia menatap ayahnya dengan keras kepala dan hampir membuat Henry semakin marah dengan sikapnya.

Sementara itu, Akas Dhanuraja. Pria itu duduk di samping ayah Salsa, yang sebelumnya bercanda tawa dengan akrab layaknya teman lama pada umumnya. Ia menyilangkan kakinya dengan arogan namun nada bicaranya tenang dan terkadang penuh nostalgia akan kenangan masa lalu.

Namun sejak ia menoleh dan melihat siapa yang datang dari pintu utama rumah, tubuhnya membeku dan ia menegakkan punggungnya secara spontan. Matanya membelalak dan ekspresi wajahnya menatap kedatangan Salsa dengan penuh keterkejutan dan penuh perasaan yang luar biasa rumit.

Siapa yang menyangka, bahwa gadis kecil baru dewasa yang tidur dengannya semalam adalah putri teman lamanya! Siapa yang bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi sekarang? Akas bahkan sudah berbincang dengan Henry membahas tentang Salsa beberapa kali dalam perbincangannya baru saja. Ia dengan yakin dan pasti mengatakan bahwa ia akan menganggap putri Henry yaitu Salsa sebagai putri baptisnya sendiri. Lagi Pula ia tidak memiliki anak, akan lebih baik jika ia memiliki anak baptis meski itu anak temannya dan bukan anaknya sendiri.

Namun ia baru saja mengatakan akan mengangkat putri temannya sebagai putri baptisnya. Sedangkan yang muncul di depannya adalah gadis kecil yang telah ia tiduri dan rusak kesuciannya dengan tangannya sendiri. Bagaimana perasaan Akas saat ini? Rumit dan penuh rasa bersalah?

Saat ini, Crystal juga memecahkan keheningan di ruang tamu dan suasana muram tersebut. "Paman, jangan salahkan Salsa. Semalam aku mengajak Salsa datang ke rumahku dan bermain terlalu lama jadi kami akhirnya tidur bersama. Jangan khawatir paman, aku akan menjaga Salsa dengan baik." Ucap Crystal mencoba mengambil alih situasi.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 7

    Begitu Crystal membuka mulutnya, seluruh pasang mata menatapnya secara bersamaan. Salsa menatap Crustal dengan penuh rasa terimakasih atas penyelamatannya yang hebat di titik krusial tersebut. Sementara Henry memandang Crystal dengan ragu namun jelas ada kelegaan dalam sorot matanya. Salsa yang diam di samping Crystal, entah secara sengaja atau tidak sengaja melirik Akas. Ia diam diam memperhatikan pria itu dengan harapan agar pria tersebut tidak ikut campur lebih jauh dalam urusan ini. Lagipula ini bukan hanya tentangnya, tapi juga tentang pria itu. 'Kumohon jangan berbicara! Kumohon jangan katakan yang sebenarnya! Kumohon jangan katakan apapun.' Gumam Salsa dalam hatinya, emosinya yang intens antara kegugupan dan kecemasan membuat alisnya sedikit mengerut yang akhirnya menyebabkan ekspresinya sedikit berubah. Hingga kedua pasang mata itu bertemu, untuk sejenak Salsa merasa jantungnya berhenti berdetak dan wilayah di sekelilingnya memasuki kondisi terhenti sejenak. Kemudian, Salsa

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 6

    Salsa dalam benaknya tampak begitu tinggi, ceria, dan berani. Seperti mentari kecil yang diam diam bersinar dan menyinari semua orang di sekitarnya.Dahulu Crystal bukanlah sosok yang anggun dan dewasa seperti saat ini. Ia tampak kesepian dan menyendiri. Ia tersingkirkan dan diabaikan dalam pergaulannya. Crystal sama sekali tidak memiliki teman, selain gadis kecil yang ceria dan berani yang selalu menyeretnya pergi kemana mana. Ketika Crystal dibully dan dihina oleh teman temannya karena tidak memiliki ibu. Salsa seperti mentari kecil yang melindunginya dan menyinari dunianya yang abu abu.Tubuh ibu Crystal sangat lemah ketika ia mengandung Crystal. Kemudian ia meninggal ketika ia berhasil melahirkan Crystal. Kelahiran Crystal merenggut nyawanya, kemudian ayahnya yang terlalu mencintai ibunya sangat mengabaikan Crystal dan membiarkannya tumbuh secara mandiri di tangan pengasuh. Selain memenuhi kebutuhan materi, bisa dikatakan Crystal tidak mendapatkan kasih sayang ibu dan ayah sejak

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 5

    "Presiden, Tuan Henry mengundang anda untuk datang ke rumahnya. Ia tahu anda baru saja kembali ke negara ini dan pihak lain tidak bisa mengikuti janji temu semalam, jadi ia mengundang anda secara pribadi untuk datang ke rumahnya sekaligus memperkenalkan putrinya." Ucap Dimas meminta pendapat Akas."Mengapa ia memperkenalkan putrinya padaku?" Akas balik bertanya dengan alis terangkat merasa sedikit bingung. Henry yang ada di bibir Dimas baru saja adalah teman dekat Akas yang statusnya hampir sama layaknya saudara angkat. Ia sudah berteman dengan Henry selama empat dekade dan keduanya banyak membantu satu sama lain. Meski Akas pergi ke luar negeri, keduanya hampir tidak pernah kehilangan kontak. Jadi Akas sangat akrab dengan pihak lain."Tuan Henry berkata bahwa anda pergi keluar negeri ketika istrinya sedang hamil saat itu. Bukankah anda bilang bahwa putri Tuan Henry juga putri anda?" Ucap Dimas sambil tersenyum. Akas sedikit terdiam lalu menganggukkan kepalanya sebagai isyarat bahwa i

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 4

    Akas membawa mantel tersebut dan menghampiri Salsa. Ia melampirkannya dengan lembut ke atas kepala Salsa, dan membiarkan mantel panjang tersebut berhasil menutupi Salsa dan tubuh kecilnya. Menyembunyikan wajah pucat yang penuh keterkejutan dan kebingungan tersebut di baliknya."Tunggu sebentar, aku akan keluar bersamamu." Ucap Akas sambil berjalan mengambil pakaiannya dan segera berpakaian dengan cepat. Salsa memandang Akas dan perlahan kondisi pucat di wajahnya mereda digantikan rona merah ketika bagian belakang tubuh Akas tampil di depan matanya. Punggung tersebut penuh dengan bekas cakaran. Bahkan jika Akas tidak mengatakannya, Salsa tahu bahwa itu adalah jejak kuku jari jarinya. Lagipula tidak mungkin Akas membuat jejak itu sendiri di punggungnya.Salsa diam diam berpaling dan emosinya perlahan menjadi tenang. Ia telah salah memilih teman, dan ia tidak berniat melanjutkan hubungan dengan teman teman tersebut. Tentu saja Salsa ingin meminta penjelasan namun tidak sekarang. Priorita

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 3 Revisi

    Kembali pada waktu saat ini. Fajar akhirnya tiba, dan hari mulai pagi. Matahari bersinar dengan cahaya jingga di ufuk timur. Naik sedikit demi sedikit dan perlahan membangunkan semua orang dari tidurnya.Di dalam kamar hotel mewah tersebut, sepasang kekasih sedang tidur dengan sikap yang intim. Tidak bisa dikatakan sebagai kekasih, namun semalam telah terjadi pertempuran yang tidak seharusnya terjadi di kamar hotel ini.Jendela besar yang tepat mengarah ke timur perlahan membawa cahaya terang mentari pagi untuk masuk dan menerangi seluruh kamar yang awalnya gelap tersebut. Seorang pria dewasa sedang memeluk gadis kecil yang telanjang tersebut ke dalam pelukannya. Perasaan memeluk kehangatan tersebut sangat damai, tubuh gadis kecil itu sangat nyaman untuk dipeluk. Namun tidak butuh waktu lama hingga cahaya mentari tersebut berubah menjadi sengatan panas yang membangunkan pria itu dari tidurnya.Ketika Akas terbangun, ia hanya melihat seluruh kamar hotelnya berantakan. Alisnya mengerut

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 2 Revisi

    Sedikit Flashback, Beberapa waktu yang lalu. Salsa yang sebelumnya tengah sibuk di kamarnya kini sedang berjalan dengan langkah lambat dan mengendap endap. Ia memegang high heels di satu tangan dan tas mewah di tangan lainnya.Strateginya berhasil! Ia telah menahan diri dan berpura pura patuh dalam beberapa hari belakangan ini untuk mengurangi kewaspadaan seluruh penghuni villa. Kemudian setelah kewaspadaan mereka menurun, pada hari ini ia akan menyelinap keluar dan bermain. Salsa sudah menginjak umur delapan belas tahun beberapa waktu yang lalu dan sekarang ia sangat penasaran dengan dunia luar. Kebetulan kelasnya hari ini mengadakan pesta perpisahan. Namun pesta perpisahan ini tidak diadakan di tempat yang biasa saja. Tidak butuh waktu lama hingga Salsa akhirnya tiba di bagian belakang villa tempat tinggalnya. Ia sudah memikirkan bagaimana cara terbaik agar dapat melewati tembok ini. Begitu Salsa melompat dan akhirnya meraih tembok tersebut dengan kedua tangannya. Kemudian ia juga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status