Teilen

BAB 13: Mode Stealth

last update Veröffentlichungsdatum: 10.02.2026 18:17:24

Gagang pintu aluminium itu bergerak turun. Logam beradu dengan logam.

Klak. Klak.

Bunyi itu terdengar seperti letusan senjata api di telinga Riana.

Darah Riana seolah berhenti mengalir. Matanya membelalak menatap pintu kayu bercat putih yang menjadi satu-satunya penghalang antara rahasia liarnya dengan kiamat sosial.

Jika Mbak Yuni masuk sekarang, tamat sudah.

Reputasi Riana sebagai janda terhormat akan hancur. Gosip akan menyebar ke seluruh komplek

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Janda Kembang Menggoda Perjaka    BAB 20: Silent Treatment

    Ada jenis keheningan yang menenangkan, seperti suasana pagi di pegunungan. Lalu ada jenis keheningan yang menyiksa, seperti saat ini.Dua hari.Sudah empat puluh delapan jam sejak insiden di parkiran Pasar Modern. Sejak saat itu, Galih Prasetyo berubah menjadi hantu.Dia ada di kos. Riana tahu itu. Ia melihat lampu kamar 101 menyala di malam hari. Ia mendengar suara air keran kamar mandi dinyalakan di pagi buta. Ia bahkan mencium aroma sabun sea salt yang tertinggal samar di koridor.Tapi Galih tidak terlihat.Dia berangkat kuliah atau kerja sangat pagi, sebelum Riana bangun. Dia pulang sangat larut, saat Riana sudah menyerah menunggu di sofa ruang tamu. Pesan WhatsApp Riana? Hanya centang dua biru. Dibaca, tapi tidak dibalas. Telepon? Rejected.Riana merasa seperti orang gila.Ia duduk di meja makan rumah induknya yang megah, menatap piring di depannya.Di atas piring porselen itu tergeletak Wagyu Steak A

  • Janda Kembang Menggoda Perjaka    BAB 19: Sinyal Bahaya

    Pasar Modern di kawasan elit itu ramai oleh hiruk-pikuk akhir pekan. Aroma kopi yang baru digiling bercampur dengan dinginnya udara AC sentral.Riana mendorong troli belanja yang sudah separuh penuh, sementara Galih berjalan di sampingnya.Pemandangan ini menipu.Bagi orang asing yang melihat sekilas, mereka tampak seperti pasangan muda yang serasi. Riana mengenakan jumpsuit denim kasual yang memeluk tubuh, rambutnya diikat cepol asal-asalan namun stylish. Galih mengenakan kaos polo hitam yang pas badan dan celana chino, memperlihatkan lengan berototnya yang terbentuk sempurna.Tidak ada kacamata tebal hari ini. Galih memakai lensa kontak—atas paksaan Riana sebelum berangkat tadi."Ambilin beras yang 10 kilo dong, Ganteng," Riana menunjuk rak bagian bawah.Galih tidak membantah. Dengan satu tangan, ia mengangkat karung beras itu seolah seringan bantal, lalu meletakkannya ke dalam troli dengan bunyi buk yang m

  • Janda Kembang Menggoda Perjaka    BAB 18: Malam Pembuktian

    Koridor menuju Kamar 101 terasa lebih panjang dari biasanya.Setiap langkah yang Riana ambil di atas lantai marmer dingin mengirimkan sensasi aneh yang menjalar naik ke perutnya. Ia mengenakan slip dress satin hitam selutut, dibalut kimono luar yang senada. Dari luar, ia terlihat elegan dan tertutup.Namun, Riana tahu apa yang—atau lebih tepatnya, apa yang tidak—ada di balik kain satin itu.Angin malam yang berhembus dari ventilasi lorong menyapu pahanya, mengingatkan Riana bahwa ia sedang menuruti perintah gila Galih: Jangan pakai celana dalam.Rasanya memalukan, tapi juga memabukkan. Ia merasa telanjang meski berpakaian lengkap. Ia merasa menjadi milik seseorang.Riana berhenti di depan pintu 101. Ia mengangkat tangan untuk mengetuk.Pintu terbuka sebelum tinjunya menyentuh kayu.Galih berdiri di sana.Ia mengenakan kemeja hitam yang sama dengan tadi sore, tapi kali ini kancing

  • Janda Kembang Menggoda Perjaka    BAB 17: Paket Misterius

    Siang itu matahari Jakarta sedang terik-teriknya, seolah ingin melelehkan aspal jalanan. Namun, panasnya cuaca tidak menyurutkan semangat Bu Darmi untuk melakukan patroli rutinnya.Bu Darmi berdiri di depan pagar kos Riana, berpura-pura sedang memilih sayuran di gerobak Mang Ujang, tukang sayur keliling yang mangkal. Matanya yang tajam seperti radar menyapu halaman kos."Mbak Yuni!" panggil Bu Darmi nyaring saat melihat asisten rumah tangga Riana sedang menyapu halaman. "Itu si Ibu Kos tumben nggak kelihatan? Biasanya jam segini udah mejeng nyiram kembang."Mbak Yuni menyeka keringat di dahinya. "Ibu lagi istirahat di dalem, Bu. Pusing katanya.""Pusing atau 'pusing'?" Bu Darmi terkekeh penuh arti, menyenggol lengan ibu-ibu lain yang belanja. "Denger-denger kemarin malem ada suara ribut-ribut di gudang. Jangan-jangan ada tikus... berkaki dua."Mbak Yuni cemberut, tidak suka majikannya digunjingkan. "Tikus beneran kok, Bu. Kemarin Pak Galih bantu ng

  • Janda Kembang Menggoda Perjaka    BAB 16: Jejak Digital

    Jam digital di sudut layar monitor menunjukkan pukul 01.30 dini hari.Kamar 101 kembali dingin dan sunyi. Kontras sekali dengan gudang pengap dan panas tempat Galih dan Riana bergumul dua jam yang lalu.Galih sudah mandi, rambutnya masih lembab, tubuhnya segar. Namun, matanya tidak mengantuk sama sekali. Adrenalin pasca-seks masih memompa di pembuluh darahnya, membuatnya terjaga dengan kewaspadaan tinggi.Ia duduk di kursi kerjanya yang ergonomis, menatap kursor yang berkedip di layar hitam terminal Linux-nya.Biasanya, setelah sesi fisik yang intens, laki-laki akan tidur mendengkur. Tapi Galih bukan laki-laki biasa. Otaknya bekerja dengan pola yang berbeda. Keintiman di gudang tadi membuka satu folder pertanyaan baru di kepalanya.Riana tadi sempat berteriak saat mereka bertengkar: "Laki-laki buaya!" dan "Mantan suami Tante emang brengsek, tapi Tante belajar banyak..."Kata "Mantan Suami" itu mengganggu G

  • Janda Kembang Menggoda Perjaka    BAB 15: Hukuman atau Hadiah?

    Langit Jakarta sudah gelap sempurna. Pukul delapan malam.Riana tidak kembali ke kamarnya. Ia mondar-mandir di area belakang rumah induk, tepat di lorong sempit yang menghubungkan dapur kotor dengan gudang penyimpanan logistik kos.Ia sedang marah. Marah pada Vina si mahasiswa kencur, marah pada Galih yang membelanya, dan paling parah, marah pada dirinya sendiri yang merasa tersaingi.Riana menendang sebuah kardus kosong bekas mi instan yang tergeletak di lantai. Bug."Masa depan," cibir Riana, menirukan kata-kata Galih tadi sore dengan nada mengejek. "Emang masa depan bisa bikin kamu khatam urusan ranjang? Dasar bocah sok idealis."Riana berniat melakukan inspeksi stok sabun—alasan yang ia cari-cari untuk melampiaskan kekesalannya pada Mbak Yuni nanti. Ia berjalan menuju pintu gudang yang sedikit terbuka. Lampu di dalam gudang mati, hanya diterangi bias cahaya dari lampu taman di luar jendela ventilasi.Ia baru saja hendak

  • Janda Kembang Menggoda Perjaka    BAB 9: Anatomi Rasa

    Suara kunci berputar di pintu penghubung dapur terdengar sangat pelan. Nyaris tak tertangkap telinga jika bukan karena keheningan total yang menyelimuti rumah induk Riana.Pukul 22.05 WIB.Riana tidak sedang di kamar tidur. Ia duduk di sofa beludru navy di ruang tengah yang remang. Satu-satunya cah

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Janda Kembang Menggoda Perjaka    BAB 12: Eksperimen Genre

    Lima menit adalah waktu yang sangat relatif.Saat menunggu mi instan matang, lima menit terasa seperti sekejap mata. Tapi saat menunggu Galih Prasetyo mengetuk pintu belakang kamar utama, lima menit terasa seperti satu abad.Riana sudah mematikan lampu utama. Kamar itu kini hanya diterangi oleh cah

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Janda Kembang Menggoda Perjaka    BAB 8: Gangguan Eksternal

    Riana bangun dengan perasaan seperti pecandu yang sakaw.Tubuhnya pegal, bukan karena olahraga, tapi karena ketegangan otot yang tidak tuntas semalam. Bayangan bibir Galih dan cara pemuda itu meninggalkannya begitu saja di puncak gairah terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak.Sialan. Awas

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Janda Kembang Menggoda Perjaka    BAB 14: Kecemburuan Sang Guru

    Sabtu sore di "Kos Executive Riana" biasanya tenang.Riana baru saja selesai membuat cheesecake stroberi. Bukan beli, tapi buat sendiri. Sejak kejadian malam itu—insiden "Mode Stealth" yang nyaris membuat jantungnya copot—Riana merasa perlu melakukan sesuatu yang domes

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status