分享

Tempat Pulang

作者: Olivia
last update publish date: 2026-05-30 23:28:43

Arlan mengusap wajahnya kasar untuk kesekian kalinya hari itu. Ruang kerjanya masih dipenuhi tumpukan berkas yang rasanya tidak pernah habis.

Map biru, map merah, laporan audit, hasil investigasi internal, revisi distribusi, hingga laporan dari tim hukum memenuhi hampir seluruh permukaan mejanya.

Belum lagi layar laptop yang menampilkan puluhan email yang terus bertambah setiap jam.

Kepalanya berdenyut hebat. Bahkan kopi ketiga yang ia minum sejak pagi sudah tidak lagi membantu.

Arlan menyanda
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Bos, Jangan di Sini!   Gang Macan

    Malam semakin larut. Jam menunjukkan pukul sepuluh lewat tiga puluh menit dan suasana sekitar mulai jauh lebih sepi. Bahkan jalanan yang sejak pagi ramai kini hanya dilewati beberapa kendaraan sesekali.Semua orang mulai kelelahan. Maya bahkan beberapa kali menguap. Bagas mulai rebahan di sofa, sedangkan Dito sibuk memeriksa ulang baterai kamera.Lalu tiba-tiba,"Keluar." Suara Bima membuat semuanya langsung siaga."Apa?""Itu."Semua bergerak mendekati jendela. Gerbang samping peternakan kembali terbuka. Dan beberapa sosok mulai keluar.Jantung Bima langsung berdegup keras. Karena di tengah kelompok itu ada seseorang yang sangat dikenalnya, Sonya.Kali ini lebih jelas, walaupun penerangan dari matahari sudah meredup. Namun cahaya lampu dari pabrik cukup memperjelas wanitanya.Kini, mereka melihat sesuatu yang aneh. Sonya terlihat sedang melawan. Tidak sampai berteriak memang, namun cukup terlihat.Perempuan itu beberapa kali mencoba menghentikan langkahnya. Sesekali menarik tangannya

  • Bos, Jangan di Sini!   Orang yang Berjasa

    Ruangan itu mendadak terasa sesak. Tidak ada yang berbicara selama beberapa detik setelah nama itu akhirnya benar-benar terkonfirmasi.Itu om Wijaya, bukan hanya sekedar dugaan atau asumsi belaka. Mereka semua melihatnya dengan mata kepala sendiri. Pria yang selama ini menjadi salah satu orang paling dipercaya Arlan baru saja keluar dari area peternakan yang sejak beberapa hari terakhir mereka selidiki.Dan yang paling membuat Arlan sulit menerima kenyataan itu bukanlah fakta bahwa Om Wijaya ada di sana. Melainkan fakta bahwa pria itu tampak begitu santai seolah tempat itu memang sudah biasa ia datangi.Arlan perlahan menurunkan teropongnya. Tangannya terasa dingin dan pikirannya jauh lebih kacau dibanding hari-hari sebelumnya"Sayang..." Suara Sevi terdengar pelan.Arlan tidak langsung menjawab. Tatapannya masih mengarah ke luar jendela. Ke arah gerbang yang kini mulai kembali sepi.Di benaknya muncul puluhan pertanyaan sekaligus. Om Wijaya adalah adik kandung ibunya. Orang yang memb

  • Bos, Jangan di Sini!   Kenapa Dia di Sini?

    Beberapa menit kemudian Arlan kembali serius. "Oke."Semua langsung memperhatikan."Kita fokus ke apa yang kita punya sekarang."Maya memutar layar laptopnya, di sana sudah tersusun berbagai foto, rekaman kendaraan beserta nomor plat yang berhasil terlihat. Tak lupa dokumentasi aktivitas di sekitar peternakan. Dan tentu saja foto yang paling membuat semuanya terdiam, foto Sonya.Meski kualitasnya tidak sempurna, wajah itu cukup jelas untuk dikenali. Tidak ada yang bisa membantah, itu memang Sonya.Masalahnya, semakin banyak bukti terkumpul, semakin besar pula risiko yang mereka hadapi. Karena itu Arlan mengambil keputusan yang sejak pagi sudah dipikirkannya."Semua data kirim.""Kemana?" tanya Dito."Pihak berwajib."Maya mengangguk. "Aku juga mikir gitu, pak.""Minimal ada backup. Kalau nanti terjadi sesuatu, datanya nggak hilang."Bagas ikut mengangguk. Dan kali ini bahkan Bima tidak membantah. Baru saja ia adalah orang pertama yang tidak sabaran, namun setelah mendapat sedikit cer

  • Bos, Jangan di Sini!   Mereka Tau

    "Kayaknya... kita ketahuan." Kalimat Maya membuat seluruh ruangan langsung membeku.Bahkan Bima yang sejak tadi hampir lepas kendali ikut menoleh."Maksudmu gimana?" tanya Arlan cepat.Maya tidak langsung menjawab, tangannya masih memegang ponsel. Wajahnya terlihat semakin tegang setiap detik berlalu."Ini kamera yang kita pasang di pohon belakang.""Terus?""Dua menit lalu masih normal."Jari Maya bergerak membuka rekaman, ia memajukan beberapa detik, lalu memperlihatkan layar kepada semua orang. Pada awalnya tidak terlihat sesuatu yang aneh.Hanya terlihat jalan kecil, semak-semak dan pagar belakang peternakan. Namun beberapa detik kemudian muncul seseorang, pria bertubuh besar yang mengenakan topi.Ia berjalan lurus ke arah kamera dan berhenti tepat di depannya, lalu menatap langsung ke lensa seolah tahu kamera itu ada di sana. Tidak, bukan seolah tahu, dia memang tahu. Karena setelah itu pria tersebut mengangkat tangan, layar langsung gelap.Ruangan menjadi sunyi, bahkan suara kip

  • Bos, Jangan di Sini!   Kayak Kenal

    Pagi itu mereka berangkat lebih awal dibanding hari-hari sebelumnya. Kali ini tidak ada rapat atau diskusi terlebih dahulu. Semua sudah memahami tugas masing-masing sejak semalam.Petunjuk yang mereka miliki memang masih sedikit, tetapi cukup untuk membuat mereka yakin bahwa peternakan dan pabrik susu itu perlu diawasi lebih dekat.Arlan memutuskan mereka tidak akan bergerak gegabah. Terlalu banyak kemungkinan yang belum diketahui dan banyak hal yang bisa saja berakhir buruk apabila mereka bertindak tanpa bukti.Karena itu, mereka menyewa sebuah rumah kosong milik warga yang berada cukup jauh dari kawasan peternakan tetapi masih memiliki sudut pandang yang baik ke arah jalan utama.Alasannya sederhana, mereka tidak ingin terlihat mencolok. Di ruang tamu rumah sederhana itu, beberapa teropong, kamera, dan laptop sudah tersusun di atas meja.Bagas bertugas memantau kendaraan. Dito mencatat jam keluar masuk aktivitas. Maya mengumpulkan dokumentasi. Sedangkan Arlan, Sevi, dan Bima mengawa

  • Bos, Jangan di Sini!   Cerita yang Terdengar Konyol

    Menjelang malam, Bima sudah beberapa kali berubah pikiran. Awalnya ia berniat tetap menemui Arlan dan Sevi, lalu ia ingin membatalkannya. Tak berselang lama ia berniat datang lagi, lalu kembali merasa tidak perlu.Siklus itu berulang setidaknya lima kali sejak sore. Karena semakin dipikirkan, semakin bodoh cerita yang akan ia sampaikan.Semalam ia merasa menemukan sesuatu. Pagi sampai siang ia bahkan yakin ada kejanggalan. Lalu setelah mendatangi lokasi lagi, semuanya tampak biasa saja.Kalau dipikir-pikir, apa yang mau ia jelaskan? Bahwa ia melihat bayangan seseorang di malam hari setelah minum? Bahkan dirinya sendiri mulai meragukan ceritanya.Namun karena sudah terlanjur mengirim pesan penting kepada Arlan, ia tidak punya pilihan selain datang.Tepat pukul delapan malam, Bima memasuki lobi hotel tempat mereka menginap. Ia langsung melihat Arlan, Sevi, Maya, Bagas, dan Dito sudah duduk di area lounge yang relatif sepi.Begitu melihatnya datang, semua mata langsung tertuju padanya. D

  • Bos, Jangan di Sini!   Special Valentine

    Sore itu suasana kantor terasa berbeda. Entah kenapa, hampir semua karyawan tampak bersemangat membereskan meja masing-masing. Biasanya masih ada yang santai mengobrol atau menunda pulang, tapi hari ini jam menunjukkan pukul lima lewat sedikit saja, ruangan sudah mulai lengang. Sevi yang sedang men

    last update最後更新 : 2026-04-02
  • Bos, Jangan di Sini!   Mulai Tertarik

    Suasana kantor malam itu begitu sunyi. Hanya dengungan pendingin ruangan dan bunyi jarum jam dinding yang sesekali terdengar. Lampu neon berpendar dingin, memantulkan cahaya putih pucat ke meja-meja kerja yang sebagian besar sudah kosong.Sevi masih duduk di balik meja, menatap layar komputer denga

    last update最後更新 : 2026-03-17
  • Bos, Jangan di Sini!   Tangisan Bersama

    Malam turun tanpa suara ketika mobil Arlan berhenti di depan kontrakan kecil milik Sevi. Tidak ada percakapan sejak kalimat terakhir yang diucapkan Sevi di dalam mobil. Kalimat yang menyinggung masa lalu Arlan dengan Alya itu masih terngiang di kepala keduanya. Sevi turun tanpa menoleh lagi. Pintu

    last update最後更新 : 2026-04-05
  • Bos, Jangan di Sini!   Makin Overthinking

    Hari itu terasa lebih panjang dari biasanya bagi Sevi.Sejak pagi pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Ia sudah berusaha bekerja seperti biasa dengan membuka dokumen, membalas beberapa email, membaca laporan yang menumpuk di mejanya. Namun setiap beberapa menit sekali, fokusnya selalu pecah.

    last update最後更新 : 2026-04-05
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status