Accueil / Rumah Tangga / Setelah Kau Putuskan untuk Mendua / 319. Pengacara Rumi datang, ada apa?

Partager

319. Pengacara Rumi datang, ada apa?

last update Date de publication: 2026-08-07 17:12:14

“Pa...” sapa Bagas santun menghampiri mantan ayah mertuanya.

“Bagas...” bisik ayah Vega dengan suara serak, langsung merengkuh Bagas dalam pelukan erat.

“Papa turut berdukacita atas kepergian Rumi. Baru semalam kita ketemu dan ngobrol banyak banget... tapi Tuhan ternyata lebih sayang dan memanggil dia lebih dulu...” ucap ayah Vega dengan nada teramat sedih, begitu terpukul atas musibah yang menimpa mantan keluarga besarnya itu.

“Iya, Pa. Memang udah ajalnya... Kita semua, termasuk Nadia,
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Setelah Kau Putuskan untuk Mendua   488. Berakhir Damai dan saling memaafkan.

    “Ya, semua udah terjadi... Kita sekarang ambil pembelajaran positif dari sini. Sebagai orang tua, kita cuma bisa mengingatkan terus dan terus mengingatkan. Tapi balik lagi, mereka yang menjalankan dan mereka sudah tahu konsekuensi apa yang mereka terima, baik atau buruk,” ucap ayah Nadia bijak, memecahkan keheningan dengan suara hangat dan menenangkan. “Saya sepakat, Pak. Saya juga paham dan ya... Saya sendiri saksinya dari perselingkuhan Vega sama almarhum Rumi, Bagas dan Nadia. Tapi setelah saya tahu motifnya, saya cuma berdoa yang baik-baik dan semoga ada kebaikan yang bisa diambil walaupun kejadian ini benar-benar merusak moral. Tapi Rumi sama Bagas sudah minta maaf, Nadia juga sudah minta maaf sama saya. Dan saya pribadi sudah memaafkan mereka, termasuk almarhumah Vega,” timpal Roman legowo, mengusap pelan tangan istrinya. Roman kemudian menoleh menatap Ratu yang duduk di sampingnya. “Dan sekarang... Mama bilang mau ngomong ke Nadia...” ucap Roman mengingatkan. Nadia tersenyum

  • Setelah Kau Putuskan untuk Mendua   487. Yang sudah terjadi selama ini

    “Astaga... Kenapa kita sekeluarga nggak sadar kalau...” ucap Ratu terputus. Wanita paruh baya itu tak kuasa lagi menahan rasa terkejut dan sesak di dadanya. Air matanya meleleh begitu saja, menyesali segala ego dan ketidaktahuan masa lalu yang ternyata menyimpan rahasia sebesar itu.Roman segera bergerak cepat, merengkuh bahu istrinya dengan lembut dan menepuk-nepuk punggung Ratu untuk menenangkan wanita itu. “Sudah, Ma... Tenang, ya. Jangan dipikirin terlalu berat. Yang penting sekarang semuanya udah jelas dan diselesaikan secara baik-baik,” bisik Roman sabar.Nadia menatap Ratu dengan tatapan penuh iba. Ia tahu betul betapa terpukulnya mertuanya itu, terutama setelah melewati masa-masa sulit dan proses hukum yang baru saja mereka selesaikan.“Maaf, Ma... Tapi... Mas Bagas juga awalnya nggak pernah tahu kalau Vega menyimpan masa lalu sejauh itu,” ucap Nadia pelan, suaranya terdengar tulus dan penuh kejujuran.Nadia menunduk sejenak menatap rambut Lily yang tergerai lembut di pangkuan

  • Setelah Kau Putuskan untuk Mendua   486. Ratu dan Roman kaget setelah tahu kalau...

    “Sorry telat nih...” ucap Marsel dengan senyum lebar sewaktu pintu terbuka.Ia berdiri gagah menggendong Lily yang mengisap jarinya dengan polos. Yang menarik perhatian, keduanya tampil kompak mengenakan kaos oblong hitam senada—milik Marsel bertuliskan “Daddy”, sementara di kaos mungil Lily tertulis “Lily”.Nadia yang melihat kekompakan pasangan ayah dan anak itu langsung tertawa renyah. “Astaga, lucu banget!” serunya antusias. Nadia segera menyambut mereka dan mengambil alih Lily ke dalam dekapannya. “Lily... Kangen Mami ya?”Sementara Bagas yang berdiri di samping Nadia menyipitkan mata dengan memasang raut cemburu yang dibuat-buat. “Sengaja banget bajunya...” sindir Bagas menggeleng-gelengkan kepala.“Iyalah... couple. Sirik aja lo...” balas Marsel santai seraya menyerahkan kotak berisi kue manis dan kantong plastik besar berisi buah-buahan segar yang dibawanya.Melihat kedatangan Marsel yang tiba-tiba menggendong Lily dengan kaos seragam itu, Ratu dan Roman yang duduk di ruang ke

  • Setelah Kau Putuskan untuk Mendua   485. Pertemuan keluarga

    “Iya, Pa... Mama udah siap,” ucap Ratu sambil tersenyum tulus. Wajahnya yang biasa dipenuhi guratan ketegangan kini tampak jauh lebih teduh dan pasrah. Tidak ada lagi sisa keangkuhan atau ekspresi penolakan dalam sorot matanya. Roman mengusap lembut jemari istrinya, memberikan ketenangan. “Mama nggak perlu gugup atau canggung nanti ya. Nadia sama Bagas sudah menunjukkan kebesaran hati mereka yang luar biasa buat kita, terutama sama kamu. Niat kita ke sana cuma satu—minta maaf dengan tulus dan mendukung masa depan mereka.” Ratu mengangguk pelan, helaan napasnya terasa lega sekaligus haru. “Iya, Pa. Mama bener-bener bersyukur dan nggak nyangka Nadia punya hati seluas itu buat maafin Mama. Mama janji nggak akan sia-siain kesempatan ini lagi...” Roman tersenyum lega mendengar penyesalan mendalam dari sang istri. Pria itu bangkit berdiri seraya merapikan jas santainya. “Kalau gitu, ayo kita jalan sekarang. Nggak enak kalau mereka bikin mereka nungguin kita.”Perjalanan menuju apartem

  • Setelah Kau Putuskan untuk Mendua   484. Ratu bersiap-siap menemui Nadia.

    Mendekati pukul 4 sore, tampak Nadia sudah berdiri menunggu di lobby klinik tempatnya bekerja dengan tas tersemat di bahunya.“Sayang, sorry... macet panjang banget,” ucap Bagas yang baru saja tiba dengan napas sedikit terengah. Pria itu tersenyum lebar seraya mengusap peluh di dahinya, masih mengenakan sarung tangan motor di kedua tangannya.“Nggak apa-apa kok, Sayang. Ayo, aku mau siap-siap tata makanan di rumah. Yang kamu pesen udah aman, kan?” tanya Nadia memastikan.“Aman kok...” ucap Bagas mantap.Begitu mereka melangkah bersama menuju area parkiran, Nadia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. “Mobil mana, Mas?” tanya Nadia heran.“Sayang, kamu nggak lihat aku pakai sarung tangan motor dari tadi?” ucap Bagas sambil tertawa geli menunjuk kedua tangannya.“Astaga... baru nyadar! Jadi kita naik motor?” tanya Nadia terbelalak lalu tertawa renyah mendapati kepolosannya sendiri.“Iya, aku tadi dari kampus terus naik motor biar nggak kejebak macet parah,” ucap Bagas sambil meraih hel

  • Setelah Kau Putuskan untuk Mendua   483. Siap-siap. Semua harus tahu cerita Lily.

    Hari kedua tanpa keberadaan Lily di rumah membuat Nadia dan Bagas masih terus memantau kabar si kecil lewat ponsel.“Marsel, pampers dia diganti ya, jangan lupa,” ucap Nadia mengingatkan dari seberang panggilan video sambil menatap cermin dan merapikan rambutnya sebelum bersiap beraktivitas.Sementara itu, Bagas terlihat sibuk berpakaian kemeja rapi untuk kembali mengajar di kampus pagi itu.“Tenang aja, udah aku ganti, Nad... Dia sekarang lagi sibuk sama mainan baru nih...” ucap Marsel dari layar ponsel sambil tersenyum menatap putrinya, sekaligus menyiapkan laptop di meja untuk melakukan pekerjaan kantor secara remote dari rumah.“Kalau ada perlu, telepon kita aja, Sel,” timpal Bagas seraya merapikan posisi dasinya. Nadia yang melihat suaminya sedikit kesusahan langsung mendekat dan dengan telaten membantu merapikan dasi Bagas.“Aman, tenang aja. Lagian gue standby di rumah, bakal seminggu ini dia sama gue. Tapi... semalem gue lupa pakein dia pampers...” aku Marsel meringis.“Astaga

  • Setelah Kau Putuskan untuk Mendua   6. Ketahuan Bagas?

    “Aah...” Desahan tertahan lolos dari bibir sensual Nadia saat ia memejamkan mata, membiarkan fantasi liar itu menguasai logikanya sepenuhnya. Satu tangannya sibuk memainkan bagian dada, sementara tangan yang lain turun perlahan, meraba perut ratanya yang kencang hingga jemari itu menyentuh lipatan

  • Setelah Kau Putuskan untuk Mendua   5. Hasrat Nadia tiba-tiba...

    “Terima kasih, Mas Bagas.” ucap Nadia. Ia memberanikan diri membalas tatapan Bagas sembari terus mengunyah makanannya perlahan. Ada keberanian baru yang muncul di matanya, sebuah pemberontakan kecil terhadap rasa hampa yang selama ini ia telan sendiri. Ia menelan kentangnya seperti kaca. Kak

  • Setelah Kau Putuskan untuk Mendua   4. Tawaran dari Mas Bagas

    Bau menyengat obat dan suara desing alat bor gigi menjadi pelarian bagi Nadia pagi ini. Di kliniknya yang bernuansa serba putih dan minimalis, dia bukan lagi menantu yang gagal. Di sini, dia adalah Dokter Nadia, wanita yang memegang kendali penuh atas rasa sakit pasien-pasiennya. Pekerjaan ini a

  • Setelah Kau Putuskan untuk Mendua   3. Alat Bantu

    “Nad, kenapa kamu kabur gitu aja? Nggak baik kayak gitu...” ucap Rumi sesaat setelah ia menutup pintu kamar rapat-rapat.“Mas, kamu dengar omongan Mama ke aku tadi kayak apa coba? Aku sakit hati, Mas. Dan ini bukan pertama kalinya mereka bahas, mereka sering mengulanginya dan aku bosan!” ucap Nadia

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status