Share

2. Sepakat Merahasiakannya

Penulis: Almiftiafay
last update Terakhir Diperbarui: 2025-07-07 10:42:52

Samantha bingung mencerna situasi. Saat pandangannya mengedar sekali lagi, ia gemetar menyadari bahwa ini bukan kamar resort tempat ia meninggalkan barangnya kemarin.

Napasnya tertahan, wajahnya pias kala potongan ingatan semalam datang seperti kilatan cahaya.

Pintu yang terbuka, pelukan yang hangat dan cumbuan yang membuatnya tersesat dalam kenikmatan yang tak pernah didapatkannya itu bukan datang dari suaminya, melainkan diberikan oleh pria lain.

“Aku pikir kamu adalah wanita yang sengaja disiapkan oleh Erick agar aku tidak bosan di pesta semalam,” ucap Damien dari sofa tempat ia duduk. “Dia mengatakan hal seperti itu saat aku menolak untuk datang.”

Samantha menoleh pada tuan muda keluarga Frost itu, tubuhnya menggigil penuh rasa bersalah. Ia telah mengkhianati Erick dengan tidur bersama pria lain.

“I-ini kesalahan, Tuan Damien,” jawab Samantha terbata. “Maaf karena saya sembarangan masuk ke dalam kamar Anda.”

Damien tak begitu saja menjawab, pria itu lebih dulu bangun dari duduknya. Langkahnya mendekat pada Samantha yang duduk membeku dan menarik selimut agar lebih rapat.

Damien tiba terlampau dekat dengannya, salah satu lutut pria itu bertumpu di tepi ranjang, tubuhnya yang menguarkan wangi patchouli condong ke depan, seperti akan menindih Samantha.

“Bagaimana kamu akan bertanggung jawab dengan hal itu?” tanya Damien, irisnya menerpa Samantha, tajam dan gelap.

Membuat ia gugup tak bisa menjawab.

“Bukankah kamu istri Erick? Bagaimana kalau suamimu tahu?”

Damien terus bergerak, merenggut keseimbangan Samantha hingga tubuhnya nyaris berbaring dengan mata yang perih. Ketakutan menghantam hingga jantungnya seakan berhenti.

Tapi, pria itu tak melakukan apapun selain meraih ponselnya.

“Kamu menidurinya.” Damien berujar setelah tubuhnya kembali tegak, suaranya mengandung serak, ada makna lain dalam kalimatnya.

Samantha mengangkat wajahnya yang panas, menelan rasa malunya saat mengatakan, “Tolong … jangan katakan apa yang kita lakukan semalam pada orang lain, Tuan Damien,” pintanya. “Terutama pada keluarga Erick.”

Damien tak menjawab, pria itu hanya menatap Samantha dengan tenang melalui iris biru gelapnya.

“Saya mohon,” imbuh Samantha sebab pria itu hanya diam saja. “Saya mohon agar ini bisa menjadi rahasia kita berdua saja.”

Damien akhirnya mengangguk, “Tentu saja,” jawabnya hampir enggan. “Aku tidak mungkin mengatakan pada Erick bahwa telah menikmati tubuh istrinya semalaman, ‘kan?” Sudut bibirnya sedikit terangkat saat ia berdecih, “Yang benar saja.”

Samantha menundukkan kepalanya, di hadapan Damien seluruh martabatnya jatuh berserakan di lantai dan ia tak punya cukup kekuatan untuk memungutnya kembali.

“Terima kasih,” jawabnya lirih lalu menyingkap selimut yang menutupi kakinya untuk mencari gaun miliknya.

Saat ia mempertanyakan ke mana gaun itu berada, tangan besar Damien terulur untuknya. Gaun berwarna lavender itu dihempaskannya di atas ranjang, di atas kaki Samantha.

Samantha meraihnya, membawanya untuk berdiri membelakangi Damien dan bergegas mengenakannya agar bisa keluar dari sini sebelum ada orang yang melihatnya.

“Erick sudah pergi sejak semalam.”

Suara bariton Damien dari belakangnya membuat gerakan tangan Samantha melambat, lalu berhenti.

Dadanya mendadak sesak, ‘Erick ... pulang tanpa aku? Tidak mungkin.’

Ia mengumpulkan kewarasan untuk kembali mengenakan pakaiannya, lalu menghadapkan tubuhnya pada Damien.

Pria itu kembali duduk di sofa, meraih gagang cangkir dari atas meja dan menyesap minumannya.

“Saya permisi,” ucap Samantha lalu menyeret kakinya untuk pergi dari sana tanpa menunggu jawaban Damien.

Ia menenteng heels-nya dan memastikan tak ada yang melihatnya sebelum menuju ke kamar yang harusnya ia tempati, di sebelah kamar resort Damien.

Samantha masuk ke sana, tubuhnya merosot bersimpuh di lantai, resah memikirkan kejadian semalam.

‘Bagaimana kalau Erick tahu?’ batinnya.

Meskipun sudah sepakat dengan Damien, tapi bisakah ia mempercayainya?

Samantha menghela dalam napasnya, beberapa menit kemudian barulah ia sanggup bangun dari lantai dan mengambil ponselnya.

Tangannya gemetar saat menekan tombol panggil pada kontak suaminya.

“E-Erick,” sebut Samantha dengan gugup saat panggilan mereka terhubung. Ia takut suaminya mencurigai sesuatu semisal—

“Cepat pulang, Samantha!” hardik Erick dari seberang sana.

Tanggapan pria itu tak seperti yang ia duga. “Bawakan barangku pulang karena semalam tidak sempat! Milik Mama dan Papa juga!”

Napasnya tercekat, tak bisa bicara.

“Pulang naik taksi! Mobilnya sudah kembali ke kota semua.”

Lalu panggilan itu mati, Erick menutupnya dengan kasar.

Samantha terdiam cukup lama, menyadari bahwa seperti itulah arti hadirnya di keluarga ini, tak lebih dari sekadar pembantu yang bisa disuruh ke sana ke mari oleh keluarga sang suami.

Bagaimanapun itu, Samantha bergegas. Ia pulang sesuai permintaan Erick tanpa ada yang tertinggal dan tiba di kota saat hampir tengah hari.

Ia menyeret koper milik Erick masuk ke dalam rumah dan menjumpai suaminya itu ada di dalam.

Pria itu menyambutnya dengan tanya yang membuat tubuh Samantha menggigil, “Di mana kamu semalam?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Angel
Erick, nyesel loh ntar. Ngeselin jd lakik. ...
goodnovel comment avatar
Eva
Curiga kalau ternyata Erick itu ada main sama si Eliza. Jangan-jangan Eliza ini juga menjebak Samantha sebenarnya. Baru di bab 2 tapi udah nyeseg aja
goodnovel comment avatar
Aya Melodi Agrifina
weh lakik bgitu, enaknya diapain yak
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    324. Persiapan Bertemu Bayi Kita

    Sejak minggu pertama Samantha mengatakan kehamilannya, Damien tak pernah absen untuk ikut pergi periksa. Hanya jika orang tua Samantha atau orang tuanya sendiri ingin pergi, maka Damien akan memberikan waktu untuk mereka.Siapa memangnya yang tak bahagia akan memiliki cucu lagi?Itu juga penghiburan untuk para orang tua yang acapkali masih menyimpan sisa-sisa luka dari kejadian di masa lalu—Tuan Gerard dan Nyonya Maria akan kehilangan Seraphina, Tuan Harry dan Nyonya Amy akan rasa bersalah mereka terhadap keputusan melepas Samantha menikah pada usia muda dan kehilangan Gabriella.Siang menjelang sore ini, harusnya Samantha menjemput anak-anak dari lokasi latihan panahan. Tapi saat ia keluar dari kamar, ia merasakan perutnya yang bergejolak.Samantha sudah menyadari ini sejak beberapa hari terakhir, hanya saja ... jika dihitung dari hari perkiraan lahir, ini masih dua minggu dari hari H.Tapi semakin ditahannya, rasanya semakin menjadi-jadi.Ia berjalan menuju ke ruang tamu, hendak me

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    323. Bärenland Dan Malam Yang Hangat

    Bärenland tak hanya memberikan kebahagiaan untuk anak-anak. Si kembar tiga Morgan, Martin dan Maureen sangat senang saat mereka bebas berlarian ke sana ke mari.Di bawah cerahnya langit malam itu, mereka naik giant wheel, di bianglala, dan belajar ice skating. Morgan yang paling mahir. Ia menuntun kedua adiknya dengan telaten, membawa Martin dan Maureen bergantian ke tengah.Saat anak sulungnya itu bebas berselancar di atas lantai es, Damien menggandeng tangan Maureen, sementara Martin digandeng oleh Reid.Gelak tawa bahagia terdengar dari tempat Samantha duduk, mengambil kenangan hari ini untuk disimpannya sebagai arsip. Bahwa saat Samantha mengatakan pada Damien tentang jenis kelamin bayi mereka yang akan laki-laki lagi, mereka masih bisa membagi waktu untuk si kembar tiga juga.Ekspresi Damien?Hm ....Bagaimana Samantha harus menggambarkannya?Sepasang mata birunya melebar saat Samantha mengatakan bayi mereka adalah laki-laki.'Kamu dan Maureen akan punya banyak pria yang melindun

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    322. Family Date At Bärenland

    Di lobi sebuah lokasi yang digunakan untuk syuting acara televisi, Samantha yang baru keluar dari lift bersama dengan Reid melihat Damien dan tiga anak kembarnya.“MOMMY!”Senantiasa bersemangat meski hari sudah menjelang petang.Si kembar tiga berlarian menghampirinya.“Sayang,” balas Samantha, membiarkan mereka bersamaan memeluknya.Rasanya sangat menyenangkan kala lelah bertemu dengan anak-anak. Semuanya menguap dalam sesaat.“Hati-hati peluk Mommy,” kata Damien dari belakang si kembar, mengingatkan mereka bahwa perut Samantha sudah membesar.“Kalian menjemput Mommy?” tanya Samantha, mengusap bergantian puncak kepala mereka.“Iya, Mommy,” jawab Morgan, disusul celotehan Martin dan Maureen.“Apakah syutingnya sudah selesai, Mommy?”“Hm ... padahal Maureen mau masuk televisi juga. Mommy saaaangat cantik di televisi.”“Benarkah? Terima kasih Sayang-sayangnya Mommy.”Samantha kemudian memandang Damien. Tautan mata itu terjadi cukup lama.Anak-anak mundur untuk memberi jalan, agar Damie

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    321. Aku Yang Hancur Dan Dia Yang Bersinar

    .... Di dalam klinik yang tidak terlalu luas, seorang wanita menatap langit-langitnya dengan pandangan yang kosong. Ia tak memiliki tenaga untuk bicara atau bahkan menggerakkan ujung jarinya. Rasanya hidup sudah cukup enggan untuk membuatnya tetap bisa disebut sebagai ‘manusia’. Ah ... barangkali jika ‘manusia yang tidak berguna’ mungkin masih benar adanya. Sudah berapa lama ia berada di dalam tempat ini? Klinik yang tak hanya sekali ia datangi, atau bau mawar dari luar yang terbawa hingga ke dalam melalui celah jendela itu berasal dari taman kecil yang tiap minggu rumputnya ia siangi. Satu tahun? Ataukah dua tahun? Atau bahkan lebih dari itu? Ia tak ingat kapan baginya waktu terasa berhenti. “Kamu tadi sudah makan, Eliza?” tanya sebuah suara yang membuat wanita yang terbaring di atas ranjang sempit klinik itu menggerakkan kepalanya. Tubuhnya terasa sangat lemas bahkan jika itu untuk menjawab tanya. Eliza. Wanita yang ada di dalam klinik kecil itu adalah Eliza. Klinik yan

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    320. Another Moment With Another Trouble

    Meski nyaris baku hantam jilid ke sekian di dalam ruang VIP Harvest Table, saat mereka keluar dari sana, kembar tiga milik Samantha kembali berbaikan.Mereka mengatakan pada Damien agar pergi ke rumah Giovanni.Mereka ingin melihat Emily, anak perempuan Giovanni dan Anna yang saat ini masih berusia sekitar tujuh bulan dan dalam fase merangkak.Setelah keguguran Anna di masa lalu, dan melewati beberapa tahun dalam pernikahan dengan Giovanni, mereka baru memiliki anak lagi belum lama ini.Seorang anak perempuan yang cantik, Emily Josephine Renaud.Karena perginya mereka mendadak dan tanpa direncanakan, Samantha meminta Damien untuk mampir lebih dulu ke sebuah baby shop untuk membelikan Emily beberapa perlengkapan bayi.Sekalian, Samantha ingin melihat-lihat pakaian untuk anak yang sedang dikandungnya nanti.Pakaian yang dipajang di toko semakin hari semakin bermacam-macam. Dan Samantha suka itu.Akhirnya, mereka memutuskan untuk membeli selimut, yang dipilihkan oleh Maureen.Dua pasang

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    319. Mommy Cantik Sejak Dulu

    “Daddy,” jawab Damien lebih dulu saat Samantha masih menghela napasnya untuk bicara. “Woahh ... Daddy yang lebih dulu menyayangi Mommy?” tanya Martin dengan sepasang mata biru berbinar dan lesung pipinya yang manis. “Iya.” Samantha meremas jemarinya yang ada di atas paha, berdebar kencang jantungnya. Meski ini sudah bertahun-tahun ia hidup dan menjadi istri Damien, tapi setiap kali Damien jujur akan kata hatinya, Samantha selalu dibuat seperti ini. Ia menahan sejenak napas saat Damien meraih tangannya, menggenggamnya dan meletakkan di atas meja agar anak-anak melihatnya. “Daddy yang lebih dulu jatuh cinta pada Mommy,” akunya sekali lagi. “Bagaimana Mommy dulu, Daddy?” tanya Morgan. Maureen pun menyahut, “Apakah Mommy lebih cantik dari hari ini?” Damien memiringkan kepalanya, seolah membiarkan anak-anak menunggu dengan rasa penasaran. “Hm ....” gumamnya. “Ayolah, Daddy ....” “Mommy dulu tidak menyukai Daddy pada awalnya karena Mommy sering sering sedih memikirkan Kakak Gabri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status