Share

Bab 140 Imut-Imut

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-07-16 22:00:08

Marvel tersentak. Pertanyaan itu di luar dugaannya dan langsung memicu insting medisnya sebagai seorang dokter. Wajahnya menegang sekilas sebelum ia berusaha mengendalikan ekspresinya kembali normal.

​"Secara prosedur klinis medis, Ayah... pengambilan sampel sperma atau sperm retrieval umumnya dilakukan melalui metode masturbasi dalam kondisi pasien sadar penuh agar sampel yang dihasilkan optimal," jelas Marvel dengan nada suara yang ditekan seprofesional mungkin.

​Ia menjeda kalimatnya, menata
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 148 Alya Tersingkir

    Azalea duduk dengan canggung di ruang tamu. Meskipun rumah ini luas dan mewah, ia justru merasa seolah sedang dijebak di dalam sangkar yang menyesakkan.​Marvel dan Marta duduk berdampingan di hadapannya. Sebelum memulai pembicaraan inti, mereka bahkan sempat menyuguhkan berbagai macam minuman segar dan camilan manis untuk menjamu Azalea. Sebuah keramahan mendadak yang terasa sangat palsu di mata gadis itu.​"Bu Marta, Pak Marvel, bisakah langsung ke inti pembicaraan saja? Apa sebenarnya yang ingin kalian katakan?" tanya Azalea langsung tanpa basa-basi. Ia sudah tidak sabar dan enggan berlama-lama terjebak dalam kecanggungan di rumah ini.​Marvel berdeham pelan untuk mencairkan suasana. Melalui sebuah kode mata, ia mengisyaratkan kepada istrinya untuk mengeluarkan dokumen yang sejak tadi disimpan.​"Lea, ini adalah surat hasil tes DNA antara kamu dan Pak Marvel. Dokumen medis ini menyatakan secara akurat bahwa kalian adalah aya

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 147 Rumah yang Mewah dan Megah

    "Zayn, kenapa tiba-tiba membahas itu?" Azalea menatap Zayn lebih lekat. Sementara Zayn juatru memalingkan tatapannya. "Tidak apa. Aku hanya kasihan." Azalea menghela napas. Ia lalu mengangguk. "Aku akan pertimbangkannya dulu." Zayn membalas dengan anggun kecil lalu memerintah Azalea untuk keluar. Tidak ada obrolan lagi di antara mereka. Azalea melangkah dengan kaki yang terasa berat, ia menoleh sekilas sebelum benar-benar menjauh namun ia lihat Zayn yang tidak lagi menatapnya. ***Siangnya, Azalea berjalan ke arah gerbang sekolah seorang diri. Ia berniat untuk pulang dengan menggunakan kendaraan umum. Namun, di depan sana lagi-lagi tampak sebuah mobil mewah yang terparkir tepat di depan pintu gerbang utama.​Langkah Azalea seketika melambat saat ia menyadari mobil milik siapa itu. Sayangnya, ia sudah terlanjur terlihat dan tidak bisa menghindar lagi.​"Lea, kemarilah!" panggil Marvel yang bergegas keluar dari dalam mobil. Ia tidak sendiri, melainkan bersama Marta. Hubungan suam

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 146 Tinggal di Panti Asuhan?

    Bukankah seharusnya Zayn tahu kalau ibunya meninggal? Namun, hingga tengah malam berlalu, tidak ada satu pun kabar atau pesan singkat dari lelaki itu. Apakah ia memang sesibuk itu?​Sebenarnya Azalea tidak ingin memikirkan hal itu, tetapi entah mengapa hatinya merasa gelisah dan rasa sedihnya kian menumpuk. Meski sebelumnya Azalea sudah bertekad untuk tidak terlalu bergantung dan terbawa perasaan, nyatanya ia tetap tidak bisa membohongi rasa sakit di dadanya saat membayangkan Zayn ternyata lebih peduli dan memberikan perhatian penuh pada wanita lain.​Dua hari berlalu. Azalea akhirnya memutuskan untuk kembali berangkat sekolah dengan wajah lesu dan kantung mata yang menghitam akibat kurang tidur.​Jeje langsung menyambut kedatangannya dengan penuh perhatian. Sebagai sahabat, ia tahu betul bahwa Azalea masih berada dalam masa berkabung yang berat.​"Lea, Zayn memanggilmu ke ruang eksklusif," kata Ezra menghampiri meja Azalea begitu melihat gadis itu sudah berada di kelas.​Azalea langs

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 144 Berkabung

    Perasaan Azalea sudah diliputi cemas dan tidak enak sejak kehadiran Marta di rumah sakit, namun ia tidak ingin berpikir macam-macam saat ini. Fokusnya sepenuhnya tercurah untuk mendiang Dina yang kini harus segera dimakamkan.​Meski Azalea sebatang kara, untung saja proses pemakaman berjalan lancar karena dibantu oleh banyak pihak, termasuk beberapa teman sekolah yang datang melayat. Marvel dan Marta bahkan ikut mendampingi hingga seluruh proses pemakaman selesai. Bisa dibilang, pasang suami istri itulah yang paling banyak membantu mengatur segala keperluan administrasi dan pemakaman.​Kini, Azalea didampingi oleh Jeje, masih duduk bersimpuh di dekat gundukan tanah yang masih basah itu. Azalea tidak lagi menangis, karena sejak tadi terus terisak, air matanya seolah sudah habis tak bersisa. Ia hanya diam termenung, menatap sendu taburan bunga segar di depannya.​"Kamu pasti bisa bertahan dan menghadapi semuanya. Kamu tidak sendiri kok, masih ada aku," bisik Jeje coba menenangkan, mer

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 144 Azalea Histeris

    ​Marvel melihat istrinya yang tampak sangat terkejut sekaligus terluka akibat kalimat kejam yang baru saja dilontarkannya. Ia pun segera tersadar bahwa tidak seharusnya ia berbicara sekasar itu jika ingin membujuk Marta.​"Marta," Marvel kembali merendahkan suara, mencoba meredam ketegangan. "Maaf, bukan maksudku berkata seperti itu... Kita sudah sama-sama tua. Untuk apa lagi memikirkan perceraian? Menurutku, itu sama sekali tidak ada gunanya. Kenapa kita tidak fokus saja pada karier dan mempersiapkan masa senja kita nanti?"​Marvel terus mencoba membujuk. Lelaki itu memang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah emosinya dalam sekejap, berupaya bicara selembut mungkin demi membuat suasana hati Marta mereda.​Namun, Marta hanya memalingkan wajahnya dengan dingin, enggan menatap wajah sang suami.​"Aku berjanji akan jujur mulai sekarang. Bahkan, semua kebohongan yang pernah aku lakukan di masa lampau, aku akan mengatakannya semua kepadamu!" Marvel melangkah maju, lalu meraih jema

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 143 Lelaki Manipulatif

    Napas Marvel memburu. Darahnya seolah mendidih ke ubun-ubun melihat pemandangan yang tersaji di depan matanya. Tanpa membuang waktu lagi, ia menendang pintu kayu itu hingga terbuka lebar dan membentur dinding dengan suara dentuman keras.​BRAK!​Marta dan Bram sontak terlonjak kaget. Pria muda itu dengan cepat menarik tangannya menjauh dari tubuh Marta, wajahnya mendadak pucat pasi seperti mayat.​"Lancang sekali kamu!" bentak Marvel dengan suara menggelegar. Ia melangkah cepat, lalu mencengkeram kerah kemeja Bram dan menyentakkannya kasar ke arah pintu. "Keluar dari sini sebelum saya hancurkan kamu! Keluar!"​Bram yang ketakutan tidak berani membantah. Ia buru-buru memungut pita ukurnya yang terjatuh di lantai, lalu lari tunggang-langgang meninggalkan ruangan tanpa berani menoleh lagi.​Setelah pintu tertutup, suasana ruangan mendadak mencekam. Marvel berbalik menatap istrinya dengan dada naik-turun menahan murka. Sementara itu, Marta perlahan turun dari meja kerja dengan sangat te

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 2 Peraturan Pertama, Harus Tahu Siapa Yang Harus Kamu Layani

    Pemilik kontrakan itu pergi dengan langkah menghentak dan lirikan sinis. "Ibu," Azalea menghampiri ibunya. Suara sang putri membuat Dina buru-buru bangkit dan mengusap air matanya. "Lea? Kamu sudah pulang?" ucapnya gugup sambil memaksakan senyum. "Lea sudah pulang dari tadi." Lea mengus

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 1 Jadi Babu Raja Sekolah

    "Tuan muda, bagaimana caramu akan menghukum gadis beasiswa miskin ini?" Suara itu membuat jantung Azalea serasa mau copot. Meski siswa itu bicara dengan nada rendah, ucapannya sarat cibiran untuk memojokkan Azalea. Takut-takut Azalea mendongakan wajahnya, menatap sosok anak lelaki yang kini berd

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 35 Kontrak Kerja

    "Kontrak kerja?" Kening Zayn berkerut. Azalea meringis malu-malu. "Hanya perjanjian secara tertulis agar kita sama-sama tidak rugi. Nanti kamu jelaskan detail bayarannya, dan aku juga jelaskan detail pekerjaan yang akan aku garap." Gadis itu sudah berubah lebih cerewet dan pintar bernegosiasi. K

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 3 Balas Dendam Ratu Sekolah

    Tatapan itu membuat Azalea gugup, ada sesuatu yang berdebar aneh. Ia langsung menyerahkan botol minum Zayn padanya. "Jawab aku. Kamu mengerti?" tekan Zayn. Azalea mengangguk cepat. "Iya… mengerti." Zayn melepas tangan Azalea, lalu menunjuk handuk kecil di tangan gadis itu dengan dagunya. "Bantu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status