LOGINSaskia merasa sangat bersalah. “Semuanya salah aku. Setelah makan malam tadi, Yana bilang dia ingin main air. Aku pun suruh pelayan untuk bawa dia berenang di kolam renang. Dia pasti masuk angin karena pakai baju renang. Setelah membawanya pergi mandi, aku menyadari tubuhnya panas sekali.”Aldrich menenangkannya. “Kalau dia masuk angin gara-gara main air, juga tidak masalah. Yang penting sekarang demamnya sudah reda.”Jason mengangguk. “Aku temani Yana. Kalian pergi istirahat sana.”Saskia bertanya, “Bukannya kamu mau pergi jemput Kelly pulang kerja?”Jason membalas, “Aku sudah suruh sopir untuk pergi menjemputnya. Aku belum beri tahu dia masalah Yana jatuh sakit. Kita bicarakan lagi esok hari.”Kalau sampai Kelly tahu, dia pasti akan datang untuk menemani Yana. Bisa jadi, dia tidak akan tidur nyenyak semalaman. Jason hanya ingin Kelly tidur nyenyak malam ini. Dia bisa menemani Yana sendiri.Setelah Yana meminum obat pereda demam, Jason malah tidak berani tidur. Dia terus mengusap keni
Orlando berkata, “Kalau begitu, aku pergi pesan tiket pesawat sekarang.”Mereka berdua pun tertawa. Kali ini, Orlando baru berkata bahwa putra dari teman ayahnya mengadakan pernikahan. Dia datang kemari untuk menghadiri acara itu.Berhubung bukan urusan pekerjaan, Orlando juga tidak pergi melapor ke Gunawan Group. Setelah datang ke Kota Jembara, dia pun mengajak Jason untuk bertemu di sini.Mereka berdua mengobrol masalah pekerjaan sejenak. Orlando pun diundang seorang wanita untuk menari. Saat ini, hanya tersisa Jason sendiri di meja bar.Jason melihat jam tangannya. Masih ada waktu satu jam sebelum menjemput Kelly. Tiba-tiba tercium aroma wangi dari samping. Jason memutar bola matanya untuk melihat kesana, ternyata si Syifa.Syifa mengenakan sepotong terusan panjang berwarna biru keperakan. Di bawah cahaya lampu, lekuk tubuh wanita itu kelihatan semakin menonjol. Warna biru yang indah itu juga membuat kulit si wanita kelihatan semakin putih saja.Syifa memesan dua gelas alkohol. Dia
Sore harinya, Jason menelepon Kelly. Setelah tahu Kelly masih harus lembur, dia pun mengendarai mobil untuk pulang ke kediaman lama duluan.Yana tidak bertemu dengan Jason semalaman. Dia langsung memeluk leher Jason, tidak ingin melepaskan Jason. “Ayah, aku kangen sama Ibu. Kenapa Ibu nggak datang bersama Ayah?”Jari tangan Jason mengusap hidung kecil Yana, lalu berkata dengan tersenyum, “Sebentar lagi, Ayah akan pergi jemput Ibu.”Yana merasa sangat gembira. “Malam ini aku mau tidur sama Ibu.”“Oke, biar Ibu baca cerita untuk kamu!”Aldrich merasa belakangan ini Jason selalu pulang sendiri. Dia pun bertanya, “Apa pekerjaan Kelly sibuk sekali … sampai mesti lembur terus?”Jason duduk di sofa, lalu membujuk Yana. Setelah itu dia berkata dengan tersenyum datar, “Sebenarnya semua ini juga salah aku. Proyek dari gedung Gunawan Group sudah membuat nama Kelly jadi terkenal. Sekarang, ada banyak orang yang mencarinya.”Aldrich tersenyum ramah. “Kamu tidak perlu menjelaskan. Aku merasa anak mu
“Jadi, pada akhirnya memang demi aku atau demi barang pemberian Kiara, makanya kamu sengaja membocorkan jadwalku kepadanya?” Jason sudah tidak memiliki kesabaran untuk berdebat dengan Tina. “Keluar!”Tina merasa gugup dan takut. Dia sudah tidak ingin melakukan pembelaan apa-apa, melainkan membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi.Semalam, saat Tina mengantar dokumen ke dalam ruangan, dia memang kedengaran Jason sedang menelepon kekasihnya. Dia tahu kekasihnya tidak bisa menemani Jason untuk menghadiri acara jamuan, makanya dia sengaja untuk membocorkannya kepada Kiara.Tina mengira Jason tidak akan memedulikannya. Siapa sangka ….Tina sungguh merasa menyesal. Dia telah menghilangkan kesempatan bekerja di Gunawan Group demi kalung seharga beberapa puluh juta.Di dalam ruang kerja, asisten yang satu lagi tidak berani bernapas. Dia tahu suasana hati atasannya sedang tidak bagus. Lantaran takut terlibat dan siapa tahu Jason sedang memberi contoh kepadanya, raut wajahnya juga semakin serius
Saat Jason kembali ke rumah, lampu di dalam ruang tamu masih dalam keadaan menyala. Ruangan seketika terasa hening.Jason pergi ke ruang baca. Ternyata Kelly masih berada di sana. Dia bersandar di atas meja dengan ketiduran. Komputer masih dalam keadaan menyala. Kertas-kertas berserakan di atas meja. Pena di tangannya menekan bagian pipinya hingga menunjukkan bekas, membuat orang yang melihatnya merasa luluh dan ingin tertawa.Jason membantu Kelly untuk mematikan komputernya, lalu menggendong Kelly.Kelly bersandar di atas pundak Jason. Dia memejamkan matanya sembari bergumam, “Kak Jason ….”“Aku gendong kamu untuk tidur di kamar,” balas Jason dengan nada rendah.Setelah kembali ke kamar utama, Jason menurunkan Kelly ke atas ranjang, lalu mencium pipi sampingnya. “Aku pergi mandi. Kamu tidur dulu.”Pria itu mengatur cahaya lampu di atas nakas menjadi lebih redup. Kemudian, dia melepaskan jasnya, melepaskan dasi, lalu berjalan ke dalam kamar mandi.Saat Jason kembali, Kelly masih berpos
“Dengar-dengar waktu ke luar negeri waktu itu, Jason pernah menahannya. Setelah dia pergi, Jason juga nggak pacaran selama setengah tahun. Dapat diketahui posisi wanita itu berbeda di hati Kak Jason. Kamu mesti hati-hati, ya!”Kelly terdiam sejenak, lalu bertanya, “Apa uang 20 miliar itu sudah di tanganmu?”Yerin tertegun sejenak. “Apa?”Kelly berkata, “Kalau kamu ada waktu, lebih baik kamu periksa apakah uangmu sudah dihabiskan kekasihmu atau belum!”Selesai berbicara, tanpa menunggu Yerin meluapkan amarahnya, Kelly duluan mengakhiri panggilan dan menyimpan ponselnya.Saat ini, tuan rumah dari acara kali ini, presdir dari Wyndra Group, Edu Wyndra, sedang merangkul lengan Syifa, lalu mengumumkan kepada semuanya. “Putriku, Syifa, baru saja pulang dari sekolah di luar negeri. Kelak, Syifa adalah penerus dari seluruh Wyndra Group ….”Syifa ….Kelly menatap perempuan yang kelihatan gembira karena digandeng ayahnya. Akhirnya Kelly bisa melihat jelas wajah wanita itu. Dia memang cantik sekal
Reza mengusap wajah Sonia. “Semoga saja yang dia harapkan itu anggota keluarga, bukan uang. Semoga juga dia bisa memahami maksud kalian, bisa mempertahankan pemikiran awal, tidak terbuai dengan kekayaan.”Sonia menggigit bibirnya dengan perlahan. “Semoga saja dia nggak seperti itu. Hanya saja, aku j
Sonia baru saja kembali ke Imperial Garden, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia mendorong Reza, lalu berjalan ke sisi ruang tamu untuk mengangkat panggilan. “Kak Juno!”Juno berkata, “Sonia, apa kamu sudah tidur? Rose sakit. Dia lagi demam. Kamu pergi lihatin dia sana.”“Apa Rose sakit lagi?” Tatapan
Sonia membalas, “Dia sudah keluar dari rumah sakit ….”Belum sempat Sonia menyelesaikan omongannya, terdengar suara Juno menghela napas berat. Sonia pun menambahkan dengan tersenyum, “Kamu jangan panik. Rose tinggal di rumah Pak Guru. Ada Pak Guru yang jagain dia, dia nggak akan sakit seperti sebelu
Raut wajah Molly berubah pucat. “Apa dia suka sama kamu? Dia cuma suka sama uangmu. Kamu lagi hidupi dia, jangan kira aku nggak tahu!”Theresia tersenyum. “Kamu merasa kamu sangat mencintai Morgan, tapi kamu malah nggak memahaminya sama sekali!”Molly menjerit dengan tidak terima, “Memangnya kamu me







