ログインGina menatap Anita dengan tatapan tidak percaya. Dia menggunakan ponsel yang digenggamnya untuk memukul tubuh Anita. “Kamu sudah gila, ya. Kenapa kamu mencelakaiku?”Gina menangis histeris. Dia tidak berhenti memukul wajah Anita. “Sebenarnya kamu itu ibuku bukan? Apa kamu tahu kalau kamu sudah menghancurkanku?”Ujung mata Anita terpukul ponsel. Dia kesakitan hingga terhuyung-huyung ke belakang. Kemudian, dia tidak berhenti dicakar kuku Gina hingga berdarah. Dia segera mencengkeram tangan Gina. “Gina, aku benar-benar melakukannya demi membantumu! Gina, kamu yang tenang. Kamu dengar penjelasanku.”Raut wajah Gina kelihatan muram. Air mata tidak berhenti mengalir. “Awas! Kelak, aku nggak mau lihat kamu lagi. Kamu sendiri itu pelakor. Sekarang kamu malah pakai cara murahanmu itu di diriku!”“Plak!” Anita mengangkat tangannya untuk menampar Gina. Dia mengangkat tangan untuk menjambak rambut Gina yang berantakan, lalu berkata dengan suara keras, “Gina, kalau kamu berani sembarangan bicara la
Di dalam kamar, Anita memukul Lucas dengan gilanya. “Dasar binatang, kamu malah melecehkan putriku sewaktu dia lagi mabuk. Aku akan menuntutmu!”Lucas juga merasa syok. Dia menjelaskan dengan raut pucat, “Semua ini inisiatif dari Gina. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya dia sendiri!”“Tidak mungkin. Mana mungkin Gina bakal suka sama kamu?” Rencana Anita telah gagal. Sekarang, dia malah sudah mempertaruhkan nama baik Gina. Saking marahnya, sekujur tubuhnya pun gemetar. Dia mengambil vas bunga di samping, hendak membuangnya ke arah Lucas.Diana berjalan ke dalam untuk menahan lengan Anita. Dia menurunkan vas bunga, lalu berkata dengan suara datar, “Masalah ini sudah terjadi, lebih baik kamu pikirkan cara menyelesaikannya! Tamu di luar sana sudah melihat ke dalam ruangan. Kalau sampai memakan korban jiwa, sepertinya masalah ini benar-benar nggak bisa ditekan lagi!”Ucapannya membuat Anita mulai sadar.“Aku keluar sebentar. Kalian ngobrol saja dengan baik!”Tatapan Diana tertuju pad
Saat pelayan wanita ragu untuk membuka pintu kamar tamu atau tidak, pelayan wanita lain yang datang mengantar teh pereda mabuk mendorong pintu kamar, tetapi pintu kamar tidak bisa dibuka. Dia pun bergumam dengan ragu, “Kenapa pintunya tidak bisa dibuka?”“Aku ada kuncinya!” Pelayan wanita yang mengambil kunci membukakan pintu untuknya.Mereka berdua membuka pintu. Ketika melihat situasi di dalam kamar, mereka pun terbengong.Pelayan yang mengantar teh pereda mabuk memanggil, “Nona Gina.” Tangannya gemetar, membuat mangkuk keramik jatuh ke lantai hingga pecah berkeping-keping.Di dalam kamar, semua pakaian Gina sudah dilepaskan dan dibuang ke atas lantai. Dia sedang berpelukan dan berciuman dengan mesranya bersama si pria. Bagian atas tubuh pria itu juga dalam telanjang. Perutnya kelihatan buncit. Celananya dilepaskan setengah, seolah-olah sudah siap sedia.Saat mendengar suara pecahan mangkuk, si pria merasa kaget, lalu berbaring telungkup di atas tubuh Gina.Orang yang melewati meliha
Ketika melihat bibir delima si wanita terbuka dan tertutup, Lucas mulai merasa resah.Saat syuting bersama, Lucas memang sudah mulai menyukai Gina. Hanya saja, Gina berbeda dengan artis biasa, keluarganya kaya dan berkuasa, dia tidak perlu menjual dirinya untuk bisa mendapatkan sumber.Lucas mengatakan dirinya sedang mempersiapkan syuting film. Gina juga merasa tertarik. Alhasil, mereka pun mengobrol dengan serunya.“Aku terus bingung dalam memilih tokoh utama wanita. Hari ini ketika melihat Nona Gina, akhirnya aku menemukannya. Bukannya kamu adalah orang yang kucari-cari?” Lucas menuangkan segelas alkohol untuk Gina. “Kalau Nona Gina tertarik, tokoh utama wanita akan jadi milikmu!”Gina berbicara dengan tidak jelas. Pikirannya juga mulai bingung.Gina menggeleng. Dia tidak tahu kenapa Gina tiba-tiba tidak pandai dalam mengonsumsi alkohol. Dia baru saja minum beberapa gelas, kemudian dia pun mabuk!Tatapan Lucas kelihatan berkilauan. “Nona Gina sudah mabuk. Gimana kalau aku antar kamu
Wajah tampan berdarah campuran itu memang menarik, auranya juga lumayan oke.Hanya saja, dalam sekilas saja, Gina sudah bisa menyadari maksud orang itu. Dia berkata dengan nada tidak tertarik, “Jauhi aku. Aku nggak tertarik sama kamu!”Awalnya Kase masih setengah percaya dengan perkataan Melvin. Namun setelah mendengar ucapan Gina barusan, dia benar-benar percaya. Wanita ini tidak tertarik dengan pria, ternyata dia penyuka sesama jenis!Kase berjalan mendekat, lalu bersandar di rak bunga dengan gaya santai. Dia berkata dengan tersenyum datar, “Biasanya orang-orang Negara Cendania minum alkohol untuk menyingkirkan rasa penat. Apa Nona lagi ada masalah? Kamu bisa ngobrol sama aku.”“Kamu begitu memahami budaya Negara Cendainia. Kamu pasti merasa wanita Negara Cendania sangat gampang untuk digoda, ‘kan?” Gina menopang kening dengan satu tangannya, lalu melihat pria di depan dengan tersenyum sinis. “Aku paling benci cowok yang sok hebat seperti kalian!”Kase tidak merasa kesal. Sepasang ma
Terlintas aura dingin di dalam mata cokelat Kase. Dia menatap Gina, lalu berkata, “Wanita yang kejam!”Melvin berucap, “Kita semua memang tidak suka sama Reza, tapi kita juga tidak boleh membiarkan tujuan wanita murahan itu tercapai, nantinya malah melukai Sonia.”Ekspresi Kase kelihatan dingin. “Tentu saja. Siapa pun tidak boleh melukai Sonia. Sekarang, Sonia tidak ada di sini, apa yang seharusnya kita lakukan?”Melvin mengusap dagunya menunjukkan ekspresi sedang berpikir. “Apa penghinaan terbesar bagi seorang penyuka sesama jenis?”Kase segera berkata, “Biarkan dia tidur bersama pria!”Melvin langsung mengacungkan jempol kepada Kase. Dia memuji, “Sebelas dua belas memang lebih memahami wanita!”Kase tersenyum, lalu berkata dengan nada merendah, “Tahu sedikit!”Melvin duduk dengan tegak. “Sebelas dua belas, apa kamu benar-benar menyukai Sonia?”Terlihat tatapan tegas di dalam mata Kase. “Dia itu wanita idamanku!”“Sekarang, wanita idamanmu sedang dalam bahaya. Bukannya kamu seharusnya







