LOGINTheresia melihat wajah samping tegas Morgan dengan mengangkat sedikit ujung matanya. Dia pun ikut menuruni mobil.Mereka berdua sama-sama naik ke lantai atas. Setibanya di luar ruang VIP yang dipesan asisten Roger, Theresia pun mengetuk pintu, membukanya, lalu memasuki ruangan.Pencahayaan di dalam ruangan terlihat gelap. Terdapat 5-6 orang sedang duduk di dalam sana. Dalam sekilas, Theresia bisa melihat Agnes yang duduk di paling dalam.Agnes datang bersama asistennya Roger, ada juga “Tuan Ethan" dan “Tuan Brevi" yang menghina Ingga tadi siang. Selain itu, ada juga tiga orang pria lainnya. Mereka semua sedang duduk di sofa, menatap dua orang yang berjalan memasuki ruangan dengan penuh waspada.Ketika melihat Theresia datang dengan membawa seorang pria, Agnes juga tidak merasa takut. Dia memberi isyarat mata kepada orang di sampingnya. Orang itu segera berdiri dan menjaga di depan pintu. Mereka kelihatan arogan, seolah-olah akan membuat Theresia tidak bisa pulang lagi!Agnes berkata de
Pelayan bertanya, “Apa perlu bantu kamu untuk menyimpan bunganya dulu?”Theresia menggeleng. “Nggak usah. Terima kasih.”Pelayan berjalan pergi, lalu segera kembali dengan mengambil sepotong selimut tipis. “AC restoran kami agak dingin. Kekasihmu suruh aku bawa selimut buat kamu.”Theresia mengangkat kepalanya melihat orang yang sedang menelepon. Kelembutan terlintas di dalam tatapannya. Dia mengambil selimut untuk ditutup di atas kakinya, lalu berterima kasih dengan suara lembut, “Terima kasih.”“Kekasihmu baik sekali!” puji pelayan dengan tersenyum, lalu menuangkan segelas air lemon untuk Theresia. “Kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa panggil aku setiap saat.”“Oke!” Theresia sedang menunggu kepulangan Morgan. Dia mengambil gelas air, lalu menoleh untuk melihat ke luar jendela. Saat ini, matahari telah terbenam. Lampu jalan telah dinyalakan. Pejalan kaki berjalan hilir mudik di jalan. Angin di awal musim panas ini mulai berembus membuat orang merasa segar.Cahaya lampu memancar ke a
Tiba-tiba Theresia tersenyum dengan begitu ceria dan menggoda. “Tuan Morgan memang enak diajak kompromi!”Morgan tidak mengindahkan sindiran Theresia. Dia berkata dengan tersenyum, “Aku sudah hampir sampai perusahaanmu. Aku tunggu kamu di lantai bawah.”Theresia merasa sedikit kaget, tetapi dia segera mengangguk. “Segera.”Setelah memutuskan panggilan, Theresia membereskan barangnya, lalu bersiap-siap untuk pulang kerja.Saat Ingga memasuki ruangannya, dia pun merasa kaget ketika melihat Theresia sedang membereskan barangnya. Ingga berkata, “Bos, hari ini kamu pulangnya cepat sekali?”Suasana hati Theresia sedang sangat bagus. “Iya, bukannya sudah hampir jam pulang kerja?”Ingga menyipitkan matanya dan berkata dengan tersenyum, “Normal bagi orang lain untuk pulang kerja tepat waktu, tapi terlalu aneh bagi Bos karena nggak lembur hari ini. Seperti ada keajaiban saja, jangan-jangan kamu lagi pacaran!”Theresia menunduk untuk membereskan dokumennya. Dia bertanya dengan acuh tak acuh, “Gim
Agnes sungguh merasa emosi. Dia menghubungi Jovita, tetapi panggilan tidak kunjung diangkat.…Saat Ingga kembali ke perusahaan, kebetulan klien yang mencari Theresia sudah pergi. Ingga memasuki ruang kerja, lalu menceritakan semua yang terjadi di perusahaan Keluarga Manthana dan isi percakapannya dengan Roger kepada Theresia.Sepertinya Theresia bisa menebak siapa yang ingin melawannya. Dia pun bertanya, “Nggak turun tangan, ‘kan?”“Nggak. Mereka memang ingin pukul aku, tapi aku bilang aku bakal lapor polisi. Mereka pun ketakutan hingga pulang!” kata Ingga dengan bangga.“Bagus sekali. Keselamatan itu paling penting selama berada di luar, apalagi kamu itu perempuan. Jangan bersikap keras terhadap lawan,” kata Theresia.“Sayang sekali, mereka malah berhasil melarikan diri!” kata Ingga dengan emosi.“Memangnya kenapa kalau kamu bisa menangkap mereka? Kalau mereka bilang mereka salah kenal orang, kamu juga kehabisan akal,” kata Theresia dengan tersenyum, “Oke, jangan marah lagi. Hari ini
Saat perjalanan pulang ke perusahaan, semakin dipikir-pikir, Ingga pun merasa semakin marah saja. Dia menelepon Roger untuk memberi tahu semua yang terjadi di perusahaannya tadi.Roger berkata dengan kaget, “Aku tidak suruh orang untuk cari There!”Ingga berucap dengan gusar, “Jadi, ada orang yang sengaja ingin menjebak bos kami? Untung saja, hari ini bos kami ada urusan mendadak, makanya aku gantiin dia kemari. Kalau nggak, mereka pasti akan kesampaian!”Roger terdiam sejenak, lalu berkata dengan nada dingin, “Aku akan selidiki masalah ini, lalu beri penjelasan kepada There.”Roger berpesan lagi, “Beberapa hari ini, kamu suruh There lebih hati-hati. Beri tahu There, kalau ada urusan, aku akan langsung telepon dia, tidak akan melewati asisten mana pun.”“Oke!”…Setelah panggilan diakhiri, Roger segera menghubungi Jovita, “Ibu, kamu lagi di mana?”Jovita sedang bermain kartu. Dia sedang merasa sangat gembira karena menang banyak hari ini. “Aku lagi main kartu sama temanku. Ada apa?”Ro
“Lho, kenapa Nona Theresia malah marah?” kata Ethan dengan tersenyum sinis, “Semalam kamu bersulang kepadaku. Kamu sangat lembut ketika nyanyi bareng aku semalam!”Brevi yang berada di samping tertawa terbahak-bahak.Seseorang membuka pintu ruang tamu. Tidak lama kemudian, orang-orang berkumpul untuk menyaksikan keramaian, bahkan ada yang memotret dan merekam.Raut wajah Ingga sungguh kelihatan gusar. “Kalau kalian sembarangan bicara lagi, nanti aku akan lapor polisi buat tuntut kalian sudah melakukan pemfitnahan!”“Kamu bilang siapa yang memfitnah?” Ethan tersenyum dingin sembari menunjukkan ekspresi tidak takutnya. “Lebih baik Nona Theresia segera lapor polisi saja. Bisa jadi, kelak reputasimu di Kota Jembara akan semakin besar lagi. Kamu itu hanya seorang humas. Kamu berbisnis dengan mengandalkan kecantikanmu untuk menggoda pria. Jangan kira kita semua tidak tahu!”Orang di luar ruangan sana mengirim video kepada Agnes. Agnes pun dengan puas mengirimnya kepada Jovita. Setelah membuk
Tito segera menceritakan kejadian di rumah sakit waktu itu kepada Saskia. “Awalnya anggota Keluarga Samosir ingin menggunakan masalah cedera Iwan dalam bekerja untuk memeras perusahaan. Kemudian, setelah mendengar mereka mesti membayar ganti rugi nominal besar, mereka pun segera melarikan diri, bahk
“Ah?” Linda terdiam sesaat, lalu bergumam, “Iya, Sonia!”Kelly mengangguk, kemudian mengajak Linda untuk makan bersama.Setelah selesai makan, Kelly mengirim pesan kepada Sonia. [ Semalam aku dan Ranty minum kebanyakan. Kamu yang bayar, ya? Berapa? Biar aku transfer kamu. Semalam aku janji mau traktir
Sepuluh hari sebelum hari pernikahan Ranty. Ranty mengundang Sonia, Reza, dan teman-temannya untuk mengadakan pesta di Nine Street Mansion. Semua yang berada di Kota Jembara pun diundang olehnya.Sore harinya, Reza mengendarai mobil menjemput Sonia ke Nine Street Mansion. Saat mereka berdua tiba, lan
Kelly berjongkok. “Sudah saatnya pulang!”Jason menarik tangan Kelly, lalu berdiri. “Biarkan Yana main dulu. Ada yang mau aku katakan sama kamu.”“Emm?” Kelly mengedipkan matanya. Dia mengikuti Jason berjalan ke meja kerja di belakang.Jason menyuruh Kelly untuk duduk di bangkunya, kemudian dia mengelu







