共有

Bab 850

作者: Musim Gugur
“Segera!” Tasya sedang mengajari Leon untuk menggunakan mesin cuci piring otomatis ini. Ketika dipanggil oleh Yandi, dia segera menyahut dan berlari ke sisinya.

Setelah masuk ke kamar, Yandi pun bertanya dengan serius, “Apa yang lagi kamu lakukan?”

“Aku tahu kalian semua malas untuk melakukan pekerjaan rumah. Jadi, aku bantu kalian untuk membeli mesin-mesin itu,” jawab Tasya dengan tersenyum.

Yandi mengangguk. “Oke, tapi aku harus bayar semua barang belanjaanmu itu.” Sambil berbicara, dia sambil mentransfer uang seratus juta ke rekening Tasya. “Cukup?”

Tasya tidak bersedia menerimanya. Dia mentransfer uang itu kembali.

Kening Yandi berkerut. “Apa kamu ingin kami para lelaki mengambil keuntungan dari diri seorang wanita?”

Tasya juga mengerutkan keningnya. “Apa salah kalau aku kasih hadiah kepada temanku sendiri? Kecuali kamu nggak anggap aku sebagai temanmu!”

“Beda cerita!” Yandi berkata dengan serius, “Kalau kamu tidak ingin terima uang itu, kamu tidak usah datang lagi!”

Tasya membelal
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
Kok gitu sih bilangnya Boss ?!? Apa mulai Takut Perasaan Syg ke Tasya yg kian lama perlahan menelusup diam² dlm Hatimu makin Tumbuh Subur ?!?
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2657

    Saat Theresia pulang, dia sengaja melirik sekilas ke luar jendela. Dia melihat lampu di kamar Morgan masih dalam keadaan menyala.Setelah memasuki vila dan memasuki ruang tamu, Theresia melepaskan jaketnya. Dia pergi mengambil kotak P3K, lalu pergi mengetuk pintu.“Masuklah!” balas si pria dengan suara rendah.Theresia membuka pintu. Tampak Morgan duduk di depan meja baca sembari membaca beberapa dokumen. Dia meletakkan jaket Morgan ke atas sofa, lalu berkata, “Aku letakkan pakaianmu di sini.”“Emm!” Pria itu juga tidak mengangkat kepalanya, hanya bersandar di tempat duduknya.Theresia membawa kotak P3K ke dalam. Dia sedang mempersiapkan sembari berkata, “Lepaskan pakaianmu. Ganti perban.”Kali ini, Morgan baru melirik Theresia sekilas, lalu mulai melepaskan kancing.Theresia menatap lurus ke depan. Setelah Morgan menarik lengan baju ke bawah, dia baru mulai membuka perban di lukanya.Kemeja luarnya sudah basah karena terkena hujan. Untungnya, hanya lapisan luar perban saja yang sediki

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2656

    Julia tersenyum. “Ternyata kamu salah kenal orang.”Jevan segera menggeleng. “Aku langsung menyadarinya.”Tatapan Julia kelihatan lembut. Dia berkata dengan suara datar, “Apa kamu merasa capek? Aku aturkan tempat tinggal dulu buat kamu.”“Apa aku bisa tinggal bersamamu?” Usai berbicara, Jevan segera berkata, “Maksudku, kita bisa tinggal lebih dekat.”Julia berpikir sejenak, sepertinya dia hanya bisa mengatur Jevan untuk tinggal di vilanya.…Theresia dan Morgan sudah mengantar obat ke klinik. Saat kembali, dia bertemu dengan Julia.Ponsel Morgan berdering. Dia menganggukkan sedikit kepalanya kepada Julia, lalu memasuki vila untuk menerima panggilan.“Hujan sudah berhenti. Udaranya juga bagus sekali. Gimana kalau kita jalan-jalan?” ucap Julia dengan tersenyum.“Oke!” Theresia menyimpan payung, lalu bersama Julia berjalan di jalan bebatuan tengah halaman.Julia berkata, “Aku sudah mengatur orang untuk masuk sif malam. Stok obat juga cukup. Seharusnya tidak akan ada masalah. Untung saja a

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2655

    Theresia tertawa. Dia membuka jendela, lalu melihat pria berambut pirang yang mengikutinya dari belakang. “Ayo, masuk mobil. Bibi Julia lagi tidak berada di kota, masih ada perjalanan yang harus ditempuh.”“Terima kasih!” Pria berambut pirang itu tersenyum memperlihatkan giginya yang putih. Dia membuka pintu belakang mobil, lalu masuk ke dalam.Morgan menempatkan tangannya di atas setir mobil. Ketika melihat senyuman pria itu dari kaca spion, wajahnya menampakkan sedikit rasa kesal.Setelah mobil berjalan dengan stabil, pria berambut pirang itu menyerahkan kartu nama kepada Theresia. Dia tersenyum lembut dan sopan. “Halo, ini kartu namaku.”Theresia mengambil kartu itu. Warna kartu itu coklat kehitaman dengan sebuah nama tertulis “Jevan”, diikuti oleh nama belakang yang panjang.Di sudut kiri atas kartu terdapat sebuah gambar roda, tampak seperti simbol dari suatu keluarga. Selain itu, tidak terdapat informasi lain di atas kartu itu. Ketika melihat simbol roda itu, Theresia merasa san

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2654

    Pria berambut pirang mundur selangkah dengan kaget.Theresia terbengong sejenak, lalu segera meraih lengan Morgan. Dia berkata dengan suara ringan, “Kamu sudah salah paham. Dia itu … teman bule … dia datang untuk mencari Bibi Julia.”Morgan menyipitkan matanya dengan kaget. “Cari Bibi Julia?”“Apa kalian benar-benar kenal sama Julia? Apa kamu bisa bawa aku pergi mencarinya?” Tatapan pria berambut pirang itu kelihatan panik dan penuh harapan.Morgan menatap pria itu dengan tatapan interogasi. “Untuk apa kamu cari Julia?”Pria berambut pirang segera berkata, “Aku itu temannya. Aku sengaja datang ke Negara Cendania untuk mencarinya. Kalau kalian kenal sama dia, mohon bawa aku untuk bertemu dengannya.”“Kenapa kamu tidak langsung telepon dia?”“Tadinya aku ingin beri kejutan kepadanya. Tapi ketika sampai di sini, aku malah kehilangan ponselku, tidak bisa menghubunginya. Aku juga tidak tahu di mana tepatnya dia sekarang?” Pria berambut pirang kelihatan agak putus asa. “Aku sudah seharian ke

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2653

    Theresia tertegun sejenak, lalu membalikkan kepalanya untuk melirik pundak Morgan. Dia mengulurkan tangannya hendak memilih sebuah payung.“Satu saja sudah cukup!” Morgan menarik lengan Theresia. “Tidak ada ruang untuk menaruh begitu banyak payung!” Sambil berbicara, Morgan menarik Theresia untuk berjalan pergi.Theresia hanya sempat menoleh untuk tersenyum bersalah terhadap penjual payung itu.Mereka berdua masuk ke dalam apotek. Theresia berjalan ke depan kasir. Baru saja dia ingin mengatakan obat yang dia inginkan kepada staf, Morgan pun mengeluarkan selembar daftar kepada staf itu. “Sediakan sesuai dengan yang ditulis!”Theresia melihat kertas itu dengan syok, lalu memalingkan kepalanya untuk menatap Morgan.Raut wajah Morgan kelihatan santai. “Kertas ini diberi staf yang mengurus anak-anak tadi. Mungkin Bibi Julia tidak tahu.”Theresia sedikit tersenyum. Memangnya apa yang bisa dia lakukan jika Julia tahu?Saat staf apotek sedang mempersiapkan obat-obatan, Theresia berjalan-jalan

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2652

    Dengan keunggulan tinggi badan Morgan, memayungi mereka berdua akan jauh lebih gampang dibandingkan dengan Theresia.Tubuh Theresia hampir menempel pada lengannya. Payung menutupi cahaya lampu jalan, membuat suasana di bawahnya semakin redup, seolah-olah sebuah ruangan tertutup saja. Di dalam ruang sempit itu, hanya terdengar suara rintik hujan yang jatuh di atas payung, serta napas mereka berdua yang saling bercampur. Dunia di luar seakan-akan telah terisolasi.Julia berjalan menuju vila tempat tinggal para murid. Dari kejauhan, dia melihat bayangan tubuh kedua orang di bawah cahaya lampu jalan. Morgan memegang payung, tetapi payung itu kelihatan miring, sebagian besar condong ke arah Theresia. Dia sedang melindungi Theresia dari hujan, sementara setengah bahu Morgan justru terkena hujan.Jane juga sudah melihatnya. Dia segera berkata, “Aku pergi antar satu payung lagi buat mereka.”“Tidak usah!” Julia tersenyum tipis sembari menghalangi Jane. “Kita pergi lihat murid-murid yang sakit

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status