Share

Bab 2 - His Dark Side

Author: Author Lee
last update Last Updated: 2024-06-07 22:39:42

Elise terjaga dari tidurnya. Suara petir yang keras di luar sana seketika membuatnya tersadar. Cahaya kilat yang menembus masuk dari balik korden membuat ruangan gelap itu terang selama beberapa detik. Ia ketiduran setelah bertengkar dengan Theo.

Hujan turun deras di luar sana. Dengan bersusah payah Elise menegakkan tubuh. Saat melihat ke sebelah, ia tak menemukan sosok Theo di ranjang. Sementara jam analog di atas nakas sudah menunjukkan hampir pukul dua pagi.

"Ke mana dia?" Elise bertanya pada dirinya sendiri. Ternyata pria itu belum pulang sejak pertengkaran mereka sore tadi.

Elise menyibakkan selimut ke tepi dan turun dari ranjang. Ia berjalan ke arah jendela besar di kamarnya dan berdiri di tepi jendela sambil menatap keluar.

Malam itu terasa cukup mencekam. Petir menyambar sangat keras di tengah derasnya hujan. Dalam hati, Elise merasa bersyukur karena malam ini tidak ada pasien yang dirawat inap di kliniknya. Pasien terakhirnya yang dirawat inap, seekor anjing Chow Chow tua berbadan gembul, sudah dibawa pulang oleh pemiliknya sore tadi.

Suara derit halus pintu kamar yang terbuka seketika membuyarkan perhatian Elise. Ia menoleh ke belakang dan mendapati seorang pria bertubuh tinggi tegap masuk ke dalam kamar. Pria itu melepas jas yang dikenakannya dan menggantungnya di tiang gantungan di sudut kamar.

Pria itu berdiri sejenak menatap ke arah Elise. Ia terlihat sedang melepaskan kancing di ujung lengan kemejanya. Dan tak lama setelah itu, ia berjalan ke arah Elise.

"Kau sudah pulang?" tanya Elise dengan seulas senyum, meskipun ia tak yakin apakah suaminya bisa melihat senyumannya di tengah kegelapan.

Theo berhenti tepat di hadapannya tanpa memberi jawaban apa pun. Elise mendongak dan kini ia bisa melihat wajah suaminya lebih jelas.

Elise menelan ludah ketika sepasang mata berwarna coklat gelap di hadapannya itu menatapnya. Sayang sekali. Padahal Theo memiliki sepasang mata yang indah menurutnya. Namun sorot mata dingin dan gelap yang selalu ditujukannya pada Elise membuat wanita itu takut dan gugup. Tatapan matanya seolah menyiratkan kebencian yang begitu besar pada Elise.

Elise tersentak kaget ketika Theo tiba-tiba menariknya. Theo menempelkan wajahnya di sebelah telinga Elise dan berbisik, "Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu sore tadi."

Tanpa pikir panjang Theo langsung melucuti gaun tidur yang dikenakan Elise dan mendorongnya ke atas tempat tidur. Jemari panjangnya dengan cepat bergerak melepas satu per satu kancing kemejanya. Tanpa ada perlawanan, Elise membiarkan Theo berada di atas tubuhnya, melumat bibirnya dan memberikan sentuhan panas yang membuatnya mengerang.

"Kau ingat apa peraturan utama di pernikahan ini?" bisik Theo yang terus bergerak di atas tubuh Elise dengan nafas memburu.

Gerakannya semakin cepat, hingga membuat Elise terengah-engah. "Ak... aku... harus melayanimu..."

"Bagus, kau masih mengingatnya." gumam Theo disertai sekali dorongan keras. "Lantas mengapa kau melanggarnya?"

"M-ma.. maafkan aku. A-aku tidak bermaksud melanggarnya!"

Elise tak tahu sampai sejauh apa tubuh kecilnya bisa menahan semua ini. Tapi yang jelas, ia akan tetap bertahan. Karena ini satu-satunya yang bisa membuatnya lebih dekat dengan suaminya, Theodore Blake.

***

Theo terlelap tanpa busana di sampingnya setelah apa yang terjadi di antara mereka malam itu, di tengah derasnya hujan yang mengguyur. Ia sedikit mendengkur.

Elise menatap punggung kekar di hadapannya itu seraya menghela nafas pelan. Tanpa terasa ia sudah sampai di titik ini sejak hari pernikahannya dengan Theodore Blake. Sudah tiga tahun ia menikah dengan pria itu.

Namun sayangnya, pernikahan mereka bukan didasari oleh cinta. Melainkan demi memenuhi kepentingan masing-masing.

Elise butuh dana besar untuk membayar seluruh hutang yang ditinggalkan oleh mendiang ibunya. Ia sampai dipecat dari klinik hewan tempatnya bekerja karena para lintah darat itu sering mengacau di sana.

Sedangkan Theo yang hidup bergelimang harta, ia butuh seorang wanita untuk menghapus rumor tentang dirinya yang mengatakan bahwa ia adalah seorang penyuka sesama jenis. Selain itu, jika ia tidak memberikan pembuktian dengan menikahi seorang wanita, kakeknya tidak akan menyerahkan Rumah Sakit St. Louis padanya.

Mereka bertemu di salah satu gang kumuh di pusat kota. Kala itu, Elise dikepung oleh tiga orang lintah darat yang ingin menangkapnya. Mereka ingin menjualnya ke pria hidung belang kaya raya, sebagai bayaran atas hutang-hutang mendiang ibunya.

Namun Elise bernasib mujur malam itu. Theo yang baru saja keluar dari sebuah bar yang letaknya tak jauh dari sana, berlalu dan melihat kejadian itu. Tanpa pikir panjang, ia langsung menghajar ketiga pria itu seorang diri dan membuat mereka lari terbirit-birit.

"Hm..."

Suara gumam Theo yang seketika membalikkan badannya ke arah Elise membuat ingatan masa lalunya buyar. Elise langsung mematung dan menelan ludah saat sepasang mata gelap itu menatapnya. Hanya beberapa detik, sebelum akhirnya sepasang mata indah itu kembali terpejam.

Elise memejamkan mata. Tatapan mata Theo terbayang-bayang dalam benaknya. Dingin, tanpa perasaan apa pun.

Ia tak ingin mengasihani dirinya. Tapi ia tak bisa memungkiri bahwa ia merasa sedih dengan pernikahan ini. Hatinya sakit setiap kali mengingat bahwa Theo tidak mencintainya. Tidak sepertinya dirinya yang diam-diam telah jatuh hati pada pria itu.

Pesona yang dimiliki Theo, juga sikapnya yang tegas membuat hati Elise luluh. Namun sayangnya, pria itu hanya mencarinya demi memuaskan nafsunya.

"Andai kau juga mencintaiku..." batin Elise sebelum dirinya terlelap.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 40

    "Jadi, wanita tadi bukan kekasihmu?" tanya wanita berambut gelap sebahu itu sebelum meneguk minumannya.Nathan menggelengkap kepala. "Tentu saja bukan. Dia hanya seorang teman." sahutnya. Tapi tidak menjelaskan secara mendetail. Ia tidak mungkin mengatakan yang sesungguhnya pada wanita itu, bahwa Kelly Dempsey adalah teman seperjuangannya untuk memisahkan sepasang suami istri, juga bahwa Kelly Dempsey adalah teman tidurnya.Wanita itu tergelak ringan. "Dari caramu berbicara, kau sepertinya sangat yakin bahwa hubungan kalian tidak akan lebih dari sebatas teman." ujarnya sambil melemparkan tatapan curiga ke arah Nathan."Ya," Nathan mengedikkan bahu. "Karena itu memang tidak akan mungkin terjadi."Wanita itu mencondongkan tubuhnya ke depan, kali ini menatap Nathan penasaran. "Kenapa? Bukankah dia sangat cantik dan menggoda?"Kali ini giliran Nathan-lah yang tergelak. "Dia bukan tipeku." jawabnya singkat dan jelas.Sekali lagi wanita itu menatap Nathan dalam-dalam, seolah mencari celah d

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 39

    Elise terduduk di tepi ranjang kamar tamu. Setelah perdebatannya dengan Theo tadi di ruang tamu, ia memutuskan untuk kembali tidur di sana. Sementara Theo, ia langsung meninggalkan rumah tanpa sepatah kata pun.Jam dinding sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam. Hingga saat ini ia tak melihat tanda-tanda bahwa Theo pulang ke rumah. Ke mana dia? Apa dia baik-baik saja? Elise merasa khawatir dalam hati. Tiba-tiba ia teringat sesuatu yang disimpannya di dalam laci nakas saat masih tidur di sana. Ia beringsut mendekat ke arah laci, lalu membukanya.Sebuah amplop coklat berisikan lembaran foto Theo bersama seorang wanita. Tak hanya di e-mail, ia juga mendapatkan foto cetak yang dikirim ke klinik. Entah siapa yang mengiriminya. Saat menanyakannya pada Amy, gadis itu juga kebingungan. Amy sudah bertanya kepada si kurir, tapi hasilnya nihil. Si kurir hanya diminta untuk mengantarkan amplop itu ke klinik.Elise menahan nafas melihat setiap lembaran foto itu. Tak satu pun dari foto-foto terseb

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 38

    Rahangnya mengeras saat membaca kalimat teratas yang tertera di kertas itu. Surat perceraian. Ditambah lagi ucapan Elise di waktu bersamaan, membuat Theo nyaris kehilangan kendali atas dirinya. Nafasnya menderu cepat. Ia tak menyangka jika hal semacam ini yang akan menyambutnya saat pulang."Aku ingin bercerai darimu." ujar Elise datar. Tatapannya kosong.Theo setengah mendengus setengah tergelak. "Apa katamu? Bercerai?"Elise menganggukkan kepalanya pelan, tanpa sedikit pun membalas tatapan Theo.Detik itu juga, tanpa pikir panjang, Theo langsung merobek kertas tersebut. Elise yang melihat hal itu langsung tersentak dan menatapnya tak percaya."Tidak ada kata perceraian di antara kita." gumam Theo dengan nada rendah, namun penuh penekanan."Apa yang kau lakukan? Kenapa kau merobeknya?""Apa ucapanku barusan tak cukup jelas?" Theo melangkah mendekati istrinya yang tampak ketakutan, seperti melihat monster yang hendak menerkamnya.Elise spontan melangkah mundur. Langkah demi langkah, a

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 37

    "Sebaiknya dia dipisahkan dulu dari saudaranya yang lain, supaya proses penyembuhan lukanya lebih maksimal." kata Elise pada wanita si pemilik kucing Persia yang sejak tadi tampak cemas melihat kondisi salah satu kucing kesayangannya yang sempat terluka, namun tidak parah.Wanita itu mengangguk paham. "Baik, dok. Terima kasih banyak."Elise tersenyum sekaligus melambaikan tangan ke arah si kucing yang sejak tadi menatapnya dengan tenang. Setelah mereka meninggalkan ruangan, Elise akhirnya bisa duduk kembali di bangkunya. Ia meneguk segelas air di atas meja sebelum menyandarkan tubuh di sandaran kursi.Sejak hamil, ia merasa jadi lebih mudah lelah. Tapi untung saja sejauh ini ia belum pernah merasa mual saat sedang menangani pasien. Jika sampai itu terjadi, kehamilannya pasti akan diketahui oleh Nathan dan Amy. Hingga saat ini, Elise masih memilih untuk merahasiakannya dari mereka. Tidak ada yang tahu soal kehamilannya, selain dirinya dan dokter Moris.Suara ketukan pintu membuyarkan l

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 36

    "Sudah dua minggu ini Theo tidak menjawab teleponku."Kelly Dempsey berpura-pura menunjukkan raut prihatin saat mendengar keluhan Jessica Blake. "Dia pasti sangat marah karena Anda bersikap kasar pada Elise."Jessica menyeruput teh hangatnya dengan sebal. "Aku ibunya. Seharusnya dia lebih menuruti perkataan ibunya, bukannya wanita itu!" gerutunya.Suasana kafe pagi itu belum terlalu ramai. Ruangan luas bernuansa klasik itu sering menjadi tempat pertemuan para konglomerat kota. Entah itu untuk membicarakan bisnis atau sekadar duduk-duduk menikmati pagi yang cerah. Aroma kopi yang semerbak membuat tempat itu terasa nyaman. Awalnya Kelly berniat mengajak Jessica untuk bertemu demi menarik perhatian dan mendapatkan hatinya. Tapi siapa sangka ternyata pagi itu ia justru mendapat telepon dari Jessica yang mengajaknya untuk bertemu di sana."Aku tidak yakin jika Theo akan datang kemari." ujar Jessica lagi sambil menyesap tehnya."Dia pasti datang. Percayalah padaku." sahut Kelly menenangkan

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 35

    "... Nyonya,"Suara Bibi Bernadeth yang semula terdengar sayup, kini terdengar jelas di telinga Elise. Wanita itu membuka mata dan mendapati Bibi Bernadeth sedang berdiri di hadapannya, menatapnya cemas.Elise lekas menegakkan badan dan seketika ia teringat bahwa saat itu ia berada di ruang tengah, terbaring di atas sofa yang cukup empuk dengan balutan selimut.Tunggu. Selimut?Elise menatap benda itu sejenak dengan heran. Rasanya ia tidak membawa keluar selimut saat terakhir kali meninggalkan kamar. Siapa yang menutupi tubuhnya dengan selimut?Pikirannya buyar ketika mendengar suara Bibi Bernadeth yang berbicara padanya. "Nyonya, apa Anda baik-baik saja? Kenapa Anda tidur di sini?""O-oh, ini..." Elise mendadak gagap. Tapi ia segera menemukan jawaban yang masuk akal, setidaknya untuk Bibi Bernadeth. "Kemarin malam aku terbangun dan sulit tidur kembali. Jadi aku keluar kamar untuk duduk sebentar. Tapi ternyata aku ketiduran." sahutnya dengan seulas senyum kecil.Bibi Bernadeth mengang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status