Share

Bab 3 - Someone

Author: Author Lee
last update publish date: 2024-06-12 17:56:56

Pagi-pagi sekali Elise menyibukkan diri di dapur, sudah dengan penampilan dan pakaian yang rapi. Ia membuat sandwich sebagai menu sarapan Theo dan segelas susu.

Apa yang terjadi malam tadi masih membuat perutnya berbunga-bunga, sampai-sampai ia bangun lebih awal. Meskipun ini bukan pertama kalinya, tapi ini yang membuat Elise setidaknya merasa dicintai oleh suaminya. Agak miris. Walaupun ia tak tahu pasti apakah Theo melakukannya atas dasar cinta atau nafsu belaka.

Tapi Elise tidak ingin memikirkannya. Perlakuan Theo padanya selama ini sudah cukup membuat hatinya sakit. Ia tidak ingin menambah rasa sakitnya lagi dengan mencari tahu kebenarannya.

"Selamat pagi," sapa Elise lembut ketika melihat Theo keluar dari kamar.

Elise suka melihat penampilan suaminya pagi itu. Theo mengenakan kaos putih dan celana panjang yang terlihat pas di tubuhnya, dengan rambut gelapnya yang sedikit berantakan. Pria itu terlihat menarik, meskipun sorot matanya yang dingin masih membuat bulu kuduk Elise bergedik.

Theo tidak menjawab, seperti biasanya. Ia langsung duduk dan meletakkan ponselnya di atas meja makan. Ia menikmati sarapannya tanpa berkomentar.

Elise menarik bangku dan duduk di sebelah Theo, ketika pria itu berkata, "Aku tidak akan makan malam di rumah hari ini." ujarnya datar.

Alis Elise terangkat. "Kenapa?"

Theo langsung menoleh kearahnya dan membalas tatapannya dengan tajam. "Bukan urusanmu."

Seketika Elise tertunduk dan tidak berkata apa-apa lagi. Sebenarnya ia merasa tidak adil. Setiap hal yang ingin dilakukannya, Elise harus melaporkannya pada Theo. Tapi pria itu sendiri? Ia akan memberikan jawaban yang sama setiap kali Elise bertanya. Elise benar-benar merasa tidak dianggap oleh suaminya.

Ponsel Theo di atas meja makan berdering. Pria itu langsung menjawab telepon. Elise merasa penasaran ketika melihat raut wajah Theo yang berubah melunak saat berbicara di telepon. Siapa yang menelepon? Kenapa sikap Theo langsung berubah begini?

"Ya, ya, aku tidak lupa. Tenang saja. Aku akan menjemputmu di bandara sore nanti." ujar Theo dengan nada ringan. Caranya berbicara sangat jauh berbeda dengan cara bicaranya selama ini pada Elise. "Jangan lupa kirimkan padaku detail penerbanganmu." tambahnya lagi sambil meneguk susu hangatnya. "Oke, semoga penerbanganmu lancar. Sampai nanti."

Elise yang melihat perubahan sikap Theo yang amat drastis itu tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. "Siapa yang menelepon?" tanyanya hati-hati.

Theo kembali melemparkan tatapan sinis ke arahnya. "Kau tidak perlu tahu."

"Tapi aku ini istrimu. Aku berhak tahu!"

Entah apa yang membuat Elise begitu berani pagi itu. Ini pertama kalinya ia bersikap selancang itu pada Theo. Selama ini ia hanya akan tertunduk dan menurut. Tapi tidak untuk kali ini.

Theo setengah tergelak setengah mendengus. "Apa katamu? Kau berhak tahu?" ulangnya dengan nada meremehkan. "Apa kau lupa dasar dari pernikahan ini?"

Elise seketika terdiam. Ya, pernikahan ini tidak didasari oleh cinta. Tapi kepentingan masing-masing. Elise jelas tidak lupa akan hal itu.

"Kalau bukan karena aku yang menolongmu malam itu, kau mungkin sudah ditangkap dan dijual pada pria hidung belang." ujar Theo santai.

Ucapannya barusan cukup menyakitkan hati Elise. Tapi wanita itu tidak diam saja. Kali ini ia membalas, "Dan kau juga tidak bisa melupakan jasaku. Kalau aku tidak menerima tawaranmu, mungkin kau akan dicap sebagai seorang Gay oleh orang-orang sampai sekarang."

Rahang Theo seketika mengeras. Sorot matanya yang gelap membuat sekujur tubuh Elise membatu. Rasa takut mulai merambat dalam dirinya, meskipun apa yang baru saja dikatakannya itu tidak salah.

"Jangan sombong, Elise Bowman. Aku bisa mengajak perempuan lain untuk bekerja sama denganku waktu itu kalau kau menolak." desis Theo seraya berdiri dan meninggalkan meja makan. Sepertinya suasana hatinya berubah memburuk setelah mendengar ucapan Elise.

Sebelum Elise sempat minta maaf, terdengar suara pintu dari arah kamar yang dibanting cukup keras. Pria itu benar-benar marah. Elise hanya bisa mendesah keras dan menyeka air mata yang nyaris menyucur di sudut matanya. Lagi-lagi pria itu berhasil membuatnya menangis.

***

"Ini kopimu, dok."

Seorang gadis muda berpakaian rapi masuk ke dalam ruangannya dan menyodorkan segelas kopi panas pada Elise yang saat itu sedang duduk melamun di meja kerjanya.

Gadis yang kerap disapa Amy itu adalah salah satu karyawan di klinik yang bertugas sebagai kasir dan juga mengurus keperluan administrasi pasien. Elise bersyukur karena Amy tidak ikut-ikutan berhenti dari pekerjaannya. Jika tidak, Elise tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi padanya dan klinik.

"Terima kasih." sahut Elise dengan seulas senyum. Kemudian Amy pun meninggalkan ruangan.

Perasaannya menjadi sedikit lebih baik setelah menyesap kopi panas buatan Amy. Pertengkarannya dengan Theo pagi tadi membuat pikirannya agak terganggu.

Apa sebaiknya aku minta maaf padanya?

Dua detik kemudian, Elise menggelengkan kepala. Tidak, tidak. Untuk apa aku minta maaf? Selama ini dia juga tidak pernah merasa bersalah karena sudah menyakiti perasaanku. Persetan!

Elise mendengus sebal dan beralih ke layar laptopnya. Lebih baik ia bekerja dengan baik tanpa memikirkan pria jahat itu.

Sepuluh menit baru saja berlalu dengan tenang ketika tiba-tiba Amy mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangannya.

"Dok, ada seseorang yang datang mengantarkan lamaran. Apa anda ingin langsung bertemu dengannya?"

Elise langsung melompat dari bangkunya. "Tentu, suruh dia masuk menemuiku." serunya berseri-seri.

Amy mengangguk dan segera memanggil si pelamar untuk langsung menemui Elise. Kurang dari semenit, pintu kembali terbuka dan sosok seorang pria bertubuh tinggi berpenampilan rapi muncul di ambang pintu.

Senyum penuh semangat di wajah Elise seketika sirna. Kedua matanya melebar dan nafasnya terhenti selama beberapa detik. Ia nyaris kehilangan suaranya. "N-Nathan?" ucapnya terbata-bata.

Jonathan Nilsson, sahabat sekaligus teman masa kecil Elise yang selama ini menghilang entah ke mana tiba-tiba muncul di hadapannya. Pria itu berdiri di ambang pintu dengan tatapan kaget, seperti yang dilakukan Elise.

Raut wajah Jonathan Nilsson yang semula tampak kaget itu langsung melunak. Seulas senyum hangat terukir di wajah tampan pria itu. "Elise, sudah lama kita tidak bertemu."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 72

    Atas desakan Elise, akhirnya mereka meninggalkan vila pagi itu. Setelah menghabiskan waktu sejenak untuk berendam di bak air hangat bersama, lalu sarapan ringan, Theo melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dan kembali ke kota. Di sepanjang perjalanan, Elise tidak banyak berbicara. Ia lebih banyak diam menikmati pemandangan alam yang indah di luar jendela. Pemandangan yang belum tentu bisa didapatkannya setibanya di kota nanti. “Aku sudah memberitahu kakek bahwa kita akan pulang hari ini.” kata Theo di sela keheningan. “Kalau memungkinkan, kakek ingin kita mampir dan makan malam di sana.” tambahnya lagi sambil menoleh ke arah Elise sekilas, lalu kembali menatap jalan di hadapannya. “Boleh saja,” sahut Elise ringan. Sebenarnya ia juga sudah cukup merindukan para anggota keluarga yang lain. Mereka sangat jarang bertemu akhir-akhir ini. Mereka tiba di pekarangan rumah tepat saat waktu menjelang makan siang. Kepulangan mereka disambut hangat oleh Bibi Bernadeth yang terlihat sud

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 71 [21+]

    Dengan sekali gerakan halus Theo berhasil melucuti gaun tidur satin yang dikenakan oleh Elise malam itu.Gaun tidur indah namun cukup tipis itu jatuh sempurna ke atas lantai granit yang mengkilap dan dingin. Kini tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh indah istrinya.Kepalanya yang semula bersandar di pundak Elise kini bergerak mendekat ke leher Elise, menikmati aroma wewangian lembut dari tubuh wanita itu.Elise menggeliat geli ketika ujung hidung Theo yang mancung mulai bergerak mengitari lehernya yang jenjang. Nafas panas Theo terasa jelas di kulitnya yang kini terekspos sepenuhnya.Seulas senyum sumringah diam-diam terukir di wajah Theo saat menyadari tubuh istrinya yang menerima setiap sentuhan darinya.Kedua tangan besar Theo bergerak turun perlahan, dari pundak menuju ke arah pinggang Elise. Sentuhannya lembut, seakan takut jika kasar sedikit saja, permukaannya akan terluka.Kulit tubuh Elise terlalu indah untuk disentuh dengan kasar. Putih bersih dan terasa sangat le

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 70

    Kedua matanya belum bisa terpejam meski malam sudah semakin larut. Apa yang dikatakan Theo pagi tadi padanya membuat Elise tidak berhenti memikirkannya.Apa yang sebenarnya diinginkan Felix Davis? Kenapa pria itu sampai datang ke rumahnya dan melakukan hal mengerikan semacam itu?Elise menoleh ke sosok pria yang berbaring di sampingnya itu. Kedua mata Theo terpejam. Tampak damai dan tenang.Garis wajahnya tegas dengan batang hidung yang tinggi. Bulu matanya yang panjang membuat rupanya nyaris sempurna. Diam-diam Elise tersenyum memperhatikan wajah tampan suaminya itu.Dengan gerakan perlahan, Elise menyibakkan selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Ia tidak ingin membangunkan Theo yang tampak terlelap nyenyak.Langkah kakinya terhenti di tepi kaca besar yang tak jauh dari ranjangnya. Langit malam itu tampak begitu gelap dan pekat. Pemandangan laut yang luas di luar sana tampak begitu mencekam.Di bawah sinar bulan yang terang, suara desiran ombak yang halus mengisi keheningan malam.

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 69

    Felix Davies.Nama seorang pria yang cukup membuat Elise terkejut. Ia turun dari atas tubuh Theo, lalu mendaratkan bokongnya di sofa. Elise diam cukup lama. Sementara Theo hanya diam memperhatikannya, tidak berusaha mendesak."Ya," Elise mengangguk. "Aku kenal dengan pria itu." gumamnya masih sambil berusaha mengingat. "Tapi aku tak benar-benar dekat dengannya. Kami hanya sebatas rekan praktek di klinik yang sama. Dia itu senior di kampus.""Kau sama sekali tak dekat dengannya?" ulang Theo lagi.Elise mengangguk. "Dia orang yang cukup ramah pada siapa pun. Dia juga sangat baik padaku. Tapi..."Tatapan Theo menjadi lebih dalam dan serius. "Tapi apa?""Menurutku dia agak aneh dan sedikit mengerikan." gumam Elise meringis. "Saat praktek bersamanya di sebuah klinik, ada seekor kucing yang memberontak saat hendak ditanganinya. Kupikir dia akan tetap bersabar dan berusaha membujuk. Tapi ternyata tidak."Alis Theo terangkat. Ia cukup penasaran dengan kelanjutan cerita Elise. "Lalu? Apa yang

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 68

    "Apa kalian sudah menemukan orang itu?" tanya Theo pada asisten pribadinya yang baru saja menelepon.Elise tengah berbincang di taman dengan Dion dan istrinya yang datang mengunjungi mereka di vila pagi itu. Sambil mengusap pelipisnya, ia memperhatikan sosok istrinya yang tampak ceria dari kejauhan. Wanita itu tampaknya sangat senang dengan tamu mereka.Sekitar setengah jam setelah mereka merapikan pakaian dan sarapan sehabis melakukan 'pemanasan' di dapur, terdengar suara bel berbunyi. Dari layar interkom Theo dapat melihat bahwa yang datang pagi itu adalah Dion dan istrinya. Mereka membawa buah-buahan segar sebagai buah tangan. Selanjutnya, mereka lanjut berbincang di taman belakang vila.Theo akhirnya menutup telepon setelah mendengar jawaban yang kurang memuaskan dari asisten pribadinya. Mereka belum menemukan orang itu, pria yang sudah membuat kekacauan dengan membakar halaman belakang rumahnya, juga yang dikatakannya sebagai masa lalu Elise.Terbersit di benaknya untuk bertanya

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 67 [21+]

    Cahaya matahari yang menembus masuk ke dalam kelopak matanya membuat Elise terjaga dari tidurnya. Langit di luar sudah terang saat Elise membuka mata. Ketika ia membalikkan badan, pria berwajah tampan di sebelahnya masih terlelap pulas. Theo tidak mengenakan pakaian. Bentuk tubuhnya yang atletis membuat wanita mana pun yang melihatnya pasti akan langsung jatuh cinta.Dengan punggung tangannya, Elise mengelus wajah suaminya yang tampak bersih tak bernoda. Dengkuran halus Theo membuatnya tersenyum. Sebuah pemandangan pagi yang sudah sejak lama didambakannya.Tak ingin mengganggu, Elise pun menyibakkan selimut yang sudah menutupi tubuh polosnya semalaman dan turun dari kasur. Ia mengambil celana dalamnya yang tercecer di atas lantai dan memakainya, lalu berjalan ke arah lemari pakaian. Ada beberapa helai pakaian Theo yang tergantung di sana. Ia kemudian mengambil asal salah satu kemeja putih milik pria itu, lalu mengenakannya. Ukurannya agak kebesaran, namun cukup untuk menutupi tubuhnya

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 65

    Alih-alih melanjutkan permainan panas, Theo justru beralih menyibukkan diri di dapur. "Aku tak ingin membiarkanmu pingsan karena kehabisan tenaga." begitu katanya setelah menyelesaikan permainan 'kedua' mereka tadi.Elise yang baru siap membersihkan diri di kamar mandi turun ke dapur dan menghampir

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 4 - Her

    "Jadi, kau belum memutuskan untuk menetap di sini?" tanya Elise pada Nathan yang saat itu duduk berhadapan dengannya.Jonathan Nilsson mengangguk sambil membenarkan posisi kacamatanya. "Aku masih memikirkannya."Elise mengangguk pelan sambil menyesap kopinya.Pria yang kerap disapanya Nathan itu ber

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 2 - His Dark Side

    Elise terjaga dari tidurnya. Suara petir yang keras di luar sana seketika membuatnya tersadar. Cahaya kilat yang menembus masuk dari balik korden membuat ruangan gelap itu terang selama beberapa detik. Ia ketiduran setelah bertengkar dengan Theo. Hujan turun deras di luar sana. Dengan bersusah paya

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 1 - Marriage Life

    BRAKKK!Theodore Blake memukul meja makan yang terbuat dari kayu berkualitas terbaik itu dengan keras. Elise hanya bisa tertunduk melihat suaminya murka."Bukankah sudah kubilang untuk segera mencari seorang asisten di klinik?" Theo membentaknya dengan suara tinggi. "Kenapa kau tidak pernah mendeng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status