Share

Bab 49

Author: Author Lee
last update Last Updated: 2026-02-19 18:28:06

Dering ponselnya membuat Kelly seketika tersentak dari tidurnya. Saat membuka mata, ia berada di sebuah ruangan yang agak tua dan bercat gelap. Jelas itu bukan ruang tamunya. Ia segera menegakkan badan dan selimut tipis yang menutupi tubuh telanjangnya jatuh. Rambut pirangnya berantakan.

Kelly meraih ponsel di atas meja kayu rendah dan ketika melihat nama yang tertera di layar, ia buru-buru menjawab. "Ya, tante?" sapanya, berusaha membuat suaranya terdengar sesegar mungkin.

"Kelly, bisa kita be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 51

    Ucapan Theo kemarin masih mengiang jelas di telinga Kelly. Ia melampiaskan rasa marahnya pada puntung rokok yang terselip di jemari lentiknya. Setelah mengembuskan asap putih dari mulutnya, ia menekan ujung puntung rokoknya dengan penuh penekanan hingga padam.Kelly tak bisa menerima semuanya begitu saja. Kenyataan sekaligus penolakan terang-terangan dari Theo.Theodore Blake tidak mencintainya lagi. Theodore Blake sudah punya seorang istri dan dia sangat mencintai istrinya itu. Theodore Blake tidak akan pernah kembali ke pelukannya lagi."Argh!!" Kelly mengerang kencang di ruang duduk apartemennya. Seorang diri. "Jika aku tak bisa bersamamu, maka tak ada seorang pun perempuan lain yang akan bersamamu, Theodore Blake!"Kelly meraih ponsel yang tergeletak di sampingnya. Ia mencari nomor telepon seseorang di kontaknya, dan setelah menemukannya, ia menyambungkan panggilan ke orang tersebut."Dokter Moris," sapanya ramah. Suaranya yang semula terdengar penuh amarah kini berubah menjadi sa

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 50

    Pagi-pagi sekali Theo sudah berada di rumah sakit. Subuh tadi, sekitar pukul 5, ia mendapat telepon dari rumah sakit karena ada salah seorang pasien yang butuh penanganan segera. Sekarang, waktu sudah menunjukkan hampir pukul sembilan. Ia sudah duduk di ruangannya dengan segelas kopi panas yang sudah disiapkan untuknya.Theo menempel ponsel di telinga. Punggungnya menyandar ke sandaran kursi dengan pandangan tertuju ke arah jendela. Hari ini langit di luar sana tampak cerah."Bibi Bernadeth," sapanya setelah teleponnya dijawab. Terdengar suara seorang wanita tua di seberang sana. "Apa Elise sudah bangun?" Theo diam sejenak mendengar jawaban Bibi Bernadeth. Lalu kepalanya mengangguk. "Oke, terus perhatikan dia. Jika dia terlihat kurang sehat, segera hubungi aku." Dan setelah mengucapkan pesan pentingnya itu, Theo menutup telepon.Theo baru saja akan meletakkan ponselnya kembali di atas meja ketika terdengar suara denting pelan. Sebuah pesan masuk. Ia membatalkan niat. Sebuah pesan dari

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 49

    Dering ponselnya membuat Kelly seketika tersentak dari tidurnya. Saat membuka mata, ia berada di sebuah ruangan yang agak tua dan bercat gelap. Jelas itu bukan ruang tamunya. Ia segera menegakkan badan dan selimut tipis yang menutupi tubuh telanjangnya jatuh. Rambut pirangnya berantakan.Kelly meraih ponsel di atas meja kayu rendah dan ketika melihat nama yang tertera di layar, ia buru-buru menjawab. "Ya, tante?" sapanya, berusaha membuat suaranya terdengar sesegar mungkin."Kelly, bisa kita bertemu sekarang? Aku sudah membatalkan jadwal meeting pagi ini. Mungkin sekitar 20 menit lagi aku tiba di tempat kita biasa bertemu." Terdengar suara Jessica yang berbicara padanya di seberang sana. Sama sekali tidak menaruh rasa curiga.Kelly mulai panik. Jika dipikir-pikir, jarak apartemen Nathan cukup jauh dari tempat yang dijanjikannya dengan Jessica. Dan lagi, ia belum mandi sama sekali. Apalagi tadi malam ia baru saja bercinta dengan Nathan yang menjilati hampir setiap bagian tubuhnya. Ia t

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 48 [21+]

    Panggilan berakhir setelah Kelly mengiyakan ajakan Jessica untuk bertemu besok. Ia mendengus sambil mencari nomor telepon lain di layar ponsel. "Sial, semuanya jadi berantakan!" gerutunya. Dan setelah menemukan nomor yang dicarinya, ia kembali menempelkan ponsel di telinga."Ada apa?" tanya pria di seberang sana tanpa basa-basi setelah panggilan tersambung. Ya, siapa lagi kalau bukan Nathan."Kita harus segera bertemu. Ada hal penting yang harus kubicarakan denganmu. Sekarang juga!" sahut Kelly ketus."Apa tidak bisa dibicarakan melalui telepon saja? Aku sedang malas keluar apartemen!"Kelly memutar bola mata dengan jengkel. "Tidak bisa. Otakku benar-benar kewalahan sekarang. Aku butuh hiburan."Nathan tergelak tanpa berkata apa-apa, membuat Kelly semakin kesal. "Aku akan ke tempatmu sekarang. Kau harus menghiburku!"Kelly langsung bangkit dari kasur dan menyambar kunci mobilnya. Butuh waktu sekitar dua puluh menit sebelum akhirnya ia tiba di sebuah bangunan tiga lantai. Bangunan itu

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 47

    Elise dapat melihat perubahan sikap Theo malam itu. Selama perjalanan pulang, mereka tidak berbicara sama sekali. Suasana di mobil hening, sampai-sampai membuat Elise mengantuk.Sepertinya dia marah setelah ucapanku tadi, batin Elise sedih. Maafkan aku, Theo. Aku tak punya pilihan lain. Aku tak ingin kau kehilangan segalanya yang telah kau perjuangkan karena bertahan denganku. Aku tak bisa...Elise tak tahu sejak kapan ia mulai terlelap. Niat awalnya ia hanya ingin memejamkan mata sejenak agar tidak terbawa suasana tegang yang terjadi di antara dirinya dan Theo. Tapi siapa sangka ia justru terlelap pulas hingga akhirnya tersadar ketika merasa dirinya melayang di udara.Ya, tubuhnya dibopong oleh Theodore Blake. Kedua tangan besar itu mengangkatnya keluar dari mobil dan detik itu pula Elise terperanjak kaget."T-Theo!"Theo seolah tak mendengarnya. Dari gelagatnya ia sama sekali tak berniat menurunkan Elise."Tolong turunkan aku!" bisik Elise mendesak ketika hal itu menjadi tontonan pa

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 46

    "Tuan, ada telepon dari Tuan Smith untuk Anda."Asisten pribadi Dalton masuk ke ruang tengah tepat ketika Theo kembali. Dalton langsung berdiri dan berkata pada para cucunya, "Aku tinggal dulu." katanya sebelum akhirnya meninggalkan ruangan itu.Kini hanya ada Theo dan Mia di ruangan itu. Mia yang melihat kesempatan itu langsung memanggil Theo untuk duduk di sampingnya. "Kak, ada hal yang perlu kukatakan padamu."Alis Theo terangkat. Wajah Mia terlihat sangat serius. Sepertinya hal yang benar-benar penting. Ia kemudian duduk di samping adiknya. "Ada apa?"Mia memutar badan, lalu berbicara dengan suara yang sangat pelan. "Kelly Dempsey, mantan kekasihmu itu, sepertinya dia punya rencana buruk.""Wanita itu?" Theo agak kaget ketika mendengar Mia menyebut nama Kelly Dempsey. Dan tentu saja ia tak terlalu menyukainya kalau seandainya Mia berteman dengan wanita jalang itu. "Kau kenal padanya? Dengar, sebaiknya kau jauhi dia. Wanita itu bukan wanita baik-baik."Mia menggelengkan kepala, lay

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status