Teilen

Bab 60 Merajuk

last update Veröffentlichungsdatum: 09.06.2026 21:06:43

.

.

.

Langkah Aldrich terhenti. Ia tidak pandai memperkirakan hal itu sebelumnya, hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar.

“Lo tunggu sini, gue yang bawa kakak ipar. Inget, action figure kesayangan gue udah launching hari ini. Besok lo harus dapetin barang itu buat gue gimana pun caranya,” ujar Bastian. Memanfaatkan momen untuk memeras bossnya.

“Iyaa, iya. Begitu besok kita balik, barang itu udah ada sampai di mejamu.”

Syarat yang Bastian ajukan bukanlah hal sulit. Entah sudah berapa banyak k
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 115 Ketahuan

    ...Bab 115Sepasang suami istri yang baru saja terbakar habis oleh gairah itu pun terkapar di atas ranjang. Dada yang naik turun berusaha mengatur napas, bulir peluh yang mengaliri hampir sekujur tubuh.Aldrich menarik Keeva masuk dalam dekapannya, membubuhinya dengan kecupan-kecupan manis.Setelah beberapa saat saling bertukar pelukan, Dara menjauhkan sedikit badannya. “Lengket, Al. Bersihin badan dulu.”“Iyaa.” Sebelum benar-benar turun dari ranjang, Aldrich kembali menghujani Keeva dengan kecupan-kecupan kecil yang membuatnya geli.“Stop Al! kamu masih ada agenda kegiatan hari ini, buruan siap-siap,” seru Keeva, sembari mendorong tubuh suaminya.Hari ini agenda mereka adalah meeting evaluasi kerja. Sementara Aldrich dia ada meeting dengan klien berwsama bastian di tempat lain yang masih ada di area resor.Keeva berjalan melangkah riang melewati koridor yang sepi karena semuanya sudah bersiap di resto untuk menikmati makan siang.Seharusnya memang Keeva makan sendiri saja sepert

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 114 Honey Moon

    ...Bab 114Keeva tetaplah Keeva. Beberapa menit terlibat adegan panas dengan Aldrich tetap saja saat ada notifikasi yang menandakan ada email masuk ia tetap bisa mendengarnya.“Al, aku liat bentar, yaa?”Keeva meringis di bawah kungkungan tubuh Aldrich. Keringat mereka masih bercampur, begitu juga dengan tubuh yang masih saling menempel menyalurkan kehangatan di tengah dinginnya cuaca Jogja.Aldrich terkekeh, mereka bahkan masih terengah-engah mengatur napas yang belum stabil setelah terlibat penyatuan panas beberapa menit lalu.“Please…” mohon Keeva.“Kamu nggak capek? Hm?”“Capek lah! Tapi bentaran doang cuma mau cek email.”Baiklah! Aldrich harus mengalah menghadapi istri yang gila kerja juga seperti dirinya. Pelan-pelan ia bangkit dari atas tubuh Keeva, kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.“Makasih, Al,” ucap Keeva riang. Laptop yang sudah tersinngkir ke atas nakas tadi ia ambil kembali.Beberapa menit Keeva menekuri laptopnya Aldrich tidak lantas tidur. Dia m

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 113 Tak Sengaja Berciuman

    ...Bab 113 KeevaHujan memang tidak terlalu deras begitu Keeva dan Aldrich sampai di resor, tetapi cukup membuat mereka berdua basah kuyup karena Keeva memaksa untuk menyelinap lewat pintu samping, yang lebih jauh menjangkau kamarnya.Usai berganti dengan pakaian yang kering, Keeva segera duduk di atas ranjang membuka laptopnya. Beberapa camilan sudah terkumpul di sekitarnya siap untuk Keeva absen satu per satu. Kecuali susu dinginnya. Aldrich menggantinya dengan susu hangat yang ia pesan di resto lantai bawah.Aldrich paham sekali istrinya tidak bisa jauh-jauh dari laptop dan segala yang menyangkut Iris Drive. Ia pun segera beranjak menyusul ke atas ranjang untuk menemaninya.“Eh, kenapa? Kamu udah mau tidur, yaa? Aku pindah sofa aja,” ujar Keeva buru-buru menyingkirkan jajannya.“Nggak. Sini aja, aku temenin. Kita bisa sambil diskusi jadinya.”Keeva memperhatikan lama wajah suaminya. Satu tangannya menopang dagu, tertahan di atas paha. “Nggap apa-apa emang? Kamu nggak capek?”“Ng

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 112 Kondom

    ...Bab 112Hampir satu jam konser seheila on 7 berlangsung, belum ada tanda-tanda Keeva minta pulang. Perempuan itu masih asyik menggoyang-goyangkan badannya mengikuti irama lagu sementara Aldrich posisinya tepat di belakang Keeva. Mata elangnya tidak bisa lengah memperhatikan sekitar.Meski sangat jarang penonton Sheila on 7 rusuh, tetap saja Aldrich merasa menonton konser di tengah lautan manusia akan sangat tidak aman untuk keselamatan istrinya dari tangan-tangan jahil penonton lain, terutama pria hidung belang yang mengambil kesempatan.“Keeva, ini udah satu album. Kamu bilang satu lagu doang, loh!” seru Aldrich tepat di samping telinga Keeva.Istrinya nyengir kuda. “Bentar lagi, yaa?”“Hujan, Keeva!” desis Aldrich. Mulai geram.Bukan sekedar marah karena Keeva tidak mau pulang, masalahnya sekarang hujan turun lagi. Dan baju mereka sudah basah oleh keringat yang bercampur gerimis.Aldrich menggunakan telapak tangannya untuk menutupi kepala Keeva.“Nggak usah, Al. Kita hujan-hu

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 111

    ...Bab 111Aldrich terkekeh keras. Mendapati wajah terpukul istrinya, ada rasa tidak tega sekaligus lucu.“Hei, di sebelah itu kamar Sania. Aku nggak tahu siapa laki-laki yang ada di dalam. Kamu juga denger, kan? Apa jangan-jangan…”Buru-buru Keeva berjinjit menutup mulut Aldrich, menghalangi hal memalukan yang akan keluar dari mulutnya. Keeva malu sekali, ya ampun! Hampir saja dia mau menceburkan diri ke laut demi meredam kesedihannya yang merasa dikhianati.“Jadi bener? Kamu ngira aku yang ada di kamar sebelah?” ulang Aldrich, menahan tawanya.Keeva spontan mencubit pinggang suaminya. “Y-ya lagian kamu. Ngilang dari siang, dan terakhir aku liat kamu sama Sania. Peluk-pelukan gitu. Jadi, nggak salah dong! Kalau aku nebak itu kamu?” seru Keeva menggebu-gebu. Lalu, mengerucutkan bibirnya.Melihat Keeva cemberut begitu, Aldrich tertawa kecil. “Oke, sorry. Aku emang anterin Sania tadi siang. Tapi cuma sampai ke petugas medis doang abis itu aku pergi. Nggak sengaja ketemu partner bisn

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 110 Suara Dari Kamar Sebelah

    ...Bab 110Keeva tersenyum kecut, berusaha meredam debaran jantungnya yang hampir berhenti berdetak. Tidak ingin melihat adegan menyakitkan itu lebih jauh, Keeva menyeret langkahnya menuju kamar.Pintu tertutup dengan suara bantingan kasar, lalu Keeva menguncinya. Sania memang adiknya, Keeva tahu itu. Namun, tetap saja mereka tidak lahir dari rahim yang sama dan dari penglihatan Keeva bisa tahu wanita itu punya rasa yang lebih pada suaminya.Hingga malam hari Keeva masih mengunci diri di kamarnya. Ia tak berminat sama sekali untuk berkumpul bersama yang lainnya untuk makan malam di tepi pantai. Bahkan mood belanja dan mengekplore Jogja hari itu lenyap sudah.Semua gara-gara jalang Sania!Bastian membawakan makan ke kamar, lalu camilan, Keeva menolaknya. Tak ada makanan atau minuman apa pun yang masuk dalam perut Keeva sejak siang. Isi kepalanya penuh oleh berbagai asumsi liar tentang Aldrich dan Sania yang sampai saat ini belum juga kembali.“Bisa gila aku lama-lama di sini,” gumam

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 7 Satu Kesempatan Lagi

    “Mau apa kamu kesini?” tukas Bu Nadia. Suara ketus itu menyambar bahkan sebelum pintu terbuka sepenuhnya.Keeva membuka mulut, tapi belum sempat bersuara ibunya lebih dulu membuang muka. Tangannya tetap menahan gagang pintu. Tidak memberi akses Keeva untuk masuk.“Dasar nggak tahu terima kasih! Su

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 6 Cerai

    Keeva melangkah lebar keluar dari rumah. Aditya sudah pergi beberapa waktu lalu dan ia sama sekali tidak berminat menyusulnya. Ia hanya ingin menikmati udara malam sendirian, guna mendinginkan kepala penuh beban yang tak mau reda.Tujuannya jatuh pada bar di pusat kota. Sebelumnya ia tak pernah me

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 5 Insiden Kantor

    Bab 5 Insiden di KantorPrangg!“Aww!” pekik Indah.“Duh! Maaf. Maaf bu Keeva saya tidak sengaja,” imbuhnya lagi. Wajahnya menunduk dengan jemari saling bertaut di depan sisa-sisa bingkai foto yang hancur berantakan.Aditya sigap berlari menghampiri dan memeriksa tangan Indah dengan raut wajah yan

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 4 Awal yang Sempurna

    Bab 4“Keeva!”Keeva memutar badannya untuk melihat siapa yang memanggil. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis saat tahu yang memanggilnya adalah asisten Aditya. Sahabatnya juga yang menemani mereka merintis perusahaan itu dari nol.Bara tampak tertegun sejenak. Matanya menyisir penampilan baru Kee

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status