Share

Bab 5

Author: Richy
“Kalau kamu masih galak padaku, bakal kuceritakan semua kejadian tadi malam ke kakak!”

Perkataannya itu benar-benar mengejutkanku. Tak disangka, gadis yang terlihat polos ini, ternyata punya hati yang begitu licik.

Aku merendahkan suaraku,

“Kejadian tadi malam itu murni nggak sengaja, kamu cepat minum obat ini.”

Sambil bicara, aku mengeluarkan obat kontrasepsi darurat yang baru kubeli dari dalam saku, lalu menyodorkannya ke hadapannya.

Selina melihatnya sekilas, lalu bertanya,

“Ini obat apa?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 7

    Pada hari perceraian, senyuman yang terlihat aneh terukir di sudut bibir istriku.Senyuman itu membuat hatiku getir. Masalah ini jelas tak sesederhana yang kubayangkan.Pada hari saat aku kembali ke rumah untuk membereskan barang-barang, Selina sedang duduk di dalam rumahku.Sambil memegang lembaran keterangan aborsi, dia berkata, “Kak, jasaku paling besar dalam masalah ini, jadi rumah ini milikku.”Senyumannya itu membuatku merasa sangat menjijikkan.Apa maksudnya?Sepertinya memang ada konspirasi tersembunyi di balik ini semua. Ucapannya terdengar ambigu dan senyumannya sangat dingin. Seketika, aku sadar bahwa ini adalah sebuah jebakan yang sudah direncanakan sejak awal.Setelah membereskan barang-barang dan meninggalkan rumah itu, aku kembali dan tinggal di rumah orang tuaku.Melihatku pulang dalam keadaan terpuruk, orang tuaku tak bertanya sepatah kata pun. Mereka hanya diam-diam mengosongkan satu kamar untukku.Aku mengurung diri seharian tanpa keluar kamar, berulang kali mengin

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 6

    Tadi malam, aku sempat mengira dia hanyalah seorang gadis polos yang belum paham masalah duniawi.Namun, kalau dilihat-lihat sekarang, gadis ini memang sengaja ingin hamil.Sebenarnya, apa yang dia cari?!Setelah selesai makan, aku membawa istriku dan Selina pulang ke rumah.Malam harinya, saat berbaring di atas ranjang, aku terus berguling dan tak bisa tertidur.Aku menatap langit-langit kamar, sementara di telingaku terdengar deru napas istriku yang teratur.Keesokan harinya, Selina berinisiatif mendatangiku.“Kakak ipar, bantu aku cari pekerjaan, dong. Aku nggak mau menumpang gratis di rumah kalian. Nanti kalau sudah punya uang, aku bakal bayar sewa padamu.”Setelah berpikir sejenak, aku pun berkata, “Kebetulan ada restoran di lantai bawah komplek. Kamu bisa kerja jadi pelayan di sana dulu. Sebulan bisa dapat gaji 8 juta, hanya saja akan sedikit capek.”Selina mengangguk dan menjawab, “Nggak apa-apa, aku nggak takut capek.”Usai bicara, aku langsung membawanya ke restoran itu untuk

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 5

    “Kalau kamu masih galak padaku, bakal kuceritakan semua kejadian tadi malam ke kakak!”Perkataannya itu benar-benar mengejutkanku. Tak disangka, gadis yang terlihat polos ini, ternyata punya hati yang begitu licik.Aku merendahkan suaraku, “Kejadian tadi malam itu murni nggak sengaja, kamu cepat minum obat ini.”Sambil bicara, aku mengeluarkan obat kontrasepsi darurat yang baru kubeli dari dalam saku, lalu menyodorkannya ke hadapannya.Selina melihatnya sekilas, lalu bertanya, “Ini obat apa?”Khawatir dia tak paham, aku menjelaskan dengan sangat jelas, “Ini obat pencegah kehamilan. Kejadian tadi malam bisa membuatmu hamil, cepat makan ini sekarang, biar masalahnya nggak semakin membesar.”Selina menatap obat itu sekilas, lalu malah langsung menepisnya hingga jatuh ke lantai.Dia bergumam, “Aku nggak mau minum obat seperti ini!”Aku bergegas membungkuk untuk memungut obat itu, mengusap debu yang menempel menggunakan lengan baju, lalu menyodorkannya lagi ke depannya dengan suara yang s

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 4

    Istriku menghentikanku, “Apain kamu begitu buru-buru mau keluar? Baru saja sampai rumah, istirahat dulu sebelum pergi lagi. Lihat, kamu sampai berkeringat.”Aku berusaha keras menekan rasa panik dan tersenyum paksa, “Ada urusan dadakan di kantor, harus tanda tangan kontrak dan wajib selesai hari ini juga. Kalau terlambat nanti bakal nggak keburu.”Dia mengerutkan kening dan masih ingin bertanya lagi, tapi aku bergegas mengambil jaket dan langsung keluar tanpa berani menoleh ke belakang lagi.Aku naik mobil dan langsung melaju menuju apotek.Hari pertama di tahun yang baru memang macet parah. Mobilku melaju merayap seperti kura-kura, membuatku panik sampai memukul-mukul setir.“Sialan, bisa lebih cepat nggak, sih?! Kalau sampai kelewatan batas waktu terbaik untuk minum obat, nggak ada cara lain selain pergi aborsi di rumah sakit!”Untungnya, aku sangat hafal jalanan di sini, jadi langsung menerobos jalan kecil dan melalui jalan pintas.Akhirnya, aku berhasil menemukan sebuah apotek.Beg

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 3

    Rasanya tubuhku hampir luluh sepenuhnya, terasa seperti ada ribuan semut yang terus-menerus merayap masuk ke dalam hatiku.Organ dalam tubuhku seakan mendidih dan meledak saat ini, rasanya semua sel-selku seperti mau meledak.Sama sekali tak disangka, niatnya datang merayakan tahun baru di rumah mertua, malah mengalami kejadian seperti ini.Aku berani bersumpah mempertaruhkan nyawaku, Selina pasti masih perawan.Entah ini bakal jadi pertanda baik atau buruk.Selina mendesah pelan. Dia juga sangat takut membangunkan orang tuanya, makanya berusaha keras menahannya agar desahannya tak terdengar terlalu keras. Tubuhnya bahkan ikut bergoyang ke depan dan ke belakang.Aku ingin menarik diri keluar pun tak bisa.Istriku ada di belakang, menahanku kuat-kuat, tak membiarkanku bergeser mundur ke belakang.Istriku tak tahu bahwa tindakannya ini secara tak sengaja malah memuluskan terjadinya hubungan antara aku dan Selina. Jika dia sampai tahu, entah apa yang bakal dipikirkannya.Aku terjepit dari

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 2

    Selina tersenggol olehku dan merasa kurang nyaman, jadi dia pun mengubah posisi tidurnya membelakangiku.Awalnya kupikir semuanya bakal aman kalau dia membelakangiku.Namun siapa sangka, Selina punya kebiasaan tidur dengan posisi menungging.Sebagian besar bokongnya malah masuk ke dalam selimutku.Yang semakin membuat darahku berdesir hebat, aku juga sedang tidur menyamping dan bokongnya menempel tepat di bagian vitalku!Astaga!Bokong montok ini terasa sangat kenyal dan lembut, sentuhannya benar-benar membuatku terbuai.Hasratku langsung membumbung tinggi, timbul rasa geli yang terus-menerus merangsang sarafku.Aku terjepit di antara istriku dan Selina. Jika maju bakal menempel pada Selina, tapi kalau mundur malah menghimpit istriku.Maju salah, mundur pun salah.Terjepit di tengah seperti ini benar-benar membuat tidurku tak nyaman.Suhu ranjang pemanas ini semakin lama semakin membara, di dalam selimut pun terasa semakin panas.Aku masih memakai celana panjang wol yang tebal, membuat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status