Share

Bab 2

Author: Richy
Selina tersenggol olehku dan merasa kurang nyaman, jadi dia pun mengubah posisi tidurnya membelakangiku.

Awalnya kupikir semuanya bakal aman kalau dia membelakangiku.

Namun siapa sangka, Selina punya kebiasaan tidur dengan posisi menungging.

Sebagian besar bokongnya malah masuk ke dalam selimutku.

Yang semakin membuat darahku berdesir hebat, aku juga sedang tidur menyamping dan bokongnya menempel tepat di bagian vitalku!

Astaga!

Bokong montok ini terasa sangat kenyal dan lembut, sentuhannya benar-benar membuatku terbuai.

Hasratku langsung membumbung tinggi, timbul rasa geli yang terus-menerus merangsang sarafku.

Aku terjepit di antara istriku dan Selina. Jika maju bakal menempel pada Selina, tapi kalau mundur malah menghimpit istriku.

Maju salah, mundur pun salah.

Terjepit di tengah seperti ini benar-benar membuat tidurku tak nyaman.

Suhu ranjang pemanas ini semakin lama semakin membara, di dalam selimut pun terasa semakin panas.

Aku masih memakai celana panjang wol yang tebal, membuat seluruh tubuhku sangat gerah.

Tak bisa terus dibiarkan.

Aku melepas celana wolku dengan hati-hati, lalu menggunakan kaki untuk menendangnya keluar.

Bagian bawah tubuhku sekarang hanya tersisa celana dalam dan rasanya jauh lebih lega.

Yang membuatku semakin nyaman adalah lapisan kain antara aku dan Selina berkurang satu lapis, membuat rasanya semakin menantang.

Sel-sel di seluruh tubuhku seolah mau meledak, seperti ada ribuan semut yang merayap di dalam tubuh.

Istriku sedang tidur nyenyak, sama sekali tak tahu apa yang sedang kulakukan.

Ada sensasi kenikmatan seperti sedang berselingkuh di dalam hatiku. Apalagi melakukannya tepat di samping istri sendiri, rasa berdebarnya semakin menjadi-jadi.

Biasanya tidak ada gairah di antara aku dan istriku, tapi saat ini, diriku malah menemukan kembali perasaan itu pada tubuh adiknya.

Hati kecilku diliputi rasa bersalah akan hal terlarang ini, sehingga aku tak kunjung berani melewati batasan ini.

Bokong Selina terus-menerus menempel ke tubuhku.

Reaksi tubuhku semakin menjadi-jadi sampai otakku kehilangan kemampuan berpikir.

Kenikmatan dari gesekan itu langsung menguasai seluruh pikiranku.

Aku sampai tak tahan untuk ikut memberikan sedikit dorongan.

Tepat pada saat itu, akhirnya Selina tak sanggup menahannya dan bergumam pelan.

“Kakak ipar, kok kamu menyembunyikan tongkat di bawah sana? Rasanya geli sekali menempel di sana.”

Aku panik setengah mati dan bergegas menarik keluar benda milikku itu, lalu menggesernya ke samping.

Untungnya, suara Selina sangat pelan dan orang-orang di atas ranjang sudah pada tidur, jadi tak ada yang mendengar.

Jika kata-kata tadi terdengar oleh istriku, habis sudah riwayatku!

Selina benar-benar terlalu polos, masa hal sensitif antara pria dan wanita seperti ini pun tak paham?

Mungkin karena pendidikan di desa masih tertinggal, orang tuanya juga tak pernah mengajarinya.

Sudah umur 19 tahun, tapi pengetahuannya masih polos sekali.

Meski tak paham, tubuhnya sangat jujur.

Selina malah melepaskan celananya sendiri hingga setengah.

Bokongnya yang telanjang meluncur masuk ke dalam selimutku.

“Kakak Ipar, kok rasanya nyaman sekali tadi. Coba lagi, dong.”

Saat ini, Selina berada dalam kondisi setengah sadar. Dia sama sekali tak tahu dampak apa yang bisa ditimbulkan dari perbuatannya ini!

Mana mungkin aku bisa menahan diri menghadapi bokong mulus dan lembut yang menempel padaku ini.

Tanganku mulai tak bisa diam dan terus meremasnya.

Sensasinya ratusan kali lipat lebih nikmat daripada milik istriku!

Sangat halus, terasa lembut bagaikan telur yang baru dikupas kulitnya.

Mungkin karena usapanku terlalu nyaman, Selina sampai tak bisa menahan diri dan mulai mendesah pelan.

Sambil mendesah, dia bahkan memohon padaku, “Kakak Ipar, jangan hanya pakai tangan, dong. Diusap begitu malah buat aku semakin geli. Cepat pakai tongkatmu itu untuk membantuku menghilangkan rasa gelinya.”

Mendengar itu, gejolak emosiku benar-benar mencapai puncaknya.

Jika dalam situasi biasanya, aku pasti akan langsung menggendongnya dan melampiaskan semua gairah.

Namun, bagaimanapun juga ini di rumah istriku! Ayah dan ibu mertuaku juga sedang tidur tepat di samping kami.

Jika sampai ketahuan, aku bisa dikuliti hidup-hidup.

Meski saat ini hatiku seperti ada ratusan semut yang merayap, aku hanya bisa menahan rasa geli itu dan berusaha keras mengendalikan gejolak tubuhku.

Setelah beberapa saat, Selina melihatku tak kunjung melakukan gerakan apapun.

Dia malah langsung mengulurkan tangannya, menggenggam benda milikku dan memasukkannya ke sela-sela belahan bokongnya!

Cengkeraman tangan mungil itu hampir saja membuatku lepas kendali.

Untungnya masih terhalang selembar celana dalam, jadi tak sampai terjadi hal yang melewati batas.

Namun, Selina masih merasa kurang puas. Dia malah mencengkeram ujung celana dalamku dan menariknya ke bawah dengan kuat!

Seketika, benda milikku yang besar itu melompat keluar.

Menempel ketat pada bokong Selina, rasanya panas membara.

Tubuh Selina tampak gemetar pelan tanpa disengaja, sepertinya dia benar-benar menginginkannya.

Beberapa tindakan berturut-turut barusan membuatku yakin akan satu hal.

Selina tak mungkin tak paham soal hubungan pria dan wanita! Dia jelas-jelas sengaja!

Adik ipar jatuh cinta pada kakak iparnya sendiri! Apa yang dia incar?

Aku masih bisa mempertahankan akal sehat sampai detik ini saja sudah termasuk luar biasa.

Selina terus mendorong tubuhnya dengan kuat ke arahku.

Kami berdua semakin menempel erat dan rasanya kondisi sudah semakin jauh.

Aku hanya bisa berusaha keras mundur ke belakang, tapi ada istriku di belakang.

Istriku yang merasa risih karena terhimpit olehku langsung mendorongku dengan kasar.

“Sudah kubilang kalau tidur jangan menghimpitku terus, geser ke sana!”

Dorongan kuatnya itu membuat seluruh tubuhku bergeser ke arah Selina.

Dengan sangat tepat langsung….

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 7

    Pada hari perceraian, senyuman yang terlihat aneh terukir di sudut bibir istriku.Senyuman itu membuat hatiku getir. Masalah ini jelas tak sesederhana yang kubayangkan.Pada hari saat aku kembali ke rumah untuk membereskan barang-barang, Selina sedang duduk di dalam rumahku.Sambil memegang lembaran keterangan aborsi, dia berkata, “Kak, jasaku paling besar dalam masalah ini, jadi rumah ini milikku.”Senyumannya itu membuatku merasa sangat menjijikkan.Apa maksudnya?Sepertinya memang ada konspirasi tersembunyi di balik ini semua. Ucapannya terdengar ambigu dan senyumannya sangat dingin. Seketika, aku sadar bahwa ini adalah sebuah jebakan yang sudah direncanakan sejak awal.Setelah membereskan barang-barang dan meninggalkan rumah itu, aku kembali dan tinggal di rumah orang tuaku.Melihatku pulang dalam keadaan terpuruk, orang tuaku tak bertanya sepatah kata pun. Mereka hanya diam-diam mengosongkan satu kamar untukku.Aku mengurung diri seharian tanpa keluar kamar, berulang kali mengin

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 6

    Tadi malam, aku sempat mengira dia hanyalah seorang gadis polos yang belum paham masalah duniawi.Namun, kalau dilihat-lihat sekarang, gadis ini memang sengaja ingin hamil.Sebenarnya, apa yang dia cari?!Setelah selesai makan, aku membawa istriku dan Selina pulang ke rumah.Malam harinya, saat berbaring di atas ranjang, aku terus berguling dan tak bisa tertidur.Aku menatap langit-langit kamar, sementara di telingaku terdengar deru napas istriku yang teratur.Keesokan harinya, Selina berinisiatif mendatangiku.“Kakak ipar, bantu aku cari pekerjaan, dong. Aku nggak mau menumpang gratis di rumah kalian. Nanti kalau sudah punya uang, aku bakal bayar sewa padamu.”Setelah berpikir sejenak, aku pun berkata, “Kebetulan ada restoran di lantai bawah komplek. Kamu bisa kerja jadi pelayan di sana dulu. Sebulan bisa dapat gaji 8 juta, hanya saja akan sedikit capek.”Selina mengangguk dan menjawab, “Nggak apa-apa, aku nggak takut capek.”Usai bicara, aku langsung membawanya ke restoran itu untuk

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 5

    “Kalau kamu masih galak padaku, bakal kuceritakan semua kejadian tadi malam ke kakak!”Perkataannya itu benar-benar mengejutkanku. Tak disangka, gadis yang terlihat polos ini, ternyata punya hati yang begitu licik.Aku merendahkan suaraku, “Kejadian tadi malam itu murni nggak sengaja, kamu cepat minum obat ini.”Sambil bicara, aku mengeluarkan obat kontrasepsi darurat yang baru kubeli dari dalam saku, lalu menyodorkannya ke hadapannya.Selina melihatnya sekilas, lalu bertanya, “Ini obat apa?”Khawatir dia tak paham, aku menjelaskan dengan sangat jelas, “Ini obat pencegah kehamilan. Kejadian tadi malam bisa membuatmu hamil, cepat makan ini sekarang, biar masalahnya nggak semakin membesar.”Selina menatap obat itu sekilas, lalu malah langsung menepisnya hingga jatuh ke lantai.Dia bergumam, “Aku nggak mau minum obat seperti ini!”Aku bergegas membungkuk untuk memungut obat itu, mengusap debu yang menempel menggunakan lengan baju, lalu menyodorkannya lagi ke depannya dengan suara yang s

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 4

    Istriku menghentikanku, “Apain kamu begitu buru-buru mau keluar? Baru saja sampai rumah, istirahat dulu sebelum pergi lagi. Lihat, kamu sampai berkeringat.”Aku berusaha keras menekan rasa panik dan tersenyum paksa, “Ada urusan dadakan di kantor, harus tanda tangan kontrak dan wajib selesai hari ini juga. Kalau terlambat nanti bakal nggak keburu.”Dia mengerutkan kening dan masih ingin bertanya lagi, tapi aku bergegas mengambil jaket dan langsung keluar tanpa berani menoleh ke belakang lagi.Aku naik mobil dan langsung melaju menuju apotek.Hari pertama di tahun yang baru memang macet parah. Mobilku melaju merayap seperti kura-kura, membuatku panik sampai memukul-mukul setir.“Sialan, bisa lebih cepat nggak, sih?! Kalau sampai kelewatan batas waktu terbaik untuk minum obat, nggak ada cara lain selain pergi aborsi di rumah sakit!”Untungnya, aku sangat hafal jalanan di sini, jadi langsung menerobos jalan kecil dan melalui jalan pintas.Akhirnya, aku berhasil menemukan sebuah apotek.Beg

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 3

    Rasanya tubuhku hampir luluh sepenuhnya, terasa seperti ada ribuan semut yang terus-menerus merayap masuk ke dalam hatiku.Organ dalam tubuhku seakan mendidih dan meledak saat ini, rasanya semua sel-selku seperti mau meledak.Sama sekali tak disangka, niatnya datang merayakan tahun baru di rumah mertua, malah mengalami kejadian seperti ini.Aku berani bersumpah mempertaruhkan nyawaku, Selina pasti masih perawan.Entah ini bakal jadi pertanda baik atau buruk.Selina mendesah pelan. Dia juga sangat takut membangunkan orang tuanya, makanya berusaha keras menahannya agar desahannya tak terdengar terlalu keras. Tubuhnya bahkan ikut bergoyang ke depan dan ke belakang.Aku ingin menarik diri keluar pun tak bisa.Istriku ada di belakang, menahanku kuat-kuat, tak membiarkanku bergeser mundur ke belakang.Istriku tak tahu bahwa tindakannya ini secara tak sengaja malah memuluskan terjadinya hubungan antara aku dan Selina. Jika dia sampai tahu, entah apa yang bakal dipikirkannya.Aku terjepit dari

  • Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas   Bab 2

    Selina tersenggol olehku dan merasa kurang nyaman, jadi dia pun mengubah posisi tidurnya membelakangiku.Awalnya kupikir semuanya bakal aman kalau dia membelakangiku.Namun siapa sangka, Selina punya kebiasaan tidur dengan posisi menungging.Sebagian besar bokongnya malah masuk ke dalam selimutku.Yang semakin membuat darahku berdesir hebat, aku juga sedang tidur menyamping dan bokongnya menempel tepat di bagian vitalku!Astaga!Bokong montok ini terasa sangat kenyal dan lembut, sentuhannya benar-benar membuatku terbuai.Hasratku langsung membumbung tinggi, timbul rasa geli yang terus-menerus merangsang sarafku.Aku terjepit di antara istriku dan Selina. Jika maju bakal menempel pada Selina, tapi kalau mundur malah menghimpit istriku.Maju salah, mundur pun salah.Terjepit di tengah seperti ini benar-benar membuat tidurku tak nyaman.Suhu ranjang pemanas ini semakin lama semakin membara, di dalam selimut pun terasa semakin panas.Aku masih memakai celana panjang wol yang tebal, membuat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status