Share

Bab 1119

Author: Angin
Tentu saja Laura percaya kalau Jenderal Langit memiliki kemampuan untuk membantu mereka. Jenderal Langit adalah orang yang paling berkuasa di Someria.

Hanya saja, Laura merasa bingung. Mengapa Jenderal Langit mau membantu orang biasa seperti dia?

Chandra menatap orang-orang yang masih berlutut di depannya dan bertanya pada si bos dengan wajah muram, “Siapa namamu?”

“Fe-Ferdy, Jenderal, saya seorang muncikari. Keluarga Tanoto buat pengumuman sedang mencari dua orang. Kebetulan teman-teman saya bertemu dengan mereka berdua di dekat sini. Jadi saya bawa mereka ke sini. Jenderal, saya nggak melakukan apa pun. Saya hanya tergiur dengan uang. Saya mohon ampuni kami, Jenderal.”

Chandra memberi perintah dengan wajah tegas, “Kamu bawa mereka berdua ke rumah keluarga Tanoto. Setelah itu, kamu minta uang pada keluarga Tanoto.

“Saya nggak berani, Jenderal. Saya benar-benar nggak berani lagi, tolong ampuni saya.”

“Kalau aku suruh kamu pergi ya pergi saja, nggak usah banyak bacot.” Chandra langsung
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Jenderal Naga   Bab 2785

    Josan menyeka darah dari mulutnya lalu berkata, “Aku tahu. Lagi pula, aku lahir terlalu cepat dan memang ditakdirkan untuk tidak bisa mendapatkan keberuntungan bumi.”Kemudian Chandra bertanya, “Apa ada yang mau kamu beritahukan kepadaku?”Josan menghela napas pasrah lalu berkata, “Ada banyak sekali kekuatan magis dan jurus rahasia di zaman hemel kuno. Tapi, jurus yang terkuat adalah jurus 3000 Teknik. Jurus ini adalah jurus rahasia kekuatan magis tertinggi yang dikuasai ayahku dari Sepuluh Ribu Jalan Langit”“Jurus 3000 Teknik?” tanya Chandra terkejut.Dia pernah melihat Sasa menggunakan jurus itu ketika mereka berada di Dunia Iblis. Sasa berhasil mengalahkan tiga prajurit kuat dan tak terkalahkan dengan jurus itu. “Benar.”Josan berkata, “Setahuku, ayahku menuliskan teknik itu di dalam kitab tanpa nama yang berasal dari zaman hemel kuno. Namun sayangnya, kitab itu tidak tercatat dalam sejarah.”“Aku curiga, kalau kitab tanpa nama itu berada di dalam reruntuhan Hemel Kuno.”“Kak Chan

  • Jenderal Naga   Bab 2784

    Sebuah gerbang yang tampak megah, menakjubkan sekaligus dipenuhi dengan misteri. “Gerbang Langit Selatan.”Sebuah suara tiba-tiba saja muncul tepat ketika semua makhluk sedang membicarakan tentang Gerbang Abadi. Mereka semua langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang laki-laki berjubah putih dengan pedang di punggungnya berjalan mendekati Gerbang Abadi. “Josan?”Chandra langsung mengerutkan keningnya lalu bergegas menghampiri Josan dan bertanya, “Apa kamu tahu asal-usul dari gerbang ini?”Banyak makhluk yang langsung menatap Josan dengan raut wajah penasaran. Di saat yang bersamaan, Josan menatap gerbang di depannya seakan sedang mengenang sesuatu. Bagaimanapun juga, gerbang ini sangat familier baginya. Dia pernah bermain di dekat gerbang ini. Dia mengangguk lalu berkata setelah terdiam selama beberapa saat, “Ya, aku mengetahui asal-usul gerbang ini.”“Dari mana gerbang ini berasal?”“Sudahlah, jangan bertele-tele. Cepat ceritakan pada kami.”“Apa gerbang ini ada kaitannya denga

  • Jenderal Naga   Bab 2783

    Cincin di jari Chandra tiba-tiba terlepas setelah semua orang pergi. Kemudian cincin itu berubah bentuk menjadi sebuah istana yang sangat besar dan megah. Chandra tersenyum puas setelah melihat kemunculan Istana Abadi lalu berkata, “Aku akan tinggal di sini sementara waktu sampai keberuntungan ketiga muncul dan para prajurit berhasil menciptakan obat untuk menahan kutukan umat manusia.”Chandra melambaikan tangannya santai lalu pintu Istana Abadi seketika terbuka. Dia bergegas melangkah masuk dan muncul di sebuah pegunungan yang berada di luar area kota. Pegunungan yang ada di sekitarnya memiliki energi spiritual yang sangat melimpah. Selain itu, ada banyak buah ajaib yang tumbuh dengan subur di sana dan semua ini adalah milik Chandra seorang. Chandra merasa memiliki pencapaian yang sangat besar setelah melihat semua ini. Kemudian dia mulai menuruni gunung dan muncul di depan gerbang kota. Dia bergegas masuk ke dalam area kota lalu masuk ke dalam kediaman penguasa kota. Dia berhasi

  • Jenderal Naga   Bab 2782

    Chandra tahu dia yang bersalah kepada Elsa. Dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Oleh karena itu, dia memilih untuk pergi dan kembali ke bangunan tempat dia tinggal.Nova telah kembali. Nova sedang duduk di kursi di halaman. Begitu melihat Chandra pulang, dia tidak terlihat kaget sama sekali. Karena dia tahu orang seperti apa Chandra.Nova berdiri, lalu bertanya dengan nada bercanda, “Kok cepat amat sudah pulang? Nggak temani dia tulu? Selama ini, dia ikut aku ke mana-mana demi cari kamu, loh.”Chandra berjalan mendekat lalu duduk. Dia tertawa tanpa daya, lalu berkata, “Waktu itu aku menikah dengannya hanya untuk curi Pohon Bodhi. Sekarang aku hanya merasa bersalah padanya. Nanti aku akan cari kesempatan untuk menebus kesalahan padanya.”Nova juga ikut duduk. “Ngomong-ngomong, apa rencanamu selanjutnya?”Chandra berpikir sejenak. “Sekarang obat untuk menekan kutukan belum selesai dikembangkan. Aku nggak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan. Aku juga nggak tahu kapan Keberu

  • Jenderal Naga   Bab 2781

    Chandra sama sekali tidak menyangka Elsa akan muncul. Nova melirik Chandra sambil tersenyum usil, lalu berkata, “A-aku masih ada urusan. Aku pergi dulu, ya.”Usai berkata, Nova langsung berdiri dan pergi.“Nova ….”Chandra berdiri, hendak mengejar sang istri. Namun, Elsa mencekalnya, lalu menariknya dan bertanya dengan dingin, “Di mana Pohon Bodhi?”“Elsa, dengar dulu penjelasanku,” kata Chandra sambil menatap Elsa tak berdaya.Elsa melepaskan Chandra, lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil menatap Chandra dengan tajam.Ekspresi Chandra berubah serius. “Kamu juga tahu situasi di Bumi. Manusia sedang menghadapi situasi yang mengerikan. Aku curi Pohon Bodhi bukan untuk diriku sendiri, tapi untuk seluruh manusia, agar manusia bisa bangkit lebih cepat.”“Ta-tapi itu harta klan kami yang paling berharga, fondasi utama kelangsungan hidup kami di Dunia Iblis.” Elsa menatap tajam Chandra dan berkata, “Nggak peduli demi siapa, aku harap kamu bisa kembalikan Pohon Bodhi itu.”“Se

  • Jenderal Naga   Bab 2780

    Pertarungan ini dimenangkan dengan susah payah. Namun, hasilnya memuaskan. Setelah menyepakati tiga aturan dengan makhluk yang datang dari luar, Chandra pergi ke Kota Bushu. Dia menemukan Paul, Jamal dan yang lainnya di sana. Mereka semua baik-baik saja. Setelah menyelesaikan semua masalah, Chandra pun membawa semuanya kembali ke Negara Naga.Chandra tidak menghiraukan manusia yang datang dari 3000 dunia tersebel. Dia telah mengamankan kesempatan bagi mereka yang berada di Gunung Bushu. Selama bukan di Gunung Bushu, mereka dapat menggunakan energi spiritual gunung yang melimpah untuk menekan kekuatan kutukan di dalam tubuh mereka.Sekarang, Chandra lebih mengkhawatirkan manusia biasa dan mereka yang memiliki tingkat kekuatan lebih rendah.Negara Naga.Di aula, Chandra duduk di kursi kebesarannya.Sandar memegang sebuah laporan di tangannya dan berkata, “Chandra, ini ada kabar terbaru. Kutukan sudah menyebar ke seluruh manusia. Sekitar tiga juta orang meninggal karenanya setiap hari. Se

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status