Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 102. Warisan Pertama

Share

Bab 102. Warisan Pertama

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-07-25 21:53:59

Bab 102. Warisan Pertama

Perjalanan melintasi Hutan Seribu Ilusi tidak berjalan semudah yang mereka bayangkan. Meskipun Pil Penawar Lima Puluh Racun buatan Tian Fan berhasil menetralisir pengaruh Belladona dan pohon spirit kratom, semakin jauh mereka memasuki hutan, semakin kuat pula formasi ilusi yang bekerja.

Kabut putih kini bukan lagi sekadar penghalang pandangan, melainkan berubah menjadi lautan Qi yang terus menyusup ke dalam kesadaran, menguji hati, keberanian, dan tekad setiap orang ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Paparock
Thor citenye sedap banget lorrr tp kasi laa bab lebih skit
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
sangat seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 128. Anak tangga ke-51.

    Bab 128. Anak tangga ke-51.Setelah merasa penjelasannya sudah cukup, Tian Fan mengeluarkan dua botol giok dari cincin penyimpanannya lalu melemparkannya masing-masing kepada Jian Mu dan Lin Yuer. Keduanya menangkap botol itu dengan refleks, lalu memandanginya dengan sedikit bingung.Jian Mu membuka tutup botolnya, dan aroma yang sangat lembut namun menyegarkan langsung memenuhi anak tangga tempat mereka berada. “Ramuan apa ini?”Tian Fan menjawab santai. “Ramuan Pemulih Jiwa.”Kedua orang itu seketika terdiam. Lin Yuer memandang cairan bening keperakan di dalam botol dengan mata yang perlahan membesar. “Ramuan… Pemulih Jiwa?”Tian Fan mengangguk. “Efektivitasnya sekitar lima puluh persen lebih sedikit. Tidak terlalu tinggi, tetapi cukup untuk memulihkan kelelahan jiwa yang kalian alami setelah melewati ujian di Tangga Seribu Hati ini.” Jian Mu menarik napas pelan. Ia jelas tahu apa arti ramuan itu. Ramuan Pemulih Jiwa bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan uang. Bahkan di Sekt

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 127. Tidak Berpengaruh

    Bab 127. Tidak Berpengaruh.Tian Fan, Mu Xueyan, dan Yue Qing’er kini berdiri tepat di depan anak tangga pertama Tangga Seribu Hati. Tidak ada tekanan yang memaksa mereka untuk segera melangkah, tetapi keheningan di tempat itu justru membuat setiap detik terasa jauh lebih berat daripada pertarungan mana pun yang pernah mereka hadapi.Mu Xueyan menarik napas panjang, lalu perlahan menapakkan kakinya ke anak tangga pertama. Yue Qing’er melakukan hal yang sama hampir bersamaan. Begitu kaki mereka menyentuh permukaan anak tangga, keduanya langsung mematung, seolah kesadaran mereka ditarik ke tempat lain.Tian Fan masih berdiri di bawah tangga, memandangi anak tangga pertama dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Ada sesuatu yang terasa sangat familiar setelah melihat anak tangga tersebut.Ia bergumam pelan. “Tak kusangka… aku akan bertemu lagi dengan tangga seperti ini.”Tanpa ragu, ia melangkah.Begitu kedua kakinya menginjak anak tangga pertama, dinding cahaya tipis di sekitar Tangga S

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 126. Setiap Langkah untuk Menjadi Kua

    Bab 126. Setiap Langkah untuk Menjadi KuatTian Fan membiarkan Mu Xueyan dan Yue Qing’er larut dalam pemikiran mereka sendiri. Kedua wanita itu masih memandangi Tangga Seribu Hati dengan tatapan yang jauh lebih serius daripada sebelumnya, seolah setiap anak tangga telah berubah menjadi cermin yang memantulkan bagian terdalam hati mereka.Sementara itu, Tian Fan kembali mengalihkan perhatiannya pada lingkaran diagram magis di depan mereka.Tatapannya menyapu setiap garis rune, setiap simpul energi, dan setiap pola api serta es yang saling bertaut. Semakin lama ia mengamati, semakin jelas sebuah kesimpulan terbentuk di dalam benaknya.“Jadi ternyata memang dibuat seperti itu…”Mendengar gumaman Tian Fan, segera kedua keindahan itu mendekat ke arah Tian Fan. Mu Xueyan menoleh padanya. “Apa kau menemukan sesuatu?”Tian Fan tersenyum kecut.“Ya. Ternyata dugaanku benar.”Yue Qing’er ikut mendekat. “Apa?”Tian Fan memandang lingkaran itu beberapa saat sebelum berkata dengan nada santai“T

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 125. Legenda selalu membawa bekas luka.

    Bab 125. Legenda selalu membawa bekas luka.Tian Fan masih menatap Tangga Seribu Hati di hadapannya dengan seksama. Cahaya merah dan biru pada setiap anak tangga terus berdenyut perlahan, seolah memiliki irama yang tidak terlihat. Setelah beberapa saat, ia menoleh ke belakang dan memandang jauh ke arah tepian lain Lautan Api dan Es.Di kejauhan, para peserta yang tersisa baru saja dimuntahkan oleh dinding cahaya. Sebagian besar tampak terduduk lemah, nafas mereka kacau, pakaian mereka compang-camping, dan wajah mereka dipenuhi keputusasaan. Beberapa orang bahkan memilih berbalik arah, jelas telah menyerah pada ujian makam kuno ini. Namun masih ada sebagian kecil yang tetap berdiri, mengamati lingkaran-lingkaran lava dan es, mencoba memahami mekanismenya meski tubuh mereka sudah dipenuhi luka dan lelah yang amat sangat.Mu Xueyan mengikuti arah pandang Tian Fan, begitu pula Yue Qing’er yang baru saja berhenti menertawakan Shui Feng yang masih membeku dalam bukit es transparan.Yue Qin

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 124. Belum tentu menang.

    Bab 124. Belum tentu menang.Anak tangga yang terbuat dari api membeku dan es menyala masih membentang menuju piramida raksasa ketika tiba-tiba langit di belakang mereka bergetar.Suara menggelegar mengguncang seluruh wilayah Lautan Api dan Es, disusul cahaya putih yang menyilaukan dari arah tempat mereka datang.Keempat orang itu serempak menoleh. Tampak di kejauhan, sebuah dinding cahaya raksasa telah muncul dan bergerak perlahan namun pasti ke arah mereka. Dinding itu membentang dari ujung ke ujung wilayah, menelan setiap orang yang dilewatinya.Wajah Yue Qing’er langsung menegang. Shui Feng juga berubah serius dalam sekejap.Mereka berdua sudah pernah merasakan bagaimana mengerikannya dinding cahaya itu. Begitu tersentuh, seseorang akan diseret ke dalam ruang dimensi, kehilangan kendali atas tubuhnya, lalu dimuntahkan ke wilayah lain secara acak.“Cepat bersiap!” seru Yue Qing’er.“Jangan sampai tersentuh sembarangan!” tambah Shui Feng dengan nada yang jauh lebih panik daripada bi

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 123. Pengorbanan

    Bab 123. PengorbananSetelah beberapa saat memperhatikan kembali seluruh wilayah Lautan Api dan Es, Tian Fan kembali melangkah ke depan. Ia tidak lagi bergerak sembarangan. Setiap langkahnya disertai pengamatan terhadap susunan lingkaran lava dan es yang terus berubah, sementara tiga orang di belakangnya mengikuti tanpa berani mengganggu konsentrasinya.Sama seperti sebelumnya, setiap kali pola mekanisme berubah, Tian Fan akan berhenti. Dan setiap kali ia berhenti, selalu muncul sebuah formasi tersembunyi yang menyembunyikan tempat tumbuh tanaman spirit.Pada perhentian pertama, setelah ia memicu tabrakan semburan lava dan uap es dengan pola yang berbeda, tanah di bawah mereka retak dan membuka sebuah cekungan batu baru. Di dalamnya tumbuh sepuluh tanaman spirit Tingkat Dua yang memancarkan aura jauh lebih kuat daripada sebelumnya.Lima tanaman berwarna merah tua dengan daun menyerupai sayap burung api.Lima tanaman lainnya berwarna putih kebiruan dengan kelopak yang tampak seperti se

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 05. Dimulai.

    Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.

    Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status