Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 103. Lembah Sungai Cermin.

Share

Bab 103. Lembah Sungai Cermin.

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-07-26 23:13:31

Bab 103. Lembah Sungai Cermin.

Keputusan telah diambil tanpa sedikitpun keraguan. Dengan dukungan Jian Mu, Mu Xueyan, Gu Chen, dan Tian Fan, Lin Yuer akhirnya menarik napas panjang sebelum melangkah perlahan menuju pondok bambu yang berdiri tenang di tengah danau.

Permukaan air yang jernih memantulkan bayangan dirinya, sementara bola kristal bening sebesar kepalan tangan terus melayang beberapa jengkal di atas lantai bambu, memancarkan cahaya lembut yang membuat seluruh pondok terasa damai sek
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 157. Rumor di Ibukota.

    Bab 157. Rumor di Ibukota.Lima hari telah berlalu sejak Tian Fan meninggalkan tempat pertemuannya dengan Yin Ping, Luo Qing, dan Bai Lian. Perjalanan menuju ibukota Kerajaan Shui sebenarnya hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari, tetapi Tian Fan sengaja memperlambat langkahnya. Selama perjalanan, ia menggunakan waktunya untuk memperkuat beberapa teknik dan memperdalam pemahamannya terhadap perubahan energi di dalam tubuhnya. Setelah beberapa hari, akhirnya gerbang besar ibukota Kerajaan Shui terlihat di hadapannya.Tian Fan membayar beberapa koin perak sebagai biaya masuk sebelum melangkah melewati gerbang kota. Begitu memasuki ibukota, suasana ramai langsung menyambutnya. Jalan utama dipenuhi kereta, pedagang, cultivator, serta orang-orang dari berbagai sekte dan klan yang datang dari berbagai wilayah.Tian Fan tidak langsung menuju istana ataupun mencari seseorang. Ia justru berjalan menuju sebuah kedai minuman terbesar yang berada tidak jauh dari gerbang utama. Tempat itu san

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 156. Efek Gu Raja.

    Bab 156. Efek Gu Raja.Untuk beberapa saat, tidak seorang pun mampu berbicara.Bai Lian, Luo Qing, dan dua anggota Kelompok Harimau Hitam masih tergeletak di tanah. Qi di dalam tubuh mereka bergerak kacau, membuat setiap usaha untuk berdiri terasa seperti mencoba mengendalikan arus liar yang telah lepas dari jalurnya. Bahkan sekadar mengangkat tangan pun membutuhkan tenaga yang sangat besar.Sementara itu, Tian Fan berdiri dengan tenang di tengah hutan yang dipenuhi debu dan pecahan benda berbentuk pil. Tatapannya beralih kepada dua anggota Kelompok Harimau Hitam yang tergeletak tidak jauh dari posisinya.Kedua pria itu masih sadar. Mereka dapat melihat Tian Fan mulai berjalan mendekat, tetapi tubuh mereka sama sekali tidak mampu bergerak. Salah seorang dari mereka berusaha mengedarkan Qi untuk melawan gangguan di dalam meridian, namun energi spiritual yang baru saja dikumpulkannya kembali berantakan.“Jangan… jangan mendekat…” gumamnya dengan suara serak.Tian Fan tidak menjawab.Lan

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 155. Serangan dari Bayangan.

    Bab 155. Serangan dari Bayangan.Untuk beberapa saat, tidak seorang pun bergerak.An Jing masih berdiri kaku di hadapan Yin Ping dengan pedang terangkat, tubuhnya bergetar hebat seolah sedang menahan rasa sakit yang tidak terlihat. Yin Ping sendiri hanya berdiri beberapa langkah di belakangnya dengan wajah penuh kebingungan, sementara Luo Qing, Bai Lian, dan dua anggota Kelompok Harimau Hitam lainnya masih terpaku melihat keadaan pemimpin mereka.Namun sebelum siapa pun sempat memahami apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba terdengar suara desingan tajam dari arah belakang Yin Ping.Whoosh! Whoosh! Whoosh!Ratusan benda kecil melesat dari balik pepohonan dengan kecepatan tinggi. Bentuknya bulat dan ukurannya tidak jauh berbeda dari pil alkimia, tetapi permukaannya dipenuhi garis-garis aneh yang memancarkan cahaya samar.Luo Qing langsung bereaksi.“Berpencar!”Begitu teriakannya terdengar, tubuhnya bergerak mundur dengan cepat. Bai Lian juga segera menuju Yin Ping untuk membawanya menj

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 154. Jebakan di Hutan Jati Merah.

    Bab 154. Jebakan di Hutan Jati Merah.Tian Fan terus berjalan meninggalkan lembah kecil itu tanpa pernah menoleh ke belakang. Langkahnya tetap santai, seolah percakapan yang baru saja terjadi bukanlah sesuatu yang penting baginya. Baginya, tujuan utama sudah tercapai. Ia telah mengetahui nama dua murid Sekte Emei yang selama ini menjadi teka-teki dalam pikirannya.Namun bagi tiga wanita yang ditinggalkannya, kepergian itu justru meninggalkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.Yin Ping memandang punggung Tian Fan yang semakin jauh sebelum akhirnya sosok pemuda itu menghilang di balik pepohonan. Ia kemudian mengalihkan pandangan kepada gurunya dan Bai Lian yang masih berdiri di tempat mereka. Setelah beberapa saat, Yin Ping akhirnya bertanya, “Guru, apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah kita benar-benar akan mengikuti sarannya dan mengganti jalur perjalanan?”Bai Lian langsung menjawab sebelum Luo Qing sempat membuka mulut, “Tidak. Aku justru merasa kita tidak seharusnya

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 153. Percakapan yang Berakhir.

    Bab 153. Percakapan yang Berakhir.Mereka tiba di sebuah lembah kecil yang tersembunyi di antara pepohonan. Di sana terdapat sebuah batu besar yang membentuk tempat berteduh alami. Setelah memastikan tidak ada aura asing di sekitar mereka, Luo Qing akhirnya berhenti dan berbalik menghadap Tian Fan. Bai Lian tetap berada di sisi Yin Ping, sementara tangannya masih menggenggam gagang pedang. Pertemuan yang pada awalnya hanya dipenuhi kewaspadaan kini berubah menjadi percakapan yang jauh lebih rumit.Tatapan Luo Qing tertuju pada Tian Fan cukup lama sebelum akhirnya ia bertanya.“Sekarang aku ingin mengetahui sesuatu. Bagaimana kau bisa mengenal Yue Han dan Bai Ruo? Dan mengapa kau begitu ingin mengetahui tentang mereka?” Suaranya tidak keras, tetapi ada tekanan yang jelas di dalamnya. Sebagai tetua muda Sekte Emei sekaligus guru Yin Ping, Luo Qing tidak mungkin mengabaikan seseorang yang tiba-tiba muncul di tengah perjalanan lalu menyebut dua murid sektenya.Tian Fan tidak langsung me

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 152. Nama yang dicari.

    Bab 152. Nama yang dicari.Bai Lian langsung mengarahkan ujung pedangnya kepada Tian Fan. Tatapannya penuh kewaspadaan, sementara Qi perlahan mengalir ke sepanjang bilah pedangnya. “Ternyata kau seorang pemuda. Jika kau tidak segera menyingkir, jangan salahkan kami jika aku benar-benar menganggapmu sebagai musuh.”“Jika begitu, bukankah lebih baik kau bertanya terlebih dahulu sebelum menghunus pedang?” ujar Tian Fan menjawab dengan tenang.Bai Lian terdiam sesaat. Ia jelas tidak menyangka pemuda di hadapannya masih bisa berbicara dengan santai dalam keadaan seperti ini.Luo Qing tetap berdiri di depan Yin Ping. Tatapannya tidak pernah lepas dari Tian Fan. Ia dapat merasakan bahwa pemuda tersebut tidak sederhana. Meski usianya masih muda, aura yang terpancar dari tubuhnya sangat stabil dan tidak menunjukkan sedikit pun kegugupan. Bahkan ketika berhadapan dengan dirinya, Tian Fan masih terlihat seolah-olah sedang berbicara dengan orang biasa.“Siapa kau? Dan apa tujuanmu menghentikan k

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 06. Perjalanan Berdarah

    Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 05. Dimulai.

    Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status