MasukBab 196 — Akhir dari Formasi Tanam GuSeluruh Aula Es diselimuti suasana mencekam. Orang-orang yang berada di luar sekat hanya bisa menyaksikan dengan wajah pucat ketika keadaan di dalam formasi kubu Shui Feng berubah menjadi pemandangan yang begitu mengerikan. Ribuan Gu bergerak liar di udara, menerjang siapa pun yang mereka temui tanpa membedakan status, kekuatan, ataupun asal-usul korbannya. Jeritan kesakitan terdengar silih berganti, bercampur dengan suara dengungan serangga yang semakin lama semakin membuat bulu kuduk berdiri.Seorang kultivator yang sebelumnya masih berusaha melawan kini tergeletak di lantai. Kedua tangannya mencengkeram dadanya, tubuhnya menggeliat hebat, sementara darah mengalir dari mulut, hidung, telinga, dan sudut matanya. Tujuh lubang di tubuhnya mengeluarkan darah, seolah-olah seluruh organ dalamnya sedang dihancurkan dari dalam. Ia berusaha mengerahkan Qi untuk menekan racun yang telah menyebar ke seluruh tubuh, tetapi jalur energinya sudah terputus. Mer
Bab 195. Pemberontakan (5)Selir Tang menggigit bibirnya sampai pucat. Ia mencoba mengatakan sesuatu, tetapi ketika melihat tatapan Raja Shui, seluruh kata yang telah disiapkannya mendadak tertahan di tenggorokan.Jenderal Qin Bailo juga tidak lagi mampu mempertahankan sikap angkuhnya. Tangannya perlahan mengepal, sedangkan matanya terus bergerak dari satu wajah ke wajah lain, mencari seseorang yang mungkin masih bersedia mempercayai perkataannya.Namun, tidak ada seorang pun yang menunjukkan tanda-tanda hendak membelanya.Di tengah suasana yang semakin mencekam itu, Raja Shui akhirnya menghela napas panjang.Helaan napas tersebut tidak keras, tetapi entah mengapa terdengar jauh lebih berat daripada suara benturan senjata yang sebelumnya mengguncang Aula Es. Ia menundukkan kepala sejenak, seolah-olah sedang mengumpulkan seluruh perasaan yang telah lama dipendamnya, sebelum akhirnya mengangkat pandangan ke arah Selir Tang dan Jen
Bab 194 — Pemberontakan (4)Tian Fan memandang Shui Feng dan orang-orang yang berada di dalam sekat pertama dengan senyum tipis. Ia tidak segera melanjutkan perkataannya, melainkan mengangkat tangan kanannya dan menggerakkan beberapa jari, membentuk segel tangan yang sederhana. Namun, begitu gerakan itu selesai, seluruh jaringan Formasi Tanam Gu di lantai Aula Es langsung bergetar. Garis-garis merah kehitaman yang sebelumnya menyebar ke tiga wilayah berbeda mendadak berbalik arah, lalu berkumpul mengikuti pola baru yang jauh lebih teratur.Wuuung!Suara dengungan rendah menggema di seluruh Aula Es. Ketiga sekat yang mengurung kelompok-kelompok berbeda mulai berubah. Lapisan energi yang memisahkan Shui Feng dan kubunya dari wilayah lain semakin tebal, sedangkan dua sekat yang sebelumnya melindungi Raja Shui beserta para pendukungnya perlahan melebur menjadi satu. Garis-garis merah kehitaman yang membentuk dinding transparan bergerak seperti aliran air, menyatu, kemudian membentuk batas
Bab 193 — Pemberontakan (3)Getaran aneh yang muncul dari dalam Formasi Tanam Gu semakin kuat. Garis-garis merah kehitaman yang memenuhi lantai Aula Es berdenyut seperti pembuluh darah raksasa, sementara simbol-simbol berbentuk serangga yang tersebar di sepanjang jaringan formasi bergerak semakin cepat. Energi yang sebelumnya mengalir dengan teratur mendadak berbalik arah, seolah-olah ada kekuatan tak terlihat yang sedang menarik seluruh aliran energi menuju satu titik.Qin Bohai, yang masih berdiri di dalam sekat pelindung kubu Shui Feng, langsung merasakan perubahan tersebut. Wajahnya yang semula dipenuhi keyakinan perlahan berubah serius. Ia menggenggam erat benda pengendali formasi yang tersisa di tangannya, berusaha memeriksa aliran energi yang terhubung dengan kesadarannya. Namun, sebelum ia sempat memahami apa yang sedang terjadi, sesuatu yang mengejutkan muncul dari dalam jaringan formasi.Di wilayah yang mengurung Permaisuri Duan Ning, Shui Wen, Shui Xian, Yin Ping, serta par
Bab 192. Pemberontakan (2)"Ha... hahaha! Tian Fan, lihat baik-baik! Inilah hasil dari semua perbuatanmu! Jika sejak awal kau tidak ikut campur, semua rencanaku pasti telah berjalan lancar. Ayah akan terus terbaring tanpa daya, pihak Permaisuri tidak akan memiliki kesempatan untuk melawan, dan tidak seorang pun akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di istana ini. Namun, kau harus muncul dan menghancurkan semuanya! Kau membuat para alkemis meragukan diri mereka sendiri, membuat para menteri mencurigaiku, bahkan memaksaku mengungkapkan sesuatu yang seharusnya tetap tersembunyi!"Ia menunjuk Tian Fan dengan tangan gemetar, sementara aura kultivasinya mulai bergejolak. "Kau pikir dirimu hebat hanya karena berhasil mengacaukan rencanaku? Jangan bermimpi! Aku masih memiliki rencana lain. Bahkan jika semua orang mengetahui kebenarannya, tidak akan ada yang bisa mengubah hasil akhirnya!"Shui Wen menatap adiknya dengan wajah yang dipenuhi kemarahan dan kekecewaan. "Shui Feng, hentikan o
Bab 191. Pemberontakan.Kata-kata Tian Fan yang terdengar tenang itu justru membuat wajah Shui Feng semakin menghitam. Tidak ada makian kasar, tidak ada ancaman terang-terangan, tetapi setiap kalimat yang keluar dari mulut pemuda itu terasa seperti pisau tajam yang menghujam tepat ke jantungnya. Di hadapan para menteri, kepala klan, dan orang-orang yang selama ini mendukungnya, Shui Feng merasa kedok yang telah ia bangun dengan susah payah sedang dikoyak sedikit demi sedikit. Ia ingin membantah, ingin membungkam Tian Fan, bahkan ingin segera membunuh pemuda itu agar semua persoalan kembali berada dalam kendalinya. Namun, tatapan curiga yang mengarah kepadanya membuatnya menyadari bahwa satu kesalahan lagi dapat menghancurkan seluruh rencananya.Sialan! Semuanya gara-gara orang ini!Shui Feng mengepalkan tangannya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Ia tidak pernah membayangkan bahwa pemuda yang awalnya hanya ingin ia permalukan di hadapan semua orang justru akan memaksanya b
Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca
Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun
Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung
Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain







