Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 195. Pemberontakan (5)

Share

Bab 195. Pemberontakan (5)

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-10-23 00:01:24

Bab 195. Pemberontakan (5)

Selir Tang menggigit bibirnya sampai pucat. Ia mencoba mengatakan sesuatu, tetapi ketika melihat tatapan Raja Shui, seluruh kata yang telah disiapkannya mendadak tertahan di tenggorokan.

Jenderal Qin Bailo juga tidak lagi mampu mempertahankan sikap angkuhnya. Tangannya perlahan mengepal, sedangkan matanya terus bergerak dari satu wajah ke wajah lain, mencari seseorang yang mungkin masih bersedia mempercayai perkataannya.

Namun, t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 195. Pemberontakan (5)

    Bab 195. Pemberontakan (5)Selir Tang menggigit bibirnya sampai pucat. Ia mencoba mengatakan sesuatu, tetapi ketika melihat tatapan Raja Shui, seluruh kata yang telah disiapkannya mendadak tertahan di tenggorokan.Jenderal Qin Bailo juga tidak lagi mampu mempertahankan sikap angkuhnya. Tangannya perlahan mengepal, sedangkan matanya terus bergerak dari satu wajah ke wajah lain, mencari seseorang yang mungkin masih bersedia mempercayai perkataannya.Namun, tidak ada seorang pun yang menunjukkan tanda-tanda hendak membelanya.Di tengah suasana yang semakin mencekam itu, Raja Shui akhirnya menghela napas panjang.Helaan napas tersebut tidak keras, tetapi entah mengapa terdengar jauh lebih berat daripada suara benturan senjata yang sebelumnya mengguncang Aula Es. Ia menundukkan kepala sejenak, seolah-olah sedang mengumpulkan seluruh perasaan yang telah lama dipendamnya, sebelum akhirnya mengangkat pandangan ke arah Selir Tang dan Jen

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 194 — Pemberontakan (4)

    Bab 194 — Pemberontakan (4)Tian Fan memandang Shui Feng dan orang-orang yang berada di dalam sekat pertama dengan senyum tipis. Ia tidak segera melanjutkan perkataannya, melainkan mengangkat tangan kanannya dan menggerakkan beberapa jari, membentuk segel tangan yang sederhana. Namun, begitu gerakan itu selesai, seluruh jaringan Formasi Tanam Gu di lantai Aula Es langsung bergetar. Garis-garis merah kehitaman yang sebelumnya menyebar ke tiga wilayah berbeda mendadak berbalik arah, lalu berkumpul mengikuti pola baru yang jauh lebih teratur.Wuuung!Suara dengungan rendah menggema di seluruh Aula Es. Ketiga sekat yang mengurung kelompok-kelompok berbeda mulai berubah. Lapisan energi yang memisahkan Shui Feng dan kubunya dari wilayah lain semakin tebal, sedangkan dua sekat yang sebelumnya melindungi Raja Shui beserta para pendukungnya perlahan melebur menjadi satu. Garis-garis merah kehitaman yang membentuk dinding transparan bergerak seperti aliran air, menyatu, kemudian membentuk batas

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 193 — Pemberontakan (3)

    Bab 193 — Pemberontakan (3)Getaran aneh yang muncul dari dalam Formasi Tanam Gu semakin kuat. Garis-garis merah kehitaman yang memenuhi lantai Aula Es berdenyut seperti pembuluh darah raksasa, sementara simbol-simbol berbentuk serangga yang tersebar di sepanjang jaringan formasi bergerak semakin cepat. Energi yang sebelumnya mengalir dengan teratur mendadak berbalik arah, seolah-olah ada kekuatan tak terlihat yang sedang menarik seluruh aliran energi menuju satu titik.Qin Bohai, yang masih berdiri di dalam sekat pelindung kubu Shui Feng, langsung merasakan perubahan tersebut. Wajahnya yang semula dipenuhi keyakinan perlahan berubah serius. Ia menggenggam erat benda pengendali formasi yang tersisa di tangannya, berusaha memeriksa aliran energi yang terhubung dengan kesadarannya. Namun, sebelum ia sempat memahami apa yang sedang terjadi, sesuatu yang mengejutkan muncul dari dalam jaringan formasi.Di wilayah yang mengurung Permaisuri Duan Ning, Shui Wen, Shui Xian, Yin Ping, serta par

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 192. Pemberontakan (2)

    Bab 192. Pemberontakan (2)"Ha... hahaha! Tian Fan, lihat baik-baik! Inilah hasil dari semua perbuatanmu! Jika sejak awal kau tidak ikut campur, semua rencanaku pasti telah berjalan lancar. Ayah akan terus terbaring tanpa daya, pihak Permaisuri tidak akan memiliki kesempatan untuk melawan, dan tidak seorang pun akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di istana ini. Namun, kau harus muncul dan menghancurkan semuanya! Kau membuat para alkemis meragukan diri mereka sendiri, membuat para menteri mencurigaiku, bahkan memaksaku mengungkapkan sesuatu yang seharusnya tetap tersembunyi!"Ia menunjuk Tian Fan dengan tangan gemetar, sementara aura kultivasinya mulai bergejolak. "Kau pikir dirimu hebat hanya karena berhasil mengacaukan rencanaku? Jangan bermimpi! Aku masih memiliki rencana lain. Bahkan jika semua orang mengetahui kebenarannya, tidak akan ada yang bisa mengubah hasil akhirnya!"Shui Wen menatap adiknya dengan wajah yang dipenuhi kemarahan dan kekecewaan. "Shui Feng, hentikan o

  • Jenius yang Disingkirkan   bab 191. Pemberontakan

    Bab 191. Pemberontakan.Kata-kata Tian Fan yang terdengar tenang itu justru membuat wajah Shui Feng semakin menghitam. Tidak ada makian kasar, tidak ada ancaman terang-terangan, tetapi setiap kalimat yang keluar dari mulut pemuda itu terasa seperti pisau tajam yang menghujam tepat ke jantungnya. Di hadapan para menteri, kepala klan, dan orang-orang yang selama ini mendukungnya, Shui Feng merasa kedok yang telah ia bangun dengan susah payah sedang dikoyak sedikit demi sedikit. Ia ingin membantah, ingin membungkam Tian Fan, bahkan ingin segera membunuh pemuda itu agar semua persoalan kembali berada dalam kendalinya. Namun, tatapan curiga yang mengarah kepadanya membuatnya menyadari bahwa satu kesalahan lagi dapat menghancurkan seluruh rencananya.Sialan! Semuanya gara-gara orang ini!Shui Feng mengepalkan tangannya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Ia tidak pernah membayangkan bahwa pemuda yang awalnya hanya ingin ia permalukan di hadapan semua orang justru akan memaksanya b

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 190. Kedok yang Terbongkar

    Bab 190. Kedok yang TerbongkarKeheningan menyelimuti Aula Es setelah perubahan pada tubuh Raja Shui mulai terlihat jelas. Aura yang sebelumnya lemah dan tidak stabil kini perlahan kembali teratur, mengalir di sekitar tubuh sang raja seperti aliran sungai yang menemukan jalurnya kembali setelah terhalang bebatuan. Meskipun Raja Shui masih belum sadarkan diri, perubahan tersebut cukup nyata untuk dirasakan oleh semua kultivator yang berada di dalam ruangan. Bahkan mereka yang berdiri di luar Aula Es pun dapat merasakan bahwa tekanan energi dari kamar sang raja tidak lagi sekacau sebelumnya.Shui Feng berdiri kaku dengan kedua mata terpaku pada ranjang batu giok. Senyum mengejek yang sebelumnya menghiasi wajahnya telah lenyap sepenuhnya. Ia tidak pernah membayangkan pil yang dianggapnya sebagai lelucon itu benar-benar mampu menghasilkan perubahan. Ia telah menyaksikan sendiri bagaimana para alkemis dari Lembah Obat menjelaskan betapa parahnya kondisi Raja Shui, bahkan mereka menyatakan

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status