Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 53. Salah Menilai.

Share

Bab 53. Salah Menilai.

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-06-18 19:58:02
Bab 53. Salah Menilai.

Wajah Xie Ba langsung berubah suram saat melihat senyum dingin di wajah Tian Fan.Entah mengapa, untuk sesaat ia merasakan perasaan tidak nyaman yang sulit dijelaskan. Namun perasaan itu segera ditekan paksa oleh amarah yang membara di dalam hatinya.

Bagaimanapun juga, di matanya Tian Fan hanyalah seorang tabib yang kebetulan memiliki sedikit kemampuan kultivasi.

Sedangkan dirinya?Ia adalah tuan muda Klan Xie.

Orang yang selama ini terbiasa berdiri di atas dan meman
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 135. Keberuntungan atau Kesialan.

    Bab 135. Keberuntungan atau Kesialan.Suara samar itu masih menggema di dalam alam kesadaran Tian Fan.“...lapar...”Hanya satu kata dan angat lemah,namun cukup untuk membuat suasana di lantai ke-100 berubah dalam sekejap.Tian Fan yang baru saja terbebas dari kendali Si Iblis Besar akhirnya jatuh setengah berlutut. Nafasnya masih berat akibat proses penyatuan Jantung Racun Yin dan masuknya Gu Raja ke dalam tubuhnya. Ia mengangkat kepala dan menatap kucing putih yang masih duduk di atas bola energi hitam.Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, wajah kucing itu tidak lagi terlihat santai.Tian Fan menyipitkan mata.“Kau mendengarnya juga, bukan?” tanyanya serius karena raut wajah si kucing jelas menunjukan keterkejutan Belum sempat ia melanjutkan pertanyaan, Si Iblis Besar langsung berdiri dan mendahuluinya.“Sudah. Aku sudah memberikan semua yang harus kuberikan kepadamu. Harta dan berbagai benda lain yang ada di makam ini juga sudah kumasukkan ke dalam cincin penyimpananmu. Sek

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 134. Arti  Hadiah.

    Bab 134. Arti Hadiah.Belum sempat Tian Fan mengajukan pertanyaan berikutnya, tubuhnya tiba-tiba kehilangan kendali.Jari-jarinya tidak dapat digerakkan. Kakinya bahkan tidak lagi menyentuh lantai. Dalam sekejap, tubuhnya terangkat sekitar satu meter ke udara dan berhenti dalam posisi horizontal, kedua tangan serta kedua kakinya terbuka seperti seseorang yang sedang dipakukan pada salib tak kasat mata.Tian Fan langsung mencoba mengerahkan Qi, tetapi seluruh energi di dalam tubuhnya seolah membeku.“Si Iblis Besar, apa yang kau lakukan padaku?” tanyanya dengan suara berat.Kucing putih itu hanya mengibaskan ekornya sambil duduk santai di atas bola energi hitam. Dua bola cahaya yang sebelumnya melayang di sampingnya perlahan bergerak ke atas.“Jangan terlalu tegang. Aku hanya sedang memasukkan dua hadiahmu.”Tatapan Tian Fan langsung berubah.“Hadiah?”“Benar.” jawabnya santai.Sebelum Tian Fan sempat mengatakan apa pun, bola cahaya pertama langsung melesat.Wusss!Bola itu menembus u

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 133. Tiga Hadiah.

    Bab 133. Tiga Hadiah.Si Iblis Besar tidak langsung menjawab. Kucing putih itu justru kembali duduk di atas bola energi hitam, lalu mulai menjilati bulu di bagian kaki depannya seolah percakapan sebelumnya tidak pernah terjadi. Tian Fan hanya memandangnya dengan tatapan datar. Setelah beberapa saat, kucing itu akhirnya berhenti dan mengangkat kepala.“Baiklah. Setelah kau melewati empat puluh sembilan ujian, sepertinya sudah waktunya aku menjelaskan sebagian dari semuanya. Namun jangan berharap aku akan memberitahukan seluruh identitasku. Untuk saat ini, kau cukup tahu bahwa namaku adalah Si Iblis Besar. Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku adalah pemilik Menara Kegelapan, dan wilayah Lembah Kematian juga berada di bawah kendaliku.”Tian Fan sedikit mengernyit. Jawaban tersebut jelas belum memuaskannya. Ia telah melewati begitu banyak penderitaan hanya untuk sampai ke tempat ini, tetapi sosok di hadapannya masih menyembunyikan sebagian besar identitasnya. Namun Tian Fan tida

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 132. Kucing Putih

    Bab 132. Kucing PutihKaki Tian Fan akhirnya menjejak anak tangga ke-100. Kini pemandangannya langsung berubah. Tidak ada ledakan,tidak ada tekanan,tidak ada lagi rune yang menyala,bahkan tidak ada perubahan sedikit pun pada tubuhnya.Tian Fan berdiri diam beberapa saat sebelum perlahan mengangkat kepala. Di hadapannya terbentang sebuah ruangan yang sangat luas. Seluruh tempat itu berwarna putih, begitu putih hingga batas antara dinding, lantai, dan langit-langit hampir tidak dapat dibedakan. Lantainya tersusun seperti kotak-kotak putih yang rapi, tanpa satu pun retakan atau noda.Tidak ada harta.Tidak ada formasi.Tidak ada pintu.Tidak ada musuh.Tidak ada apa pun disana.Tian Fan menyipitkan mata.Setelah melewati empat puluh sembilan ujian yang hampir membuat tubuh dan jiwanya hancur, pemandangan seperti ini justru terasa jauh lebih mencurigakan daripada sebuah medan perang.Ia perlahan memeriksa sekelilingnya lalu memandang ke belakang.Anak tangga ke-99 masih berada di sana. Namun k

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 131. Empat Puluh Sembilan anak tangga

    Bab 131. Empat Puluh Sembilan anak tangga.Anak tangga ke-52 menjadi lanjutan dari sesuatu yang jauh berbeda. Setelah melewati ujian tubuh tingkat pertama, Tian Fan segera menyadari bahwa ujian berikutnya tidak lagi sekedar menguji kemampuan tubuhnya menahan rasa sakit. Setiap anak tangga memiliki mekanisme sendiri, tetapi semuanya memiliki satu tujuan yang sama…memaksa dirinya melewati batas yang selama ini ia anggap sebagai batas.Anak tangga ke-52 hingga ke-57 tetap merupakan ujian tubuh.Namun tingkat kedua tidak lagi menggunakan gravitasi dan api hitam. Kali ini tubuh Tian Fan dipaksa menghadapi kehancuran dari dalam. Qi yang mengalir melalui meridiannya ditekan hingga hampir berhenti, sementara setiap organ dalam tubuhnya menerima tekanan yang berbeda. Jantungnya dipaksa berdetak dengan kekuatan yang berkali-kali lipat, paru-parunya dipaksa bekerja dalam ruang tanpa udara, tulang dan ototnya dihantam kekuatan yang tidak terlihat, sementara dantiannya berkali-kali dipaksa menerim

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 130. Dipaksa ujian.

    Bab 130. Dipaksa ujian.Kabut hitam yang memenuhi Tangga Seribu Hati perlahan menyebar ke semua tangga dari anak tangga ke 51 hingga ke atas. Kini semua anak tangga dan situasi di area itu berubah sepenuhnyaDi hadapan Tian Fan, anak tangga ke-51 telah berubah sepenuhnya. Tidak ada lagi warna merah dan biru yang menjadi ciri khas Tangga Seribu Hati. Seluruh permukaannya kini hitam pekat, dengan retakan merah menyala yang menjalar seperti urat-urat magma di dalam tanah.Aura yang keluar dari anak tangga itu membuat Tian Fan terdiam. Bukan karena ia takut, melainkan karena aura tersebut terlalu familiar buatnya Ini adalah aura Menara Kegelapan.Aura yang pernah membuatnya berjalan di antara hidup dan mati.Tian Fan perlahan menatap ke depan. Kabut hitam telah menutup seluruh jalan di belakangnya, sementara sosok Si Iblis Besar sudah tidak terlihat lagi. Hanya suaranya yang masih menggema dari segala arah, seolah berasal dari ruang yang tidak dapat disentuh oleh persepsi spiritualnya.“

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 06. Perjalanan Berdarah

    Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 05. Dimulai.

    Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.

    Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status