แชร์

Bab 134. Arti  Hadiah.

ผู้เขียน: Zayn Z
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-23 23:17:49

Bab 134. Arti Hadiah.

Belum sempat Tian Fan mengajukan pertanyaan berikutnya, tubuhnya tiba-tiba kehilangan kendali.

Jari-jarinya tidak dapat digerakkan. Kakinya bahkan tidak lagi menyentuh lantai. Dalam sekejap, tubuhnya terangkat sekitar satu meter ke udara dan berhenti dalam posisi horizontal, kedua tangan serta kedua kakinya terbuka seperti seseorang yang sedang dipakukan pada salib tak kasat mata.

Tian Fan langsung mencoba mengerahkan Qi, tetapi seluruh energi di dalam tubuhnya seolah mem
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 134. Arti  Hadiah.

    Bab 134. Arti Hadiah.Belum sempat Tian Fan mengajukan pertanyaan berikutnya, tubuhnya tiba-tiba kehilangan kendali.Jari-jarinya tidak dapat digerakkan. Kakinya bahkan tidak lagi menyentuh lantai. Dalam sekejap, tubuhnya terangkat sekitar satu meter ke udara dan berhenti dalam posisi horizontal, kedua tangan serta kedua kakinya terbuka seperti seseorang yang sedang dipakukan pada salib tak kasat mata.Tian Fan langsung mencoba mengerahkan Qi, tetapi seluruh energi di dalam tubuhnya seolah membeku.“Si Iblis Besar, apa yang kau lakukan padaku?” tanyanya dengan suara berat.Kucing putih itu hanya mengibaskan ekornya sambil duduk santai di atas bola energi hitam. Dua bola cahaya yang sebelumnya melayang di sampingnya perlahan bergerak ke atas.“Jangan terlalu tegang. Aku hanya sedang memasukkan dua hadiahmu.”Tatapan Tian Fan langsung berubah.“Hadiah?”“Benar.” jawabnya santai.Sebelum Tian Fan sempat mengatakan apa pun, bola cahaya pertama langsung melesat.Wusss!Bola itu menembus u

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 133. Tiga Hadiah.

    Bab 133. Tiga Hadiah.Si Iblis Besar tidak langsung menjawab. Kucing putih itu justru kembali duduk di atas bola energi hitam, lalu mulai menjilati bulu di bagian kaki depannya seolah percakapan sebelumnya tidak pernah terjadi. Tian Fan hanya memandangnya dengan tatapan datar. Setelah beberapa saat, kucing itu akhirnya berhenti dan mengangkat kepala.“Baiklah. Setelah kau melewati empat puluh sembilan ujian, sepertinya sudah waktunya aku menjelaskan sebagian dari semuanya. Namun jangan berharap aku akan memberitahukan seluruh identitasku. Untuk saat ini, kau cukup tahu bahwa namaku adalah Si Iblis Besar. Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku adalah pemilik Menara Kegelapan, dan wilayah Lembah Kematian juga berada di bawah kendaliku.”Tian Fan sedikit mengernyit. Jawaban tersebut jelas belum memuaskannya. Ia telah melewati begitu banyak penderitaan hanya untuk sampai ke tempat ini, tetapi sosok di hadapannya masih menyembunyikan sebagian besar identitasnya. Namun Tian Fan tida

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 132. Kucing Putih

    Bab 132. Kucing PutihKaki Tian Fan akhirnya menjejak anak tangga ke-100. Kini pemandangannya langsung berubah. Tidak ada ledakan,tidak ada tekanan,tidak ada lagi rune yang menyala,bahkan tidak ada perubahan sedikit pun pada tubuhnya.Tian Fan berdiri diam beberapa saat sebelum perlahan mengangkat kepala. Di hadapannya terbentang sebuah ruangan yang sangat luas. Seluruh tempat itu berwarna putih, begitu putih hingga batas antara dinding, lantai, dan langit-langit hampir tidak dapat dibedakan. Lantainya tersusun seperti kotak-kotak putih yang rapi, tanpa satu pun retakan atau noda.Tidak ada harta.Tidak ada formasi.Tidak ada pintu.Tidak ada musuh.Tidak ada apa pun disana.Tian Fan menyipitkan mata.Setelah melewati empat puluh sembilan ujian yang hampir membuat tubuh dan jiwanya hancur, pemandangan seperti ini justru terasa jauh lebih mencurigakan daripada sebuah medan perang.Ia perlahan memeriksa sekelilingnya lalu memandang ke belakang.Anak tangga ke-99 masih berada di sana. Namun k

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 131. Empat Puluh Sembilan anak tangga

    Bab 131. Empat Puluh Sembilan anak tangga.Anak tangga ke-52 menjadi lanjutan dari sesuatu yang jauh berbeda. Setelah melewati ujian tubuh tingkat pertama, Tian Fan segera menyadari bahwa ujian berikutnya tidak lagi sekedar menguji kemampuan tubuhnya menahan rasa sakit. Setiap anak tangga memiliki mekanisme sendiri, tetapi semuanya memiliki satu tujuan yang sama…memaksa dirinya melewati batas yang selama ini ia anggap sebagai batas.Anak tangga ke-52 hingga ke-57 tetap merupakan ujian tubuh.Namun tingkat kedua tidak lagi menggunakan gravitasi dan api hitam. Kali ini tubuh Tian Fan dipaksa menghadapi kehancuran dari dalam. Qi yang mengalir melalui meridiannya ditekan hingga hampir berhenti, sementara setiap organ dalam tubuhnya menerima tekanan yang berbeda. Jantungnya dipaksa berdetak dengan kekuatan yang berkali-kali lipat, paru-parunya dipaksa bekerja dalam ruang tanpa udara, tulang dan ototnya dihantam kekuatan yang tidak terlihat, sementara dantiannya berkali-kali dipaksa menerim

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 130. Dipaksa ujian.

    Bab 130. Dipaksa ujian.Kabut hitam yang memenuhi Tangga Seribu Hati perlahan menyebar ke semua tangga dari anak tangga ke 51 hingga ke atas. Kini semua anak tangga dan situasi di area itu berubah sepenuhnyaDi hadapan Tian Fan, anak tangga ke-51 telah berubah sepenuhnya. Tidak ada lagi warna merah dan biru yang menjadi ciri khas Tangga Seribu Hati. Seluruh permukaannya kini hitam pekat, dengan retakan merah menyala yang menjalar seperti urat-urat magma di dalam tanah.Aura yang keluar dari anak tangga itu membuat Tian Fan terdiam. Bukan karena ia takut, melainkan karena aura tersebut terlalu familiar buatnya Ini adalah aura Menara Kegelapan.Aura yang pernah membuatnya berjalan di antara hidup dan mati.Tian Fan perlahan menatap ke depan. Kabut hitam telah menutup seluruh jalan di belakangnya, sementara sosok Si Iblis Besar sudah tidak terlihat lagi. Hanya suaranya yang masih menggema dari segala arah, seolah berasal dari ruang yang tidak dapat disentuh oleh persepsi spiritualnya.“

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 129. Layak?

    Bab 129. Layak?Pertanyaan Tian Fan tidak langsung dijawab. Sebaliknya, sosok hitam di hadapannya justru terdiam selama beberapa saat sebelum tiba-tiba tertawa. Tawa itu semakin keras, menggema di antara ruang yang retak dan menyebar ke seluruh Tangga Seribu Hati, seolah pertanyaan Tian Fan merupakan sesuatu yang benar-benar lucu baginya. “Hahaha… kau penasaran denganku? Kau penasaran kenapa aku mengenal si iblis kecil? Haruskah aku menjawab pertanyaanmu itu?” Suaranya terdengar penuh ejekan, seakan-akan ia sengaja menikmati reaksi Tian Fan.Tian Fan hanya menatapnya tanpa berubah sedikit pun. Entah mengapa, meskipun sosok di hadapannya hanya berupa siluet hitam dengan wajah yang tidak sepenuhnya jelas, Tian Fan tetap dapat merasakan bahwa sosok itu sedang mengejeknya. Namun bukannya marah, sudut bibirnya justru terangkat membentuk senyum tipis. “Kau terlalu percaya diri,” jawab Tian Fan dengan santai. “Siapa bilang aku penasaran? Aku hanya bertanya karena kebetulan kau menyebut n

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status