Share

Bab 29. Taman Baru.

Penulis: Zayn Z
last update Tanggal publikasi: 2026-05-31 21:49:43

Bab 29. Taman Baru.

Pagi hari tiba dengan langit cerah dan udara yang terasa segar.

Shui Wen keluar dari kamar tamu sambil meregangkan tubuhnya perlahan. Meski luka dalam tubuhnya masih terasa nyeri akibat pertarungan kemarin, kondisinya sudah jauh lebih baik setelah mengonsumsi ramuan penyembuh.

Tak jauh darinya, Lu Tang juga baru keluar dari kamarnya.

“Pangeran,” sapa Lu Tang sambil menangkupkan tangan.

Shui Wen mengangguk.

“Kita sebaiknya segera menuju halaman belakang. Bagaimanapun kita mas
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 165. Hadiah Ketiga itu adalah….

    Bab 165. Hadiah Ketiga itu adalah….Tidak lama setelah Xiao Long membawa Yin Canghe dan Yin Ruxia keluar dari Ruangan VIP 3, keduanya akhirnya tiba di sebuah ruangan khusus yang berada di bagian belakang Balai Lelang Bulan. Ruangan itu cukup luas dan memiliki formasi kedap suara yang membuat percakapan di dalamnya tidak mungkin terdengar dari luar. Empat orang telah menunggu di sana, masing-masing mewakili salah satu Ruangan VIP yang sebelumnya disebutkan Tian Fan.Orang pertama adalah seorang lelaki tua berusia sekitar enam puluh tahun dengan rambut putih yang disisir rapi dan tatapan tajam namun tenang. Ia adalah Jin Ru, kepala Klan Jin yang berasal dari Kota Kekaisaran sekaligus kakek Yin Ping dari pihak ayahnya. Di sebelahnya duduk seorang pria paruh baya dengan wajah tegas dan aura bangsawan yang kuat. Ia adalah Cao Pi, perwakilan Klan Cao dari Kekaisaran Cao. Dari Kekaisaran Tang hadir Tang Yulong, seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun yang memiliki tatapan dalam dan s

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 164. Tahu maksud.

    Bab 164. Tahu maksud.Setelah suasana di dalam Ruangan VIP 3 kembali sedikit tenang, Yin Ruxia dan Yin Canghe masih beberapa kali melirik ke arah empat tanaman spirit yang telah diberikan Tian Fan kepada keempat gadis. Jelas sekali keduanya masih memikirkan kejadian yang baru saja berlangsung. Bahkan setelah bertahun-tahun mengelola Balai Lelang Bulan, mereka belum pernah melihat empat tanaman spirit sekaligus mampu membuat para tamu VIP kehilangan ketenangan seperti tadi.Akhirnya, Yin Canghe mengalihkan pandangannya kepada Tian Fan. “Tuan Muda Tian, jika aku boleh bertanya, apakah kau masih memiliki tanaman spirit lainnya? Jika masih ada dan kau memang berniat menjualnya, Balai Lelang Bulan bersedia menjadi perantara. Dengan begitu, kami juga dapat membantu menyelesaikan kekacauan di aula sekaligus memberikan kesempatan kepada beberapa tamu penting untuk mendapatkan benda yang mereka inginkan,” katanya dengan senyum tipis.Tian Fan langsung memahami maksud perkataan tersebut. Kalima

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 163. Tanaman Spirit yang Menggemparkan.

    Bab 163. Tanaman Spirit yang Menggemparkan.Sejatinya, keempat tanaman spirit yang dikeluarkan Tian Fan bukanlah benda yang benar-benar langka di benua-benua lain. Tanaman seperti Ginseng Hitam, Apel Ungu, Jamur Lingzhi Merah, dan Pir Emas masih dapat ditemukan di beberapa wilayah dengan sumber daya spiritual yang lebih melimpah. Hanya saja, tanaman-tanaman tersebut hampir tidak tumbuh di Benua Timur. Kelangkaan itulah yang membuat keberadaannya di Balai Lelang Bulan menjadi sesuatu yang luar biasa. Bagi para kultivator Benua Timur, tanaman spirit yang bagi Tian Fan sebenarnya tidak terlalu istimewa itu sama berharganya dengan harta langka yang hanya muncul sekali dalam puluhan tahun.Karena situasi di aula sudah benar-benar tidak terkendali, juru lelang akhirnya terpaksa menghentikan sementara seluruh proses pelelangan. Perang tawaran dari Ruangan VIP 1, 2, 4, 5, dan 6 telah membuat para peserta umum tidak lagi memperhatikan barang yang seharusnya dilelang. Bahkan beberapa pengurus

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 162. Jadi Pusat Lelang (2)

    Bab 162. Jadi Pusat Lelang (2)Suasana damai itu ternyata tidak bertahan lama.Dari aula utama tiba-tiba terdengar suara keributan yang semakin lama semakin keras. Pada awalnya hanya terdengar beberapa suara samar, tetapi dalam hitungan napas, suara-suara tersebut mulai bercampur menjadi kegaduhan yang membuat bahkan juru lelang di atas panggung menghentikan ucapannya. Para peserta yang semula fokus pada barang lelang mulai menoleh ke segala arah, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.Tian Fan mengerutkan kening dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Dari balik tirai khusus Ruangan VIP 3, ia dapat melihat sebagian besar aula utama.Balai Lelang Bulan memiliki sebuah aula besar dengan panggung lelang di bagian tengah sebagai pusat perhatian. Di bawah panggung terdapat area luas yang dipenuhi kursi untuk para peserta umum, sementara di bagian atas, mengelilingi aula dari sisi kiri hingga kanan, terdapat enam ruangan VIP. Keenam ruangan itu dibuat sedikit lebih tinggi

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 161. Jadi Pusat Lelang.

    Bab 161. Jadi Pusat Lelang.Suasana di Ruangan VIP 3 masih terasa canggung. Setelah memberikan slip jade secara sembunyi sembunyi itu, keempat gadis itu memang tidak lagi banyak berbicara kepada Tian Fan, tetapi entah mengapa suasana di antara mereka justru terasa semakin tegang. Tian Fan yang duduk di tengah ruangan dapat merasakan bahwa ketiganya kembali menunjukkan sikap saling bersaing, sementara Yin Ping yang berada di antara mereka sesekali hanya memandang dengan ekspresi bingung.Perasaan itu semakin jelas ketika seorang juru lelang di panggung utama memperkenalkan salah satu barang berikutnya. Sebuah botol giok berisi Pil Penaik Ranah Tingkat Satu dibawa ke atas panggung. Juru lelang menjelaskan kualitas dan efek pil tersebut sebelum membuka harga awal.Namun, sebelum para peserta di aula sempat menaikkan tawaran, Shui Xian menoleh pada Yue Qing’er dan Mu Xueyan lalu berkata dengan sedikit angkuh.“Pil seperti itu sebenarnya tidak terlalu istimewa. Aku pernah memakan Pil Pen

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 160. Hadiah Ketiga

    Bab 160. Hadiah KetigaTidak lama setelah pertemuan yang membuat Tian Fan ingin melarikan diri dari Balai Lelang Bulan, Xiao Long akhirnya membawa mereka menuju sebuah ruangan VIP yang berada di bagian dalam bangunan. Ruangan itu jauh lebih tenang dibandingkan aula utama. Dindingnya dihiasi ukiran sederhana, beberapa kursi empuk tersusun mengelilingi sebuah meja rendah, sementara dari jendela besar di sisi ruangan dapat terlihat sebagian panggung lelang yang berada di aula utama.Tian Fan duduk di salah satu sisi meja, sedangkan tepat di hadapannya duduk empat gadis yang sejak tadi menjadi sumber masalah terbesarnya.Untuk beberapa saat, tidak seorang pun berbicara.Tian Fan memandang keempat gadis itu secara bergantian. Entah mengapa, posisi mereka terasa sangat familiar. Ingatannya tanpa sadar kembali pada kejadian di makam kuno, ketika ia pernah berada dalam situasi yang hampir sama. Hanya saja, kali ini suasananya terasa lebih aneh.Jika di makam kuno ia dikelilingi oleh bahaya da

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 06. Perjalanan Berdarah

    Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 05. Dimulai.

    Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status