LOGINKeesokan harinya, Andrea berlari kecil begitu melihat kakeknya yang sudah menunggu di depan gerbang asrama Mirelle Girls Academy. Senyum lebar langsung merekah di wajahnya. Tanpa ragu, ia memeluk kakeknya erat.
"Kakek!"Kakek Dedrick tertawa hangat sambil mengusap puncak kepala Andrea. "Akhirnya kakek bertemu lagi dengan cucu kesayangan kakek."Andrea terus tersenyum dalam pelukan kakeknya. Di saat yang sama, Daisy berjalan mendekat. Senyum manis menghiasi wajahnya.Di bandara, para anggota geng OTTD berpamitan. Ada yang akan terbang ke luar negeri, ada pula yang kembali ke kota asal mereka. Hanya Cassandra yang memutuskan menetap di Wellington bersama adiknya selama liburan thanksgiving.Setelah mengantarkan kepergian teman-teman mereka satu per satu, kini hanya tersisa Andrea dan Kyrran, beserta Noela dan Derby.Andrea melirik layar ponselnya, memastikan jadwal keberangkatannya, sebelum kembali menatap Kyrran."Yaudah, aku duluan, ya, Sayang," kata gadis itu.Kyrran yang berdiri di hadapannya mengusap puncak kepala Andrea dengan lembut. Tatapan hangatnya mengunci netra hazel Andrea."Kabarin aku kalau sudah sampai ya, Sayang," ucap Kyrran."Pasti, Sayang." Andrea menyunggingkan senyum jahil. "Lagian, kamu pasti bakal spam call kalau aku nggak balas pesan kamu dalam waktu lama."Kyrran mengangkat sebelah alisnya. "Ya, pasti seperti itu." Tangan cowok itu terangkat, dua jarinya menc
Kali ini Andrea yang mendesak Kyrran. Namun cowoknya itu justru tersenyum dan mengimbanginya. Saking beringasnya, ia pun tak sadar jika sudah menindih Kyrran di atas lantai ruangan gym. "Mhmm…" Kyrran sendiri menyusuri punggung Andrea dengan tangannya. Memberikan sapuan-sapuan yang membakar aliran darah Andrea. Sementara itu, di tengah pagutan bibir mereka yang saling menuntun, Andrea membuka kancing baju kemeja hitam Kyrran satu per satu. Dengan tergesa sampai terlihat tidak sabaran. Tidak ada pencegahan dari Kyrran, cowok itu membiarkan kekasihnya melakukan apa yang ia mau. Berhasil menyingkap kemeja Kyrran ke samping, Andrea segera menurunkan ciumannya. Kali ini gadis itu menjelajahi leher Kyrran. Ia menghisap, menyesap dan mengecup kulit kekasihnya penuh tuntutan. Kyrran mendongak sambil menggeram tertahan, pasalnya Andrea semakin lihai saja seperti yang ia ajarkan. Bahkan sudah termasuk le
Malam terus berlanjut dengan berbagai permainan. Andrea, Kyrran dan para sahabat mereka memainkan tebak lagu, menyusun kata, hingga permainan sederhana yang membuat siapa pun yang kalah harus menjawab pertanyaan atau melakukan sesuatu yang konyol.Setelah permainan berakhir, para cewek berpindah ke sudut sofa yang lebih nyaman. Mereka mulai membicarakan berbagai hal, dari kehidupan kuliah hingga gosip seru yang membuat mereka tertawa.Cassandra pun ikut bergabung. Kali ini, tawanya terdengar lebih lepas.Sesekali Andrea meliriknya, lega melihat sahabatnya itu mulai bisa tersenyum tanpa beban. Ia tahu satu malam yang menyenangkan tidak akan menyelesaikan semua masalah Cassandra, tetapi setidaknya malam ini memberi gadis berambut brunette itu kesempatan untuk bernapas.Di sisi lain, para cowok masih sibuk dengan permainan mereka sendiri. Suara tawa dan protes mereka bersahutan sampai waktu berlalu tanpa terasa. Hingga akhirnya, satu per satu mulai m
Setelah mengabari anggota OTTD yang lain tentang Cassandra, satu per satu dari mereka akhirnya tiba di Wellington.Malam itu, semuanya berkumpul di apartemen Kyrran. Kedatangan mereka tidak sekadar untuk melepas rindu, tetapi juga untuk memberikan dukungan kepada Cassandra yang sedang menghadapi masa sulit.Mereka sudah mengetahui apa yang terjadi pada sahabat mereka itu, termasuk persoalannya dengan Jasper.Sementara itu, pertunangan Andrea dan Jasper telah resmi dibatalkan. Berita tersebut bahkan sudah beredar di media. Alasannya karena ketidakcocokan. Tidak ada yang membahas soal Jasper menghamili Cassandra, karena keluarga Ruthorford menutupi soal itu. Dan benar firasat Cassandra jika keluarga Jasper tidak menerimanya. Bahkan ia diminta untuk menggugurkan kandungannya.Namun, dukungan dari para sahabatnya, membuat Cassandra membantah keluarga Ruthorford. Ia tetap akan mempertahankan kehidupan di dalam perutnya meski tidak diakui.Kini
"Rea…" sahut Cassandra dengan nada gemetaran. "M-maafkan aku…" suaranya pecah bersama tangisnya. Bahu Cassandra bergetar hebat dengan kedua tangannya yang saling meremas di atas pangkuan. "A-aku mengaku salah…" Suaranya tersendat. "Aku seharusnya cerita sama kamu dari awal. Aku seharusnya enggak menyembunyikan semuanya." Andrea mengembuskan napas perlahan, kemudian meraih tangan Cassandra yang terasa dingin. Gadis itu mengulum bibirnya yang ikut bergetar, berusaha menahan perasaan campur aduk yang memenuhi dadanya. Manik hazel Andrea kemudian bergerak turun ke perut Cassandra. Ada kehidupan yang sedang tumbuh di sana dan kenyataan itu membuat sorot mata Andrea menghangat. "Aku maafkan kamu, kok," ucap Andrea lembut. Cassandra mengangkat wajah dengan mata sembap. "Se-serius, Rea?" Andrea mengangguk. Namun, ia menghela napas kecil sebelum melanjutkan. "Tapi aku masih gak habis pikir, Cassie. Kenapa kamu malah lari ke Jasper daripada datang ke aku saat kamu kesulitan? Atau s
"Andrea, please dengarkan aku dulu—""Stop!" potong Andrea pada ucapan Jasper. "Gak usah menjelaskan apa-apa lagi, Jasper. Aku sudah tahu semuanya.""Andrea—""Tega sekali kamu melakukan hal seperti ini kepada sahabatku sendiri!" Suara Andrea bergetar oleh amarah. "Kamu memanfaatkan keadaan Cassie yang sedang kesulitan, lalu memperlakukannya sesuka hatimu? Kamu pikir dia itu apa? Mainan yang bisa kamu gunakan kapan pun kamu mau?Kamu—"Andrea menyorot tajam ke iris biru Jasper. "Kamu sampai menghamili dia dan gak mau tanggung jawab?!""BRENGSEK KAMU!" maki Andrea tanpa menahan diri.Jasper terdiam sesaat. Namun, alih-alih merasa bersalah, cowok itu justru melangkah mendekat dan mencengkeram kedua pundak Andrea."Itu semua karena kamu!" bentak Jasper.Andrea membelalak. "Apa sih? Kok jadi menyalahkan aku?""Iya! Karena kamu gak pernah mau mengakui aku!" Jasper menatapnya dengan mata memerah. "Ak
Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan







