Home / Young Adult / Jerat Ketos Galak / Bab 23. Bukti Terhapus?

Share

Bab 23. Bukti Terhapus?

Author: Sweety
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-08 22:00:38

"Aku harus dapetin foto itu," gumam Andrea.

Sembari berusaha mengabaikan detak jantungnya yang mengencang, ibu jarinya menggulir cepat isi galeri Kyrran. Walaupun ketahuan Kyrran, setidaknya dia hapus dulu foto ciuman mereka.

"Please, Derby, halangin Kyrran lagi, aku tahu kamu pasti punya banyak cara," racaunya sambil terus mencari. Dia menggigit bibir bawahnya yang sedikit bergetar.

Setelah beberapa usapan jempol di layar, And
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Fha
yahhh kyran punya cdngan foto
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jerat Ketos Galak   Bab 128. Pengganti Bantal

    "Gak ada clue lain?" tanya Andrea ketus. Dia juga menyesap minumannya sendiri. Kyrran memasukkan ponselnya ke dalam saku. "Gak ada.""Kamu sama aja bikin aku mikir berkali-kali," sambung gadis itu menggerutu. "Itu urusanmu," ucap Kyrran, seolah tidak peduli. Dia menyimpan gelas minumannya di meja kecil samping bangku. "Ya, ya," dengus Andrea, meletakkan gelas minumannya juga di lantai. Lalu tanpa aba-aba, gadis itu merasakan beban hangat jatuh di pahanya. Andrea spontan membeku kaget. Bagaimana tidak? Ternyata Kyrran merebahkan kepalanya di atas paha Andrea. Gadis itu menurunkan pandangan pelan, menatap Kyrran yang sudah memejamkan mata. "Kamu ngapain?" celetuk Andrea. Nadanya terdengar gugup. "Jadi bantalku sebentar, kepala aku pusing," sahut Kyrran. Suara dalam cowok itu sedikit serak. Andrea tidak berkomentar lagi, ia justru melirik panik sekitar, memastikan rooftop benar-benar koso

  • Jerat Ketos Galak   Bab 127. Menagih Janji

    Grup Kyrran’s Guardian Angels sudah bubar. Video pengakuan kesembilan anggotanya sudah tersebar di kanal privat sekolah. Berita soal mereka juga mengisi slot hot topic dan headline di website sekolah. Kabarnya, Kepala Sekolah memutuskan untuk memberikan skorsing kepada mereka yang terlibat. Sedangkan Tiana dan Natasya sendiri tengah mengurus surat pindah sekolah. Alveroz High heboh dengan kabar menggemparkan itu. Sampai jam makan siang, siswa-siswi membahas skandal itu. Di sudut kafetaria yang sepi, Andrea duduk bersama Noela dan Jolina dekat jendela. Ketiganya makan sambil membicarakan kejadian semalam yang masih terasa tidak nyata.Di meja lain tak jauh dari sana, Derby duduk bersama Rasya dan Jeremy—dua teman sekamarnya yang merupakan roommates Kyrran juga. Sayangnya, Ketua OSIS itu tidak terlihat sejak pagi. Andrea mengunyah pelan sambil sesekali melirik ke arah pintuh utama, mengharapkan Kyrran muncul dari sana. Ke mana

  • Jerat Ketos Galak   Bab 126. Membongkar Skandal KGA Bagian V

    "Hmmphh!" "Hmmphh!" Tiana dan Natasya meronta, seolah ingin memaki Andrea balik. Sayangnya suara mereka sudah dibungkam oleh lakban. Andrea kemudian mendaratkan tamparan pada pipi mereka berdua lagi secara bergantian. "Berhenti melawan… dan dengarkan aku baik-baik," ucap Andrea. Suaranya setajam pedang. Gadis itu kemudian meluruskan punggung dengan tatapan yang tak lepas dari mereka berdua. "Grup kalian sudah berakhir malam ini. Akui semua kesalahan kalian dan minta maaf dengan semua perempuan yang pernah kalian sekap," ucap Andrea tegas. Mata Tiana menyala dengan amarah tapi kali ini cewek itu tidak meronta lagi. Andrea akhirnya mencabut lakban dari mulut Tiana. Cewek itu mendesis kesal. "Jangan memerintahku, sialan!" "Kau pikir kau itu siapa, hah!" bentak Tiana. Tatapan Andrea meruncing ke cewek itu. "Bukti pembullyan kalian ada

  • Jerat Ketos Galak   Bab 125. Membongkar Skandal KGA Bagian IV

    Plak! Tamparan keras Tiana mendarat di wajah Andrea. Tidak cuma sekali, terhitung sampai lima kali Tiana menamparnya. Pipi Andrea jadi merah. "Aku sudah memberimu kesempatan, Andrea. Tapi kau sendiri yang bermain-main dengan kami," desis Tiana. Tatapannya turun tajam. "Kali ini akan kubuat kau benar-benar menyesal." "Tiana! stop!" bentak Andrea, berusaha meronta, tetapi cengkraman dua cewek di bahunya begitu kuat sehingga pergerakannya terkunci. Ketua grup KGA itu sudah mengacungkan ujung besi yang membara merah, sedikit lagi menyentuh kulit wajah Andrea. Tapi, tiba-tiba saja asap putih tebal membumbung memenuhi ruangan. Itu Elyse yang mengambil kesempatan, meraih bahan kimia dan melemparkannya ke arah bara api dan lantai panas dekat perapian. Mereka semua panik dan batuk-batuk karena asap semakin tebal dan pandangan mereka kabur. Di kesempatan itu, Andrea mendorong dua cewe

  • Jerat Ketos Galak   Bab 124. Membongkar Skandal KGA Bagian III

    Andrea tampak bersemangat. Gadis itu berdiri di sisi pintu sambil menggenggam balok kayu. Sementara itu, Elyse merebahkan badannya kembali di lantai, berpura-pura masih pingsan sesuai arahan Andrea. Elyse menoleh sedikit, menatap Andrea. "Apa mereka sudah datang?" tanyanya pelan. Andrea menempelkan telinganya ke permukaan pintu dingin, berusaha menajamkan pendengarannya dan menangkap suara langkah. Detik berikutnya dia bersiap dengan balok kayu di tangannya. "Mereka datang," ujar Andrea. Degup jantungnya jadi cepat. Langkah yang terdengar berhenti tepat di depan pintu. Ketika terbuka, dua sosok berjubah hitam masuk ke dalam ruangan. Wajah mereka tertutup topeng, hanya mata mereka yang terlihat samar di bawah cahaya redup. "Ke mana Andrea?" sahut salah satunya dengan nada berat hasil alat pengganti suara. Tepat saat ia menoleh, Andrea mengayunkan kayu ke bagian belakang sosot tersebut sekuat tenaga. BRAK! "Ugghh!" Tubuh sosok itu ambruk ke lantai keras. Sosok

  • Jerat Ketos Galak   Bab 123. Mengungkapkan Skandal KGA Bagian II

    "Andrea sudah dibawa sama mereka," bisik Noela pada Derby dan Jolina. Gadis berambut sebahu itu menunjukkan tas dan ponsel Andrea yang ia temukan di depan toilet setelah listrik menyala. Jolina mengangguk. "Sekarang giliran kita beraksi juga.""Ayo ke mobil," ajak Derby. Cowok itu melangkah lebih dulu. Ketiga remaja tersebut berjalan cepat menembus kerumunan pesta, menuju parkiran. Noela yang menyetir mobil sementara Derby duduk di sebelahnya sambil memangku laptop. Di jok belakang Jolina duduk sambil berkutat dengan ponselnya. "Aku sudah dapat empat belas cewek yang pernah disekap grup KGA dan bersedia speak up," celetuk Jolina. Noela memandangi pantulan gadis itu di kaca depan. "Sesuai kata Andrea, kumpulkan minimal dua puluh orang, jadi harus dicari lagi.""I'm on it, baby," kata Jolina.Noela kemudian melirik ke arah Derby yang jemarinya menari di atas keyboard laptop. "Sudah dapat lokasinya?"

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status