เข้าสู่ระบบ"Aku perlu bicara empat mata denganmu," kata Kyrran serius.
Davin menatap Kyrran beberapa sebelum mengangguk. "Oke."Kedua cowok itu kemudian meninggalkan bengkel klub otomotif, berjalan menuju lapangan belakang sekolah, tempat yang biasanya digunakan siswa untuk bersantai setelah kegiatan klub. Namun siang itu hampir tidak ada siapa pun di sana.Dua cowok itu kemudian berhenti di dekat pagar yang menghadap lapangan.Kyrran berdiri dengan kedua tangan masukSore itu, cahaya matahari keemasan masuk melalui jendela besar kamar rawat khusus Kyrran. Beberapa rangkaian bunga dari geng OTTD dan dua keluarga besar Kyrran—Alveroz Family dan Yoseviano Family—memenuhi meja dekat jendela.Kyrran sudah pindah dari tempat tidur ke sofa panjang yang ada di area duduk kamar rawatnya. Dokter Armand mengatakan kondisinya membaik, meski ia masih harus banyak beristirahat.Andrea duduk di sampingnya. Jemari mereka saling bertaut sejak beberapa menit lalu.Andrea kemudian memainkan pelan jari Kyrran dan menoleh ke arah cowoknya itu.Andrea menyahut lembut. "Jadi rasanya gimana setelah dua keluarga besar kamu tahu soal penyakit kamu?"Kyrran tersenyum tipis, tatapannya beralih ke jendela sejenak sebelum kembali memandangi Andrea."Kamu benar, Sayang. Rasanya lega." Kyrran mengangkat tangan mereka yang masih saling menggenggam, kemudian dengan lembut membawa tangan Andrea ke dadanya, tepat di atas jantun
Setelah sepuluh hari, akhirnya kabar baik yang dinanti-nanti datang. Kyrran akhirnya sadar dari koma.Kabar itu menyebar begitu cepat hingga Andrea bahkan tidak ingat bagaimana ia bisa sampai ke koridor rumah sakit.Yang ia ingat hanya dirinya dan Noela berlari, melewati lorong demi lorong dan masuk ke lift berdua, menunggu angka di layar yang terasa bergerak terlalu lambat.Ding!Setelah pintu lift terbuka, Andrea kembali berlari. Jantungnya berdebar begitu keras hingga telinganya berdenging.Ia takut kalau semua ini hanya salah dengar. Namun saat pintu kamar rawat dibuka—Napas gadis itu tertahan. Kyrran benar-benar sudah sadar. Cowok itu sedang duduk bersandar di ranjang rumah sakit.Wajahnya masih terlihat pucat dan tubuhnya tampak lebih kurus dibanding dua minggu lalu. Namun matanya sudah terbuka dan itu sudah cukup.Di samping ranjang, Darell sedang duduk sambil mengobrol dengan Kyrran.Mendengar
Satu minggu sudah berlalu dan Kyrran masih belum membuka mata. Awalnya Andrea mengira setiap pagi akan membawakan kabar baik untuknya.Bahwa ketika gadis itu tiba di rumah sakit sebelum berangkat sekolah, ia akan mendengar kalimat yang selama ini ditunggu semua orang. Kyrran sudah sadar.Namun sampai detik ini, kalimat itu tidak pernah datang.Ruang rawat khusus di lantai teratas rumah sakit perlahan menjadi tempat yang sangat akrab baginya. Ia hafal suara lift yang menuju lantai itu dan aroma kopi dari ruang tunggu keluarga. Bahkan Andrea sudah mengetahui nama beberapa perawat yang bergantian menjaga Kyrran.Tetapi tidak peduli seberapa sering ia datang, pemandangan yang menunggu Andrea selalu sama.Kyrran masih terbaring diam dengan monitor jantung berdetak di samping ranjang dan selang infus terpasang di punggung tangannya.Mata cowoknya itu tetap tertutup, seolah tertidur sangat lama.Di sekolah, Andrea berusaha menj
Di sebuah area tunggu di lantai khusus dipenuhi keheningan yang terasa menyesakkan.Lampu putih rumah sakit menyala terang di atas kepala. Bau antiseptik memenuhi udara. Sesekali terdengar suara roda brankar melintas di koridor dan langkah cepat tenaga medis yang berlalu-lalang.Kyrran sudah dibawa masuk hampir satu jam yang lalu dan sejak saat itu, tidak ada kabar apapun.Sebelas anggota geng OTTD memenuhi area tunggu tersebut. Biasanya kelompok itu tidak pernah bisa diam lebih dari lima menit. Selalu ada yang bercanda, saling mengejek, atau membuat keributan kecil.Namun malam ini berbeda. Davin dan Rasya duduk menunduk sambil menggenggam kedua tangannya erat. Vanko berkali-kali mengusap wajahnya. Jeremy berdiri di dekat jendela sejak tadi tanpa bergerak banyak. Tatapannya kosong menembus kaca malam.Cassandra, Elyse, Jolina dan Teressa duduk berdampingan. Sementara Noela… gadis berambut hitam sebahu itu duduk diapit oleh Derby dan Andr
Beberapa saat sebelumnya… Vanko, Derby, Davin, Jeremy dan Rasya berdiri di depan wahana Haunted House yang sudah dipenuhi antrean siswa. Lampu merah dan ungu berkedip-kedip di sekitar pintu masuk. Suara jeritan palsu dan efek suara menyeramkan sesekali terdengar dari dalam. Namun tidak satu pun dari mereka memperhatikannya karena Kyrran tak kunjung muncul. "Kok Kyrran gak nongol-nongol, ya?" tanya Vanko sambil melirik jam di ponselnya. Rasya yang berdiri di sebelahnya mengangkat bahu. "Padahal dia bales a minute di grup." Cowok berambut blonde itu menunjukkan layar ponselnya. Pesan terakhir Kyrran memang masih terpampang di sana. "Tapi itu lima belas menit yang lalu." Davin mengerutkan dahi. Di saat yang sama, Derby, Jeremy dan Vanko di sampingnya saling pandang. Lalu ekspresi mereka serempak menegang. "Shit," desis Vanko Rasya mengernyit. "Kenapa?" Vanko menghela napas kasar. "Guys, menyebar sekarang." Suaranya berubah serius. "Kyrran pasti kambuh," ucap Derby. "Sama kayak
Festival Halloween Alveroz High akhirnya resmi dimulai. Begitu Mr. Nolan Sang Kepala Sekolah selesai memberikan sambutan singkat, sorak-sorai siswa langsung memenuhi lapangan utama.Lampu-lampu dekorasi mulai menyala meski langit belum sepenuhnya gelap. Stan makanan berjejer di sepanjang area festival. Aroma popcorn, cokelat hangat, dan berbagai camilan manis bercampur di udara.Para guru pun ikut mengenakan kostum sederhana. Bahkan wakil kepala sekolah yang terkenal galak hari ini mengenakan jubah penyihir hitam yang membuat para siswa diam-diam memotretnya.Andrea berdiri sambil bertaut lengan dengan Kyrran di area depan lapangan.Gadis cantik itu mengenakan gaun berwarna biru malam yang mengalir lembut hingga mata kaki. Lengan gaunnya itu panjang dengan lapisan kain tipis transparan yang menjuntai lembut di pergelangan tangan. Rambut hitam panjang Andrea dibiarkan tergerai dengan beberapa helai dipilin ke belakang dan dihiasi aksesori bulan sab
"Kamu lebih mendalami soal teknologi sejak pindah ke sini, kan?" tanya Andrea. Gadis itu menusuk-nusuk pelan nasi mentega yang ada di foodtray. "Ya, kenapa, Andrea?" Derby menyendok sup krim jagung ke dalam mulutnya. "Kamu… bisa hack handphone orang lain gak?"Derby h
"Gosh! Dia—" Andrea menggigit bibir bawahnya untuk menahan ucapan yang tak seharusnya diungkapkan. Tapi dalam benaknya, ia mendengar secara gamblang. Hot banget, ujarnya dalam hati sambil cengo menatap sosok cowok di sisi kolam dekat matras hitam dan alat latihan calisthenics. Tak lain
"Rea! Aku punya berita penting!" Teriakan heboh Noela membuat Andrea terkejut. Dia tidak mengenakan headphone dan pintu kamarnya memang terbuka lebar, sehingga suara melengking sahabatnya itu langsung menyerang pendengarannya. Andrea menoleh, iris kecokelatannya yang bening beralih dari layar l
Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.







