Mag-log inYeyyyy udah deeptalk ya mereka, kakak-kakak pembaca kesayangan. Maaf author gak respon satu-satu komennya, tapi author baca semuanya. Makasih yaaa selalu support cerita ini. Masih ada satu plot twist yang author simpan, ditunggu ya. ^^ Biasanya ada nih yang bener tebakannya. Beberapa kakak yang pernah komen berteori dan itu bener loh. Walaupun ada juga yang meleset. Bahkan ada komen yang author jadikan inspirasi. Salah satunya yang part Darell. Sebenarnya author memang mau bikin dia gone forever, tapi karena ada komen salah satu kaka pembaca, aku jadi bikin part gonenya Darell itu cuma rencana buat meyakinkan Kyrran untuk setuju operasi. Ehh authornya malah yapping nih. Maap ya, kakak-kakak. Mohon bersabar juga karena udah mau masuk ke drama status tunangan Andrea sama Jasper, juga dengan kakeknya Andrea abis ini. Tapi yang pasti manis-manis dulu dong. Stay tuned semuanya. ^^
"Iya dia yang bilang begitu," ungkap Kyrran tajam. Cowok itu kemudian mengeluarkan ponsel dan menunjukkan foto-foto yang diedit Daisy saat meyakinkan Kyrran kalau cewek itu pacarnya.Andrea memperhatikan foto-foto tersebut satu per satu. Itu harusnya foto-foto dirinya bersama Kyrran, tapi yang tampil malah wajah Daisy.Andrea mengulum bibir seraya menunduk untuk berpikir sejenak. Sampai sekarang ia masih percaya kalau Jasper yang mengungkapkan soal rahasianya ke kakeknya. Tapi, mendengar Daisy yang mengarang ke Kyrran—juga ingat bagaimana Daisy selalu tampil meniru Andrea—membuat Andrea akhirnya menyimpulkan kalau Daisy yang pasti membongkar rahasianya. Cewek itu hanya bermain halus. Bahkan Andrea dibuat percaya kalau Kyrran setelah hilang ingatan jatuh cinta pada Daisy dan mereka pacaran karena pertemuan manis yang tanpa disengaja.Tapi kenyataannya, Daisy yang mendatangi Kyrran dan mengatakan kalau dia pacar Kyrran.Andrea menganga tipis, mengeluarkan helaan tipis dari celah bibir m
Andrea menggeleng, membuat embun di pelupuk matanya jatuh membasahi pipinya. "Enggak, Kyrran… aku gak selingkuh… aku—"Ucapan gadis itu terpotong lantaran Kyrran menyela. "Jadi sekarang kamu mengakui kalau kamu memang pacar aku?" desis Kyrran, cengkeramannya mengendur di pundak Andrea, lalu tangan cowok itu perlahan turun. Matanya yang memerah terkunci pada manik cokelat Andrea yang basah.Gadis itu mengulum bibirnya, menatap kilat kecewa di iris hitam Kyrran. Harusnya Andrea yang lebih kecewa karena cowok itu sudah tidur bersama Daisy dan bermain dengan banyak cewek di NY tempat Kyrran tinggal selama satu tahun lebih."Kamu tahu apa yang paling bikin aku sakit hati apa? Karena katanya kamu selingkuh saat tahu kalau aku punya penyakit dan gak bisa bertahan hidup sampai 20 tahun!"Deg.Andrea mengerutkan kening. Kenapa Kyrran bisa bilang begitu? Siapa yang mengatakan omong kosong itu?Andrea menarik napas pendek lalu mendongak tipis ke wajah cowok itu."Iya, kamu memang pacar aku… tapi
Andrea tidak boleh membiarkan Kyrran bertindak gegabah, maka dari itu ia mengangguk setuju untuk mengikuti Kyrran.Ia masuk ke dalam mobil hitam cowok itu, meski tak tahu ke mana Kyrran akan membawanya.Di dalam mobil, Kyrran tidak mengucapkan apa-apa, cowok itu fokus mengemudi dan laju mobilnya sangat kencang. Andrea hanya mencengkeram roknya.Ketika mobil memasuki sebuah gedung tinggi, barulah Andrea menoleh pada Kyrran dan mengeluarkan suara."Kita mau ke mana sebenarnya, Kyrran?" tanya Andrea.Kyrran tidak menjawab, alih-alih cowok itu memarkir mobilnya. Setelah mematikan mesin mobil, Kyrran keluar dari mobil, mengitari bagian depan ke pintu jok pengemudi. Lantas cowok itu membuka pintu mobil dengan sekali gerakan, lalu menarik Andrea keluar."Kyrran, jawab aku! Kita mau ke mana?""Ke apartku, Andrea," desis cowok itu, mencengkeram pergelangan Andrea kuat.Andrea menahan langkah dan berusaha menarik tangannya lepas. Namun seperti biasa, kekuatan Kyrran membuatnya tak bisa melawan.
"I-iya! Andrea membayarku, Kyrran!" seru Daisy. Suaranya makin bergetar. "Dia dari dulu selalu membayar aku. Pertama—waktu aku harus gantikan dia sekolah di Mirelle Girls Academy.Dia mau sekolah di Alveroz High School tapi kakeknya gak kasih izin, makanya dia bayar aku untuk pura-pura jadi di Mirelle. Dan kedua—ini… aku dibayar buat gantikan dia sebagai pacar kamu, Kyrran."Kyrran mencengkeram leher botol di tangannya dengan erat sampai urat-urat di kulitnya terlihat jelas."Kenapa dia bayar kamu untuk gantikan dia sebagai pacarku?" desis Kyrran. Tatapannya begitu tajam.Daisy pelan-pelan berdiri, mencengkeram sisi gaunnya, menatap Kyrran dengan sorot serius. "Karena dia selingkuh, Kyrran," ucap gadis itu penuh penekanan. "Dengan tunangannya yang sekarang, Jasper Ruthorford."Kyrran menjatuhkan botol di tangannya, tatapannya kosong lurus ke depan.Melihat cowok itu termakan kata-kata bohongnya, Daisy lanjut memprovokasi. Kalau dia tidak bisa mendapatkan Kyrran. Maka ia harus membuat
Setelah menyesap wine terakhirnya, Daisy meletakkan gelas di atas meja samping tempat tidur. Senyum tipis terukir di bibirnya sambil menatap Kyrran yang terbaring di kasur dengan mata terpejam. Dari napasnya yang terdengar berat, Kyrran tampak seperti sudah kehilangan kesadaran sepenuhnya. Perlahan Daisy melangkah mendekat. Jantungnya berdegup lebih cepat. Ini adalah kesempatan yang selama ini ia tunggu. Daisy naik ke atas kasur dan merangkak mendekati Kyrran. Jemarinya terulur, hendak menyentuh pipi cowok itu. Namun sebelum kulit mereka bersentuhan, tangan Daisy tertahan. Kening gadis itu mengerut, menyusul matanya yang membelalak lantaran menemukan tangan Kyrran yang mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat. "K-Kyrran?" sahut Daisy, suaranya samar bergetar. Mata cowok itu terbuka pelan. Tidak ada tatapan kosong orang mabuk di sana. Yang ada hanyalah sorot mata tajam yang membuat bulu kuduk Daisy meremang. Belum sempat gadis itu bereaksi, Kyrran melepaskan cengkeramannya
Saat Kyrran dan Daisy pergi, Andrea sempat menoleh ke arah mereka, memandang beberapa detik sebelum akhirnya mengembuskan napas pelan dan memalingkan wajah.Di sebelah Andrea, Jasper melirik sekilas. Sorot matanya tajam, menatap Andrea lalu menoleh sebentar memandang punggung Kyrran yang menjauh."Ayo, Andrea," sahut cowok itu, membawa Andrea masuk ke dalam restoran.Mereka duduk berhadapan dengan hidangan yang datang secara bergantian. Mereka tidak bersuara sampai hidangan utama disajikan di depan mereka.Jasper memotong steaknya sebelum mengangkat pandangan, menatap Andrea yang juga memotong daging di piringnya."Kamu kelihatannya gak nyaman melihat mereka tadi," sahut Jasper.Andrea yang mengunyah, menaikkan pandangan, menatap Jasper balik sekilas, lalu kembali memotong steaknya."Aku biasa saja, Jasper," elak Andrea."Tapi mata kamu gak bisa bohong, Andrea."Mendengar ucapan Jasper itu, membuat Andr
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan







