เข้าสู่ระบบ"Sejak kapan kamu—" ucapan Andrea tersendat.
"Sejak kapan aku masuk?" sela Kyrran dengan nadanya yang tajam. Andrea kepalang panik, ketenangan absen dari aliran darahnya, gadis itu refleks berdiri cepat, berniat kabur dari tekanan aneh yang tiba-tiba memenuhi ruangan. Namun karena gerakannya terlalu mendadak, bahu Andrea menghantam dada Kyrran, membuat cowok itu kehilangan keseimbangan sepersekian detik. TakBallroom kapal pesiar malam itu tampak sangat megah. Cahaya lampu kristal memantul di langit-langit tinggi, rangkaian bunga mawar putih dan ornamen keemasan menghiasi setiap sudut ruangan. Meja-meja bundar tertata elegan, dipenuhi hidangan istimewa untuk menyambut para tamu. Dari dinding kaca yang membentang luas, hamparan laut malam terlihat berkilauan diterpa cahaya bulan."Ladies and gentlemen, malam ini kita berkumpul untuk merayakan cinta dan kebahagiaan dua insan yang telah memilih untuk menghabiskan sisa hidup bersama. Dengan penuh sukacita, mari kita sambut pasangan pengantin yang berbahagia, Mr. and Mrs. Yoseviano! Kyrran and Andrea!"Suara dua MC menggelegar dari panggung dan perlahan pintu ballroom terbuka.Kyrran muncul lebih dahulu dengan tuxedo hitam yang membalut tubuh tinggi tegapnya. Rambut pria itu tertata rapi dan senyum terukir tipis di wajah tampannya. Di samping Kyrran, Andrea melangkah anggun mengenakan gaun pengantin resepsi berwarn
Di balik batang pohon besar yang tumbuh di sisi halaman gereja, seorang wanita bertopi mengintip dalam diam. Sebagian wajahnya tertutup bayangan, rambutnya yang berantakan menyembul dari balik topi lusuh yang ia kenakan.Itu adalah Daisy. Kulitnya tampak kusam. Pakaiannya jauh dari kata layak, seolah-olah ia sudah lama tidak memperhatikan penampilannya sendiri.Wanita yang baru saja menghirup udara bebas setelah mendekam di balik jeruji besi selama dua tahun karena Kyrran dan Andrea.Sepasang matanya menatap tajam ke arah kedua pengantin yang sedang berjalan meninggalkan gereja. Jemarinya mengepal kuat hingga kuku-kukunya menekan kuat di telapak tangannya."Selamat menikmati kebahagiaan kalian," gumam Daisy dengan senyum getir. "Karena setelah ini, giliran kalian yang merasakan penderitaan."Tatapannya mengikuti Kyrran yang membantu Andrea masuk ke dalam mobil pengantin. Beberapa tamu masih sibuk mengabadikan momen bahagia pasangan terseb
Andrea menoleh lagi pada Kyrran, dari balik veil yang menutupi wajahnya, perempuan itu masih tidak menyangka jika momen ini akan tiba. Saking gugupnya, Andrea lupa menyerahkan buket bunga yang masih ia genggam erat.Di sebelahnya. Kyrran melirik ke arah buket di tangan Andrea, kemudian tersenyum tipis."Bunganya, Sayang," bisik pria itu pelan.Andrea tersentak kecil, lalu menunduk, baru menyadari bahwa buket itu masih berada dalam genggamannya."Oh, iya," balasnya berbisik.Kyrran menahan senyum melihat tingkah gugup Andrea. Beruntung, Noela juga menyadari hal itu dan segera mendekat dan menerima buket dari tangan Andrea."Makasih, El," bisik Andrea sambil tersenyum malu. Noela mengangguk tipis, menenangkannya.Andrea kembali meraih jemari panjang Kyrran. Pria itu menyambutnya dengan senyum geli, lalu mengusap punggung tangannya seolah ingin menenangkan kegugupan Andrra.Keduanya lalu menghadap ke depan.
Kyrran sudah menghadapi begitu banyak hal dalam hidupnya. Mengambil keputusan besar, menghadapi berbagai persoalan dan melewati masa-masa sulit yang mempertaruhkan nyawanya. Namun, menunggu seorang perempuan berjalan ke arahnya untuk menjadi istrinya ternyata jauh lebih mendebarkan daripada semua itu. Lalu— Pintu utama gereja perlahan terbuka. Alunan musik pernikahan mulai memenuhi ruangan. Percakapan kecil di antara para tamu seketika mereda. Semua orang mengalihkan perhatian ke arah pintu masuk. Kyrran pun mengangkat wajahnya yang tegang oleh kegugupan. Sosok mungil seorang anak perempuan bernama Lilly muncul lebih dahulu. Itu keponakannya—putri kakak sepupunya dari keluarga Alveroz. Lilly mengenakan gaun putih sederhana dengan pita kecil menghiasi rambutnya, flower girl itu melangkah perlahan menyusuri aisle. Kedua tangan mungilnya memegang sebuah keranjang kecil berisi kelopak bunga putih d
Suasana di salah satu ruangan privat gereja tampak begitu hangat. Sinar matahari menyelinap melalui jendela-jendela tinggi, menciptakan pantulan keemasan yang lembut di lantai marmer.Beberapa orang terlihat sibuk mempersiapkan diri, sementara enam sahabat Kyrran—Vanko RJ, Jeremy, Derby, Rasya, Davin dan Ryu berkumpul di salah satu sudut ruangan dengan ekspresi yang mencurigakan, tampak sedang merencanakan sesuatu.Kyrran berdiri tak jauh dari jendela. Pria tampan itu mengenakan setelan jas pengantin berwarna putih gading dengan kemeja putih dan dasi kupu-kupu senada, penampilannya tampak begitu sempurna. Rambut hitam legamnya ditata rapi, sementara sebuah boutonniere—rangkaian bunga mini—tersemat di sisi kiri jasnya.Namun, di balik ketenangan pria itu, ada kegugupan yang sulit ia sembunyikan. Hari ini, Kyrran Diandra Yoseviano akan menikahi Andrea Ilsa Shimano."Hei, pengantin pria!" Ryu menghampiri Kyrran sambil menepuk bahunya.Kyrran
Tak terasa waktu berlalu, Andrea berhasil menyelesaikan pendidikannya di bidang Jurnalistik dan meraih gelar Bachelor of Arts (B.A.). Sementara itu, Kyrran berhasil menyelesaikan pendidikan Bachelor of Science (B.S.) in Biology dengan jalur persiapan pre-med. Namun, kelulusan itu bukanlah akhir perjalanan mereka. Masih ada banyak hal yang harus diperjuangkan, terutama bagi Kyrran. Cowok itu akan melanjutkan pendidikan kedokterannya ke luar negeri untuk meraih gelar Doctor of Medicine (MD). Suasana halaman utama Universitas Haster dipenuhi para wisudawan dan keluarga mereka. Jubah hitam dengan selempang merah marun tampak mendominasi pemandangan. Beberapa mahasiswa sibuk berfoto, sebagian lainnya berpelukan dengan keluarga. Suara tawa dan ucapan selamat terdengar dari berbagai penjuru. Andrea berdiri di dekat tangga gedung utama sambil memegang buket bunga yang baru saja diberikan oleh Anastasia ibunya, Kakek Dedrick yang didampingi oleh P
Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan







