Share

Campus Era 75

Author: Sweety
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-29 08:00:33

Bibir Andrea terbuka sedikit. Napasnya bergetar ketika ia akhirnya berhasil mengeluarkan suara, begitu lirih hingga nyaris tenggelam di antara percakapan yang perlahan berhenti.

"I-bu…?"

Satu kata itu membuat seluruh ruangan mendadak sunyi. Andrea mengambil langkah pertama, lalu kedua dan ketiga pelan-pelan, seolah masih membutuhkan waktu untuk meresapi bahwa sosok di hadapannya itu nyata.

Air mata Andrea jatuh kala wanita itu bangkit dari sofa dan membentangkan tan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Sweety
makasih banyak kak, stay tuned ya kak ^^
goodnovel comment avatar
Byanca
kk thorrrr beneran bisa banget bikin nangis bombay asliii hebatt kereenn the best for u
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 76

    Andrea menangis tersedu-sedu saat Anastasia ibunya menceritakan kebenaran tentang Ryuji Shimano—ayah Andrea. Gadis itu duduk berdampingan dengan sang ibu di sofa, menggenggam tangannya erat-erat.Ayah Andrea memang telah tiada karena ditembak oleh rekannya yang berkhianat—saat misi penyelamatan di lokasi penculikan dan eksperimen anak lima belas tahun silam.Anastasia juga memberitahu Andrea alasannya memalsukan kematian selama ini. Bahwa ia ingin balas dendam dan tidak ingin Andrea dengan Kakek Dedrick terlibat.Di sisi lain, Kyrran duduk diam di antara Mama Drassha dan Papa Adriel. Sejak ingatan masa kecilnya kembali, cowok itu belum banyak berbicara. Tatapannya sesekali menerawang, seolah masih berusaha menyusun seluruh kejadian yang selama ini terkubur dalam benaknya.Mama Drassha menggenggam tangan Kyrran, sementara Papa Adriel menepuk bahunya dengan lembut.Sementara itu, Anastasia beranjak dari sofa setelah menenangkan Andrea. Ia menghampiri Kyrran, berdiri di hadapan lelaki m

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 75

    Bibir Andrea terbuka sedikit. Napasnya bergetar ketika ia akhirnya berhasil mengeluarkan suara, begitu lirih hingga nyaris tenggelam di antara percakapan yang perlahan berhenti."I-bu…?"Satu kata itu membuat seluruh ruangan mendadak sunyi. Andrea mengambil langkah pertama, lalu kedua dan ketiga pelan-pelan, seolah masih membutuhkan waktu untuk meresapi bahwa sosok di hadapannya itu nyata.Air mata Andrea jatuh kala wanita itu bangkit dari sofa dan membentangkan tangan."Rea, my sweetheart."Mendengar panggilan itu, membuat langkah Andrea yang semula ragu perlahan berubah cepat, hingga akhirnya ia berlari kecil menghampiri wanita tersebut.Begitu berada dalam jangkauannya, Andrea menghambur ke pelukan itu."Ibu!"Kedua tangan Andrea melingkar erat di tubuh wanita itu, seolah takut jika ia mengendurkan pelukannya sedikit saja, sosok yang selama ini ia rindukan akan kembali menghilang. Wajah Andrea tenggelam di ba

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 74

    Suara baling-baling helikopter perlahan mereda setelah kendaraan udara itu mendarat di helipad Alveroz Estate. Angin yang dihasilkan baling-baling sempat menerbangkan beberapa helai rambut Andrea ketika ia turun bersama Kyrran. Setelah memastikan barang-barang mereka dibawa oleh staf, keduanya segera menuju buggy car yang telah menunggu di dekat helipad.Perjalanan menuju mansion utama hanya memakan waktu beberapa menit. Namun, sepanjang perjalanan itu, Andrea terus menggenggam tangan Kyrran, seolah enggan melepaskannya bahkan untuk sesaat.Kyrran melirik kekasihnya itu. Jemari mereka saling bertaut di atas pangkuan Andrea. Ibu jari cowok itu sesekali mengusap punggung tangan Andrea dengan lembut."Masih gugup, Sayang?" tanya Kyrran. Suaranya begitu lembut.Andrea menoleh, lalu mengangguk kecil. "Kamu sendiri?""Lumayan," jawab Kyrran.Andrea mengangkat alis. "Tumben mengaku.""Memangnya aku harus pura-pura berani di depan calon istriku sendiri?" desis Kyrran manja.Pipi Andrea seketi

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 73

    Perlahan-lahan, Kyrran kemudian menurunkan wajahnya, mendekat ke wajah Andrea. Napas mereka mulai bercampur dan tersisa sepersekian inci lagi bibir mereka bersentuhan, tetapi— Drrrttt! Drrrttt! Suara getaran ponsel mendadak memecah suasana romantis mereka. Keduanya spontan membeku. Andrea yang memejamkan mata, membukanya cepat, sedangkan Kyrran perlahan mengangkat kepalanya. Mereka saling menatap selama beberapa detik sebelum Kyrran segera merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya. Begitu melihat nama yang tertera di layar, ekspresinya berubah. "Mama, Sayang." "Kalau begitu, angkat dulu," kata Andrea. Kyrran mengangguk pasrah. "Hm, tunggu ya, Sayang." Ia mengusap layar ponselnya, lalu mengaktifkan pengeras suara agar Andrea bisa ikut mendengar percakapan mereka. "Halo, Mama," ujar Kyrran. "Halo, Kyrran Sayang." Suara Mama Drassha terdengar dari seberang. "Kamu bilang mau menghabiskan liburan Thanksgiving di rumah Opa, tapi Mama malah mendengar kabar kalau k

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 72

    "Baby Ran, kok lama banget?" Andrea menoleh sedikit, tetapi masih menghadap laut. "Kamu motret atau malah bengong?""Sebentar, sayang. Aku lagi cari angle  yang paling bagus," kata Kyrran beralasan, sambil terus mendekat.Setelah tiba di belakang Andrea, Kyrran memasukkan ponselnya. Kini di tangannya tersisa kotak kecil tersebut.Kyrran menatap benda itu untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia menekuk satu lututnya dan bertumpu di atas pasir.Di hadapan Kyrran, Andrea masih berdiri dengan rambut yang berkibar lembut ditiup angin. Gadis itu bahkan masih sibuk berpose menghadap ke arah sunset."Sudah, Sayang," sahut Kyrran.Andrea menurunkan tangannya. "Sudah? Coba lihat hasilnya—" Ia berbalik. Namun, kalimatnya terputus begitu saja.Mata gadis itu membulat ketika mendapati Kyrran berlutut di atas pasir tepat di belakangnya. Cowok itu menatapnya dengan senyum yang berbeda dari biasanya, senyum yang membuat Andrea mendadak

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 71

    "Baby Ran, stop!" Andrea tertawa geli sambil berusaha menepis tangan Kyrran yang sejak tadi mengusik pinggangnya. Namun, Kyrran justru semakin jahil. Sudut bibir cowok itu terangkat, menampilkan senyum kemenangan yang membuat Andrea ingin menjitak kepala kekasihnya itu. "Menyerah, Sayang?" tutur Kyrran. "Enak saja! Baby Ran, awas ya!" Alih-alih berhenti, cowok itu kembali menggelitik pinggangnya hingga Andrea menjerit kecil sambil tertawa. "Aaaah!!! Baby Ran! St— aaaah!" Saat Andrea akhirnya berhasil melepaskan diri, ia berlari menjauh dari Kyrran menyusuri tepian pantai. Gaun cantik berwarna putih gading yang ia kenakan berkibar tertiup angin laut. Rambut hitam panjangnya dibiarkan tergerai, sesekali menutupi wajahnya ketika ia berlari di atas pasir basah. Di belakangnya, Kyrran menyusul dengan langkah panjang. Cowok itu mengenakan kemeja linen berwarna putih dengan dua kancing teratas terbuka, dipadukan dengan celana berwarna krem. Lengan kemejanya digulung hingga sik

  • Jerat Ketos Galak   Bab 1. Skandal di Lab Biologi

    "Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 5. Ancaman

    Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.

  • Jerat Ketos Galak   Bab 4. Imbalan Tutup Mulut

    Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 2. Ketua OSIS Galak

    Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status