LOGINAndrea kembali ke kamar sambil membawa buket buku yang diberikan Jasper. Namun langkah gadis itu terhenti ketika pandangannya terpaku pada Cassandra yang sedang berdiri di depan lemari, sibuk memasukkan beberapa barang ke dalam tas."Kamu mau ke mana, Cassie?"Cassandra terkesiap dan spontan menoleh. "Oh, Rea… emm… aku mau keluar dulu."Seketika ekspresi terkejut Cassandra berubah menjadi senyum kecil. "Kamu sudah selesai ketemuan sama Jasper ya?"Andrea mengangkat buket di tangannya. "Sudah, dia memberiku ini dan sudah mau ke bandara katanya.""Oh, begitu." Cassandra kembali memasukkan sesuatu ke dalam tas."Kamu memang mau keluar ke mana malam-malam begini?" tanya Andrea.Cassandra membeku sesaat sebelum menoleh dan menjawab. "Aku mau menemani adikku sebentar di rumah sakit.""Adik kamu? Apa sesuatu terjadi sama dia?"Cassandra segera menggeleng. "Oh, gak kok, Rea."Ia tersenyum menenangkan. "Dia cuma mau nginep bareng aku malam ini.""Oh…" Andrea mengangguk pelan.Andrea kemudian m
Malam itu, unit asrama tempat tinggal Andrea dipenuhi aroma pizza hangat.Ia duduk bersama Cassandra dan dua teman sekamarnya di ruangan santai depan televisi. Kardus-kardus pizza terbuka di atas meja dan acara hiburan di layar hanya menjadi suara latar yang tidak diperhatikan.Dua teman sekamar Andrea yang lain sibuk mengobrol dan tertawa. Cassandra sesekali ikut menanggapi. Hanya Andrea yang terlihat berbeda.Sejak tadi gadis itu memegang sepotong pizza tanpa benar-benar memakannya. Pikirannya terus melayang ke tugas untuk mewawancarai Kyrran dengan deadline satu minggu.Beberapa saat kemudian, pizza habis dan suasana mulai sepi. Kedua teman sekamarnya berdiri lebih dulu."Makasih ya, Andrea, traktirannya.""Iya, pizza gratis selalu terbaik."Andrea mendongak, kemudian tersenyum. "Sama-sama."Setelah dua gadis itu menghilang dari balik pintu kamar mereka, Andrea mengambil bantal sofa dan memangkunya, kemudian ia menyandarkan punggung dengan lesu.Cassandra yang sejak tadi memperha
"Apa kamu tahu kalau Kyrran ada di Wellington?" tanya Andrea.Seketika ruangan hening beberapa detik. Noela kemudian menjawab. "Enggak, memangnya dia ada di sana?"Elyse, Jolina dan Teressa di seberang layar terlihat syok. Begitupun Cassandra yang ada di sebelah Andrea.Mereka tahu kalau Andrea sudah tidak pernah menyebut nama Kyrran sejak lama. Karena gadis itu pernah berpesan agar mendukung pilihannya yang sudah tidak sejalan dengan Kyrran.Tetapi, malam ini, setelah sekian lama, Andrea menyebut nama Kyrran lagi.Noela kemudian menjawab, "enggak, setahuku dia di NY."Tapi aku ketemu dia tadi di pesta topeng," kata Andrea.Para sahabatnya kembali syok, terutama Noela. "What?!""Wait aku left call dulu, aku mau meneleponnya sekarang," kata Noela.Setelah Noela pergi dari panggilan video itu, Elyse akhirnya menyahut. "Bagaimana rasanya setelah bertemu Kyrran kembali, Rea?"Andrea mengulum bibir lalu mengedikkan bahu. "Emm… biasa saja, aku cuma kaget dia ada di sini. Lagipula dia sudah
"Namanya Andrea?" ucap Kyrran dengan nada sedikit syok. "Ya, memangnya kenapa?" tanya Ryu balik. Cowok itu melepaskan rangkulannya di bahu Kyrran, lalu berbalik, duduk ke sofa. "Dia bilang padaku kalau namanya Ilsa," kata Kyrran, menoleh pada Ryu yang sedang meneguk minumannya. Ryu lalu mengangkat pandangannya pada Kyrran. "Namanya memang Andrea Ilsa Beaumont." Kyrran memicingkan mata singkat, tampak berpikir keras. "Tapi kenapa dia gak bilang kalau panggilannya Andrea." "Tunggu." Ryu menyipitkan mata ke arah Kyrran. "Aku cuma bercanda soal kau tertarik dengannya. Jadi kau benar-benar tertarik dengan Andrea?" tanya cowok itu dengan raut syok yang tergambar jelas di wajahnya. "Ya," ujar Kyrran. Jawaban itu keluar tanpa ragu dari bibir dinginnya. Ryu sampai terdiam beberapa detik, lalu menuangkan minuman ke dalam gelas sebelum kembali menatap Kyrran. "Kau punya cewek, Ran." Kyrran ikut duduk di sofa tepat di sebelah Ryu. Ia menuangkan minuman ke dalam gelas. "Kau tahu aku gak p
"Bisa katakan siapa namamu sekarang?" tanya Kyrran dengan suara dalamnya yang rendah. Andrea memicing singkat dari balik topengnya yang sudah terpasang kembali menutupi sebagian wajah gadis itu. "Apa pentingnya kamu mau tahu namaku?" Kyrran terdiam sejenak, menatap Andrea beberapa lama sebelum mengeluarkan suara. "Aku penasaran," jawabnya singkat. Andrea menghela napas pelan. Kyrran mode hilang ingatan benar-benar berbeda dari Kyrran yang ia kenal sebagai mantan pacarnya. Tunggu! Apa pantas dibilang mantan pacar jika mereka tidak pernah sama-sama mengucapkan kata putus? Sebut saja begitu. Toh, Andrea memang sudah punya tunangan walaupun dirinha tidak menganggap Jasper. Kyrran juga sudah bersama Daisy dan cewek-cewek NY sana. "Just call me, Ilsa," ujar Andrea. Dia tidak sepenuhnya berbohong karena menyebut nama tengahnya, kan? Gadis itu kemudian menyilangkan tangan di dada. "Oke Mr. Whatever Who You Are… waktunya membawaku bertemu Ryu." Kyrran menyunggingkan senyum tipis. "Sure
Siapa yang tidak tergoda dan terpincut dengan seorang Kyrran Diandra Yoseviano. Mahasiswa kedokteran, tampan, berprestasi dan tajir melintir. Hampir semua mahasiswi NY University mengaguminya. Di luar kampusnya, para perempuan selalu menunggu momen mendekatinya. Bahkan Daisy yang katanya pacar Kyrran tak berhenti menggodanya. Namun, tak satupun dari mereka yang membuat cowok itu berselera. Tapi gadis yang berdansa dengannya sekarang membuat Kyrran kehilangan kendali. Aroma alami dan parfum manis gadis itu memancing Kyrran menggosokkan hidungnya tipis-tipis di sepanjang leher jenjang gadis itu. Kyrran memejamkan mata, seolah mengabsen aroma menenangkan dan menyenangkan itu. Hatinya berdebar tak karuan, gadis ini membuatnya gila. Kyrran dengan cepat memutar tubuh gadis yang dijuluki Ratu Skandal itu hingga berhadapan dengannya. Kyrran menunduk, menatap lekuk bibir yang membuatnya semakin berdebar. Lalu, dengan cepat ia meraih tangan mungil gadis itu dan menariknya meninggalkan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan
"Gak punya bukti, kan?" sahut Kyrran lagi. Tatapannya semakin menyeramkan. Cowok itu kemudian mempertegas. "Asal kalian tau, aku yang ada di lab bersama Andrea malam tadi."Andrea mendongak, memperhatikan Kyrran yang masih memeluknya erat. Tak pernah ia sangka akan dibela oleh







