Share

108. Sempat Ragu

last update Tanggal publikasi: 2026-04-18 11:21:49

Di kabin kelas bisnis yang tenang, Lana mengamati hamparan awan dari balik jendela sebelum beralih menatap suaminya. Reyner tampak melamun sambil mendengarkan musik lewat earphone.

"Mas..." Lana menyentuh punggung tangan suaminya dengan lembut.

"Ya, Sayang? Ada apa?" tanya Reyner sambil melepas earphone-nya.

"Apa keputusan kita ini salah ya? Aku kepikiran terus ucapan Mama tadi Bagaimana kalau Kimmy cuma memanfaatkan kebaikan kita? Atau bagaimana kalau ini malah jad
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jerat Manis Istri Siri   115. Latar Belakang Mitha

    Lana tersenyum sinis "Namanya Paramitha Oktavia, lulusan Kampus Negeri di Yogyakarta, asal Surabaya kan, Mas?"Reyner melebarkan matanya, tampak terkejut sekaligus bingung bagaimana istrinya bisa mengetahui detail data karyawan pribadinya seakurat itu."Lho, kok kamu tahu sampai sedetail itu? Aku bahkan harus cek berkas dulu buat ingat almamaternya. Kamu mengenalnya, Lan? Atau jangan-jangan kamu diam-diam sedang mengaudit divisiku?" Reyner tertawa kecil, mencoba mencairkan ketegangan meski raut wajahnya menyiratkan rasa penasaran yang besar."Sepertinya aku perlu bekerja lagi sebagai pialang daripada hanya berdiam diri di rumah. Aku tidak mau otakku tumpul. Dan soal wanita tadi... dia itu anak Dinda Maharani, anak bawaan dari ibu tiriku."Lana mengucapkannya dengan nada datar, namun matanya menatap lurus ke arah Reyner, menuntut reaksi. Ruangan yang tadinya terasa hangat mendadak diselimuti ketegangan yang dingin. Lana bisa melihat perubahan

  • Jerat Manis Istri Siri   114. Kejutan Di Kantor

    Lana tak perlu berdebat atau memamerkan identitasnya sebagai istri Reyner Alaric demi membuat wanita dengan name tag Lupita Zahira itu malu. Ia hanya membatin, mungkin Lupita karyawan baru yang terlalu bersemangat menjalankan prosedur. Saat berjalan menyusuri koridor, beberapa karyawan mengangguk hormat padanya. Bahkan ada yang menyapa dengan ramah. "Bu Lana, lama tidak kelihatan. Wah, badannya sudah kembali seperti gadis lagi nih! Sering-sering mampir dong, Bu. Ajak Bapak makan siang bareng," ucap Irene sambil tersenyum penuh arti. "Saya duluan ya, Irene," sahut Lana sambil menepuk lengan bawah Irene. Langkah Lana akhirnya sampai di depan pintu ruangan CEO. Ruangan yang sama saat mendiang Roy masih menjabat dulu. Sejak melahirkan Arlo, Lana memang baru satu-dua kali berkunjung ke sini. Tepat saat tangannya hendak meraih gagang pintu, daun pintu besar itu terbuka dari dalam. Seorang wanita muda ber

  • Jerat Manis Istri Siri   113. Teguran Di Kantor Rey

    Siang itu, di sela kesibukan mengurus dua bayi newborn, Lana mencuri waktu untuk makan siang bersama teman-teman lamanya sesama pialang; Lily, Prilly, dan Rosse. "Jadi, ini kejutannya? Rosse benar-benar mau menikah?" Lana tersenyum lebar sambil menatap ketiga sahabatnya bergantian. "Ah, di antara kita berempat, akhirnya cuma aku yang masih melajang," keluh Lily. Di lingkaran mereka, Lily memang dikenal sebagai si 'nona detektif' karena instingnya yang tajam. Prilly terkikik mendengarnya. "Makanya, kalau kerja jadi pialang ya fokus saja, jangan malah nyambi buka biro detektif swasta segala." Namun, raut wajah Prilly mendadak berubah serius saat ia memberikan wejangan. "Tapi santai saja, Ly. Daripada salah pilih seperti aku? Untung aku sudah menggugat cerai Roni. Sebenarnya aku masih bisa toleransi waktu dia kena PHK, tapi setelah dia menganggur di rumah, eh... malah bawa janda tetangga sebelah ke ranjangku. Ya sudah, Pengadilan

  • Jerat Manis Istri Siri   112. Kembali Ke Bogor

    Pagi itu suasana hotel terasa sibuk. Lana dan Reyner bergegas berkemas, memastikan tidak ada barang yang tertinggal, terutama perlengkapan bayi yang baru saja mereka bawa dari Singaraja. Perjalanan menuju Bandara Ngurah Rai hingga proses check-in berlangsung lancar. Sepanjang penerbangan Denpasar-Jakarta, Eden sangat tenang dalam dekapan Lana, seolah tahu ia sedang menuju rumah barunya.Sesampainya di Jakarta, barulah Lana sempat mengecek ponselnya. Ada beberapa pesan masuk dari Kimmy yang belum sempat terbalas karena ia sibuk mengurus Eden selama di perjalanan. Lana baru sempat mengetik balasan setelah mobil yang menjemput mereka memasuki halaman rumah di Bogor.“Kami sudah sampai di rumah dengan selamat, Kim. Eden pintar sekali di pesawat, tidak rewel sama sekali. Nanti aku kirim foto kamarnya, ya,” tulis Lana sebelum memasukkan kembali ponselnya ke tas.Di dalam rumah, kesibukan baru dimulai. Lana sudah menyiapkan kamar bayi yang luas untuk ditempa

  • Jerat Manis Istri Siri   111. Saudara Persusuan

    ​"Mas..." panggil Lana pelan.​Reyner mendekat, duduk di tepi ranjang sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. "Kenapa, Sayang? Belum ngantuk?"​Lana melingkarkan lengannya di leher Reyner dari belakang. "Pokoknya aku nggak mau tahu ya. Supaya aku nggak baby blues karena harus urus dua bayi sekaligus nanti di Bogor, suatu saat kita harus balik ke Bali lagi. Tapi benar-benar berdua saja, tanpa anak-anak, tanpa urusan orang lain. Just you and me."​Reyner terkekeh, ia membalikkan tubuhnya dan menarik Lana ke dalam pelukannya. "Setuju. Aku janji kita akan balik lagi buat liburan yang sesungguhnya. Tapi..." Reyner mengecup kening Lana lama, lalu turun ke hidung dan bibirnya. "...malam ini hasratku sepertinya sudah nggak bisa ditunda lagi sampai liburan itu datang."​Lana membalas kecupan itu lebih dalam, menyalurkan segala rasa rindu dan beban yang baru saja mereka lepaskan di Singaraja. Di bawah temaram lampu kamar hotel, kelelahan mer

  • Jerat Manis Istri Siri   110. Eden Cassandra

    Sore itu, suasana di rumah kontrakan sederhana itu terasa begitu menyelimuti hati. Moment perpisahan antara Kimmy dan Eden pun tiba, mengharu biru. Air mata tak henti mengalir di pipi Kimmy saat ia menatap wajah mungil bayinya yang tengah tertidur lelap dalam dekapan Lana.Dengan tangan bergetar, Kimmy mengambil sebuah dompet kecil berlogo toko mas di Singaraja dari dalam tasnya. Ia membukanya perlahan, memperlihatkan sepasang anting-anting bayi emas putih dengan permata berwarna hijau yang berkilauan. "Lan, ini untuk Eden," bisiknya parau, suaranya tercekat di tenggorokan. "Aku belum sempat menindik telinganya. Nanti saja kalau dia sudah besar dan ingin memakainya. Kalau tidak, tolong simpan baik-baik. Siapa tahu lain waktu dia berubah pikiran."Lana menerima dompet itu dengan penuh keharuan. Ia mengangguk pelan, air mata ikut mengembang di sudut matanya. "Aku janji akan menyimpannya dengan baik, Kim," ucapnya tulus. "Terima kasih banyak."Waktu teru

  • Jerat Manis Istri Siri   13. Benda Purbakala

    "Tapi dia bebas menyentuhmu..." "Dia tidak bebas, Lana! Berhenti memutarbalikkan fakta." Rey mendengus kasar sembari kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. "Statusmu sebagai istriku itu mutlak di mata hukum dan keluargaku. Jangan perna

  • Jerat Manis Istri Siri   12. Open Relationship

    Tak berapa lama, Lana keluar dengan pakaian berbeda. Sebuah tas selempang tersampir di bahunya, sementara tangannya menggenggam kunci mobil."Mau ke mana kamu, Lan? Kabur?""Kabur? Itu bukan gayaku untuk menyerahkanmu secara cuma-cuma pada Kimmy," ucapnya sambil tertaw

  • Jerat Manis Istri Siri   11. Ketahuan

    "Halo, pagi Mama," sapa Lana lembut. "Bagaimana kabarmu? Nyenyak tidurnya semalam?" "Nyenyak, Ma, Alhamdulillah." "Apa Rey masih ketus padamu?" Rey yang sedari tadi menyimak langsung memasang muka keruh di depan Lana. Lana melirik Rey sambil menahan tawa, lalu menjawab tenang, "Tidak kok,

  • Jerat Manis Istri Siri   9. Nafkah Dan Kewajiban

    Minggu pagi, Lana tampak segar setelah salat, mandi, dan berbelanja pada tukang sayur yang lewat. Dengan merogoh kocek sendiri karena Rey belum memberikan nafkah. "Ikan mas, timun, selada, cabai, serta bawang merah dan putih saja, Mang. Jadi berapa?" tanya Lana sambil tersenyum. Tukang sayur itu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status