LOGINDi kejauhan, Jenderal Liu Yang melesat cepat kembali ke tempat semula. Rasa kesalnya belum reda. Wajahnya keruh, dan gerutunya meledak di tengah angin.“Jika bukan karena dia adalah penguasa kota Bulan Langit... salah satu dari Sembilan Kota Istimewa yang dilindungi Kekaisaran, sudah sejak tadi kukirim dia ke alam roh! Berani-beraninya mengelabui aku...”Namun saat itu juga—Swoosh!Angin berdesir aneh, menggema tak wajar di telinganya. Insting tempurnya langsung berteriak bahaya, tapi belum sempat dia berbalik…Cekkk!Satu tangan besar mencengkeram lehernya dari belakang. Kuat. Terlalu kuat.Mata Liu Yang membelalak. Tubuhnya menegang. Tangannya berusaha melepaskan cekikan itu, tapi sia-sia. Tenaga yang mencengkeramnya seakan berasal dari makhluk di atas ranah eksistensinya.Ia ingin melihat
Di langit yang membentang luas dan sunyi, dua sosok terlihat melayang santai, seakan hanya dua titik debu kecil di antara awan yang menggumpal. Mereka adalah Li Fan dan Zhu Long.Aura mereka sepenuhnya tersegel. Tak satu pun riak energi yang bisa terdeteksi dari tubuh mereka. Bagi yang melihat dari bawah, mereka tak lebih dari dua kultivator biasa—mungkin seorang Kaisar Abadi atau Pra-Nirvana.Mereka melayang di ketinggian ekstrem, jauh di atas batas yang dapat dijangkau oleh kultivator biasa. Bahkan seorang Nirvana tahap tinggi pun takkan mampu melihat atau menyentuh mereka di tempat setinggi ini. Hanya mereka yang berada di tahap Nirvana Puncak atau Surga Nirvana yang mungkin bisa merasakan bayang-bayang mereka.Li Fan dan Zhu Long terus melesat menuju kota tujuan, seperti dua angin tipis yang menari di langit.Namun, di tengah perjalanan, keduanya tiba-tiba mengerutkan kening bersamaan.
Dunia Langit, sebuah dunia yang begitu megah hingga tak ada satu pun kata yang mampu menggambarkan kebesarannya dengan tepat. Dunia ini terbentang begitu luas, dan para kultivator dari alam-alam lain hanya bisa bermimpi untuk sekilas saja menginjakkan kaki di sini.Dunia itu terbagi menjadi dua bagian besar. Di satu sisi, berdiri kokoh Benua Manusia, tempat ras manusia membangun peradaban mereka hingga tak terhitung tahun. Kota-kota menjulang tinggi, dinding-dindingnya dilapisi formasi pelindung yang memantulkan cahaya bintang. Udara penuh dengan aroma logam dan darah, karena di tempat ini, pertarungan kekuasaan adalah hal yang tak terelakkan.Dua kekaisaran besar menjadi penguasa di benua ini: Kekaisaran Bintang dan Kekaisaran Bulan. Kekaisaran Bintang dikenal dengan pasukan tempurnya yang gagah berani, sekte-sekte bela diri yang tak terhitung jumlahnya mengabdi pada mereka. Istana mereka berdiri di puncak sebuah gunung raksasa, dikelilingi
Keesokan harinya.Terlihat, semua orang telah berkumpul di kediaman Klan Qian.Yang hadir bukan hanya anggota inti Klan Qian, tapi juga Klan Qing, Sekte Dao Gelap dan Cahaya, Sekte Naga Darah, serta Sekte Phoenix Abadi.Ketiga sekte yang awalnya hanya sekadar kekuatan kelas dua, kini telah naik status menjadi kekuatan kelas satu—semua berkat Li Fan, Zhu Long, dan Xiao Yu.Meski demikian, posisi mereka tetap di bawah bayang-bayang kekuatan besar: Klan Qing dan Klan Qian.Ketiga sekte itu kini berdiri resmi di bawah perlindungan Klan Qing dan Klan Qian. Tak ada satu kekuatan pun di Dunia Abadi yang berani mengusik atau mencari masalah dengan mereka.Dua puluh tahun lalu, sebuah berita mengguncang seluruh Dunia Abadi: Klan Juan dan Klan Meng, dua kekuatan raksasa, musnah dalam satu hari. Bersama mereka, Sekte Langit Agung, Sekte Raja Iblis, dan Pengadilan
Di dasar jurangBoom!Ledakan aura mengguncang tanah, debu dan pecahan batu beterbangan ke udara. Di tengah kekacauan itu, sosok Li Tianyin melesat cepat bagaikan kilat, tinjunya menghantam kepala seekor Serigala Emas Pra-Nirvana, mematahkan lehernya seketika.“SATU!” serunya sambil tersenyum miring.Tak jauh dari sana, Li Xuanlan mengayunkan pedang panjang merah-biru yang berkilauan. Dengan gerakan indah, ia membelah dua seekor Naga Tanah yang hendak menyerangnya dari bawah. Aura merah membakar udara, sedangkan aura biru membekukan sekelilingnya.“Dasar lambat!” ejek Xuanlan kepada Tianyin sambil melompat di atas batu besar, matanya menyipit tajam.Di sisi lain, Li Qingxue melayang di udara, tubuhnya diselimuti cahaya perak tipis. Tangannya seperti ilusi, menari cepat memukul jatuh tiga burung iblis yang hendak mencabik adik bungsunya
Waktu terus berlalu.Hingga 20 tahun kemudian.Di sebuah tebing tinggi yang menghadap ke jurang jurang tak berujung, tampak seorang pemuda berdiri tegak. Rambutnya pirang, dan mata yang berpupil emas dan hitam seolah menyimpan kekuatan yang tak terhitung. Di dahinya, sebuah simbol “☯️” terbentuk jelas, menandakan bahwa kekuatannya adalah kombinasi dari dua elemen yang saling bertentangan—sebuah tanda bahwa pemuda ini memiliki potensi luar biasa.Di belakangnya, ada empat sosok yang berdiri dengan penuh kesan misterius, masing-masing dengan kekuatan dan cerita mereka sendiri.Sosok pertama adalah seorang pemuda dengan rambut panjang hitam pekat, matanya berwarna merah dan biru, menciptakan kontras yang tajam antara dua dunia yang berbeda. Tatapannya penuh kesabaran, tetapi juga penuh determinasi. Di dahinya juga ada simbol “☯️”, namun kali ini warnanya campuran antara mer
Melihat kedatangan Drakkan, Naga berkepala tujuh itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan "Senior? Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya Drakkan merasa risih akan tatapan yang di tunjukkan kepada dirinya Tiba-tiba saja suasana menjadi terasa canggung
Boom! Ketika sedang berbincang, naga itu di buat terkejut akan kehadiran Drakkan secara tiba-tiba di dalam lautan kesadaran milik Drakkan. Drakkan kemudian melayang di kehampaan dan di dalam tubuh Drakkan terjadi ledakan teredam yang menandakan ia telah b
"Drakkan?" Tanya anak kecil itu yang seperti sedikit merasa familiar akan nama itu, namun dia sama sekali tidak mengingatnya. "Benar, kenapa? Kau tidak suka nama itu?" Tanya kepala naga kegelapan. "Tidak senior, tapi aku rasa nama ini sedikit familiar." terka Drakkan sambil berpikir. "Oh iya, ap
"Argh...""Kalian para dewa sangat tidak tahu malu! Aku bahkan sama sekali tidak mengganggu kedamaian di Alam ini! Kenapa kalian ingin membunuhku?" Tanya Drakkan dengan raut wajah menunjukan kebencian yang sangat mendalam."Hahaha...""Kau adalah dewa kegelapan, mungkin sekarang kamu tidak menggang







