MasukBoom!
Dhuar!Terjadi ledakan keras dari dalam tubuh Drakkan sebanyak satu kali, yang menandakan bahwa dia telah berhasil menerobosKini, kultivasi Drakkan : Tranformasi Jiwa tingkat 1Namun, tidak sampai disitu. Aura dan energi di sekitar Drakkan masih bergejolak dan kental. Membuat Drakkan menyerapnya dengan gila - gilaan.Wush!Kerangka tulang Naga yang ada di depan Drakkan mengalami resonansi dan kemudian berubah bentuk.Krek!<Melihat batu besar itu, Xiao Yu hanya menaikkan alisnya. Batu itu berwarna perak. Batu itu besar, tinggi nya hampir 2 m, dan lebarnya hanya 1 m. Di tengah-tengah batu, sebuah cap tangan terbentuk, yang di gunakan untuk meletakkan tangan, agar membuat batu tersebut aktif dan melihat bakat orang. ////// Catatan: Batu penguji bakat adalah batu pengukur potensi kultivasi seseorang, sering digunakan oleh sekte besar. Biasanya memiliki tingkatan warna atau angka, dari bakat rendah hingga bakat luar biasa. Bakat dibagi menjadi beberapa tingkatan, misalnya: - Bakat Umum (Putih) - Bakat Bagus (Hijau) - Bakat Luar Biasa (Biru) - Bakat Jenius (Ungu) - Bakat Dewa (Merah) - Bakat Ilahi (Emas) ////// "Apakah dia adalah murid baru yang di rekrut oleh tetua Mei?" Gumam se
Di sebuah ruangan milik Tetua Pertama Sekte Dao Gelap dan Cahaya. Terlihat, seorang pria yang tampak masih muda, tengah duduk dengan malas di sebuah kursi kursi kayu. Tangan kanannya ia letakan di atas meja, di gunakan untuk memangku kepalanya. Dia mengangkat alisnya, ketika merasa ada yang sedang mendekat ke ruangan miliknya. Tok! Tok! Tok! Ketukan 3 kali terdengar di pintu tunggal ruangan milik sang tetua pertama. "Masuk," suara tetua pertama menggema, menyuruh untuk orang yang mengetuk pintu untuk masuk. Krak! Dengan suara berderit, pintu itu terbuka, dan masuk lah seorang pria tua dan seorang pemuda. "Hao Tian, memberikan hormat pada tetua pertama," kata tetua Hao kepada tetua pertama, dengan menangkupkan tinju nya saja. "Li Fan, memberikan hormat pada tetua pertama," Li Fan ikut memberikan hormat dengan tinju yang di tangkup kan.
Dalam waktu 1 hari, perekrutan akhirnya selesai. Sekte Langit Agung dan Akademi Tiangling saling bersaing untuk merekrut murid sebanyak-banyaknya. Dan mereka merekrut sebanyak 200+ murid. Sedangkan yang lainnya, hanya 100+ murid yang mereka rekrut. Dan sisanya, tentu saja di ambil oleh kekuatan kelas4 dan kelas3. Kini, Li Fan tengah berdiri diam di atas kapal yang mengudara di langit. Kapal tersebut sangat besar, namun hanya di isi oleh 3 orang, yakni Li Fan, Tetua Hao, dan seorang wanita yang merupakan pelayan pribadi Tetua Hao. Wanita itu lumayan cantik, rambut hitam sebahu yang ia punya, serta hanfu berwarna hitam sangat mencolok untuk dirinya. Tetua Hao duduk di sebuah kursi kayu yang ada di depan kapal, sembari pelayan nya memijat kakinya dengan lembut. Sesekali pelayan itu menunjukkan tatapan mesum ke arah tetua Hao, namun di acuhkan oleh tetua itu karena dia sedang memejamkan matanya.
Mendengar perkataan dari Li Fan, tetua Huo, mengangguk sambil tersenyum tipis. Dia senang ketika melihat bahwa ada yang ingin bergabung ke Sekte nya. Di sisi lain, tetua Jua dan Tetua Mei pun ikut merasa senang dalam keputusan Zhu long dan Xiao Yu. Di antara kekuatan kelas2, hanya 3 sekte inilah yang paling di segani di antara kekuatan lain di kekuatan kelas2. Itu karena, di kabarkan bahwa, leluhur dari 3 sekte ini sedang mempersiapkan diri mereka untuk menerobos ke tahap menengah Kaisar Abadi. Jika itu berhasil, maka sudah di pastikan bahwa 3 sekte ini lah yang akan menjadi yang terkuat di antara kekuatan kelas2. Dan juga, 3 sekte ini memiliki murid yang sangat sedikit, hanya 800-an. Selain ujian masuk yang susah, para murid harus memiliki kriteria yang sesuai dengan sekte tersebut. Contoh seperti Sekte Dao Gelap dan Cahaya, murid harus memiliki elemen gelap atau cahaya, atau kedua-duanya. Kemudian Sekte Nag
Waktu terus berlalu, hingga hari yang di tunggu-tunggu oleh para kultivator pun tiba. Hari perekrutan! Swoosh! Tepat pada matahari mulai menyingsing dari ufuk timur, ratusan tetua dari berbagai kekuatan dari kelas4 dan kelas3, mulai berdatangan. Dalam waktu 1 batang dupa, ratusan, hampir ribuan tetua dari berbagai kekuatan kelas4 dan kelas3 telah datang, kecuali tetua dari kekuatan kelas2, belum ada yang datang. Para tetua dari kekuatan kelas4 dan kelas3, hanya diam di udara, tatapan mereka menyapu ke bawah, menilai para jenius yang ada. Para tetua ini memiliki kultivasi Abadi Sejati tahap Menengah yang paling lemah, dan Raja Abadi tahap akhir yang paling tinggi. Melihat banyaknya tetua dari berbagai kekuatan, semua orang menjadi bersemangat. "Aku akan masuk ke kekuatan kelas3!" "Humph! Bakat mu r
Melihat orang yang di jerat oleh akar darah iblis milik Li Fan, ekspresi Li Fan dan Zhu Long menjadi sangat dingin. Orang yang terikat oleh akar darah iblis, ternyata seorang pria, kultivator Abadi Kuno tahap Menengah. Namun, mereka berdua tidak takut sama sekali. Karena adanya akar darah pohon iblis ilahi yang bahkan bisa menekan seorang Nirvana, kenapa harus takut kepada seorang Abadi? "Kalian..." Orang yang di jerat oleh akar darah iblis milik Li Fan, menggeram marah sambil memberikan ancaman berupa tatapan yang di penuhi niat membunuh. Zhu long menatap orang yang tengah di jerat akar darah iblis dengan tatapan dingin. "Siapa kamu?" Dia bertanya dengan nada dingin dan acuh tak acuh. Pria itu mengernyitkan dahi ketika melihat Li Fan dan Zhu Long. Yang membuatnya mengernyit, adalah kultivasi Li Fan dan Zhu Long yang masih berada di Raja Abadi tahap akhir, sedangkan dia kultivator Abadi Kuno tahap menengah, n
Melihat kedatangan Drakkan, Naga berkepala tujuh itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan "Senior? Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya Drakkan merasa risih akan tatapan yang di tunjukkan kepada dirinya Tiba-tiba saja suasana menjadi terasa canggung
Boom! Ketika sedang berbincang, naga itu di buat terkejut akan kehadiran Drakkan secara tiba-tiba di dalam lautan kesadaran milik Drakkan. Drakkan kemudian melayang di kehampaan dan di dalam tubuh Drakkan terjadi ledakan teredam yang menandakan ia telah b
"Drakkan?" Tanya anak kecil itu yang seperti sedikit merasa familiar akan nama itu, namun dia sama sekali tidak mengingatnya. "Benar, kenapa? Kau tidak suka nama itu?" Tanya kepala naga kegelapan. "Tidak senior, tapi aku rasa nama ini sedikit familiar." terka Drakkan sambil berpikir. "Oh iya, ap
"Argh...""Kalian para dewa sangat tidak tahu malu! Aku bahkan sama sekali tidak mengganggu kedamaian di Alam ini! Kenapa kalian ingin membunuhku?" Tanya Drakkan dengan raut wajah menunjukan kebencian yang sangat mendalam."Hahaha...""Kau adalah dewa kegelapan, mungkin sekarang kamu tidak menggang







