Share

Bab 7

Penulis: Ungu
“Sayang, kamu kenapa? Kok suaramu aneh sekali?” Nada kakak terdengar agak cemas, dia bahkan menanyakan keberadaanku dan menyuruhku mengangkat telepon.

Karena khawatir kakak ipar bakal keceplosan, aku pun buru-buru mengambil ponselnya.

“Kak, aku lagi di samping kakak ipar. Dia nggak apa-apa. Hanya minum kebanyakan dan muntah. Ini aku lagi pijat badannya, biar bisa lebih meredakan mabuknya.”

Aku berbicara sambil terus bergerak, hingga napasku terengah-engah, tapi sama sekali tak takut ketahuan. Ba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kakak Ipar, Listriknya Mati   Bab 10

    Setelah kejadian itu, setiap ada kesempatan Janet akan terus menempel dan mengajak kakak berhubungan. Waktu bermain denganku malah jadi berkurang jauh, sampai akhirnya kakak ipar kembali.Begitu kakak ipar kembali, kakak memperingatkan Janet untuk menjaga kelakuannya dan tak boleh membuat kakak ipar curiga sedikit pun atau dia akan menghajarnya.Janet juga tak membantahnya. Dia bilang akan memperhatikannya, tapi dengan syarat harus tetap diberi jatah untuk bermesraan agar dirinya bisa patuh.“Janet, betah tinggal di sini? Sangking sibuknya beberapa hari ini, aku jadi belum sempat menanyakan kabarmu. Entah dua pria ini bisa merawatmu dengan baik atau nggak?”Saat makan malam, kakak ipar sengaja memasakkan banyak hidangan lezat untuk Janet. Selama pergi dinas, dia khawatir kami berdua tak bisa menjaga adiknya dengan baik.Dengan nada menyindir, Janet tersenyum centil dan menjawab kalau kakak merawatnya sangat baik, bahkan selalu membuatnya kenyang. Aku yang paham maksudnya langsung melot

  • Kakak Ipar, Listriknya Mati   Bab 9

    Seketika, kakak mengamuk. Dia langsung menggunakan tenaga kasarnya untuk membuang Janet ke samping, lalu mengancam kalau dia berani punya niat busuk lagi, dirinya akan langsung mengusirnya pulang ke kampung dan tak mengizinkannya datang lagi.Janet tak takut sama sekali, dia mengira kakak hanya malu saja. Jadi, dia kembali berusaha menggodanya.Namun, kakak langsung mendaratkan satu tamparan keras ke wajahnya.Tamparan itu langsung membuat Janet melongo kebingungan. Dalam hati, aku merasa cukup terpuaskan! Bagus sekali tamparannya! Jika bukan karena tak ada pilihan, aku juga sudah menamparnya sejak dulu.Dengan tatapan penuh dendam, Janet berlari keluar tanpa mengenakan sehelai benang pun. Aku yang berniat sembunyi kembali ke kamar, terlambat satu langkah, malah akhirnya ketahuan oleh Janet.Janet menerobos masuk ke kamarku dan mengancam keras agar kejadian malam ini tak boleh sampai ke telinga kakaknya. Kalau sampai bocor, dia akan membocorkan rahasia kalau aku pernah menidurinya.“Ka

  • Kakak Ipar, Listriknya Mati   Bab 8

    “Kak Juan, kamu benar-benar perkasa sekali! Pacar-pacarku yang dulu nggak ada yang sekekar kamu! Kamu bahkan lebih dahsyat daripada mainan yang kubeli.”Tak peduli seberapa kuat aku memperlakukannya, Janet sama sekali tak mengerutkan keningnya. Dia malah tersenyum centil memujiku, bahkan sengaja mendesah keras-keras, seolah takut orang lain tak mendengar.Aku menyumpal mulutnya dengan celana dalamku. Ada tiga pintu ruangan di rumah ini dan tak ada satu pun sudut ruangan yang terlewatkan untuk kami. Aku menyiksanya terus-menerus sampai akhirnya dia kehabisan seluruh tenaganya.“Aku paling suka pria liar sepertimu, rasanya luar biasa sekali! Semakin liar mainnya, aku semakin suka. Kak Juan, pokoknya sebelum pulang nanti, aku bakal tidur di kamarmu setiap malam.”Janet berbaring terkapar terengah-engah di sana seperti genangan lumpur, tapi masih sempat-sempatnya melemparkan tatapan menggoda padaku.Aku sungguh tak habis pikir bagaimana bisa kakak ipar punya adik segila ini? Pikirannya ben

  • Kakak Ipar, Listriknya Mati   Bab 7

    “Sayang, kamu kenapa? Kok suaramu aneh sekali?” Nada kakak terdengar agak cemas, dia bahkan menanyakan keberadaanku dan menyuruhku mengangkat telepon.Karena khawatir kakak ipar bakal keceplosan, aku pun buru-buru mengambil ponselnya.“Kak, aku lagi di samping kakak ipar. Dia nggak apa-apa. Hanya minum kebanyakan dan muntah. Ini aku lagi pijat badannya, biar bisa lebih meredakan mabuknya.”Aku berbicara sambil terus bergerak, hingga napasku terengah-engah, tapi sama sekali tak takut ketahuan. Bagaimanapun, aku sudah menyiapkan alasan yang masuk akal dan kakak juga tak akan pernah berpikir kalau aku berhubungan dengan kakak ipar.Kakak ipar tak berani mengadu, dia hanya bisa menutup mulutnya erat-erat agar tidak mengeluarkan suara. Wajahnya yang kasihan itu malah semakin membuatku ingin meluapkan gairah padanya.Aku menyalakan mode pengeras suara pada ponsel dan meletakkannya di samping, lalu kembali menerjang menuju garis akhir.“Hm….” Kakak ipar yang ikut mengimbangi iramaku punya sta

  • Kakak Ipar, Listriknya Mati   Bab 6

    Jika bukan karena sedang menyetir, aku pasti akan langsung menindihnya dan menghajarnya langsung.Terus-terusan digoda sampai tak tahan lagi, aku hanya bisa menghiburnya dengan berjanji akan memberikannya setelah tiba di rumah, karena masih harus fokus menyetir sekarang.“Sayang, aku punya sedikit cemilan di sini, kamu mau cicip untuk mengganjal perut…?”Kakak ipar tersenyum menggoda padaku. Dia membungkukkan badannya, menunduk dan mengulum senjataku.Sensasi luar biasa itu membuat seluruh tubuhku tersentak. Sangking semangatnya, aku hampir saja salah menginjak pedal gas, membuat seluruh tubuhku berkeringat dingin karena terkejut.Sekarang aku baru paham kenapa banyak pria yang sangat menyukai wanita dewasa, karena gairah mereka tinggi, tekniknya lihai dan benar-benar menantang.“Sayang… baru beberapa hari nggak bertemu, kamu semakin hebat saja. Lihat, cairannya sebanyak ini. Aku sangat menginginkannya, kita main di mobil saja, ya….”Tak disangka kakak ipar sudah begitu tak bisa menaha

  • Kakak Ipar, Listriknya Mati   Bab 5

    Ketika terbungkus oleh kehangatan dan kelembutan itu, sensasi nikmat yang belum pernah kurasakan sebelumnya langsung menyelimutiku. Rasanya kepalaku sampai kesemutan dan tubuhku gemetar hebat.Aku memegangi kepala kakak ipar, lalu mulai memajukan tubuhku.Kakak ipar tampak agak kesulitan. Dia berusaha membuka mulut mungilnya, sambil bernapas terengah-engah. Wajahnya yang merona terlihat begitu menggoda.Meski begitu, dia tetap berusaha menyesuaikan diri dan menggunakan lidahnya yang lincah untuk terus memancing gairahku.Dari atas sampai ke bawah, dari bawah sampai ke atas, dari bagian belakang sampai ke depan, semuanya mendapat sentuhan manis darinya.Tak hanya itu, dia sesekali mendongakkan kepala, menatapku dengan mata yang sayu penuh godaan. Dari mulutnya terdengar suara basah yang samar, seolah sedang menikmati hidangan paling lezat di dunia.Aku sungguh tak sanggup menahannya lagi. Sambil mendesah pelan, aku berkata penuh gairah, “Mulutmu hebat sekali, sekarang saatnya aku yang m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status