Short
Kakak Ipar, Listriknya Mati

Kakak Ipar, Listriknya Mati

By:  UnguCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10Chapters
7views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Kakak lagi tak ada di rumah dan kakak ipar malah mengira aku ini suaminya. Saat mati listrik, dia mendekat ke arahku. Merasakan tubuhnya yang hangat dan lembut dalam pelukan, serta sentuhan tangannya di area sensitifku, gairahku pun langsung terpancing. Aku pun tak tahan dan langsung mendorongnya hingga terbaring di atas ranjang. Tanganku mulai meraba-raba tubuhnya, tapi tepat saat aku akan memasuki tahap utama… tiba-tiba dia mengenaliku. “Juan… cepat lepaskan, kita nggak boleh melakukan hal seperti ini….” Aku yang sudah terlanjur bergairah tentu saja tak mau berhenti. Aku segera menindihnya dan benda milikku terus bergesek, siap menerjang masuk….

View More

Chapter 1

Bab 1

“Juan, dadaku sakit, tolong pijitin sebentar, dong….”

Kakak ipar yang kesepian itu terpesona pada tubuhku yang kekar. Setiap hari ada saja akalnya untuk memancing gairahku, sampai-sampai diriku hampir gila dibuatnya….

….

Namaku Juan. Aku baru saja mulai bekerja dan belum punya tabungan. Jadi, demi menghemat biaya, aku menumpang tinggal di rumah kakakku.

Malam ini, aku pulang kerja lebih awal. Begitu sampai di rumah, kondisinya gelap gulita dan sakelar lampu tak berfungsi. Mungkinkah sedang mati listrik atau korslet?

Saat hendak memeriksanya, tiba-tiba ada tubuh hangat dan lembut dari belakang yang langsung bersandar pada punggungku.

“Sayang, kamu terlambat. Katanya mau main-main sampai puas selagi Juan belum pulang? Kamu malah terlambat sepuluh menit.”

Suara manja kakak iparku terdengar, diiringi kelembutan buah dadanya yang menempel di punggungku. Hal itu langsung membuatku membeku, dengan jantung yang berdegup kencang.

Usia kakak ipar lima tahun lebih tua dariku. Parasnya mirip model, cantik, berkulit putih dan tinggi. Apalagi dua buah dadanya yang montok dan menggoda, setiap kali berjalan selalu berayun indah hingga membuat pikiranku tak tenang.

Aku sering membayangkan betapa indahnya jika suatu hari bisa merasakannya sendiri secara langsung.

Tak disangka, dia malah salah mengenali diriku sebagai kakakku sekarang.

Masuk akal juga, biasanya kakakku yang pulang di jam segini. Sementara diriku agak malam, kebetulan hari ini pulang lebih awal.

Merasakan belaiannya, seluruh tubuhku terasa terbakar. Darahku seakan mendidih dan tubuhku pun segera menunjukkan reaksi yang kuat.

“Sayang, kamu juga sangat senang, ‘kan? Aku bisa merasakannya, kamu jadi jauh lebih kekar dari biasanya.”

Kulitnya sangat halus dan licin, begitu lembut hingga membuat siapa pun enggan melepaskannya.

Aku memberanikan diri untuk menggodanya dengan jariku. Kakak ipar pun mendesah beberapa kali, tak sanggup menahan diri dan menarikku masuk ke dalam kamar.

Mengingat kondisinya gelap gulita dan tak ada yang terlihat, aku langsung mengulurkan tangan ke depan. Rasanya begitu kenyal dan lembut, membuatku hampir hilang kendali.

Masih merasa belum puas, aku yang semakin serakah ini ingin mencoba bagian yang selama ini selalu kuidamkan.

Aku menelan ludah dengan gugup, memeluknya dari belakang, lalu memindahkan kedua tanganku ke depan dan meremasnya dengan cepat.

Sensasi kelembutan yang begitu nyata ini terasa sepuluh kali lipat lebih nikmat dari yang kubayangkan, sampai-sampai otakku sempat hilang fokus sejenak.

“Sayang, besar sekali punyamu, jauh lebih besar dari biasanya. Jangan-jangan karena merasa menantang, ya? Hm… geli sekali… ayo cepat.”

Napasku jadi memburu dan reaksiku semakin kuat, bahkan mencapai tingkat yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata. Tak heran kalau kakak ipar begitu tak sabar.

Setibanya di kamar, kakak ipar langsung melilitku seperti ular yang cantik. Dia menyingkap gaunnya, menanggalkan pakaian dalamnya, lalu menggerakkan bokongnya dan terus bergesekan pada bagian tubuhku yang sedang bergairah.

Tak butuh waktu lama, area intimnya yang semula kering, kini telah basah kuyup, hingga membasahi celanaku.

“Aku sudah nggak tahan lagi, berikan padaku… aku mau….”

Kakak ipar melepas ikat pinggangku, tampak begitu haus bagaikan serigala betina.

Sungguh tak disangka, kakak ipar yang biasanya begitu anggun dan sopan, ternyata begitu agresif di belakang. Aku sangat bersemangat, lalu inisiatif melepaskan celanaku sendiri.

Begitu berbalik badan, aku langsung menindihnya di bawah tubuhku dan bersiap menerobos masuk ke area intimnya.

Namun, karena mati listrik dan tirai jendela tertutup rapat, suasana kamar terlalu gelap. Akibatnya aku salah arah beberapa kali dan hanya bergesekan di bagian luarnya saja.

Karena terangsang, aku pun tak sanggup menahan desahan pelan.

Di tengah kegelapan, seketika tubuh kakak ipar langsung membeku. Dia mengenali suaraku, lalu menjerit kaget dan berusaha memberontak untuk kabur.

Namun, santapan lezat yang sudah di depan mata, tentu tak akan kubiarkan lepas begitu saja. Aku menindihnya erat-erat dengan tubuhku, lalu kembali mengulurkan tangan….

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status