LOGINKakak lagi tak ada di rumah dan kakak ipar malah mengira aku ini suaminya. Saat mati listrik, dia mendekat ke arahku. Merasakan tubuhnya yang hangat dan lembut dalam pelukan, serta sentuhan tangannya di area sensitifku, gairahku pun langsung terpancing. Aku pun tak tahan dan langsung mendorongnya hingga terbaring di atas ranjang. Tanganku mulai meraba-raba tubuhnya, tapi tepat saat aku akan memasuki tahap utama… tiba-tiba dia mengenaliku. “Juan… cepat lepaskan, kita nggak boleh melakukan hal seperti ini….” Aku yang sudah terlanjur bergairah tentu saja tak mau berhenti. Aku segera menindihnya dan benda milikku terus bergesek, siap menerjang masuk….
View MoreSetelah kejadian itu, setiap ada kesempatan Janet akan terus menempel dan mengajak kakak berhubungan. Waktu bermain denganku malah jadi berkurang jauh, sampai akhirnya kakak ipar kembali.Begitu kakak ipar kembali, kakak memperingatkan Janet untuk menjaga kelakuannya dan tak boleh membuat kakak ipar curiga sedikit pun atau dia akan menghajarnya.Janet juga tak membantahnya. Dia bilang akan memperhatikannya, tapi dengan syarat harus tetap diberi jatah untuk bermesraan agar dirinya bisa patuh.“Janet, betah tinggal di sini? Sangking sibuknya beberapa hari ini, aku jadi belum sempat menanyakan kabarmu. Entah dua pria ini bisa merawatmu dengan baik atau nggak?”Saat makan malam, kakak ipar sengaja memasakkan banyak hidangan lezat untuk Janet. Selama pergi dinas, dia khawatir kami berdua tak bisa menjaga adiknya dengan baik.Dengan nada menyindir, Janet tersenyum centil dan menjawab kalau kakak merawatnya sangat baik, bahkan selalu membuatnya kenyang. Aku yang paham maksudnya langsung melot
Seketika, kakak mengamuk. Dia langsung menggunakan tenaga kasarnya untuk membuang Janet ke samping, lalu mengancam kalau dia berani punya niat busuk lagi, dirinya akan langsung mengusirnya pulang ke kampung dan tak mengizinkannya datang lagi.Janet tak takut sama sekali, dia mengira kakak hanya malu saja. Jadi, dia kembali berusaha menggodanya.Namun, kakak langsung mendaratkan satu tamparan keras ke wajahnya.Tamparan itu langsung membuat Janet melongo kebingungan. Dalam hati, aku merasa cukup terpuaskan! Bagus sekali tamparannya! Jika bukan karena tak ada pilihan, aku juga sudah menamparnya sejak dulu.Dengan tatapan penuh dendam, Janet berlari keluar tanpa mengenakan sehelai benang pun. Aku yang berniat sembunyi kembali ke kamar, terlambat satu langkah, malah akhirnya ketahuan oleh Janet.Janet menerobos masuk ke kamarku dan mengancam keras agar kejadian malam ini tak boleh sampai ke telinga kakaknya. Kalau sampai bocor, dia akan membocorkan rahasia kalau aku pernah menidurinya.“Ka
“Kak Juan, kamu benar-benar perkasa sekali! Pacar-pacarku yang dulu nggak ada yang sekekar kamu! Kamu bahkan lebih dahsyat daripada mainan yang kubeli.”Tak peduli seberapa kuat aku memperlakukannya, Janet sama sekali tak mengerutkan keningnya. Dia malah tersenyum centil memujiku, bahkan sengaja mendesah keras-keras, seolah takut orang lain tak mendengar.Aku menyumpal mulutnya dengan celana dalamku. Ada tiga pintu ruangan di rumah ini dan tak ada satu pun sudut ruangan yang terlewatkan untuk kami. Aku menyiksanya terus-menerus sampai akhirnya dia kehabisan seluruh tenaganya.“Aku paling suka pria liar sepertimu, rasanya luar biasa sekali! Semakin liar mainnya, aku semakin suka. Kak Juan, pokoknya sebelum pulang nanti, aku bakal tidur di kamarmu setiap malam.”Janet berbaring terkapar terengah-engah di sana seperti genangan lumpur, tapi masih sempat-sempatnya melemparkan tatapan menggoda padaku.Aku sungguh tak habis pikir bagaimana bisa kakak ipar punya adik segila ini? Pikirannya ben
“Sayang, kamu kenapa? Kok suaramu aneh sekali?” Nada kakak terdengar agak cemas, dia bahkan menanyakan keberadaanku dan menyuruhku mengangkat telepon.Karena khawatir kakak ipar bakal keceplosan, aku pun buru-buru mengambil ponselnya.“Kak, aku lagi di samping kakak ipar. Dia nggak apa-apa. Hanya minum kebanyakan dan muntah. Ini aku lagi pijat badannya, biar bisa lebih meredakan mabuknya.”Aku berbicara sambil terus bergerak, hingga napasku terengah-engah, tapi sama sekali tak takut ketahuan. Bagaimanapun, aku sudah menyiapkan alasan yang masuk akal dan kakak juga tak akan pernah berpikir kalau aku berhubungan dengan kakak ipar.Kakak ipar tak berani mengadu, dia hanya bisa menutup mulutnya erat-erat agar tidak mengeluarkan suara. Wajahnya yang kasihan itu malah semakin membuatku ingin meluapkan gairah padanya.Aku menyalakan mode pengeras suara pada ponsel dan meletakkannya di samping, lalu kembali menerjang menuju garis akhir.“Hm….” Kakak ipar yang ikut mengimbangi iramaku punya sta






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.