Home / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 105 Mengambil Benda

Share

105 Mengambil Benda

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-05-01 20:06:17

Gudang nomor tujuh belas adalah bangunan tua dengan dinding seng yang berkarat di beberapa bagian dan pintu besi besar yang sedikit terbuka—hanya cukup untuk satu orang masuk menyamping. Di luarnya ada satu orang penjaga yang duduk di kursi plastik dengan kepala menunduk, mungkin setengah tidur.

Wandra berhenti di jarak yang cukup.

Liontin berdenyut.

*"Penjaga itu bukan manusia biasa. Ia kultivator juga—tingkat dua. Lebih dari cukup untuk mencelakaimu jika tidak hati-hati. Tapi ada cara lain ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   395 Menolong Viona

    Di luar reruntuhan kediaman Keluarga Gu, ratusan orang berpakaian biru tua sudah berbaris rapi di jalan. Di depan mereka, seorang pria paruh baya berjanggut pendek membungkuk dalam-dalam begitu Wandra dan Mayang muncul dari balik debu."Perkenalkan, saya Wang Sihan, dari Keluarga Wang," katanya dengan suara yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraan. "Selama dua ratus tahun, Keluarga Gu menindas kami, merebut dermaga-dermaga kami, dan membunuh banyak orang kami. Hari ini kami menyaksikan sendiri kejatuhan mereka."Wandra menatap sisa-sisa keluarga Gu yang masih bersujud di antara puing. "Kalian ingin menghabisi mereka?""Dengan izin Tuan," Wang Sihan menunduk. "Kami tidak akan bergerak tanpa persetujuan penyelamat kota ini."Wandra hanya mengangguk. Dendam dua ratus tahun bukan urusannya, dan keluarga yang hendak mandi dengan darah Mayang tidak layak dikasihani. Anak buah Keluarga Wang menyerbu masuk, dan jeritan-jeritan terdengar dari balik tembok."Tuan, Nona," Wang Sihan berkata sa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   394 Leluhur Keluarga Gu

    "Tapi," Gu Wen melanjutkan, dan nada suaranya mulai berubah, "wanita itu meninggalkan sebuah ilmu yang sangat luar biasa sebelum kematiannya. Ilmu yang bisa meningkatkan kultivasi secara drastis, melampaui batas normal yang pernah diketahui. Keluarga kami sudah berusaha mempelajari ilmu itu selama ratusan tahun, tapi selalu gagal."Wandra mulai merasakan sesuatu yang tidak beres dalam nada pembicaraan ini, instingnya yang sudah terasah selama tujuh ribu tahun berteriak memberi peringatan."Aku mendapatkan sebuah wahyu dalam mimpi," Gu Wen melanjutkan, matanya kini berkilat dengan sesuatu yang jauh dari kebaikan, "bahwa untuk membuka ilmu itu, keturunan Keluarga Gu harus mandi darah dari seseorang yang memiliki wajah yang sama persis dengan wanita legendaris itu."Gu Sheng, yang sejak tadi diam mendengarkan, kini berdiri dari kursinya dengan senyum yang berubah menjadi licik. "Dan ketika aku melihatmu, Nona Mayang, aku tahu bahwa takdir sudah membawamu ke tempat ini."Beberapa pengawal

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   393 Kediaman keluarga Gu

    "Kami akan pertimbangkan," Wandra menjawab dengan hati-hati, belum memberikan jawaban pasti.Mayang, yang juga merasakan ketidaknyamanan dari tatapan Gu Sheng, menambahkan dengan nada yang sopan namun tegas, "Terima kasih atas tawarannya, tapi kami baru saja tiba dan masih perlu beristirahat."Gu Sheng, meskipun sedikit kecewa, tidak langsung menyerah. "Aku mengerti. Tapi tawaran ini tetap terbuka kapan pun kalian siap. Sesepuh kami, Kakek Gu Wen, sudah hidup lebih dari tiga ratus tahun, dan beliau menyaksikan banyak peristiwa penting yang terjadi di benua ini, termasuk kisah-kisah tentang legenda dan tokoh-tokoh besar dari masa lalu."Wandra merasakan aura Gu Sheng dengan lebih seksama, dan menemukan bahwa pemuda ini sudah berada di puncak Alam Manusia Roh, kekuatan yang sangat besar untuk seseorang yang masih terlihat begitu muda, menunjukkan bahwa Keluarga Gu memang memiliki sumber daya dan metode kultivasi yang sangat baik."Legenda dan tokoh-tokoh besar?" Mayang bertanya, rasa in

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   392 Pelabuhan Tanjung Emas

    Viona mengangguk dengan senyum penuh terima kasih, kemudian dia dan Baskoro berpamitan, berjalan menjauh ke arah pusat kota pelabuhan yang ramai, menghilang di antara kerumunan pedagang dan pejalan kaki.Setelah Viona dan Baskoro pergi, Wandra menoleh kepada Mayang, menggenggam tangannya dengan lembut. "Ayo, kita cari penginapan dulu. Kita butuh istirahat setelah perjalanan panjang ini."Mereka berjalan menyusuri jalanan kota pelabuhan yang dipenuhi dengan hiruk-pikuk kehidupan, pedagang-pedagang berteriak menawarkan dagangan mereka, kultivator-kultivator berbagai tingkat kekuatan berlalu-lalang dengan pakaian yang menunjukkan asal-usul klan atau sekte mereka masing-masing, dan aroma rempah-rempah serta makanan laut segar memenuhi udara.Mereka akhirnya menemukan sebuah penginapan yang cukup nyaman di dekat pusat kota, dan setelah menyewa sebuah kamar, Wandra dan Mayang duduk berdua memandang keluar jendela yang menghadap ke arah pelabuhan yang ramai."Akhirnya kita sampai," Mayang be

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   391 Persembahan Ikan Paus

    Hari-hari berikutnya setelah pertarungan melawan Alassus membawa perubahan yang luar biasa bagi perjalanan mereka. Laut yang tadinya begitu ganas kini berubah menjadi tenang dan bersahabat, angin bertiup lembut mendorong layar-layar Leviathan dengan kecepatan yang stabil, seolah lautan itu sendiri sudah mengakui kemenangan Wandra dan membuka jalan tanpa hambatan.Pada hari ketiga setelah kejadian itu, saat matahari pagi baru saja menyinari permukaan laut dengan cahaya keemasan, sebuah gerakan besar muncul di bawah air, membuat seluruh penumpang yang sedang berjemur di geladak langsung waspada."Sesuatu mendekat!" seorang awak kapal berteriak dari menara pengawas.Wandra, yang sudah siap siaga sejak insiden dengan Alassus, segera bergerak ke tepi geladak, tubuhnya tegang mengantisipasi pertarungan lain. Tapi apa yang muncul dari kedalaman laut sama sekali bukan ancaman seperti yang dia duga.Seekor ikan paus raksasa, ukurannya mungkin tiga kali lebih besar dari kapal Leviathan sendiri,

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   390 Pertanyaan Berharga 7 Miliar Batu Roh

    Seketika, energi yang luar biasa meledak keluar dari cincin itu, sebuah cahaya hitam keunguan yang begitu pekat sehingga seolah menelan cahaya di sekitarnya. Energi itu mengalir ke seluruh tubuh Wandra, dan dengan sekali gerakan, dia melepaskan diri dari lilitan Alassus, kemudian mengarahkan seluruh kekuatan yang baru saja dia terima ke arah makhluk raksasa itu.Alassus, yang merasakan energi mengerikan itu mendekat, mencoba melarikan diri, tapi sudah terlambat. Sebuah ledakan dahsyat terjadi, cahaya hitam keunguan itu menelan tubuh raksasa Alassus sepenuhnya, dan jeritan makhluk itu bergema begitu keras sehingga seluruh lautan di sekitarnya bergetar.Kemudian, keheningan.Angin topan yang tadinya begitu ganas mendadak mereda, awan-awan hitam yang bergulung mulai terpecah, dan lautan yang tadinya bergolak dahsyat perlahan kembali tenang, seolah badai itu tidak pernah terjadi.Di atas kapal Leviathan, yang sudah berjarak cukup jauh dari pusat badai berkat dorongan Wandra sebelumnya, se

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   5 Tinggal bersama Dokter Cantik

    Wandra terkejut mendengar tawaran itu. "Tapi, Dok... saya tidak enak. Kita baru saja kenal.""Justru karena kita baru kenal dan kamu sudah berani mengorbankan nyawamu untukku, aku merasa harus membalas budi," sahut Caroline. "Lagipula, apartemenku cukup besar. Ada kamar tamu yang tidak pernah terpa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   4 Diajak Tinggal Bersama

    Caroline menatap liontin di leher Wandra dengan tatapan penuh tanda tanya. Sebagai orang yang berpendidikan tinggi dan terlatih dalam ilmu kedokteran modern, dia tidak percaya dengan hal-hal mistis atau supernatural. Pasti ada penjelasan ilmiah di balik semua ini. Mungkin lukanya tidak sedalam yang

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   3 Menolong Dokter Wanita

    Di kota besar seperti ini, di mana tidak ada yang saling mengenal, lebih aman untuk tutup mata dan jalan terus.Tapi Wandra tidak bisa melakukan itu. Didikan orang tuanya dan neneknya mengajarkan bahwa menolong orang yang dalam kesulitan adalah kewajiban, bukan pilihan. Meskipun dia tahu risikonya

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   2 Pusaka Keluarga

    "Ini adalah pusaka keluarga kita," kata Mbah Surti dengan suara yang tiba-tiba menjadi serius. "Kakekmu mendapatkannya dari ayahnya, dan ayahnya mendapatkannya dari ayahnya lagi. Tidak ada yang tahu dari mana asal liontin ini sebenarnya, tapi kakekmu selalu percaya bahwa liontin ini memiliki kekuat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status