Teilen

106 Arno Dwisetya

last update Veröffentlichungsdatum: 01.05.2026 20:07:31

Arno Dwisetya—menurut apa yang berhasil Wandra kumpulkan dari pencarian cepat di ponselnya sambil menunggu di warung kopi dekat Jalan Kebon Sirih—adalah nama yang tidak sulit ditemukan.

Sebuah nama yang tercetak di berbagai papan nama gedung perkantoran di kawasan Sudirman. Foto profil di sebuah majalah bisnis edisi dua tahun lalu: pria dengan wajah yang tampan secara tidak biasa, terlalu simetris, terlalu sempurna, seperti foto yang sudah melalui terlalu banyak penyuntingan—kecuali Wandra curi
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   362 Mencari Cermin Pelintas Alam

    Tapi Mayang menggelengkan kepalanya dengan wajah yang penuh kesedihan. "Kau tidak mengerti, Wandra. Ini bukan soal kekuatanmu."Mayang menarik napas dalam, matanya menerawang jauh, seolah mengingat kembali kejadian-kejadian menyakitkan yang sudah dia alami berkali-kali. "Setiap kali Sang Penguasa datang, dia selalu berhasil membangkitkan kekuatan terkuat yang tersembunyi di dalam diriku. Kekuatan yang bahkan aku sendiri tidak sepenuhnya mengerti atau bisa kendalikan."Suara Mayang mulai bergetar. "Dan setiap kali itu terjadi, aku kehilangan kendali atas diriku sendiri. Sang Penguasa mengambil alih jiwaku, menggunakan tubuhku, menggunakan kekuatanku, untuk tujuannya sendiri. Dan seperti yang sudah terjadi berkali-kali sebelumnya, aku akan dipaksa untuk bertarung melawanmu, Wandra. Aku akan melukaimu."Air mata mulai mengalir lagi di pipi Mayang. "Aku tidak mau itu terjadi lagi. Aku tidak mau melukaimu lagi, Wandra. Aku masih ingat, meskipun samar, tentang luka-luka yang pernah aku beri

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   361 Mengantisipasi Kedatangan sang Penguasa

    Sementara itu, Mayang di sisi lain ruangan sudah berhasil mengalahkan Pelindung Hukum yang tersisa, dan sekarang dia berdiri sendirian di antara puing-puing pertarungan, matanya memandang Wandra yang sedang menghajar Rajasa Victory dengan intensitas yang tidak pernah dia saksikan sebelumnya.Rajasa Victory, yang sudah babak belur dan hampir kehilangan seluruh kekuatannya, dengan gerakan yang putus asa merogoh sesuatu dari balik jubahnya. Sebuah bola batu kecil berwarna hitam.“Kau berpikir kau sudah menang, heh?” Rajasa Victory berteriak dengan darah yang mengalir dari mulutnya. “Aku akan menghancurkan bola ini! Dan begitu aku menghancurkannya, seseorang dari jauh, seseorang yang sangat tangguh, akan segera datang! Orang yang pernah menguasai Mayang Terurai! Kekuatannya sangat hebat, dan kau tidak akan mampu mengatasinya!”Rajasa Victory menghancurkan bola batu itu di tangannya, gelombang energi hitam menyebar dari pecahannya, melesat ke langit dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   360 Mayang Terurai yang Sempurna

    Pukulan demi pukulan terus menghantam tubuh Wandra. Rajasa Victory dan keempat Pelindung Istana terus menyerangnya tanpa henti, tidak memahami mengapa pemuda yang tadi bertarung dengan begitu tangguh kini membiarkan dirinya menjadi sasaran empuk.Pao Pao berdiri terpaku di seberang ruangan, matanya bergerak antara Wandra yang terus dipukuli dan Mayang yang berdiri kebingungan. Dia sudah menyaksikan kekuatan Wandra sebelumnya, tahu bahwa pemuda itu sanggup melawan balik kapan saja dia mau. Tapi entah mengapa, insting Pao Pao mengatakan bahwa ini bukan saatnya untuk ikut campur. Ada sesuatu yang jauh lebih dalam sedang terjadi, sesuatu yang tidak seharusnya dia ganggu.Handoko yang masih terluka di lantai juga hanya bisa memandang dengan bingung, tidak mengerti mengapa pemuda yang baru saja menyelamatkan mereka kini seperti menyerahkan dirinya untuk dipukuli tanpa usaha lebih untuk melawan. Apakah Rajasa terlalu kuat bagi Wandra?Mayang berdiri dengan tangan yang gemetar, matanya tidak

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   359 Aku harus Membuatnya Mengingatku

    Wandra melancarkan pukulan demi pukulan ke arah kultivator alam manusia roh itu dengan kecepatan dan kekuatan yang tidak memberikan ruang untuk bernapas. Setiap gerakannya presisi, mematikan, jauh melampaui apa yang seharusnya bisa dilakukan oleh seseorang yang terlihat baru berumur delapan belas tahun.Kultivator itu, yang tadi begitu percaya diri menghadapi Mayang, kini benar-benar terdesak. Dia mencoba bertahan, mencoba melawan, tapi setiap serangan Wandra menembus pertahanannya seperti pisau yang menembus mentega. Dalam hitungan detik, sebuah pukulan telak Wandra mendarat di dadanya, membuat pria itu terlempar ke belakang dan jatuh berlutut dengan darah yang mengucur deras dari mulut dan hidungnya.Tapi sebelum Wandra sempat menyelesaikan pertarungan itu, sebuah gemuruh besar menggetarkan seluruh ruangan bawah tanah. Dinding di sisi lain runtuh, mengungkap sebuah lorong tersembunyi, dan dari sana muncul lima sosok dengan aura yang jauh lebih mengerikan dari siapa pun yang sudah ha

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   358 Sebuah Pengepungan

    Dan di samping mereka, berdiri seorang pria dengan aura yang jauh lebih mengerikan dari siapa pun di ruangan itu, kultivator alam manusia roh level satu, satu tingkat di atas alam manusia suci yang selama ini menjadi puncak kekuatan yang dikenal secara umum."Jebakan," Pao Pao mendesis, menyadari bahwa asisten Peramal Naga Merah yang tadi memberi tahu Perdana Menteri sebenarnya sudah mengirimkan informasi palsu untuk memancing mereka ke sini.Mayang berdiri tegak, matanya berkilat dengan kemarahan yang dingin. "Kalian pikir bisa menjebakku semudah ini?"Perdana Menteri tersenyum licik. "Mayang Terurai. Akhirnya kita bertemu langsung. Ramalan Peramal Naga Merah memang tidak pernah salah, meskipun butuh waktu lama untuk mengonfirmasinya."Pertarungan meletus tanpa peringatan lebih lanjut. Para pengawal menyerbu masuk, Pangeran Ketiga melesat menyerang Handoko, dan Perdana Menteri sendiri menyerang Pao Pao dengan kekuatan penuh alam manusia suci level tiganya.Kultivator alam manusia roh

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   357 Kali Ini Aku Tidak akan Terlambat

    Sementara itu, di dalam sebuah ruangan mewah di rumah Perdana Menteri yang terletak di area elit dekat Istana Pualam Putih, Wandra duduk di sebuah kursi dengan tangan yang diikat rantai besi di belakang punggungnya. Dia sengaja tidak melawan, membiarkan dirinya diinterogasi sesuai skenario yang sudah dia rencanakan.Perdana Menteri duduk di hadapannya dengan ekspresi yang penuh kecurigaan, matanya menyipit memandang Wandra dari atas ke bawah seperti sedang menaksir seekor binatang buruan."Ceritakan lagi," Perdana Menteri berkata dengan suara yang dingin. "Ceritakan tentang pria berjenggot yang katamu membunuh semua perampok itu."Wandra mengulangi ceritanya dengan detail yang sama persis seperti yang dia berikan kepada petugas kerajaan sebelumnya, tanpa satu pun kesalahan atau kontradiksi. Sandiwara yang sudah dia mainkan selama tujuh ribu tahun membuatnya sangat ahli dalam menjaga konsistensi cerita.Tapi Perdana Menteri sama sekali tidak percaya. "Bohong," dia berkata dengan suara

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   7 Bisikan Manja

    Wandra mulai memegang rambut Caroline sementara pinggul Wandra mulai goyang-goyang. "Ini enak sekali, kak. Makasih banyak, kak. Ini enak sekali.""Ini belum apa-apa, Wandra. Nanti kamu akan merasakan lebih enak saat kembali merasakan liang kenikmatanku," janji Caroline untuk kemudian dia kembali me

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   3 Menolong Dokter Wanita

    Di kota besar seperti ini, di mana tidak ada yang saling mengenal, lebih aman untuk tutup mata dan jalan terus.Tapi Wandra tidak bisa melakukan itu. Didikan orang tuanya dan neneknya mengajarkan bahwa menolong orang yang dalam kesulitan adalah kewajiban, bukan pilihan. Meskipun dia tahu risikonya

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   2 Pusaka Keluarga

    "Ini adalah pusaka keluarga kita," kata Mbah Surti dengan suara yang tiba-tiba menjadi serius. "Kakekmu mendapatkannya dari ayahnya, dan ayahnya mendapatkannya dari ayahnya lagi. Tidak ada yang tahu dari mana asal liontin ini sebenarnya, tapi kakekmu selalu percaya bahwa liontin ini memiliki kekuat

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   1 Barang Peninggalan Kakek

    Pagi itu kabut masih menyelimuti Desa Sukamakmur ketika Wandra terbangun oleh suara batuk ayahnya yang begitu memilukan. Suara itu sudah menjadi alarm alami baginya selama tiga bulan terakhir, menggantikan kokok ayam yang biasanya membangunkannya untuk pergi ke sawah.Wandra segera bangkit dari tik

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status