Accueil / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 85 Permainan Indah dengan Gadis Pujaanku

Partager

85 Permainan Indah dengan Gadis Pujaanku

Auteur: Heartwriter
last update Date de publication: 2026-04-30 10:15:46

Di kamar hotel yang mewah dengan pencahayaan redup dari lampu samping, aroma asap pemancing gairah dari liontin di leher Wandra telah sepenuhnya menguasai Joanna dan Wandra.

Joanna, gadis pujaan Wandra yang selama semalam kemarin hanya ada dalam mimpi-mimpinya, kini berdiri di depannya dengan mata yang gelap oleh hasrat tak terkendali.

Tubuh Joanna yang ramping tapi berlekuk sempurna—payudara montok dengan puting mengeras, pinggul lebar, dan kulit halus berwarna krem—telah basah oleh keringat t
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   400 Akhir bagi Trinity

    Tangan Wandra meremas. Tidak ada darah yang muncrat. Tubuh fisik Gupta langsung hancur menjadi abu, dan jiwa hijau yang merintih di dalam cengkeraman Wandra meledak menjadi partikel cahaya, lenyap dari alam eksistensi selamanya. Pengendali jiwa terhebat di alam semesta mati bukan oleh teknik spiritual tingkat tinggi, melainkan diremuk oleh tangan kosong seorang kultivator Alam Pemurnian Tubuh.Di sisi lain, Trinity menyaksikan kematian Gupta dengan mata terbelalak. Rasa percaya dirinya runtuh seketika. Ia menatap Mayang, lalu tertawa gugup."M-mayang... Sayang... Kau lihat? Gupta sudah mati. Kita bisa bicara. Aku... aku ibumu. Aku tidak pernah berniat jahat—""Berhenti," suara Mayang memotong. Suaranya tidak keras, tapi bergema dengan otoritas kosmik yang membuat ruang di sekelilingnya bergetar.Mayang melangkah maju. Gaunnya yang sederhana kini tampak seperti jubah seorang ratu bintang. Ia menatap Trinity bukan dengan kemarahan, melainkan dengan rasa jijik yang mendalam."Kau bukan i

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   399 Gupta dan Trinity

    Di lantai itu, terdapat ukiran yang sangat samar, hampir tidak terlihat. Ukiran itu bukan berasal dari Star Dust. Ukiran itu adalah simbol mata berputar—tanda tangan Gupta."Dia ke sini tiga ribu tahun lalu," bisik Mayang, matanya menyipit. "Dia tahu aku menyembunyikan Jarum Dewa. Dia pasti meninggalkan jebakan."Wandra melangkah maju. "Biarkan aku."Saat kaki Wandra menginjak pusat altar, formasi jebakan Gupta meledak aktif. Rantai jiwa hitam setebal paha manusia melesat dari lantai, berniat membelenggu dan meremukkan jiwa siapa pun yang menginjaknya. Rantai itu dirancang khusus untuk menghancurkan jiwa, mengabaikan pertahanan fisik.Tapi rantai itu menabrak tubuh Wandra dan... berhenti.Energi negatif dan manipulasi jiwa dari Gupta berbenturan dengan energi Yang murni yang dihasilkan oleh Alam Pemurnian Tubuh tingkat dua ribu. Tubuh Wandra yang telah dimurnikan selama tujuh ribu tahun pada dasarnya adalah benteng jiwa yang absolut. Rantai hitam itu bergetar hebat, mencoba menembus k

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   398 Jarum Dewa

    Langit di atas Gunung Tianlong tidak lagi berwarna merah darah, melainkan telah berubah menjadi ungu kehitaman yang mencekam. Awan berputar membentuk pusaran raksasa, dan dari dalam pusaran itu, tiga sosok melayang turun. Mereka adalah keturunan langsung Sang Penguasa. Aura yang mereka pancarkan cukup untuk membuat langit retak dan kultivator di bawah Alam Dewa Rendahan langsung pingsan hanya dengan menatap mereka. Pemimpin dari ketiganya, seorang pria bermata emas dengan kulit pucat, menatap Mayang dengan senyum yang merendahkan. "Xiyue. Atau mungkin kau lebih suka dipanggil Mayang sekarang? Kau pikir dengan membuka segel ingatanmu, kau bisa melawan takdir? Ayahanda kami sudah menunggumu di dimensi kekosongan. Menyerahkan tubuh dan warisan Star Dust-mu sekarang, dan kami akan membuat kematian kekasihmu itu cepat."Mayang tidak menjawab. Dia hanya menatap pria bermata emas itu. Tiga ribu tahun lalu, tatapan ini mungkin dipenuhi oleh keputusasaan dan air mata. Tapi sekarang, mata Ma

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   397 Kita Tidak akan Bisa Selamat

    Cahaya dari Bunga Pengusir Kendali tidak meledak seperti api, melainkan merembes masuk ke dalam pori-pori Mayang seperti cairan perak yang hidup. Jimat penolakan dan segel jiwa yang selama ini membelenggunya retak, lalu hancur menjadi debu spiritual.Dalam sekejap, bendungan ingatan yang telah kering selama ribuan tahun jebol. Mayang tidak hanya ditarik mundur tiga ribu tahun, tapi lima ribu tahun ke belakang, menembus kabut waktu menuju sebuah era yang telah lama terkubur.Dia melihatnya. Kerajaan Star Dust. Sebuah kerajaan yang tidak berada di bumi, melainkan mengambang di antara nebula dan debu bintang, tempat di mana hukum alam semesta ditata ulang oleh kekuatan murni. Dia adalah putri mahkotanya. Dan di hadapannya, sang Ayah—Penguasa yang telah menaklukkan 3 alam utama dan 5 alam kecil—menyerahkan intan jiwanya dengan senyum damai. Sang Ayah sudah muak dengan keabadian, dan memilih untuk melebur menjadi debu bintang, mewariskan seluruh kekuatan yang bisa membuat Mayang hidup mel

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   396 Penjaga Karma

    Suara sang leluhur Keluarga Wang, Wang Tianming, bergetar bukan karena usia, melainkan karena beban emosi yang telah dipendamnya selama tiga ribu tahun. Angin di alun-alun seolah berhenti berhembus, menahan napas bersama ratusan orang yang menyaksikan momen sakral tersebut."Siapa yang menyelamatkannya?" tanya Wandra, suaranya parau, mencengkeram tangan Mayang lebih erat seolah takut wanita itu akan menghilang jika ia melepaskannya.Wang Tianming menundukkan kepalanya dalam-dalam, air mata menetes ke janggut peraknya yang panjang. "Orang itu menyebut dirinya 'Penjaga Karma'. Dia muncul dari celah langit yang robek, membawa sebuah cermin yang memantulkan bintang-bintang meski saat itu adalah siang hari. Dengan cermin itu, dia membelah formasi pembunuh dari lima sekte besar dan menarik tubuh Nona Mayang dari tepi kematian."Mayang terpaku, liontin bulan sabit di lehernya berdenyut semakin cepat, selaras dengan detak jantungnya. "Penjaga Karma... aku tidak ingat wajah itu, tapi... dadaku

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   395 Menolong Viona

    Di luar reruntuhan kediaman Keluarga Gu, ratusan orang berpakaian biru tua sudah berbaris rapi di jalan. Di depan mereka, seorang pria paruh baya berjanggut pendek membungkuk dalam-dalam begitu Wandra dan Mayang muncul dari balik debu."Perkenalkan, saya Wang Sihan, dari Keluarga Wang," katanya dengan suara yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraan. "Selama dua ratus tahun, Keluarga Gu menindas kami, merebut dermaga-dermaga kami, dan membunuh banyak orang kami. Hari ini kami menyaksikan sendiri kejatuhan mereka."Wandra menatap sisa-sisa keluarga Gu yang masih bersujud di antara puing. "Kalian ingin menghabisi mereka?""Dengan izin Tuan," Wang Sihan menunduk. "Kami tidak akan bergerak tanpa persetujuan penyelamat kota ini."Wandra hanya mengangguk. Dendam dua ratus tahun bukan urusannya, dan keluarga yang hendak mandi dengan darah Mayang tidak layak dikasihani. Anak buah Keluarga Wang menyerbu masuk, dan jeritan-jeritan terdengar dari balik tembok."Tuan, Nona," Wang Sihan berkata sa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   2 Pusaka Keluarga

    "Ini adalah pusaka keluarga kita," kata Mbah Surti dengan suara yang tiba-tiba menjadi serius. "Kakekmu mendapatkannya dari ayahnya, dan ayahnya mendapatkannya dari ayahnya lagi. Tidak ada yang tahu dari mana asal liontin ini sebenarnya, tapi kakekmu selalu percaya bahwa liontin ini memiliki kekuat

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   1 Barang Peninggalan Kakek

    Pagi itu kabut masih menyelimuti Desa Sukamakmur ketika Wandra terbangun oleh suara batuk ayahnya yang begitu memilukan. Suara itu sudah menjadi alarm alami baginya selama tiga bulan terakhir, menggantikan kokok ayam yang biasanya membangunkannya untuk pergi ke sawah.Wandra segera bangkit dari tik

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   7 Bisikan Manja

    Wandra mulai memegang rambut Caroline sementara pinggul Wandra mulai goyang-goyang. "Ini enak sekali, kak. Makasih banyak, kak. Ini enak sekali.""Ini belum apa-apa, Wandra. Nanti kamu akan merasakan lebih enak saat kembali merasakan liang kenikmatanku," janji Caroline untuk kemudian dia kembali me

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   6 Efek Samping Liontin

    Malam itu, setelah mandi dan mengganti pakaian dengan baju bersih, Wandra duduk di tepi tempat tidur kamar tamu. Ia menatap kalung liontin yang masih ia kenakan.Di bawah lampu kamar, liontin itu tampak biasa saja—hanya logam kusam dengan ukiran aneh. Tapi Wandra tahu, benda ini sama sekali tidak b

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status