Share

Bab 236

Penulis: Jw Hasya
last update Tanggal publikasi: 2026-01-25 21:35:40

Hans mematut dirinya di depan cermin, ia sedikit tergesa, pasalnya pria itu ingin segera menyelidi apa yang membawa Selena pada sebuah tempat yang membuat Hans menaruh rasa penasaran.

Namun, sialnya keinginannya untuk mencari tahu, sirna sudah. Sebab, tiba tiba Kama sudah berdiri di ambang pintu unit miliknya. Pria itu memakai sebuah sweater panjang dengan sebuah syal melilit di area lehernya. Ya, musim dingin seperti saat ini, memang kerap membuat tubuh orang orang setengah beku.

“Tu-Tua
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (7)
goodnovel comment avatar
Iin Huang
bntr LG jg ketauan, Hans sungguh mencurigakan di mata kama. AQ harap kama bisa lbih peka
goodnovel comment avatar
Iin Huang
Selena sbnrny ingin membongkar smua nya tapi takut Hans muncul dan membun*h nya
goodnovel comment avatar
Lisa Anggraini
semoga segera kebongkar deh..jgn lama² kak
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kama Sutra   Epilog

    Langkah kaki menyurusi koridor rumah sakit, semakin tergesa saat mendengar suara lengkingan bayi baru lahir dari sebuah kamar persalinan. “Bagaimana keadaan istriku? Apa dia sudah melahirkan?” Suaranya tergopoh, wajahnya panik. “Tuan Deodola, selamat bayi Anda lahir dengan selamat. Dia berjenis kelamin laki-laki,” ucap salah satu dokter yang menangani proses persalinan Sutra. Kama tersenyum lebar, pria itu kemudian meraih bayi mungil yang diberikan oleh seorang dokter padanya. Sutra yang berada di dalam kamar persalinan terlihat mengembulkan senyum hangat. Kama berjalan menuju Sutra sambil menggendong bayi mereka. “Terima kasih, Sayang, karena kau sudah berjuang hingga detik ini. Aku sangat mencintaimu,” katanya berbisik sambil mendaratkan ciuman hangat di dahi Sutra. Jentik-jentik keringat membasahi pelipis Sutra, deru napasnya naik turun tak beraturan. Tubuhnya terasa begitu ringan bak kapas. “Nyonya Deodola, akhirnya kau sadar juga. Selamat, Nyonya, bayi Anda

  • Kama Sutra   Bab 307

    Langit yang masih mendung tak kunjung berubah sejak pagi hari. Mobil jenazah berwarna putih perlahan melaju melalui jalan raya yang mulai tergenang air akibat tetesan hujan yang terus menyergap Kota S sejak dini hari. Di dalam mobil pengiring yang mengikutinya, Sutra duduk dengan tubuh yang sudah mulai terasa berat akibat usia kehamilan yang memasuki bulan enam. Tangan kirinya tampak mengelus perutnya yang membuncit, seolah ingin memberikan rasa aman pada janin yang sedang tumbuh di dalamnya, sementara tangan kanannya erat menggenggam amplop kecil yang berisi surat terakhir dari Kama yang dititipkan kepada Dokter Becca sebelum ajal menjemputnya. Wajah Sutra pucat tanpa sentuhan riasan apa pun. Rambut hitam yang biasanya terpelihara rapi kini hanya diikat dengan sederhana, sebagian warnanya sudah membasah akibat tampias hujan yang masuk melalui celah jendela mobil yang sengaja dibuka sedikit. Wanita itu tidak bicara sepatah kata pun sejak pagi tadi, hanya menatap ke luar jendela den

  • Kama Sutra   Bab 306

    Sudah hampir empat bulan sejak hari mereka mengetahui kehamilan Sutra. Ruangan kecil di lantai tiga yang dulunya hanya menampung satu ranjang kini menjadi tempat di mana dua nyawa bergelut dengan takdir—Kama yang berjuang untuk bertahan, Sutra yang berjuang untuk menjaga kandungannya agar esok bisa melahirkan dengan keadaan selamat. Setiap pagi, matahari akan masuk melalui jendela yang menghadap taman, menerangi wajah Sutra yang sering terbangun dengan tangan sudah berada di atas perutnya yang mulai sedikit membuncit, dan wajah Kama yang semakin pucat seiring dengan berjalannya waktu. Kondisi Kama yang dulunya hanya lemah dan lumpuh, kini semakinmemburuk, yang membuat hati siapapun bergetar tak tega saat melihatnya. Dokter Becca sudah tidak bisa menyembunyikan lagi bahwa penyakit yang menyerang Kama telah mencapai tahap akhir. Seluruh sistem tubuhnya mulai gagal bekerja, bahkan obat-obatan terbaik pun yang diberikan hanya mampu meredakan rasa sakit sebentar saja. Pagi ini men

  • Kama Sutra   Bab 305

    Sudah tiga minggu sejak hari itu. Tiga minggu di mana waktu terasa seperti berjalan dengan kecepatan yang berbeda bagi Kama dan Sutra. Rumah sakit telah menjadi seperti rumah kedua mereka. Ruangan kecil di lantai tiga, dengan jendela yang menghadap ke taman rumah sakit, menjadi saksi bisu atas setiap senyum, setiap tangisan, dan setiap janji cinta yang mereka utarakan.Kondisi Kama semakin melemah dengan cepat. Hanya dalam seminggu, tubuhnya yang dulunya tegap kini tidak lagi mampu bergerak bebas. Otot-ototnya semakin lemah, hingga akhirnya sebagian besar tubuhnya lumpuh. Dia hanya bisa menggerakkan kepala dan beberapa bagian kecil tangan serta kaki dengan sangat terbatas. Meski begitu, senyumnya tetap ada setiap kali melihat Sutra masuk ke ruangan.“Aku bawa makanan yang kau suka, Sayang,” ujar Sutra dengan senyum yang dia upayakan sebaik mungkin saat memasuki ruangan. Dia membawa rantang kecil berisi bubur ayam yang dimasaknya sendiri di rumah, dibantu oleh Siska dan Bibi Mina. “Bi

  • Kama Sutra   Bab 304

    Mobil hitam melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi di jalan raya menuju Rumah Sakit Utama Vilateli. Udara di dalam mobil terasa begitu antab, hanya suara desing mesin dan hentakan ban yang menyusuri permukaan aspal yang terdengar jelas. Sutra menggenggam setir dengan kedua tangan, matanya tetap terpaku pada jalanan di depannya, meskipun terkadang pandangannya menyelinap ke arah Kama yang duduk di kursi sebelahnya.Pria itu sedang menatap ke luar kaca mobil, wajahnya pucat dengan bibir yang sedikit berkerut. Bekas noda darah di bagian dada kemejanya sudah dihapus oleh Sutra dengan kain basah sebelum mereka berangkat, tapi kesan kesal dan rasa bersalah masih jelas tercermin di setiap lekukan wajahnya.“Kau merasa sakit?” tanya Sutra dengan suara yang lembut, mencoba memecah keheningan yang menyelimuti mereka.Kama menggeleng perlahan. “Tidak terlalu. Hanya merasa sedikit lelah saja.”Sutra menghela napas dalam. Dia ingin berkata banyak hal, ingin menegur, ingin memeluk, tapi kata-kat

  • Kama Sutra   Bab 303

    “Kenapa terlambat?” Sutra menyapa saat Kama sudah masuk dalam kamar. Pria itu diam sejenak. Mencari cara untuk berbicara tentang ala yang kembali mendera dirinya. “Kau baru sembuh, seharusnya lebih bisa menjaga kondisi, jangan sampai kau terlalu lelah karena pekerjaan.” Sutra melepas jasnya lalu menaruh di tempat kotor. “Maaf jika aku cerewet. Aku hanya tidak mau dengar kau kenapa napa. Aku tidak akan pernah sanggup lagi,” kemudian wanita itu menatap dalam kedua netra sang suami. Hatinya mencelos ketika mendengar kata kata Sutra. Wanita itu seakan memberi sinyal jika dirinya tidak mau lagi mendnegar tentang penyakit yang sempat mendera dirinya. “Maaf, aku tadi ketiduran di kantor,” pada akhirnya, Kama berkilah. “Kau sudah makan?” Kama mengangguk. Dia memang sudah makan sup ayam di restoran bersama dokter Becca. “Kalau begitu, cepat mandi sebelum terlalu larut. Setelah itu cepat istirahat. Aku tidak mau kau kenapa napa, paham?” Kama menerbitkan senyum sambil menga

  • Kama Sutra   Bab 174

    “Tapi tidak seharusnya kau menculiknya. Kenapa kau selalu berbuat semaumu, Kama? Tidak bisakah kau berlaku baik terhadap sesama?” Kama menatap awas kepada bola mata Surta. “Berlaku baik? Tahu apa kau tentang berlaku baik terhadap sesama? Aku bahkan kerap memperlakukan mereka lebih baik dari yang k

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Kama Sutra   Bab 181

    Hans dan Sutra berdiri berhadapan. Begitu dekat, hingga sepoi napas dari keduanya terasa menerpa wajah. Sutra yang hanya memakai piyama slip berbahan sutra itu, tampak menatap wajah Hans, pun dengan pria tersebut, ponsel yang tengah menghubungi nomor Kama, terabai di genggamannya. Debaran itu k

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Kama Sutra   Bab 176

    Sebuah mobil hitam panjang memasuki area mansion keluarga Deodola. Semenjak Sutra tinggal di rumah yanh dibeli oleh Kama, pria itu jarang sekali pulang ke mansion atau pun apartemen pribadinya. Ia lebih suka menghabiskan waktu bersama kedua buah hatinya dan juga Sutra. “Maaf, Tuan Ruddy, Tuan Mu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Kama Sutra   Bab 182

    “Apa yang kau lakukan dengannya, Hans!”Bruak!Satu pukulan tepat mengenai pelipis Hans dengan begitu sempurna, hingga lelaki itu menahan rasa perih yang tiba-tiba merayap di area wajahnya. “Kau ingin bermain-main denganku? Ingin mengkhianatiku?” Wajahna begitu garang, Kama tidka bisa lagi menghal

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status