Masuk
"Selamat datang Nyonya Muda McCarthy!" sambut Nyonya Wilson sambil tersenyum lebar, "Saya harap anda menikmati pesta malam ini."
"Terima kasih Nyonya Wilson," balas Allison ramah, "Pesta yang sangat meriah,"
Nyonya Wilson mengedarkan pandangan ke sekitar dengan bangga saat mendengar perkataan Allison. Sementara Allison hanya terdiam sambil tersenyum menahan rasa bosan, sebenarnya dia juga tidak ingin datang ke acara seperti ini jika bukan karena permintaan Kakek Andrew McCarthy.
"Tapi mengapa anda tidak datang bersama Tuan Muda McCarthy?" tanya Nyonya Wilson berpura-pura tidak mengerti keadaan pernikahan Lucas dan Allison.
"Sepertinya Tuan Muda McCarthy lebih memilih datang bersama dengan sekretarisnya, Nona Tucker," sahut Nyonya Brooks mencoba membuat keadaan semakin panas.
"Apakah anda baik-baik saja Nyonya Muda McCarthy?" sahut Nyonya lainnya berpura-pura peduli dengan keadaan Allison
Allison mencoba untuk tetap tenang sambil mempertahankan senyuman di wajahnya. Dia tahu jika perempuan-perempuan ini tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk mempermalukannya. Meskipun terlihat ramah namun mereka semua menganggap Allison adalah wanita rendahan.
Kehidupan Allison benar-benar berubah semenjak dia menikah dengan Lucas. Teman-teman yang dia pikir akan mendukungnya perlahan menjauh karena menanggap Allison benar-benar mengkhianati saudara kembarnya Alice.
"Tapi anda tidak berhak marah karena mungkin semua itu karma karena sudah merebut calon suami kembaran anda," lanjut Nyonya Brooks saat Allison tetap diam tanpa terpengaruh perkataannya.
"Helena perhatikan perkataanmu!" tegur Nyonya Wilson memperingatkan Nyonya Brooks namun sambil tersenyum merendahkan ke arah Allison, "Aku harap Nyonya Muda McCarthy tidak memasukkannya ke dalam hati. Helena memang tidak bisa menjaga mulutnya,"
"Tidak, perkataan Nyonya Brooks memang benar. Aku tidak berhak untuk marah atau pun kesal," balas Allison santai.
"Tapi apa anda tahu jika beberapa hari yang lalu Tuan Wilson dan Tuan Brooks pergi ke hotel Z?" lanjut Allison yang langsung membuat orang-orang di sekitarnya terdiam bergantian melihat Nyonya Wilson dan Nyonya Brooks yang wajahnya berubah merah.
"Oh tidak, aku tidak seharusnya mengatakan hal itu. Aku tidak sengaja mendengarnya saat Lucas berbicara dengan asistennya, Tuan Wayne," tambah Allison dengan raut wajah yang terlihat bersalah, "Sepertinya aku harus pergi sebelum mengatakan hal lainnya,"
Allison bukanlah protagonis yang akan diam saja saat orang-orang menjatuhkannya. Dia akan menyeret orang-orang tersebut untuk jatuh bersamanya. Bertahan hidup di kalangan atas memang tidak mudah apalagi Allison sudah mendapat predikat negatif dari mereka semua.
Selama 2 tahun ini Allison menghadapi cemooh dari orang-orang tersebut seorang diri. Baik suami, keluarga maupun temannya memilih untuk diam dan menjauh. Terkadang mereka juga ikut memojokkan Allison, hanya Kakek Andrew yang sedikit melindunginya dengan menggunakan nama besarnya.
Senyuman tipis menghiasi wajah Allison saat melihat keberadaan Kakek Andrew, dia berencana menampakkan diri sebentar di depan Kakek Andrew sebelum pergi dari pesta ini. Pesta seperti ini hanya membuang waktunya, namun sesekali dia harus menghadirinya untuk menjaga nama keluarga McCarthy.
"Selamat malam, Kakek," sapa Allison tersenyum ramah.
"Allison, sini duduk di sebelah Kakek," balas Kakek Andrew sambil menunjuk kursi kosong di sebelah kanannya. Sementara Lucas sudah duduk di sebelah kirinya dengan wajah dingin tanpa ekspresi sedikit pun.
"Bagaimana kabar Kakek? Maaf karena jarang mengunjungi Kakek,"
"Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan barumu. Apa Lucas di perusahaan memperlakukanmu dengan baik?"
Allison hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa ingin melanjutkan pembicaraan ini, sementara Lucas tetap diam sambil memainkan gelas anggur di tangannya. Pasangan suami istri tersebut terlihat seperti orang asing yang tidak saling mengenal.
"Jadi bagaimana dengan keinginan Kakek? Kapan kalian akan memberikan Kakek seorang cucu buyut yang lucu?"
Perkataan Kakek Andrew membuat Allison terbatuk dengan telinga memerah. Sementara Lucas hampir memecahkan gelas yang ada di tangannya, dia mengambil napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.
"Seharusnya Kakek lebih memikirkan kesehatan. Jangan memikirkan sesuatu yang tidak penting!" kata Lucas. Dalam hati dia memaki Allison karena sudah membuatnya dalam situasi seperti ini. Jika saja Allison tidak menipu Alice dan membuat perempuan yang dicintainya itu pergi, maka saat ini dia sudah memiliki seorang anak laki-laki yang lucu.
"Apa maksudmu tidak penting?" seru Kakek Andrew sedikit emosi dengan perkataan Lucas, "Dalam sebuah pernikahan kehadiran seorang anak itu sangat penting!"
"Kakek, tenanglah!" sahut Allison sambil mengusap tangan Kakek Andrew perlahan, "Aku dan Lucas masih muda dan aku masih ingin fokus dengan karirku,"
Kakek Andrew membuka mulutnya namun dia menutupnya kembali. Dia tahu bagaimana kehidupan pernikahan Lucas dan Allison, dia juga tahu seberapa keras kepalanya seorang Lucas. Dia sebenarnya tidak ingin ikut campur tapi dia tidak akan tinggal diam jika ada seseorang yang ingin mengganggu keluarga McCarthy.
"Aku tidak ingin mendengar alasan kalian," kata Kakek Andrew setelah beberapa saat terdiam, "Jika dalam waktu setengah tahun aku masih belum mendapatkan kabar tentang cucu buyut, seluruh warisan keluarga McCarthy akan aku alihkan ke panti asuhan!"
"Baiklah aku setuju," kata Allison entah mengapa dia setuju dengan tantangan dari laki-laki tua di depannya, "Tapi sebelum itu, apa hubungan anda dengan Kakek Andrew?"Laki-laki tua di depannya itu kembali tertawa karena Allison sedikit bisa membaca situasi yang dihadapinya, "Si Tua Bangka itu benar-benar tidak salah memilih pendamping cucu kesayangannya. Tapi sayang anak-anaknya tidak ada yang dapat dia andalkan,""Sepertinya hubungan anda dan Kakek Andrew sangat,""Kenapa anda berpikir seperti itu, Nyonya Muda McCarthy?""Karena anda begitu perhatian dengan keluarga McCarthy."Lagi-lagi jawaban Allison membuat laki-laki tua itu tersenyum lebar. Namun Allison tidak berani untuk menurunkan rasa waspadanya karena dia belum benar-benar mengenal lawannya. Mungkin saja ini adalah strategi lawan sebelum menyerangnya."Aku tidak sabaik yang anda kira, Nyonya Muda McCarthy," kata laki-laki tua itu setelah berhenti tertawa, "Aku hanya ingin menikmati permainan ini. Aku harap hal ini tidak mem
Lucas mengerahkan semua anggota kelompoknya untuk mencari keberadaan Allison, sementara Elton memeriksa semua rekaman CCTV di markas. Lucas mengesampingkan ego dan amarahnya karena saat ini yang paling penting adalah keselamatan Allison."Menurutmu keputusanku untuk melepaskan Allison benar atau tidak?" tanya Lucas dengan wajah yang terlihat lelah karena semalaman tidak tidur."Aku tidak tahu. Masalah perempuan bukan keahlianku," jawab Mike tak ingin ikut campur dengan permasalahn pribadi Lucas. Sementara Elton memilih untuk diam tanpa berkomentar sepatah kata pun."Dia menjadi sasaran dari musuh-musuhku dan aku sama sekali tidak bisa melindunginya," kata Lucas lagi tak peduli dengan jawaban Mike."Berarti kamu harus melepasnya," balas Mike singkat."Tapi dia akan tetap menjadi sasaran musuh-musuhku!" seru Lucas mulai kesal.Hanya seorang Allison yang bisa membuat Lucas serba salah seperti saat ini. Hal itu membuat Elton dan Mike berkali-kali ingin memukul kepala Lucas karena Lucas sa
Selama beberapa hari ini Allison tinggal di markas Lucas karena kafe miliknya masih dalam 'perbaikan'. Dia sebenarnya sudah menolak hal itu, tapi Lucas memaksanya dengan sedikit ancaman sehingga Allison menyetujui hal tersebut."Tuan Wayne, apa kafeku sudah selesai diperbaiki?" tanya Allison untuk kesekian kali saat bertemu dengan Elton."Masih ada bagian-bagian yang perlu untuk diperiksa lagi, Nyonya," jawab Lucas juga untuk kesekian kalinya."Apa masih butuh waktu lebih lama? Dimana Lucas?""Saya tidak bisa memastikan hal itu. Tuan saat ini sedang berada di kediamannya menemani Nona Payne,"Lucas sama sekali tidak pernah menampakkan wajahnya selama Allison tinggal di sini, selain saat malam pertama Allison berada di sini. Bukannya Allison sedih, dia malah terlihat senang karena setidaknya dia tidak harus berhadapan dengan Lucas.Suara dering ponsel Elton membuat perhatian keduanya teralihkan. Perubahan wajah Elton yang terlihat begitu serius membuat Allison curiga dengan apa yang te
Allison merasa bingung saat membuka mata di tempat asing. Dia melihat sekitar sambil menerka-nerka dimana dia berada sekarang. Rasa waspada dan curiga Allison saat berada di level paling maximal setelah apa yang terjadi kemarin malam."Kamu berada di markasku. Tidak ada yang akan menyakitimu di sini," suara Lucas yang berat dan dingin membuat Allison sedikit merasa aman."Kenapa aku ada di sini?" tanya Allison masih belum puas dengan jawaban Lucas."Kamu ketakutan sampai pingsan. Aku membawamu ke sini karena tidak bisa membawamu ke hotel yang akan menarik perhatian banyak wartawan. Aku tidak ingin Alice kecewa denganku lagi,""Kalau begitu terima kasih banyak,"Jawaban Allison sama sekali tidak membuat Lucas puas, dia merasa jika Allison tidak benar-benar berterima kasih padanya. Entah mengapa apapun yang dilakukan oleh Allison berbeda dari perempuan lainnya di mata Lucas."Kamu mau pergi kemana?" tanya Lucas saat Allison beranjak dari tempat tidur."Aku harus membuka kafeku," jawab A
"Tuan, apa yang terjadi pada Nyonya McCarthy?" tanya Elton terkejut saat melihat Lucas menggendong Allison yang sedang tidak sadarkan diri."Dia hanya kelelahan," jawab Lucas tanpa ingin menjelaskan lebih banyak, "Aku akan membawanya ke markas untuk beristirahat. Aku ingin kamu memeriksa rekaman CCTV dengan tanggal yang sudah aku catat!""Baik Tuan!" balas Elton sigap."Bawa beberapa anggota kita untuk menyelidiki tempat ini!" perintah Lucas sebelum membawa Allison pergi.Setelah menurunkan Allison di kursi penumpang, Lucas dengan cepat ke tempat kursi kemudi dan melajukan mobilnya dengan cepat. Saat ini dia tidak tahu apa yang dia lakukan, kenapa dia tiba-tiba membawa Allison ke markasnya padahal tadi pagi dia bermaksud untuk menceraikan perempuan yang tidur di sampingnya.Lucas menambah kecepatan mobilnya karena tidak ingin terus menerus memikirkan Allison. Dia mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa menolong Allison hanyalah kegiatan sosial yang bisa dia lakukan pada siapa pun, bukan
"Kenapa kamu terlihat gelisah? Apa Tuan Wayne mengatakan sesuatu?" tanya Regina yang terlihat khawatir namun dalam hati dia berharap Allison akan memberinya informasi terbaru tentang Lucas."Tidak," jawab Allison singkat namun di sisi lain dia tidak ingin membuat Regina dan Ronald curiga, "Tadi Tuan Wayne mengatakan bahwa Lucas akan mengajukan gugatan perceraian. Dia hanya bertanya syarat apa saja yang ingin aku ajukan,""Perceraian!" seru Regina dan Ronald hampir bersamaan.Allison menganggukkan kepalanya pelan, dia bingung harus menampilkan raut wajah sedih atau bahagia. Dia semakin yakin dengan instingnya dan kecurigaan Lucas serta Elton pada pasangan kekasih di depannya."Apa kamu benar-benar akan berpisah dengan, Tuan McCarthy?" tanya Regina tanpa bisa menyembunyikan perasaan curiganya."Bukankah seluruh perusahaan LL sudah tahu jika yang dicintai Lucas adalah Alice bukan diriku. Keberadaanku sudah tidak dibutuhkan lagi sejak Alice kembali," jawab Allison mencoba untuk menceritak
Wajah Allison berubah menjadi merah menahan marah saat mendengar perkataan Madam Carol. Dia tidak pernah berpikiran seperti itu pada James, dia hanya menganggap James sebagai adik laki-lakinya.Di sisi lain James terlihat pucat karena dirinya tersangkut skandal dengan istri bosnya. Dia tahu jika hu
"Apa sarapan hari ini tidak sesuai dengan selera anda, Nyonya Muda?" tanya Tuan Watson saat melihat Allison hanya mengaduk-aduk bubur kesukaannya."A-apa?" balas Allison yang baru tersadar dari lamunannya."Apa makanannya tidak sesuai dengan selera, Nyonya Muda?""Oh bubur ini sangat enak seperti b
"Masuk!" perintah Lucas sambil mendorong Allison sesampainya di markas, "Layani mereka semua!"James ingin membuka mulutnya namun Elton memberinya kode untuk tetap diam. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah karena sudah membuat Allison berada dalam situasi seperti ini. Dia tidak menyangka Lucas akan sek
"Luce, bagaimana kalau kita makan siang dulu sebelum kembali ke kantor?" tanya Kylie dengan suara manja sambil sesekali mengusap lengan Lucas."Untuk terakhir kalinya, jangan pernah memanggilku dengan nama itu!" kata Lucas penuh peringatan sambil menyingkirkan tangan Kylie. Hanya 1 perempuan yang bo







