เข้าสู่ระบบLucas berjalan masuk ke dalam gedung itu dengan wajah datar dan santai, seolah ingin menunjukkan pada musuhnya jika dia sama sekali tidak peduli dengan rencana mereka. Lucas melangkah seakan-akan musuhnya hanyalah sebuah semut yang akan dengan mudah dia kalahkan.Bukan berarti Lucas sombong atau pun arogan, itu adalah strategi yang diajarkan oleh Kakek Andrew untuk membuat lawannya berpikir 2 kali jika ingin menyerangnya. Langkah Lucas terlihat santai namun aura yang dikeluarkan membuat orang-orang menghormatinya."Dimana Si Tua McCarthy?" tanya Tuan Volross kecewa karena dia berharah jika Kakek Andrew yang pertama akan menemuinya."Dimana anda menyembunyikan istriku?" balas Lucas tak ingin membuang banyak waktu berbicara dengan laki-laki tua di depannya."Aku tidak tahu dimana istrimu, aku hanya tahu perempuan yang sudah menjadi janda beberapa waktu yang lalu," sindir Tuan Volross tanpa terlihat takut sedikitpun."Pengadilan belum memutuskan perceraianku, jadi Allison masih berstatus
"Baiklah aku setuju," kata Allison entah mengapa dia setuju dengan tantangan dari laki-laki tua di depannya, "Tapi sebelum itu, apa hubungan anda dengan Kakek Andrew?"Laki-laki tua di depannya itu kembali tertawa karena Allison sedikit bisa membaca situasi yang dihadapinya, "Si Tua Bangka itu benar-benar tidak salah memilih pendamping cucu kesayangannya. Tapi sayang anak-anaknya tidak ada yang dapat dia andalkan,""Sepertinya hubungan anda dan Kakek Andrew sangat,""Kenapa anda berpikir seperti itu, Nyonya Muda McCarthy?""Karena anda begitu perhatian dengan keluarga McCarthy."Lagi-lagi jawaban Allison membuat laki-laki tua itu tersenyum lebar. Namun Allison tidak berani untuk menurunkan rasa waspadanya karena dia belum benar-benar mengenal lawannya. Mungkin saja ini adalah strategi lawan sebelum menyerangnya."Aku tidak sabaik yang anda kira, Nyonya Muda McCarthy," kata laki-laki tua itu setelah berhenti tertawa, "Aku hanya ingin menikmati permainan ini. Aku harap hal ini tidak mem
Lucas mengerahkan semua anggota kelompoknya untuk mencari keberadaan Allison, sementara Elton memeriksa semua rekaman CCTV di markas. Lucas mengesampingkan ego dan amarahnya karena saat ini yang paling penting adalah keselamatan Allison."Menurutmu keputusanku untuk melepaskan Allison benar atau tidak?" tanya Lucas dengan wajah yang terlihat lelah karena semalaman tidak tidur."Aku tidak tahu. Masalah perempuan bukan keahlianku," jawab Mike tak ingin ikut campur dengan permasalahn pribadi Lucas. Sementara Elton memilih untuk diam tanpa berkomentar sepatah kata pun."Dia menjadi sasaran dari musuh-musuhku dan aku sama sekali tidak bisa melindunginya," kata Lucas lagi tak peduli dengan jawaban Mike."Berarti kamu harus melepasnya," balas Mike singkat."Tapi dia akan tetap menjadi sasaran musuh-musuhku!" seru Lucas mulai kesal.Hanya seorang Allison yang bisa membuat Lucas serba salah seperti saat ini. Hal itu membuat Elton dan Mike berkali-kali ingin memukul kepala Lucas karena Lucas sa
Selama beberapa hari ini Allison tinggal di markas Lucas karena kafe miliknya masih dalam 'perbaikan'. Dia sebenarnya sudah menolak hal itu, tapi Lucas memaksanya dengan sedikit ancaman sehingga Allison menyetujui hal tersebut."Tuan Wayne, apa kafeku sudah selesai diperbaiki?" tanya Allison untuk kesekian kali saat bertemu dengan Elton."Masih ada bagian-bagian yang perlu untuk diperiksa lagi, Nyonya," jawab Lucas juga untuk kesekian kalinya."Apa masih butuh waktu lebih lama? Dimana Lucas?""Saya tidak bisa memastikan hal itu. Tuan saat ini sedang berada di kediamannya menemani Nona Payne,"Lucas sama sekali tidak pernah menampakkan wajahnya selama Allison tinggal di sini, selain saat malam pertama Allison berada di sini. Bukannya Allison sedih, dia malah terlihat senang karena setidaknya dia tidak harus berhadapan dengan Lucas.Suara dering ponsel Elton membuat perhatian keduanya teralihkan. Perubahan wajah Elton yang terlihat begitu serius membuat Allison curiga dengan apa yang te
Allison merasa bingung saat membuka mata di tempat asing. Dia melihat sekitar sambil menerka-nerka dimana dia berada sekarang. Rasa waspada dan curiga Allison saat berada di level paling maximal setelah apa yang terjadi kemarin malam."Kamu berada di markasku. Tidak ada yang akan menyakitimu di sini," suara Lucas yang berat dan dingin membuat Allison sedikit merasa aman."Kenapa aku ada di sini?" tanya Allison masih belum puas dengan jawaban Lucas."Kamu ketakutan sampai pingsan. Aku membawamu ke sini karena tidak bisa membawamu ke hotel yang akan menarik perhatian banyak wartawan. Aku tidak ingin Alice kecewa denganku lagi,""Kalau begitu terima kasih banyak,"Jawaban Allison sama sekali tidak membuat Lucas puas, dia merasa jika Allison tidak benar-benar berterima kasih padanya. Entah mengapa apapun yang dilakukan oleh Allison berbeda dari perempuan lainnya di mata Lucas."Kamu mau pergi kemana?" tanya Lucas saat Allison beranjak dari tempat tidur."Aku harus membuka kafeku," jawab A
"Tuan, apa yang terjadi pada Nyonya McCarthy?" tanya Elton terkejut saat melihat Lucas menggendong Allison yang sedang tidak sadarkan diri."Dia hanya kelelahan," jawab Lucas tanpa ingin menjelaskan lebih banyak, "Aku akan membawanya ke markas untuk beristirahat. Aku ingin kamu memeriksa rekaman CCTV dengan tanggal yang sudah aku catat!""Baik Tuan!" balas Elton sigap."Bawa beberapa anggota kita untuk menyelidiki tempat ini!" perintah Lucas sebelum membawa Allison pergi.Setelah menurunkan Allison di kursi penumpang, Lucas dengan cepat ke tempat kursi kemudi dan melajukan mobilnya dengan cepat. Saat ini dia tidak tahu apa yang dia lakukan, kenapa dia tiba-tiba membawa Allison ke markasnya padahal tadi pagi dia bermaksud untuk menceraikan perempuan yang tidur di sampingnya.Lucas menambah kecepatan mobilnya karena tidak ingin terus menerus memikirkan Allison. Dia mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa menolong Allison hanyalah kegiatan sosial yang bisa dia lakukan pada siapa pun, bukan
Madam Carol berjalan dengan kepala terangkat bersama timnya termasuk Allison. Dia terlihat begitu senang dan bersemangat saat Elton meneleponnya untuk menghadiri rapat pertemuan dengan klien. Ini adalah kesempatan untuk mengembalikan nama baiknya."Apa pun yang terjadi jaga sikap kalian. Ini mungki
"Baik aku setuju!" kata Allison sambil menatap laki-laki di depannya, "Apa yang akan anda lakukan jika aku tidak terbukti mencuri ide anda?""Aku akan meminta maaf padamu dan pergi dari kota Z ini," jawab laki-laki tersebut penuh dengan keyakinan, "Bagaimana kalau perusahaan anda terbukti mencuri
"Oleh karena itu mari kita berterima kasih pada, Nona Payne. Silahkan maju Nona Payne!" seru Lucas yang langsung disambut tepuk tangan meriah terutama dari Kakek Andrew yang sedang tersenyum lebar.Hubungan Lucas dan Allison yang semakin membaik membuat tali di dada Kakek Andrew sedikit melonggar.
Jantung Allison berdebar cepat saat dirinya menindih tubuh Lucas. Namun di sini dia juga takut untuk berdiri karena handuk yang dia gunakan jatuh entah kemana. Di saat yang bersamaan dia juga dapat mendengar suara jantung Lucas."Apa begitu nyaman tidur di atas tubuhku?" tanya Lucas membuyarkan lamu







